New Maju Indonesia Ku

Showing posts with label Korsel. Show all posts
Showing posts with label Korsel. Show all posts

Wednesday, August 14, 2013

Korsel Kembangkan Internal Waepon Bay Untuk Pesawat Tempur K/IFX


Seoul (MID) - Korea Selatan saat ini sedang mengembangkan internal waepon bay (IWB) untuk pesawat tempur K/IFX dengan codename KFX C103-iA.


1. Gambar Internal Waepon Bay

Dalam gambar kedua memperlihatkan bentuk pesawat tempur K/IFX C103-iA yang menggunakan IWB, sekilas C103-iA mirip dengan F-22 versi mini.


2. Gambar K/IFX C103-iA yang menggunakan IWB

Pesawat tempur K/IFX C103-iA merupakan penyempurnaan desain dari C-103 dan C103-iA, dimana C-103 belum memiliki IWB sehingga hanya bisa mengangkut senjata 40% dari -iA, sedangkan versi C103-i sudah memiliki IWB tetapi hanya bisa mengangkut bom Mk-83x seberat 500kg atau 60% dari -Ai. Pesawat tempur K/IFX C103-iA merupakan penyempurnaan desain dari C103-i karena mampu membawa bom Mk-83x seberat 1000kg diluar rudal AIM series.


3. Gambar perbandingan K/IFX C103, C103-i, Dan C103-iA

Dari gambar diatas terlihat ketiga pesawat tersebut memiliki dimensi berbeda dan K/IFX C103-iA memiliki dimensi lebih panjang dan lebar, sehingga berdampak daya angkut yang lebih besar dari C103 dan C103-i. 
Gambar dibawah juga mempelihatkan IWB diimplementasikan kedalam airframe K/IFX C103-iA.


4. Gambar implementasi IWB kedalam K/IFX C103-iA

Gambar diatas mempelihatkan IWB dalam K/IFX C103-iA dapat menampung 6 rudal AIM series, sehingga bisa mengurangi radar cross section (RCS) pada K/IFX C103-iA dibandingkan versi C103 dimana rudal ditempatkan di sayap pesawat.


5. Gambar IWB pada K/IFX C103-iA

Selain IWB, beberapa penambahan fitur dari versi sebelumnya yaitu Air-to-Air Missile Eject Launcher (MEL) dan perbaikan vortex pada sayap. Air-to-Air Missile Eject Launcher (MEL) sendiri dirancang khusus untuk membawa dan meluncurkan Air-to-Air Missile secara cepat dan aman saat lepas dari pesawat tempur walaupun dengan manuver ekstrim sekalipun.


6. Gambar spesifikasi K/IFX C103-iA


7. Gambar perbandingan IWB, K/IFX, F-35, dan F-22


8. Gambar perbandingan Eject Missile F-35 dan KFX

Gambar diatas mempelihatkan Eject missile F-35 dan KFX, dimana F-35 hanya bisa meluncurkan rudal dalam posisi ke bawah sedangkan KFX dapat meluncurkan rudal dengan manuver ekstrem.


9. Gambar daya angkut persenjataan KFX

Gambar diatas mempelihat KFX memiliki 16 hardpoint untuk mengangkut rudal AIM-120, AIM-9x, dan bom Mk-84 JDAM, didalam IWB dapat mengangkut 6 AIM-120/2 AIM-120,(2 AIM-9x dan 2 Mk-84 JDAM).


10. Gambar perbaikan Vortex pada sayap KFX


11. Gambar sistem pengereman (Airbrake) pada KFX


12. Gambar Kanopi pada KFX


13. Gambar radar dan machine gun pada KFX

Dari gambar diatas memperlihatkan KFX menggunakan radar AESA (Active Electronically Scanned Array), EOTS (Electro-optical targeting system) yang merupakan sistem penargetan inframerah yang digunakan untuk pemandu laser. selain itu machine gun terletak disebelah kiri memiliki letak yang sama pada F-35. (MID/MIK/WDN) 






Continue reading →

Tuesday, July 2, 2013

Kemhan : Butuh 1.5 Triliun Untuk Membangun Galangan Kapal Selam

Jakarta (MID) - Kementerian Pertahanan menyatakan sedikitnya dibutuhkan 150 Juta Dollar Amerika atau Rp1,5 triliun untuk membangun fasilitas galangan kapal selam ketiga, yang rencananya akan dibangun di PT PAL, Surabaya.

"Galangan kapal selam akan dibangun di Surabaya melalui PT PAL sesuai yang direncanakan. Pembangunan tahap awal membutuhkan 150 juta dollar (sekitar 1,5 triliun rupiah)," kata Juru Bicara Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP), Kementerian Pertahanan, Silmi Karim, di Jakarta, Selasa.

Pemerintah membutuhkan fasilitas galangan yang memadai sebagai konsekuensi dari pemesanan tiga kapal selam ke Korea Selatan. Pasalnya, kapal ketiga akan dibangun di Indonesia setelah dua kapal selam pertama dibangun di Korea Selatan melalui skema alih teknologi.

Menurut dia agar pembangunan galangan tak membutuhkan biaya banyak, KKIP berencana memanfaatkan perlengkapan yang ada di sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN).Indonesia, kata dia, sedikitnya membutuhkan sebanyak 12 kapal selam untuk menjaga wilayah perairan.

Kapal selam pertama hasil kerja sama dengan Korea Selatan ditargetkan selesai pada 2014. Tak berapa lama kapal kedua juga akan diselesaikan di galangan kapal Korea Selatan.

"Sedangkan pembuatan kapal selam ketiga rencananya dilakukan di Indonesia pada awal 2015. Kami menargetkan pada 2018 kapal selam buatan Indonesia sudah selesai," kata Silmi.



Saat ini, Kemhan berusaha mengirimkan sebanyak 200 teknisi ke Korea Selatan untuk menyelesaikan pembangunan kapal selam pertama. "Baru disetujui sebanyak 190 teknisi. Teknisi tersebut antara lain dari TNI Angkatan Laut sebagai pengguna, Kementerian Riset dan Teknologi, dan industri-industri terkait dalam pembangunan kapal," kata Simli.(Republika/WDN)
Continue reading →

Kemhan Optimis Lanjutkan Proyek Kapal Selam dengan Korsel

Jakarta (MID) - Komitmen pemerintah untuk mewujudkan hubungan kerja sama dengan Korea Selatan di bidang industri pertahanan semakin menguat. Menurut rencana, kedua negara Asia ini bakal segera merealisasikan pembangunan kapal selam bersama untuk Indonesia di tahun depan.

Juru Bicara Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP), Silmy Karim menuturkan, pemerintah telah melakukan berbagai persiapan demi merealisasikan proyek alat utama sistem persenjataan (alutsista) ini. Di antaranya dengan menyediakan fasilitas untuk keperluan produksi kapal selam di PT PAL Indonesia, Surabaya. "Untuk tahap awal persiapan infrastruktur tersebut, pemerintah telah menggelontorkan dana sebesar 150 juta dolar AS," ujar Silmy di Jakarta, Selasa (2/7).

Di samping itu, lanjut dia, sejumlah tenaga ahli Indonesia juga diberangkatkan ke Korea untuk dibekali dengan pelatihan dan transfer of technology (ToT). Semua langkah ini dilakukan sebagai bagaian dari upaya modernisasi alutsista TNI, khususnya Angkatan Laut. Sebelumnya, sempat berkembang pandangan yang menilai kerja sama alutsista ini bakal merugikan kepentingan nasional Indonesia. Ini lantaran tenaga-tenaga ahli yang dikirim pemerintah ke negeri ginseng hanya sebatas learning by seeing (belajar dengan cara mengamati), bukan learning by doing (belajar dengan cara mempraktikkan).

Namun, Silmy membantah hal tersebut. Ia menjamin pemerintah Korea tidak akan setengah hati dalam mentransfer teknologi kapal selamnya kepada Indonesia. Kalau pun ada perbedaan metodologi dalam klausul kontrak kerja sama ini, menurutnya itu masih wajar-wajar saja. Apalagi, kata dia, hubungan Indonesia dan Korea Selatan selama ini sudah terjalin baik.

"Sejauh ini, hubungan kedua negara tidak hanya pada ruang lingkup kecil industri pertahanan. Tapi lebih dari itu, Indonesia dan Korea punya hubungan yang lebih erat dalam kerja sama yang lebih besar," kata Silmy.(Republika/WDN)
Continue reading →

Saturday, June 29, 2013

ITS : Korsel Tak Tulus ToT Kapal Selam Kepada Indonesia

Surabaya (MID) - Ketua Pusat Kerja Sama dan Promosi IPTEKS Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya, Raja Oloan Saut Gurning, mengingatkan Kementerian Pertahanan menekankan lebih serius mengenai kesepakatan transfer of teknologi dalam pengadaan kapal selam dari Korea Selatan. Indonesia sebagai pemilik uang berhak mendapatkan manfaat lebih dari kerja sama ini.

“Pemerintah harus bernyali karena masih lebih besar uang kita dan kepentingan nasional harus dibela,” kata Saut saat dihubungi, Rabu 26 Juni 2013.

Saut menilai realisasi penguatan alat utama sistem pertahanan Indonesia dalam dua tahun terakhir lebih menguntungkan kepentingan asing dan berpotensi menjadikan alutsista Indonesia dikendalikan para korporasi asing. Dalam jangka panjang dampaknya akan sangat berbahaya bila bergantung pada negara lain.

Menurut Saut, kerja sama pembelian kapal selam dengan Korea Selatan berpotensi sangat merugikan Indonesia. Itu, kata dia, tampak dari detail teknis yang tidak ada komponen kapal selam yang dibuat di Indonesia. “PT PAL saya dengar hanya mendapat bagian pekerjaan 2 persen saja. Hanya gambar dan pengawasan. Bahkan memotong pelat baja pun tidak dikasih,” kata Saut.

Awalnya disepakati dari pembelian tiga kapal selam dari Korea, sejumlah tim ahli dan insinyur Indonesia akan dilibatkan dalam pembuatannya. Dua kapal dibuat di Korea dan satu lagi akan dilakukan di Indonesia. Namun, kata Saut, dalam kenyataannya, banyak alasan dari Korea Selatan yang aneh-aneh. Misalnya tenaga ahli yang dikirim belajar harus berumur kurang 30 tahun dan hanya dapat melihat (learning by seing).

Tak adanya kesempatan tenaga ahli Indonesia ikut belajar dalam proses produksinya dianggap sangat merugikan. Negosiasi transfer of teknologi dinilai Saut hanya basa-basi di atas kertas. "Kita ini banyak dikendalikan asing. Jangan sampai program ToT kapal selam ke Korea justru merugikan Indonesia," ucap Saut.

Lewat APBN 2013, nilai belanja alutsista sebesar Rp 28,2 triliun dan diperkirakan lebih dari 80 persen dibelanjakan dari industri asing dengan dukungan lebih 60 persen kredit ekspor luar negeri. Sebelumnya, Direktur Utama PT PAL Indonesia, M. Firmansyah Arifin, mengatakan program transfer of technology (ToT) kapal selam ke Korea Selatan, cenderung merugikan kepentingan nasional. Setelah mempelajari klausul kontraknya, Firmansyah melihat program ToT itu lebih menekankan pada learning by seeing, bukan learning by doing.

Akibatnya, kata dia, tenaga ahli Indonesia yang dikirm ke Korea, sebatas melihat proses pembuatan tanpa terjun langsung mempelajari teknologinya. Skema kerja sama seperti ini, lebih menguntung Korea ketimbang Indonesia. "Memang kami harus mencuri teknologinya. Karena Korea dulu juga mengambil teknologi dari Jerman," kata Firmansyah, Jumat 21 Juni 2013.

Daewoo Shipbuilding Marine Engineering co. Ltd, kata ia, sekedar memberikan gambar kapal selam. Padahal, mempelajari rekayasan teknologi kapal selam tidak cukup dengan melihat gambar. Nasi sudah menjadi bubur, kini pihaknya hanya berharap bisa menempatkan lebih banyak tenaga ahli dari kampus dalam program ToT untuk melakukan kajian ilmiah. Dirinya yakin, Korsel tidak akan memberikan ilmu secara tulus kepada Indonesia.(TEMPO/WDN)
Continue reading →

Wednesday, June 26, 2013

Jubir Kemhan Klarifikasi Alasan Korsel Batasi Indonesia Belajar Kapal Selam

Jakarta (MID) - Kementerian Pertahanan membantah jika pemerintah Korea Selatan setengah hati memberikan transfer of technologi pembuatan kapal selam kepada Indonesia. Korea Selatan punya alasan kuat menolak perwakilan dari PT PAL ikut mengerjakan kapal selam pesanan Indonesia.

"Menurut mereka pembangunan kapal selam punya resiko sangat tinggi," kata Kepala Badan Sarana Pertahanan Kementerian Pertahanan, Laksamana Muda Rachmad Lubis, saat ditemui Tempo di kantor Kementerian Riset dan Teknologi, Jakarta Senin lalu.

Korea Selatan menyebut kapal selam merupakan produk alat utama sistem persenjataan dengan standar kualitas tinggi. Berbeda dengan kapal perang biasa, kapal selam diwajibkan punya kemampuan menyelam hingga 350 meter dari permukaan laut sehingga tak boleh ada sedikit pun kesalahan. Jika tidak, nyawa dan reputasi produsen kapal selam jadi taruhan.

"Rusia yang ahli kapal selam saja pernah gagal, apa lagi orang yang belum punya keahlian, resikonya sangat tinggi, rawan kecelakaan," terang Rachmad.

Selain itu, faktor keselamatan pekerja Indonesia juga menjadi alasan Korea Selatan. Sebab produksi kapal selam menggunakan peralatan yang beresiko keselamatan besar, terlebih untuk orang yang belum punya kemampuan. Alasan lain, Korea Selatan takut target produksi mereka molor karena harus memberi pelajaran kepada Indonesia. "Sementara kalau produksinya telat, kan mereka kena denda."

Meski begitu, saat ini pemerintah sedang melobi Korea Selatan untuk memaksimalkan proses alih teknologi. Minimal, jika perwakilan PT PAL benar-benar cuma diberi kesempatan belajar dengan melihat (learning by seeing), Korea Selatan mau memperlihatkan secara detil. "Jadi diharapkan kapal selam ketiga kita bisa buat sendiri di Indonesia, tentu atas bimbingan langsung Korea Selatan," kata Rachmad.

Indonesia memesan tiga unit Kapal selam kelas Changbogo dari Korea Selatan, dengan harga sekitar 350 juta Dollar Amerika Serikat per unit. Dalam perjanjian pembelian, Korea Selatan menawarkan alih teknologi kepada Indonesia. Sesuai rencana dua kapal selam akan diproduksi di galangan Daewoo Shipbuilding Marine Engineering co Ltd. Kapal selam ketiga akan dikerjakan oleh ahli Indonesia di galangan PT PAL.

Sebelumnya, Ketua Pusat Kerja Sama dan Promosi IPTEKS Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya, Raja Oloan Saut Gurning, mengingatkan Kementerian Pertahanan menekankan lebih serius mengenai kesepakatan transfer of teknologi dalam pengadaan kapal selam dari Korea Selatan. Indonesia sebagai pemilik uang berhak mendapatkan manfaat lebih dari kerja sama ini. “Pemerintah harus bernyali karena masih lebih besar uang kita dan kepentingan nasional harus dibela,” kata Saut saat dihubungi, Rabu 26 Juni 2013.

Saut menilai realisasi penguatan alat utama sistem pertahanan lebih menguntungkan kepentingan asing dan berpotensi menjadikan alutsista Indonesia dikendalikan para korporasi asing. Dalam jangka panjang dampaknya akan sangat berbahaya bila bergantung pada negara lain.

Menurut Saut, kerja sama pembelian kapal selam dengan Korea Selatan berpotensi sangat merugikan Indonesia. Itu, kata dia, tampak dari detail teknis yang tidak adanya komponen kapal selam yang dibuat di Indonesia dan minimnya keterlibatan tenaga ahli Indonesia dan hanya boleh melihat (learning by seeing).(TEMPO/WDN)
Continue reading →

Thursday, June 20, 2013

September 2013, Indonesia Kedatangan T-50 Golden Eagle

Paris (MID) - Indonesia akan menerima 16 pesawat latih jet canggih T-50 Golden Eagle dari Korea Aerospace Industries pada bulan September 2013 sampai Februari 2013.

Pernyataan ini diungkapkan oleh juru bicara perusahaan KAI di stand tersebut.

Pemerintah Indonesia telah melakukan penandatangan kontrak 16 T-50 pada bulan Mei 2011, hal ini menandai ekspor pesawat T-50 tersebut yang didukung dengan mesin tunggal F-404 General Electric.

Pilot dan teknisi dari Indonesia telah melakukan pelatihan T-50 di Korsel.

Selain itu, KAI juga yakin tidak menutup kemungkinan akan melakukan kesepakatan dengan pemerintah Filipina untuk pengadaan 12 pesawat tempur FA-50, merupakan jenis T-50 yang dipersenjatai. AU Filipina akan menggunakan pesawat tersebut untuk sebagai pesawat latih dan pesawat tempur ringan.

KAI sendiri telah melakukan kerjasama dengan Lockheed Martin, juga akan bersaingin dengan Alenia Aermacchi M-346 dan BAe System Hawk dalam pengadaan pesawat latih di Polandia.

Pemerintah Polandia sendiri sedang mengkaji secara teknis ketiga perusahaan tersebut dan akan melakukan permintaan lain untuk proposal informasi harga dalam beberapa bulan mendatang. Pengumuman pemenang tender akan diumumkan secepatnya awal 2014.(Flight Global/WDN/MIK)
Continue reading →

Saturday, June 15, 2013

Temui Presiden, Menlu Korsel Janjikan Peningkatan Kerjasama Pertahanan

Nusa Dua (MID) - Pemerintah RI dan Korsel memastikan melanjutkan kerjasama bidang industri pertahanan. Meski program pembuatan pesawat tempur canggih KFX masih ditunda, namun proyek lainnya tetap berjalan bahkan ditingkatkan.

Dekimian ungkap Staf Khusus Bidang Hubungan Internasional Teuku Faizasyah tentang salah satu materi yang disinggung dalam pertemuan antara Presiden SBY dengan Menlu Korsel Yun Byung-se. Pertemuan di sela Forum Kerja Sama Asia Timur-Amerika Latin (FEALAC) pagi ini, berlangsung di Hotel Grand Hyatt, Nusa Dua, Bali, Jumat (14/6/2013).

"Tidak secara spesifik dibahas. Secara makro Menlu Korsel sebutkan kerjasama sektor industri pertahanan akan semakin ditingkatkan," kata Faizasyah.

Agenda utama kunjungan Menlu Yun Byung-se kepada Presiden SBY adalah menyampaikan surat dari Presiden Korsel Park Geun Hye. Surat itu adalah balasan untuk surat dari Presiden SBY yang disampaikan oleh Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN), Chairul Tanjung, dalam pertemuan di Seoul, Korea Selatan, pada 24 Mei 2013.

"Lebih banyak dibahas kerjasama bilateral secara luas, utamanya kerjasama ekonomi. Presiden mendorong agar ditingkatkan kerjasama sektor industri kreatif," sambung Faizasyah.(DETIK/WDN)
Continue reading →

Indonesia Siapkan Dana Rp. 15 Triliun Untuk Pengembangan IFX

Jakarta (MID) - Dibutuhkan setidaknya dana mencapai US$ 8 miliar atau setara Rp 78,4 triliun untuk menghasilkan prototype jet tempur Korea Fighter Xperiment/Indonesia Fighter Xperiment (KFX/IFX) yang tersertifikasi dan siap produksi.

Jet tempur ini, merupakan program kerjasama antara Kementerian Pertahanan Indonesia dan Korea Selatan. Sementara, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertahanan mengalokasikan anggaran mencapai US$ 1,8 miliar atau senilai Rp 15,68 triliun. Alokasi ini, setara 20% dari dari keseluruhan biaya pengembangan jet tempur KFX/IFX.

"Kita join, totalnya US$ 8 miliar. Porsinya 20% ditanggung Indonesia dan 80% ditanggung Korsel," ucap Manager Komunikasi PT Dirgantara Indonesia (Persero) Sonny S Ibrahim kepada detikFinance, Jumat (14/6/2013).

Sementara 80% atau setara US$ 6,2 miliar untuk biaya pengembangan ditanggung oleh Korea Selatan. Saat ini, proses pengembangan jet tempur KFX IFX masuk ke tahap II yakni enjineering manufacturing development. Setelah proses ini, baru dilanjutkan pada tahap ke II yakni produksi dan pemeliharaan.

"Enjineering manufacurting development. Mulai detail desain, persipan produksi, pengerjaan 6-8 prototyping, testing dan sertifikasi. Itu butuh 8 tahun," tambahnya.

Sonny menerangkan, saat diproduksi di tahun 2020, untuk pembuatan struktur pesawat KFX/IFX dibuat di markas Dirgantara Indonesia di Bandung Jawa Barat. Sementara proses pemasangan peralatan elektronik pesawat, khusus KFX dilakukan di Korea Selatan. Semantara IFX tetap diproduksi di Indonesia.

"Maunya produksi struktur (jet KFX/IFX) dibikin di kita, struktur untuk Indonesia dan Korea. Elektronika di assembly line dibuat di Korea," tegasnya.

Sebelumnya, tim dari Indonesia yang terdiri dari Balitbang Kementerian Pertahanan, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, PTDI dan Institut Teknologi Bandung (ITB) terbang ke Korea Selatan untuk perencanaan KFX/IFX tahap pertama. Program ini, telah dilaksanakan selama 18 bulan dan berakhir bulan Desember 2012 lalu.

Pada tahap ini, telah dihasilkan 2 konsep jet tempur IFX. Jet tempur ini merupakan pesawat generasi 4,5. Pesawat ini lebih canggih dari jet tempur F-16 namun masih di bawah F-35.(DETIK/WDN)
Continue reading →

Friday, June 7, 2013

2014, PT PAL Akan Mulai Produksi Kapal Selam

Jakarta (MID) - Produsen pembuat kapal pelat merah, PT PAL (persero) berencana mengembangkan kapal selam pertama produksi Indonesia. Kapal selam ini, nantinya diproduksi di Surabaya, Jawa Timur.

Menggandeng Korea Selatan, kapal selam ini merupakan bagian dari 3 unit pesanan untuk TNI AL.

Direktur Utama PAL Firmansyah menjelaskan saat ini, 2 unit kapal selam sedang diproduksi dan dikembangkan di Korea Selatan, sementara untuk jatah PAL, mulai diproduksi pada tahun 2014.

"2014 start, mungkin 2018-2019 satu unit (jadi)," ujar Firmansyah kepada detikFinance, Rabu (5/6/2013).

Saat ini, PAL telah mengirimkan sebanyak 206 tenaga ahli di bidang desain dan produksi ke Korea Selatan. Pengiriman ini untuk mendukung program pengembangan kapal selam merah putih. Harapannya, sebagian besar komponen kapal selam yang diproduksi di Surabaya Jawa Timur menggandung banyak komponen lokal.

"Sebanyak mungkin kandungan lokalnya," tambahnya.

Untuk pengembangan 3 kapal selam di Indonesia dan Korea Selatan, Kementerian Pertahanan Indonesia menggelontorkan anggaran mencapai US$ 1 miliar.(DETIK/WDN)
Continue reading →

Thursday, June 6, 2013

EADS Tawarkan Dana Segar $ 2 Miliar Bila Menang Dalam Pengadaan Pesawat Tempur Korsel

Seoul (MID) - Raksasa industri kedirgantaraan Eropa (EADS) telah menawarkan investasi sebesar $ 2 miliar bila memenangkan tender pengadaan 60 pesawat tempur Korea Selatan yang saat ini bersaing dengan perusahaan AS.

EADS telah mengumumkan pernyataan tersebut pada hari kamis, perusahaan tersebut juga akan memberikan dana segar tunai untuk proyek pengembangan pesawat tempur canggih KFX, jika EADS terpilih sebagai pemenang tender pengadaan pesawat tempur senilai 8,3 triliun won ($ 7,2 miliar).

Dalam proyek tersebut ada tiga perusahaan yang ikut tender, yaitu F-15 Silent Eagle Boeing, F-35 Lightning II Lockheed Martin, dan Eurofigter Typhoon EADS.

Pengumuman pemenang tender sendiri akan diumumkan pada akhir bulan depan.

Kebutuhan pengadaan alutsista Korsel, terutama Angkatan Udara telah familiar dipasok perusahaan asal AS. Hal tersebut akan menjadi tantangan EADS dalam tender tersebut.

EADS sendiri akan menawarkan investasi sebesar $ 2 miliar untuk fokus dalam pengembangan pesawat tempur KFX yang bertujuan dalam mengembangkan pesawat tempur multi peran.

"Bila perakitan pesawat tempur Typhoon dan proyek KFX dilakukan secara bersamaan di Korsel, maka akan membawa efek ekonomi senilai puluhan triliunan won dan menciptakan lebih dari 50.000 tenaga kerja di Korsel" kata EADS.

EADS juga berjanji 53 dari 60 pesawat tempur Typhoon akan dirakit di Korsel jika menjadi pemenang tender.(Yahoo/MIK/WDN)
Continue reading →

Wednesday, May 22, 2013

Doosan DST Kirim Tarantula 6x6 Kepada Indonesia

Seoul - Sebuah kendaraan lapis baja beroda 6x6 buatan Korsel akan dikirim ke Indonesia.

Doosan DST menandatangi kontrak pengadaan kendaraan lapis baja pada tahun 2009 untuk TNI dan mulai diproduksi prototipe pada november tahun 2011. Setelah melakukan ujicoba operasional menembak, uji manuver lapangan dimulai pada awal 2012. Kemudian pada 5 Mei 2012, Doosan DST memulai memproduksi kendaraan lapis baja 6x6 dan selesai pada awal mei 2013.

Sebelum pengumuman ini, pejabat DAPA, degelasi Indonesia, dan Doosan DST mengadakan upacara peresmian kendaraan lapis baja tersebut pada 2 Mei dan diberi nama Tarantula 6x6 yang kemudian akan diberikan kepada TNI. Selain Doosan DST membuat kendaraan lapis baja serta merakit turrent, industri pertahanan Indonesia juga akan merakit kendaraan tersebut di Indonesia.

Tarantula 6x6 memiliki berat 18 ton, dioperasikan tiga kru (sopir, komandan tank, dan penembak), selain itu Tarantula 6x6 dapat digeber sampai 100 km/h dalam kondisi di jalanan serta 8 km/h saat berada dipermukaan air.

Tarantula 6x6 telah disesuaikan dengan medan Indonesia, sehingga mudah dioperasikan sekalipun dipermukaan air. Selain itu Taratura 6x6 memiliki meriam utama 90mm dan senapan mesin 7.63mm. Kendaraan tersebut mampu menyerang tank sejenis dan pada saat yang sama dapat dioperasikan untuk pencarian dan menghancurkan operasi separatis. (MDN/MIK/WDN)
Continue reading →

Komisi I : Penundaan Sepihak Proyek KFX Ganggu Hubungan RI-Korsel

Jakarta - Penundaan sepihak kontrak kerjasama produksi pesawat tempur Korean Fighter eXperiment (KFX) oleh Korea Selatan (Korsel) dinilai sebagai preseden buruk bagi hubungan antara Indonesia dan Korsel.

"Komisi I sangat menyesalkan penundaan sepihak dari Korsel atas kontrak kerjasama jangka panjang pesawat KFX," kata Ketua Komisi I, Mahfuz Siddiq, di Jakarta, Selasa (21/5).

Dia berpendapat, penundaan sepihak kerjasama di bidang pertahanan ini secara langsung telah menunjukkan sikap yang tidak tulus dari pemerintahan baru Korsel.

Selain itu, lanjut dia, Korsel juga tidak menghargai kesepakatan yang telah dibuat dihadapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan mantan Presiden Korsel, Lee Myung-Bak.

Mahfuz menambahkan, jika Indonesia harus menyiapkan beberapa opsi alternatif dalam pengadaan alat sistem utama persenjataan (alutsita). Apalagi negara lain sudah menyatakan kesiapannya melakukan kerjasama penuh dengan Indonesia.

"Penundaan ini jadi preseden buruk bagi kerjasama di bidang pertahanan secara keseluruhan. Indonesia harus siapkan opsi alternatif, karena ada beberapa negara lain yang siap kerjasama penuh dengan Indonesia," ujar Wakil Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera ini.

Dia menyatakan, Komisi I dan Kementerian Pertahanan (Kemhan) akan mengkaji penundaan sepihak oleh Korsel.

"Komisi I dan Kemhan sedang bersama mengkaji kelanjutan kontrak, apakah akan terus atau setop," tutupnya.(Berita Satu/WDN)
Continue reading →

Friday, May 17, 2013

Ini Alasan Korsel Tunda Proyek Pesawat Tempur KFX

Jakarta - Rencana Indonesia lewat PT Dirgantara Indonesia (PT DI) bekerjasama dengan Korea Selatan untuk membuat pesawat tempur ditunda untuk sementara. Apa alasannya?

Kepala Parlemen Korsel Ahn Hong-Joon mengatakan, saat ini pemerintah Korsel sedang kesulitan mencari dana untuk proyek yang cukup mahal tersebut.

"Sekarang sebenarnya bukan pemberhentian kerjasama, tapi pemerintah Korsel lagi kesulitan sediakan dana untuk program itu, karena ini proyek sangat banyak telan dana. Kita lagi teliti dan review ulang jenis pesawat. Kita akan lebih detil untuk siapkannya (pesawat yang dikembangkan). Jadi kalau kita sudah menentukan jenisnya (pesawat tempur) pasti kita siapkan anggarannya," tutur Hong-Joon usai bertemu Kepala Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chairul Tanjung di Menara Bank Mega, Jakarta, Kamis (16/5/2013).

Hong-Joon mengatakan, dalam waktu yang tidak lama lagi, Indonesia dan Korsel bisa bersama-sama mengembangkan pesawat tempur yang rencananya diberi nama Korea Fighter Xperiment/Indonesia Fighter Xperiment (KFX/IFX).

"Perkiraan saya tidak begitu lama. Kelihatannya bisa tahun ini," ucap Hong-Joon.

Dalam proyek ini, rencananya pemerintah Indonesia berkontribusi hanya 20%, selebihnya oleh pemerintah dan BUMN strategis Korsel. Rencananya dari proyek ini akan diproduksi pesawat tempur KFX/IFX atau F-33 yang merupakan pesawat tempur generasi 4,5 masih di bawah generasi F-35 buatan AS yang sudah mencapai generasi 5. Namun kemampuan KFX/IFX ini sudah di atas pesawat tempur F-16.

Pesawat KFX/IFX akan dibuat 250 unit, dari jumlah itu Indonesia akan mendapat 50 unit di 2020. Harga satu pesawat tempur ini sekitar US$ 70-80 juta per unit.

Sebelumnya PT DI akan terlibat dalam pengembangan dan produksi pesawat jet tempur buatan Indonesia. Pesawat itu dikembangkan atas kerja sama Kementerian Pertahanan Korea Selatan dan Indonesia, pesawat tempur KFX/IFX.

Direktur Utama Dirgantara Indonesia Budi Santoso menuturkan, untuk mengembangan pesawat yang lebih canggih dari F-16 dan di bawah F-35 ini, PT DI telah mengirimkan sebanyak 30 orang tenaga insinyur ke Korsel untuk terlibat dalam pengembangan proyek pesawat temput versi Indonesia dan Korsel.

"Baru pulang Desember (2012) 30 orang. Kami mengirim atas nama Kemenhan. Jadi 1,5 tahun tim kita ada di Korea. Kita 1,5 tahun sama-sama mendesain. Kita ada yang belajar dari Korea, dan Korea ada yang belajar dari kita (PT DI)," tutur Budi.(DETIK/WDN)
Continue reading →

Thursday, May 16, 2013

KSAU : TNI AU Tolak Hibah Pesawat Tempur F-5 Korsel

Jakarta - TNI Angkatan Udara menyatakan menolak tawaran hibah pesawat tempur F-5 Tiger dari Korea Selatan (Korsel) lantaran tidak sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan.

"Kami menolak tawaran hibah karena spesifikasi pesawat F-5 milik Korsel berbeda dengan yang dimiliki Indonesia," kata Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia, usai menghadiri penutupan Sidang Umum dan Kongres Dewan Olahraga Militer Internasional atau Conseile International du Sport Militaire (CISM) Ke-68, di Jakarta, Kamis (16/5).

Menurut dia, pesawat F-5 milik Indonesia sudah banyak dimodifikasi, baik persenjataan atau avioniknya. Sedangkan, pesawat yang ditawarkan Korsel minim modifikasi.

"Perbedaan spesifikasi ini justru menjadi beban di biaya perawatannya. Kalau bisa kami diberi pesawat yang sama dengan yang kami punya," katanya.

KSAU mengaku, pihaknya telah menyampaikan kajian itu kepada Kementerian Pertahanan (Kemhan).

Sebelumnya, Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro mengaku masih mempertimbangkan tawaran hibah pesawat F-5 dari pemerintah Korsel karena harus meminta keputusan dari TNI AU selaku pengguna pesawat tempur. (TVONENEWS/WDN)
Continue reading →

Wednesday, May 15, 2013

Menhan : KFX Ditunda, Karena Indonesia Dan Korsel Ingin Buat Selevel F-35

Jakarta - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan, proyek kerja sama pembuatan pesawat tempur dengan Korea Selatan tetap berjalan. Hanya, proyek kerja sama pembuatan pesawat Korean Fighter Experiment (KFX) memang ditunda.

"Tidak ada kata-kata batal atau gagal. Itu yang penting. Betul ditunda karena pemerintahannya (Korsel) lagi transisi," kata Purnomo di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (15/5/2013).

Pramono mengatakan, Pemerintah Korsel bahkan berpikir kerja sama dapat ditingkatkan dengan membuat pesawat yang lebih canggih. Pasalnya, kata dia, kedua negara berpikir kebutuhan jangka panjang hingga 15 tahun mendatang.

"Mereka bahkan berpikir untuk meningkatkan (selevel) pesawat F-35 (buatan Amerika Serikat). Kita sudah sampaikan ke pihak Korea, apa pun yang akan dikembangkan, kita ikut. Kita share 20 persen (modal)," kata Purnomo.

Pramono menambahkan, selain kerja sama dengan negara lain, pemerintah juga tengah menambah investasi di PT Dirgantara Indonesia.

Seperti diberitakan, Wakil Ketua Komisi I DPR Tubagus Hasanuddin menyebut, pembatalan proyek KFX telah merugikan Indonesia sekitar Rp 1,6 triliun. Proyek itu ditandatangani pada 15 Juli 2012 di Seol, Korsel.

Anggaran itu disebut untuk kebutuhan penelitian dan pengembangan. Sudah ada sekitar 30 orang dari PT DI yang dikirim ke Korsel untuk ikut mendesain pesawat KFX. Dari kerja sama ini, Indonesia awalnya berharap dapat memiliki 50 unit KFX pada 2020.(KOMPAS/WDN)
Continue reading →

Saturday, May 11, 2013

Proses Alih Teknologi Kapal Selam Korsel Masih Berjalan Alot

Jakarta – Meski sepakat soal transfer teknologi, pembuatan kapal selam kerjasama Indonesia-Korea masih menghadapi kendala. Soalnya, pihak Korea meminta Indonesia tidak terlibat terlalu jauh, melainkan cukup melihat proses pembuatannya saja. “Memang gampang diucapkan, tetapi detailnya harus dijelaskan,” kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro di kantornya kemarin.

Ini bermula ketika Indonesia memesan tiga unit kapal selam berbobot 1.500-16000 ton ke galangan kapal Korea Selatan, Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering. Kedua negara sepakat satu kapal selam pertama dibangun di Korea Selatan. Pembuatan kapal selam kedua tetap dilakukan di Korea Selatan, namun dikerjakan bersama dengan perwakilan Indonesia, PT PAL. Adapun kapal selam ketiga bakal digarap di galangan PT PAL di Surabaya, Indonesia.

Kepala Badan Sarana Pertahanan Kementerian Pertahanan Laksamana Muda Rachmad Lubis mengatakan, dalam perjanjian alih teknologi itu, Indonesia meminta perwakilan PT PAL ikut serta dalam perakitan kapal selam. Tapi pihak Korea Selatan tidak setuju. “Mereka meminta Indonesia Learning by seeing atau cukup melihat proses pembuatan saja,” kata Rachmad. Korea beralasan, galangan kapal Daewoo dikejar target pemesanan kapal selam dari sejumlah negara. Mereka khawatir keterlibatan Indonesia dalam perakitan akan mengulur waktu mereka.

Komisi Pertahanan Dewan Perwakilan Rakyat meminta Kementerian Pertahanan meninjau kembali nota kesepahaman kerja sama pembelian tiga kapal selam itu. “Jangan sampai teledor dan berujung negara merugi karena tidak maksimal mendapatkan transfer teknologi,” kata anggota Komisi Pertahanan, Yahya Sacawiria, kemarin.(Koran Tempo/MIK/WDN)
Continue reading →

Friday, May 10, 2013

Sharp Avionik K Gandeng Elbit System Dalam Pengembangan Proyek LAH Dan KFX

Seoul - Kontraktor pertahanan Korsel menggandeng kontraktor asal Israel dalam memasok komponen elektronik. Hal ini merupakan kesempatan pertama dimana sebuah perusahaan pertahanan Israel ikut berpartisipasi dengan Korsel. Menurut laporan berita dari investasi perbankan pada 7 Mei, Korea’s Sharp Aviation K telah menandatangani kesepakatan dengan Elbit Systems Israel pada 25 April lalu, untuk membuat perusahaan patungan baru yang diberi nama Sharp Elbit System Aerospace, Inc. (SESA). SESA sendiri merupakan perusahaan ketiga dalam pembuatan komponen elektronik penerbangan setelah LIG Nex1 dan Samsung Thales.

Untuk tahap awal perusahaan patungan tersebut menginvestasikan sekitar 5.4 miliar won yang berbasis daerah Ansan, Provinsi Gyeonggi , dengan skema investasi 81 : 19. Nantinya SESA akan menjadi tempat pemeliharaan, perbaikan, dan pengembangan avionik canggih untuk pesawat militer serta menjadikan tempat penelitian pengembangan sistem dan avionik untuk proyek-proyek masa depan diantaranya, proyek pengembangan helikopter serang ringan (LAH) dan proyek pengembangan pesawat tempur KFX.

Elbit System merupakan perusahaan internasional dalam bidang teknologi elektronik pertahanan dan sering terlibat dalam berbagai progam di seluruh dunia, dengan kemampuan spesialisasi dalam sistem pesawat tanpa awak (UAV) dan peperangan elektronik (Elektronic Warfare).

Selain itu Sharp Aviation K yang telah berdiri sejak tahun 1964, merupakan perusahaan jasa pernebangan asal Korsel yang telah terlibat dalam program komersial maupun pertahanan nasional Korsel .(Korea IT Times/MIK/WDN)
Continue reading →

Friday, April 19, 2013

KAI Gelar Seminar "2013, KFX Harus Segera Diimplementasikan"

Seoul - Korea Aerospace Industries (KAI) menggelar seminar yang bertajuk "2013, KFX/IFX Harus Segera Diimplementasikan" disaat Forum Pertahanan dan Keamanan Korea Selatan.

Dalam persentasi tersebut KAI menjelaskan tahapan-tahapan pengembangan KFX dimasa yang akan datang.

KFX sendiri memiliki tiga blok, dimana blok I Reduced observable (RO), blok II Low Observable (LO), dan blok III, Very Low Observable (VLO)

KFX Blk.1 memiliki kemampuan setara F/A-18 E/F, B-1B lancer, Euro Typhoon 2000, Rafale

- Aligned Platform Edges

- Wing/Tail Sweeps

- Fuselage Shaping

- Engine Inlet

- Highly Swept Inlet Lips

- Concealed Engine Face

- Semi-Conformal Weapon Internal (Internal Weapon Provision) - RAM (Radar Absorbing Material)



KFX Blk. 2 memiliki kemampuan setara F-117 Nighthawk

- Internal Weapon Bay

- Conformal Antennas

- Integrated Sensors And Antennas

- Radar And Radome Integration

- Apertures

- Canopy Coating

- RAS (Radar Absorbing Structure)



KFX Blk. 3 memiki kemampuan setara F-22 Raptor, F-35 Lightning II, B-2 Spirit.

Adapun persenjataan yang diusung KFX/IFX yaitu

- AIM-9X

- AIM-120

- SDB (GBU-39)

- SDB (GBU-53)

- WCMD (CBU-105)

- JDAM (GBU-31)

- JDAM (GBU-38)

- LGM (GBU-24)

- AGM- 65

- 370 G/480 G

- Targeting Pod

- Internal Gun

Beberapa spesifikasi KFX yaitu

- AESA Radar

- Single Seat Cockpit

- Twin Turbofan Engine case : EJ-200

- Internal Gun

- Aerial Refueling Probe

- Aerial Refueling Receptacle

Berikut ini 44 gambar persentasi KAI tentang tahapan-tahapan KFX




























































































































Continue reading →

Total Pageviews

Blog Archive

Labels

Followers