
ANKARA - Turkey's first medium-latitude, long-endurance UAV made its first test flight Dec. 31.
Dubbed the ANKA, the 600-kilogram UAV flew for 14 minutes, said officials from Turkish Aerospace Industries (TAI), Turkey's main aerospace company and the UAV's developer.
Related Topics
They said a total of 180 engineers have been working since 2005 on the ANKA, which was unveiled last summer.
Powered by a 155-horsepower diesel engine, the UAV has a wingspan of 17.3 meters and a composite body eight meters long.
TAI officials said the ANKA would eventually fly up to 23,000 feet for 23 hours.
Turkey has made smaller UAVs, but this is the first drone in the MALE category. Turkish procurement officials aim at full self-sufficiency over the next several years after having bought Israeli-made Heron MALE drones last year.
In the meantime, Turkey also is seeking to buy armed MQ-9 Reaper drones from the United States, but it has not received U.S. approval for the sale.
Turkey's military has used the UAVs mostly against Kurdish separatists operating in the country's southeast bordering Iraq and Iran. (DN/WDN)
Berita Terkait:
Turkey
- Indonesia Gandeng Turki Untuk Kembangkan Tank Ringan Dan Medium
- Indonesia Dan Turki Bahas Kerjasama Pertahanan
- Militer Turki Anugerahi Bintang Kehormatan kepada Panglima TNI
- Turki Tawarkan Kapal Selam U-214 Kepada Indonesia Untuk Tahap Kedua
- Komisi I Sarankan Kemhan Membeli UAV Dari Turki Atau Rusia
- Komisi I : TNI Juga Perlu Cermati Produk Alutsista Turki
- Kemhan RI – Kemhan Turki Lakukan Pertemuan Kerjasama Bilateral
- English News : Turkey denies losing deal for Indonesian Navy submarines
- Turki dan Indonesia Segera Sepakati Kontrak Jual Beli Alutsista Senilai 400 Juta Dollar
- English News : Turkey Holding Rival Talks On Aircraft With Koreans And Swedes
- Dephan Turki: Indonesia-Turki Segera Capai Kesepakatan Pembuatan Dua Kapal Selam
- Indonesia Dan Turki Melakukan Kerjasama Pembuatan Tank
- English News : Turkey Plans To Sell Pars 8x8 To Indonesia
- English News : Indonesia, Turkey Sign Defence Co-op Agreement
- English News : Turkey's acquisition of C-130s approved
- Parlemen Indonesia Dan Turki Dukung Kerja Sama Militer
- Turki Berharap Kerjasama Militer Dengan RI Segera Diwujudkan
- Inteligen Indonesia Dan Turki Bicarakan Kerjasama
- Indonesia Dan Turki Sepakati Kerjasama Pembuatan ACV 300
- Indonesia Dan Turki Perkuat Kerjasama Dibidang Pertahanan
- Turkey targets Indonesia And Malaysia for defense exports
- Kemhan Adakan Pertemuan Ke-2 RI-Turki Dalam Bidang Kerjasama Industri Pertahanan
- Turki Menggandeng Alenia Aeronautica Dan Embraer Dalam Pembuatan FX
- English News : Italy, Brazil Top Turkey's List Of Potential FX Partners
- RI-Turki Bangun Kerjasama di Bidang Industri Pertahanan
UAV
- Pesawat Tanpa Awak Tiba Akhir 2013
- Satu Skuadron UAV Akan Mengawasi Perbatasan
- Selain Rudal, Indonesia - China Kerjasama UAV Dan Pertahanan Elektronik
- Menhan : Skuadron UAV Nanti Terdapat UAV Buatan Dalam Dan Luar Negeri
- Menhan : Pesawat Udara Nir Awak (PUNA) Akan Diproduksi Massal
- Menristek : UAV Buatan BPPT Masih Terlalu Berisik
- Presiden Dan Menhan Hadiri Ujicoba UAV
- Spesifikasi UAV Sriti dan Alap-Alap Buatan BPPT
- TNI AL Gunakan UAV Dan Satelit Buatan Lapan
- Komisi I : Pengadaan UAV Kemungkinan Bakal Disetujui Oleh DPR
- KSAU : Kita Akan Pelajari Dan Mengembangkan UAV Asal Israel
- Menhan : UAV Akan Menjadi Andalan Di Daerah Perbatasan
- Kemhan Bantah Kirim Nota Protes Kepada Australia
- TB Hasanuddin : Tak Perlu Khawatir Dengan Isu Penempatan UAV AS Di Pulau Cocos
- Jubir Kemhan : Drone AS Bukan Ancaman Bagi Indonesia
- Komisi I : TNI Dan BIN Harus Waspadai Basis Drone AS Di Australia
- Komisi I Meminta Kemhan Kaji Dampak Penggunaan UAV Teknologi Israel
- Wamenhan Jelaskan Rencana Pembelian Pesawat Tanpa Awak Kepada DPR
- Hanggar Dan Kantor Untuk Pesawat Tanpa Awak Telah Disediakan
- Kemhan Telah Mengakui Mengujicoba UAV Searcher MK II Dan Hermes
- Sekjen Kemhan : Kami Telah Bayar Uang Muka Untuk Pembelian UAV
- English News : Don’t Worry About Drones’ Source
- Penglima TNI : Saya Tidak Mempermasalahkan Pengadaan UAV Asalnya Darimana
- Kadispenau : Apapun UAVnya Yang Penting Sesuai Dengan Spesifikasi TNI AU
- Anggota Komisi I : Pengadaan UAV Oleh Kemhan Tidak Usah Dipertanyakan
0 comments:
Post a Comment