New Maju Indonesia Ku

Showing posts with label Israel. Show all posts
Showing posts with label Israel. Show all posts

Friday, May 10, 2013

Sharp Avionik K Gandeng Elbit System Dalam Pengembangan Proyek LAH Dan KFX

Seoul - Kontraktor pertahanan Korsel menggandeng kontraktor asal Israel dalam memasok komponen elektronik. Hal ini merupakan kesempatan pertama dimana sebuah perusahaan pertahanan Israel ikut berpartisipasi dengan Korsel. Menurut laporan berita dari investasi perbankan pada 7 Mei, Korea’s Sharp Aviation K telah menandatangani kesepakatan dengan Elbit Systems Israel pada 25 April lalu, untuk membuat perusahaan patungan baru yang diberi nama Sharp Elbit System Aerospace, Inc. (SESA). SESA sendiri merupakan perusahaan ketiga dalam pembuatan komponen elektronik penerbangan setelah LIG Nex1 dan Samsung Thales.

Untuk tahap awal perusahaan patungan tersebut menginvestasikan sekitar 5.4 miliar won yang berbasis daerah Ansan, Provinsi Gyeonggi , dengan skema investasi 81 : 19. Nantinya SESA akan menjadi tempat pemeliharaan, perbaikan, dan pengembangan avionik canggih untuk pesawat militer serta menjadikan tempat penelitian pengembangan sistem dan avionik untuk proyek-proyek masa depan diantaranya, proyek pengembangan helikopter serang ringan (LAH) dan proyek pengembangan pesawat tempur KFX.

Elbit System merupakan perusahaan internasional dalam bidang teknologi elektronik pertahanan dan sering terlibat dalam berbagai progam di seluruh dunia, dengan kemampuan spesialisasi dalam sistem pesawat tanpa awak (UAV) dan peperangan elektronik (Elektronic Warfare).

Selain itu Sharp Aviation K yang telah berdiri sejak tahun 1964, merupakan perusahaan jasa pernebangan asal Korsel yang telah terlibat dalam program komersial maupun pertahanan nasional Korsel .(Korea IT Times/MIK/WDN)
Continue reading →

Friday, January 4, 2013

Pengamat : Israel Gagal Membuat Jet Tempur Kfir Yang Tangguh

Jakarta - Meski Israel gagal membuat jet tempur Kfir yang tangguh, namun efek positifnya banyak didapat. Kegagalan Israel dalam jet tempur Kfir, tidak membuat teknologi dirgantara mereka ikut mati. Israel berhasil menciptakan perlengkapan sensor, elektronik dan sistem senjata bagi pesawat tempur AS yang mereka beli.

Bahkan Israel terus berkembang dengan menciptakan: military air system, ground defense system, naval system dan lain sebagainya. Bahkan Israel sangat berkembang dengan teknologi UAV serta AEW&C. Amerika Serikat tidak ketinggalan menggunakan produk UAV dan AEW&C Israel. Begitu pula Rusia yang mulai menggunakan UAV Israel.

Track record negara baru yang mengembangkan jet tempur memang tidak bagus. Namun pembuatan jet tempur KFX/IFX akan memberi banyak efek positif bagi Indonesia dan bahkan bisa memberi efek tidak terduga (invention).

Untuk itulah PT DI telah membuat unit kerja bayangan program KFX/IFX di Bandung. Unit bayangan ini menyalin semua aktifitas KFX-IFX yang dikerjakan para ahli KAI dan PT DI di Korsel. Hal ini untuk pelajaran bagi insinyur Indonesia lainnya maupun antisipasi jika proyek KFX di Korsel terhenti.

Dengan pembuatan KFX/IFX, Indonesia akan belajar membuat sistem senjata, sensor dan elektronik, radar dan sebagainya untuk memenuhi kebutuhan IFX yang dibangun. Tentu insinyur-insinyur Indonesia akan mempelajari sistem terbaik untuk diinstal di pesawat tempur tersebut.

Kesempatan inilah yang sangat mahal, para ahli penerbangan dan militer Indonesia, memiliki kesempatan melakukan “praktek lapangan” dengan medium IFX.(Pelitaonline/WDN)
Continue reading →

Wednesday, April 11, 2012

KSAU : Kita Akan Pelajari Dan Mengembangkan UAV Asal Israel

Jakarta - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, mengatakan, pesawat intai tanpa awak (Unmanned Aerial Vehicle/UAV) akan diaktifkan untuk melakukan pemantauan pengamanan di wilayah perbatasan.

"Pesawat UAV akan digunakan di wilayah perbatasan untuk melakukan 'surveillance' pengamanan di perbatasan," kata Menhan usai menjadi pembicara kunci Seminar International "Roles, Command, and Control of Air Force in Modern an Irregular War", di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa.

Selain pesawat intai tanpa awak untuk patroli diperbatasan dan dikendalikan oleh TNI AU, kata dia, TNI AU juga menambah jumlah radar yang ada.

"Satuan radar kita nanti akan diperbesar dan diperbanyak, sehingga seluruh wilayah kita akan tertutup dalam pemantauan radar primer dari Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas)," kata Purnomo seraya mengatakan sebelum wilayah itu tertutup dengan radar, TNI AU akan bekerja sama dengan sipil (radar sekunder).

Radar sekunder yang dimiliki oleh penerbangan sipil dan komersial tidak secanggih dan sekuat radar militer. Oleh karena itu, radar militer dan radar sipil akan saling melengkapi, ujar Purnomo.

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAU) Marsekal TNI Imam Sufaat, menuturkan pesawat intai tanpa awak yang akan dimiliki oleh TNI merupakan pesawat yang paling bagus.

"Kita akan mempelajari dan mengembangkan pesawat intai tanpa awak asal Israel yang akan dibeli dari Filipina. Kalau perlu, ahli-ahli kita bisa membuatnya dengan yang lebih hebat lagi. Mudah-mudahan kita bisa mengembangkannya, setelah kita punya UAV," kata Imam.(Republika/WDN)
Continue reading →

Tuesday, March 27, 2012

Komisi I Meminta Kemhan Kaji Dampak Penggunaan UAV Teknologi Israel

Jakarta - Komisi I DPR RI meminta Kementerian Pertahanan (Kemhan) memperhatikan dengan serius dampak penggunaan pesawat intai tanpa awak. Pernyataan ini dikemukakan Ketua Komisi I DPR RI, Mahfudz Siddiq menyusul rencana Kemhan membeli pesawat tanpa awak berteknologi Israel.

"Dampak penggunaan pesawat intai tanpa awak harus diperhatikan utamanya terhadap kerahasiaan pertahanan dan keamanan RI," ujar Mahfudz dalam kesimpulan Rapat Kerja Komisi I DPR RI dengan Wakil Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin di Gedung DPR RI, Jakarta Senin (26/3).

Menurut Mahfudz, permintaan tersebut merupakan bagian dari masukan terhadap dukungan yang diberikan Komisi I DPR RI kepada Kemhan terkait daftar pengadaan Alat Utama Sistem Pertahanan (Alutsista) TNI Tahun Anggaran 2010- 2014.

"Di mana sumber pembiayaanya dialokasikan dari Alokasi Pinjaman Pemerintah (APP) Kemhan/TNI Tahun Anggaran 2010-2014 sebesar US$ 5,7 miliar," katanya.

Seperti diketahui, Kemhan memutuskan membeli pesawat intai tanpa awak asal Filipina dengan teknologi Israel.

Menurut Wakil Menteri Pertahanan, Sjafri Sjamsoeddin, pesawat tanpa awak akan tiba setelah kontrak dengan perusahaan Filipina disepakati.(JURNAS/WDN)
Continue reading →

Friday, February 24, 2012

Indonesia Menunjuk Israel Untuk Mengintegrasikan Airborne Early Warning Di Pesawat C-295

Tel Aviv (MIK/WDN) - IAI merupakan salah satu perusahaan pesawat yang dipilih Pemerintah Indonesia dalam acara Singapore Airshow.

Indonesia menginginkan jenis sistem peringatan dini udara untuk diaplikasikan pada pesawatnya. Sejauh ini sistem peringatan dini buatan IAI telah digunakan beberapa negara antara lain Chili, India, dan Singapura.

Indonesia menginginkan sistem tersebut dirakit sendiri oleh pihak Indonesia. TNI AU akan memperoleh pesawat angkut C-295 yang dibuat oleh Airbus. Dari sebuah sumber menyebutkan bahwa Indonesia menginginkan jenis pesawat yang lebih canggih yang dilengkapi dengan sistem peringatan udara (AWS).

Baru-baru ini Departemen Pertahanan Israel telah memberikan lampu hijau kepada industri pertahanan Israel untuk menawarkan beberapa sistem militer ke Indonesia yang merupakan negara muslim terbesar di dunia. Di ajang pameran kedirgantaraan yang diadakan di Singapura pada minggu lalu, perwakilan dari industri pertahanan Israel bertemu dengan wakil dari Departemen Pertahanan Indonesia untuk membahas beberapa negosiasi yang saling menguntungkan.

Menurut laporan dari media mancanegara, Israel telah menjual 30 pesawat tempur Skyhawk kepada Indonesia pada tahun 80-an. Sejak dipublikasikan ke media asing yang diperoleh dari Indonesia. Negara dengan muslim terbesar didunia tersebut banyak menggunakan persenjataan yang dibeli dari Israel.

Baru-baru ini Industri pertahanan Israel menyetujui untuk menawarkan produk mereka ke Indonesia antara lain UAV, Sistem pengindraan, sistem elektronik Z dan masih banyak lagi. Hal ini dilihat karena Anggaran pertahanan Indonesia naik dengan pesat dan TNI akan melakukan modernisasi alutsistanya yang antara lain dibeli dari Israel.(Israel Defense/WDN)
Continue reading →

Friday, February 10, 2012

Kemhan Telah Mengakui Mengujicoba UAV Searcher MK II Dan Hermes

Jakarta - Pesawat intai tanpa awak (UAV) TNI yang dipesan dari PT Kital Philipine Corp mulai operasional pada 2012. Keperluan intelijen menjadi hal mendasar pengadaan wahana udara militer ini.

"Pesawat ini merupakan pesawat baru dan akan dikirim tahun ini," kata Wakil Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, di Kantor Kemhan, Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan bahwa pesawat intai tanpa awak itu memiliki kemampuan jelajah hingga radius 200 km dalam waktu 15 jam saja.

Sjafrie mengungkapkan pengadaan pesawat intai tanpa awak tersebut merupakan program pengadaan 2004, dan kontraknya sudah dilakukan sejak 2006. Kemhan pun telah melakukan uji teknis pesawat tersebut.

Ia berpendapat Indonesia sangat memerlukan pesawat itu, terutama untuk operasi intelijen. Namun begitu, pesawat itu juga dapat digunakan untuk keperluan lain, seperti mendeteksi cuaca.

Pada tahun 2006, TNI menggelar tender pembelian empat UAV untuk Badan Intelijen Strategis (Bais) yang akhirnya dimenangi Searcher Mk II melalui perusahaan Filipina, Kital Philippine Corp.

Berdasar laman kantor berita internasional United Press International (UPI), untuk pembelian UAV yang satunya senilai enam juta dolar AS tersebut, Indonesia menggandeng Bank Leumi dari Inggris dan Bank Union dari Filipina sebagai penyandang dana untuk kredit ekspor.

Belakangan karena ramai dikritik DPR, proyek pengadaan tersebut tertunda.

UAV buatan Divisi Malat Israeli Aircraft Industries (IAI) dinilai paling unggul untuk penggunaan di angkasa Nusantara.

Indonesia kali pertama memakai produk militer Israel dengan meminjam pesawat pengintai tanpa awak (UAV) Searcher Mk II milik Singapura untuk mencari lokasi sandera peneliti asing yang ditawan Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Mapenduma, Papua, pada 1996.

Namun, Singapura bukan satu-satunya negara yang memakai senjata buatan Israel. Malaysia telah mengoperasikan 15 unit, sedangkan Singapura 35 unit.

Dalam pengujian tim Kementerian Pertahanan, UAV Searcher Mk II mengalahkan pesaingnya dari Irkut Rusia dan UAV Hermes buatan Elbit Israel yang diageni ELS Ventures, Belanda.

Sekjen Kementerian Pertahanan Eris Heriyanto menegaskan, dalam setiap pengadaan alat utama sistem senjata dari mancanegara, pihaknya mengutamakan teknologi yang sesuai dengan spesifikasi teknik dan kebutuhan operasi TNI.

"Jadi, yang kami lihat teknologinya, bukan dari negara mana produk alat utama sistem senjata itu diadakan," katanya menambahkan.(ANT/WDN)
Continue reading →

Thursday, February 2, 2012

Mantan Menhan : Indonesia Hampir Membeli F-16 Israel

Jakarta - Rencana Indonesia membeli jet tempur dari Israel bukan baru kali ini saja. Di era Presiden Abdurrahman Wahid, bahkan Indonesia sudah pernah deal membeli pesawat canggih dari negeri Zionis tersebut.

Hal itu diungkapkan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD kepada Republika, Kamis (2/2).
Mahfud MD mengaku, semasa menjabat menteri pertahanan pada 2000, pihaknya sudah deal untuk membeli pesawat jet tempur F-16 dari Israel.
Pasalnya saat itu belasan jet tumpur TNI AU tidak bisa terbang akibat embargo alutsista oleh Amerika Serikat (AS). "Setelah dilakukan kanibalisasi, dua unit F-16 bisa terbang untuk sementara waktu," ujar Mahfud.

Langkah selanjutnya, pihaknya menyiasati keadaan dengan berencana membeli jet tempur tersebut dari Israel. Dana yang disiapkan sudah ada, dan pesawat harus datang segera sebab jet tempur yang dimiliki TNI AU jumlahnya sedikit dan sangat rawan kalau postur kekuatannya tidak ditambah segera.

Akhirnya, imbuh Mahfud, tercapai kesepakatan dengan Israel untuk membeli jet tempur melalui negara perantara Yordania. "Jadi begitu lah, kita membeli melalui Yordania, dan mereka yang dapat dari Israel. Israel sendiri beli dari Amerika. Kalau tidak begitu, tak ada pesawat kita yang bisa terbang," paparnya.

Sayangnya, lanjut Mahfud, kesepakatan yang sudah di depan mata itu lenyap. Ini lantaran Gus Dur lengser terlebih dulu dari kursi presiden. "Semuanya jadi batal, dan kekuatan pertahanan TNI AU kritis," jelas Mahfud.
Sebelumnya, Ketua Komisi I DPR Mahfudz Shiddiq mengkritik kebijakan TNI AU yang berencana membeli pesawat intai dari Israel. Politisi PKS ini menengarai, pembelian itu melalui skema tidak langsung dengan membeli pesawat melalui negara perantara, sebab Indonesia memesannya dari Filipina, dan Filipina yang mengorder dari Israel.

Meski dibantah Mabes TNI AU, Komisi I DPR bergeming menolak pembelian pesawat tanpa awak buatan Israel Aerospace Industries (IAI) itu, sebab negeri Zionis itu dituding pelanggar hak asasi manusia (HAM) terbesar di dunia.(Republika/WDN)
Continue reading →

Wednesday, February 1, 2012

Kapuspen TNI : UAV Dari Israel Hanyalah Opsi

Jakarta - TNI berencana membeli pesawat intai dari Israel. Namun Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Laksamana Pertama Iskandar Sitompul itu hanya bagian dari opsi, bukan harga mati.

"Untuk pembelian pesawat (intai) ada ke arah sana, tapi belum harga mati dari Israel, itu hanya opsi saja," kata Iskandar kepada detikcom, Rabu (1/2/2012).

Iskandar tidak menyebutkan pertimbangan keperluan pembelian pesawat intai tersebut. Dia beralasan seluruh pertimbangannya ada di TNI AU yang mengusulkan pengadaan pesawat intai untuk operasional.

Mengenai pertimbangan Israel yang masuk dalam opsi rencana pembelian pesawat intai, menurut pria kelahiran Banda Aceh ini, Israel hanya satu dari sekian banyak negara yang memiliki pesawat intai.

"Semua negara punya pesawat intai, Israel salah satu opsi saja. Opsi itu muncul dari obrolan, apalagi Israel tidak punya hubungan diplomatik denga Indonesia," jelasnya.

Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddik mengungkap rencana TNI membeli pesawat pengintai buatan Israel. Komisi I DPR belum menyetujui rencana ini.

Pesawat yang dibeli adalah jenis pesawat pengintai tanpa awak. Tujuan utamanya untuk memantau daerah perbatasan.

Namun Komisi I DPR menyoroti rencana pembelian pesawat ini dari Israel. TNI diminta mencari opsi yang lain. Alasannya, Israel adalah negara pelanggar HAM. Utamanya menyangkut Palestina.(DETIK/WDN)
Continue reading →

Tuesday, January 31, 2012

Komisi I Curiga Kemhan Akan Beli Pesawat Tanpa Awak Buatan Israel

Jakarta - Wakil Ketua Komisi I DPR TB Hasanuddin curiga, pesawat tanpa awak yang akan di beli Kemhan dari Filipina merupakan pesawat buatan Israel. Sebab, selama ini tidak pernah terdengar akan kemampuan Filipina dalam pengembangan industri pesawat terbang, termasuk soal pengembangan pesawat tanpa awak untuk penunjang kegiatan Militer.

"Saya curiga, pesawat tanpa awak yang akan dibeli Kemhan dari Filipina itu sesungguhnya pesawat tanpa awak hasil produksi Israel. Ini kita tengah mengumpulkan dari informasi di lapangan akan kebenaran hal ini," ujar TB Hasanuddin di gedung DPR Selasa (31/1).

TB Hasanuddin mengaku kaget, atas rencana pembelian pesawat tanpa awak dari Philipina ini. Karena hal ini selain tidak pernah diusulkan dan dibahas di Komisi I DPR. Rencana pembelian pesawat tanpa awak dari Philipina ini penuh tanya, terutama soal kemampuan yang dimiliki pesawat tersebut.

"Karena itu kami akan telusuri soal kemampuan sesungguhnya pesaawat tanpa awak yang akan dibeli dari Philipina tersebut," tegasnya.

TB hasanudin mengakui, dalam daftar belanja alutsista TNI, rencana pembelian pesawat itu sudah diajukan, untuk belanja 2012-2014 ini. "Namun, di situ tidak ada disebutkan pesawat tanpa awak itu akan dibeli dari Filipina. Hanya glondongan anggaran besarnya sudah masuk dan diajukan," tegas politisi PDI-P ini.

Karena itu, kata Hasanuddin, Komisi I DPR dalam raker berikutnya dengan Menhan dan Panglima TNI, akan secara khusus mendalami rencana pembelian pesawat tanpa awak dari Filipina ini, yang ditengarai merupakan pesawat tanpa awak buatan Israel.

Sebelumnya, dalam raker dengan Menhan, Panglima TNI, dan Menkeu anggota Komisi I DPR Ahmad Muzani juga sempat mempertanyakan rencana Kemhan membeli pesawat tanpa awak dari Filipina. Muzani mempertanyakan dasar yang digunakan Kemenhan yang menjatuhkan pilihan Philipina sebagai negara tujuan membeli pesawat tanpa awak untuk kepentingan TNI ini.(Jurnal Parlemen/WDN)
Continue reading →

Thursday, January 26, 2012

Danpusenkav : TNI AD Belum Melirik Tank Merkava Israel

Jakarta - Pembelian tank tempur utama (main battle tank/MBT) Leopard 2A6 dianggap paling menguntungkan ketimbang memborong MBT jenis lain.Negosiasi dilakukan tim dari TNI Angkatan Darat dengan pihak penjual, yakni Belanda dan Jerman.

Menurut Komandan Pusat Kesenjataan Kavaleri (Danpusenkav) Kodiklat TNI Angkatan Darat Brigjen TNI Purwadi Mukson, ada beberapa keuntungan yang didapat jika pemerintah membeli MBT Leopard, di antaranya transfer of technology (ToT) sehingga dapat membantu pembangunan industri tank di dalam negeri. “Ada jaminan purna jual sampai sekian puluh tahun,” ujarnya di Jakarta kemarin.

Dia mengakui,ada berbagai jenis MBT lain dengan kualitas yang mumpuni, seperti Merkava dari Israel, Abrams dari Amerika Serikat,ataupun T-90 asal Rusia. Pemerintah tidak melirik Merkava karena ToT sulit didapat, lagi pula belum tentu Israel bersedia melego. “Buat apa kita beli kalau tidak ada ToT,kita ini kan tidak hanya beli,”katanya. Begitu juga dengan Abrams dan T-90 masih kalah memikat,setidaknya berdasarkan segi penggunaan bahan bakar dan harga yang lebih mahal.

Kedua MBT tersebut memakai satu jenis bahan bakar, sedangkan Leopard multifuel. Dari segi kemampuan, lanjut dia, Leopard 2A6 memiliki keunggulan jarak tembak dibandingkan dengan tank buatan Rusia yang kini dipakai Malaysia, PT-91M, yakni 6 km untuk Leopard dan 5 km untuk PT- 91M. Leopard juga mampu menyelam dalam air berkedalaman tak lebih dari empat meter dan mampu menembak siang dan malam. Namun,PT- 91M memiliki kaliber lebih besar, yakni 125 mm berbanding 120 mm.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) TNI Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo menuturkan, pada21 Desember 2011lalu dirinya melakukan komunikasi dengan tim dari Belanda terkait rencana pembelian Leopard di Jakarta.“Besok 30 Januari mereka mengundang secara resmi kepada saya untuk meninjau ke sana. Mereka membutuhkan untuk menjual tank itu,”ujarnya.

Meski demikian, proses penjajakan tidak hanya dilakukan dengan pihak Belanda, tapi juga dari Jerman selaku negara produsen Leopard. “Tanggal 26 esok, tim dari Jerman datang kepada saya. Saya akan bandingkan apakah lebih baik dari Jerman atau dari Belanda,”katanya. Dia mengaku tidak menentukan jenis MBT yang akan dibeli. Semuanya diserahkan kepada prajurit di lapangan yang nantinya menggunakan alutsista tersebut.

“Saya wajib memenuhi permintaan prajurit. Jangan sampai yang dibutuhkan tidak dibeli,yang dibeli tidak digunakan,”tuturnya. Pengamat militer dari Universitas Indonesia Connie Rahakundini Bakrie menyatakan, pengadaan alutsista sebaiknya memang diserahkan kepada pengguna, bukan oleh elite politik. Merekalah yang mengetahui senjata seperti apa yang dibutuhkan.(SINDO/WDN)
Continue reading →

Wednesday, January 11, 2012

Perjalanan Pengadaan Alutsista Israel Untuk Indonesia

Jakarta - Singapura bukan satu-satunya negara yang memakai senjata buatan Israel. Malaysia dan Indonesia diam-diam juga merupakan pengguna beberapa senjata negara tersebut.

Indonesia pertama kali memakai produk militer Israel dengan meminjam pesawat pengintai tanpa awak (UAV) Searcher Mk II milik Singapura untuk mencari lokasi sandera peneliti asing yang ditawan oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Mapenduma, Papua, pada 1996.

Pada 2006, TNI menggelar tender pembelian empat UAV untuk Badan Intelijen Strategis (Bais) yang akhirnya dimenangkan oleh Searcher Mk II melalui perusahaan Filipina, Kital Philippine Corp.

Untuk pembelian UAV yang satunya senilai US$6 juta tersebut, Indonesia menggandeng Bank Leumi dari Inggris dan Bank Union dari Filipina sebagai penyandang dana untuk kredit ekspor, menurut laman UPI.

Belakangan karena ramai dikritik DPR, proyek pengadaan tersebut tertunda. Padahal UAV buatan Divisi Malat Israeli Aircraft Industries (IAI) dinilai paling unggul untuk penggunaan di angkasa Nusantara. Malaysia telah mengoperasikan 15 unit, sedangkan Singapura 35 unit.

Dalam pengujian tim Dephan, UAV Searcher Mk II mengalahkan pesaingnya dari Irkut Rusia dan UAV Hermes buatan Elbit Israel yang diageni ELS Ventures, Belanda.

Selain pesawat intai tanpa awak, sejak lama Indonesia menggunakan produk pistol otomatis buatan Israel seperti UZI hingga varian Galil, mulai dari jenis Galil AR (5.56 & 7.62 mm) hingga Galil SAR (5.56 & 7.62).

Meskipun hubungan RI-Israel secara secara resmi tidak jelas, kerja sama militer dan intelijen kedua negara tidak pernah putus. Dalam buku Intel, karya Ken Conboy, pendirian Satsus Intel (cikal bakal Satuan Pelaksana Bakin) tidak lepas dari dukungan Mossad yang mengirimkan instrukturnya ke Jakarta pada 1968.(Bisnis Jabar/WDN)
Continue reading →

Sunday, September 11, 2011

Komisi I DPR Menyayangkan Kemhan Beli UAV Dari Israel

Jakarta - Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq menyayangkan sikap ketidak terbukaan Kementerian Pertahanan yang membeli pesawat tanpa awak buatan Israel pada masa periode lalu. Meski pembelian pesawat tanpa awak itu dilakukan dengan menggunakan perantara negara ketiga dan tidak menggunakan anggaran APBN.

"Ya memang dalam kunjungan kerja Komisi I DPR sebelumnya, kami mendapat keterangan soal keberadaan pesawat tanpa awak buatan Israel beberapa unit, yang kini ditempatkan di Pontianak untuk tugas patroli dan pengintaian. Kami sudah cek, memang pengadaannya sepertinya tidak lewat anggaran APBN. Dimana DPR periode lalu pun tidak pengetahui soal pengadaan pesawat tersebut," ujar Mahfudz, pada Jurnalparlemen.com, Minggu (11/9).

Mahfudz mengatakan, bahwa Kementerian Pertahanan kembali berencana untuk menambah pengadaan pesawat tanpa awak untuk kepentingan yang sama. Namun Komisi I DPR periode saat ini telah mengingatkan dan meminta agar pengadaan pesawat tanpa awak itu tidak dibeli dari Israel lagi, apapun alasan dan dalihnya, karena memang hingga kini Indonesia tidak mengakui negara Israel dan tidak memiliki hubungan diplomatik.

"Kami (Komisi I DPR) telah menyarankan agar kalaupun harus membeli pesawat tanpa awak dari luar, agar membeli dari Turki misalnya. Di mana kemampuan pesawat tanpa awak Turki itu kini telah setara dengan pesawat yang dioperasikan oleh negara-negara NATO atau bisa membeli dari Korea atau Rusia. Yang penting tidak dari Israel. Kerena itu hanya akan menimbulkan kontroversi di dalam neegeri sendiri nantinya," tegas politisi PKS ini.

Menurut Mahfudz, sebenarnya di dalam negeri sendiri seperti PI Dirgantara Indonesia juga sudah mampu mengembangkan pesawat tanpa awak. Dimana pesawat produksi PT DI itu juga sudah di pergunakan untuk tujuan yang sama, patroli dan pengintaian. Tinggal kini PT DI meningkatkan kemampuannya, agar pesawat tanpa awat produksi dalam negeri itu juga memiliki kemampuan yang sama dengan bauatan luar negeri, yaitu tidak mampu terdekteksi dari radar dan mampu juga membawa senjata, untuk kepentingan militer.

"Sekarang tinggal Kemhan sendiri, mau tidak memaksimalkan membali pesawat produksi dalam negeri sendiri untuk tujuan militer tersebut. Bahwa bebera negara saat ini juga telah bersedia melakukan alih teknologi dengan Indonesia untuk tujuan produksi alutsista tersebut," tegasnya.(Jurnal Parlemen/WDN)
Continue reading →

Wednesday, September 7, 2011

Anggota Komisi I DPR RI Tolak Pembelian UAV Dari Israel

Jakarta - Anggota Komisi I DPR Effendy Choirie menolak pengadaan pesawat tanpa awak buatan Israel terkait belanja alutsista dalam RAPBN 2012. Penyebabnya, selama ini Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.

"Meski pesawat tanpa awak buatan Israel canggih sekalipun, saya kira kita masih bisa membeli pesawat tanpa awak buatan negara lain. Kalau perlu malah kita tidak perlu membeli dari asing, tapi membuat sendiri dengan mengandalkan produksi dalam negeri," ujar Effendy Choirie di Gedung Nusantara II Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (6/9).

Politisi yang akrab disapa Gus Choi itu menjelaskan, selama ini diam-diam TNI telah memiliki sekitar satu skuadron pesawat tanpa awak buatan Israel yang ditempatkan di Pontianak, Kalimantan Barat. Sebagian anggota DPR, khususnya anggota Komisi I sendiri tidak mengetahui pembelian pesawat tanpa awak dari Israel, yang pengadaannya disebutkan lewat negara ketiga, atau tidak langsung dengan Israel.

"Ini juga saya tahunya belum lama jika dalam negeri telah memiliki pesawat tanpa awak buatan Israel. Makanya saya kemungkinan akan menolak jika ada permintaan penambahan pesawat sejenis jika buatan Israel," ujarnya.

Gus Choi menambahkan, pada tahun 2012 Kementerian Pertahanan mengajukan pengadaan pesawat tanpa awak sebanyak satu skuadron."Komisi I DPR pada prinsipnya tidak keberatan penambahan pesawat tanpa awak untuk kegiatan pengintaian, patroli, dan sebagainya jika hal itu dipandang efektif dan efisien. Sehingga jumlah pesawat tanpa awak itu perlu ditambah lagi," tegasnya.(DETIK/WDN)
Continue reading →

Thursday, August 11, 2011

Kerjasama Pertahanan Indonesia Dan Israel Dalam Operasi ALPHA

Jakarta - Mantan Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional (Pangkohanudnas) Marsda Djoko Poerwoko wafat di Brazil tanggal 9 Agustus 2011 pukul 22.30 waktu setempat. Keberadaan Djoko di Brazil untuk melakukan kunjungan ke Pabrik Super Tucano atas undangan pihak Embraer. Djoko terkena serangan jantung. Saat ini pihak keluarga masih menunggu kepulangan jenazah Djoko.

Djoko merupakan salah satu penerbang tempur handal TNI AU. Berbagai jabatan pernah diembannya. Dia pensiun pada 30 September 2006. Demikian keterangan pers dari Dispen TNI AU, Rabu (10/8/2011).

Banyak pengalaman penerbang tempur yang satu ini. Salah satunya adalah mengikuti operasi Alpha. Inilah operasi rahasia antara TNI dan Militer Israel untuk membeli 32 pesawat tempur A-4 Skyhawk, melatih pilot Indonesia di Israel dan menyamarkan pesawat tempur itu agar bisa dibawa pulang.

"Saat itu kebutuhan TNI AU untuk memperbaharui armada tempurnya. Pembelian ke Israel itu tentunya masalah sensitif. Proses pembeliannya diatur oleh petinggi ABRI saat itu Pak Benny Moerdani, sedangkan Pak Djoko Poerwoko adalah salah satu pilot yang dilatih di sana," ujar pengamat militer Mufti Makarim kepada detikcom, Rabu (10/8/2011).

Operasi ini digelar secara rahasia pada tahun 1980. Hingga kini, TNI tidak pernah mengakuinya. Saat itu TNI AU kekurangan pesawat tempur. Pesawat seperti F-86 dan T-33 sudah tua dan tidak bisa beroperasi maksimal. Amerika Serikat bisa memberikan 16 pesawat F-5 E/F Tiger II, tetapi hal itu dianggap belum cukup. Apalagi saat itu Indonesia harus menghadapi operasi militer lanjutan di Timor Timur.

Pihak intelijen mendapat informasi, Israel akan menjual 32 pesawat A-4 Skyhawk. Masalahnya tentu tidak sesederhana itu. Selain tidak ada hubungan diplomatik, pembelian pesawat tempur ke Israel juga akan menuai protes keras dari masyarakat. Tapi pihak ABRI memutuskan operasi terus berlanjut.

Setelah mengirimkan teknisi, 10 Pilot TNI AU diberangkatkan ke Israel. Bahkan 10 pilot itu tidak tahu mereka akan diberangkatkan ke mana. Dalam buku autobiografinya, Menari di Angkasa, Djoko Poerwoko menceritakan pengalamannya.

"Awalnya hanya mengetahui bahwa para penerbang akan belajar terbang disana. Informasi lain-lain masih sangat kabur," tulis Djoko.

10 Pilot tersebut berangkat dengan pesawat Garuda Indonesia dari Halim Perdana Kusuma ke Singapura. Setelah mendarat, di Singapura mereka dijemput oleh beberapa petugas intel ABRI. Mereka mulai sadar tidak akan diterbangkan ke AS, tetapi ke Israel. Sebuah negara yang sangat dibenci oleh masyarakat Indonesia.

Mayjen Benny Moerdani yang saat itu menjadi Kepala Badan Intelijen ABRI memberikan briefing. Ini misi rahasia. Jika misi gagal, pemerintah Indonesia tidak akan mengakui kewarganegaraan mereka. Benny juga memberikan pilihan jika ada yang ragu silakan kembali. Operasi ini dianggap berhasil jika pesawat tempur A-4 Skyhawk yang diberi kode 'merpati' sudah masuk ke Indonesia.

Berbagai pikiran berkecamuk di benak para pilot tersebut. Kaget dan bingung tentu saja. Tapi tidak ada yang mundur. Mereka pun diberi identitas palsu dan akhirnya siap diberangkatkan.

Lanjutan

"Saat itu Benny Moerdani yang mengatur operasi Alpha. Tentu zamannya berbeda. Kalau dulu dengan kekuasaan tak terbatas yang dimiliki, ABRI bisa melakukan upaya semacam itu. Kalau sekarang tentu tidak bisa, karena menggunakan dana APBN, harus ada pertanggungjawabannya. Lagipula operasi semacam ini tentu melanggar prinsip keterbukaan. Belum lagi kerjasama dengan Israel, kalau dilakukan kini tentu Ormas-ormas Islam akan sangat keras menentang," ujar pengamat militer Aris Santoso kepada detikcom, Rabu (10/8/2011).

Operasi Alpha digelar 31 tahun lalu. Misi khusus untuk membeli 32 pesawat tempur A-4 Skyhawk, melatih pilot TNI AU di Israel, dan membawa pulang pesawat ke Indonesia berlanjut. Dari Singapura, 10 Pilot TNI AU diterbangkan ke Frankfurt dengan menggunakan Boeing 747 Lufthansa. Mereka tidak boleh bertegur sapa, duduk saling terpisah, namun masih dalam batas jarak pandang.

Begitu mendarat di Bandara Frankfurt, Mereka berganti pesawat lagi untuk menuju Bandara Ben Gurion di Tel Aviv, Israel. Semuanya bingung dan jetlag. Begitu sampai di Tel Aviv, mereka ditangkap dan digiring petugas keamanan bandara. Semuanya hanya pasrah, oleh karena memang tidak tahu skenario apalagi yang harus dijalankan, yang ada hanya menunggu dengan hati berdebar.

Setelah memasuki ruang bawah tanah, dan melihat ada beberapa perwira intelijen ABRI, baru para pilot merasa tenang. Ternyata penangkapan hanya skenario saja agar mereka bisa keluar bandara dengan cepat tanpa diketahui.

Mereka langsung menerima brifing singkat mengenai berbagai hal yang harus diperhatikan selama berada di Israel. Segala sesuatu yang yang terkait dengan Indonesia di-sweeping. Para pilot ini juga diajari sedikit bahasa Ibrani. Mereka diperintahkan mengaku pilot dari Singapura.

Mereka dibawa ke Pangkalan Udara di Kota Eliat. Pangkalan itu rahasia. Tidak ada nama resminya. Atas kesepakatan, selama latihan Pangkalan Udara itu dinamai 'Arizona'. Karena resminya memang para penerbang itu akan dikirim ke Arizona. Di sana mereka berlatih dengan pesawat A-4 Skyhawk. Melakukan berbagai manuver, mengoperasikan pesawat tempur sebagai mesin perang, hingga menembus hingga perbatasan Suriah.

Setelah sekitar 4 bulan, Latihan terbang berakhir tanggal 20 Mei 1980. Para perwira lulus dan berhak mendapatkan ijazah dan brevet penerbang tempur. Namun para perwira intelijen ABRI yang hadir justru membakarnya di depan para pilot itu. Tentu saja untuk menghilangkan bukti bahwa pernah ada kerjasama militer RI dan Israel.

Para penerbang itu kemudian dibawa ke Amerika Serikat. Sekedar untuk berfoto-foto. Di manapun ada tulisan AS mereka disuruh berfoto. Ini untuk mengecoh, seolah-olah bahwa mereka memang dikirim ke AS, bukan ke Israel. Kepada para komandan di kesatuan pun, para pilot ini harus mengaku telah dilatih di AS, bukan Israel.

Kemudian Tanggal 4 Mei 1980, paket A-4 Skyhawk gelombang pertama, terdiri dua pesawat single seater dan dua double seater tiba di Tanjung Priok. Pesawat-pesawat tersebut diangkut dengan kapal laut langsung dari Israel, dibalut memakai plastik pembungkus, berlabel F-5. Saat itu Indonesia juga memang memesan pesawat F-5 Tiger dari AS. Jadi seolah-olah pesawat yang diangkut kapal laut itu adalah juga pesawat F-5. Secara bergelombang, pesawat-pesawat A-4 Skyhawk terus berdatangan.

Operasi Alpha accomplished! (DETIK/WDN)
Continue reading →

Monday, April 18, 2011

English News : Israeli jet trainer contest heats up

T-50 And M-346.

Tel-Aviv - A request for proposals for the selection of a new advanced jet trainer for the Israeli air force will be issued "this summer", with a final selection expected in early 2012.

The Alenia Aermacchi M-346 and Korea Aerospace Industries T-50 are in contention for the deal, with the winning type to be purchased by a joint venture formed by Elbit Systems and Israel Aerospace Industries. The selected aircraft will replace the air force's aged Douglas A-4 Skyhawks, with the service to buy flight hours from the industry team.

Immediately after the release of the RFP, the two manufacturers are expected to accelerate their efforts to persuade the Israeli air force that their product is better. While the candidates' unit price has become a lesser consideration due to the purchase involvement of the industrial joint venture, their performance will play a major role.

Alenia Aermacchi is emphasising the M-346's twin-engine design, which it claims adds to the safety and mission endurance of the aircraft. The type's cockpit can also be upgraded with additional systems as it has spare power generation and cooling capacity, it says.

In recent negotiations, Alenia Aermacchi has agreed to allow IAI to build an assembly line for the M-346, and for it to integrate new equipment made by Elbit.
Sources close to the negotiations say KAI has agreed to allow local assembly of its T-50. "This is logical even for the 30 aircraft that are included in the [November 2010] request for information, as later most of the equipment will be used for the maintenance of the aircraft," one source says. (FG/WDN)
Continue reading →

Wednesday, February 23, 2011

Dua Kapal Angkatan Laut Iran Lintasi Terusan Suez


Kapal fregat Alvand milik Angkatan Laut Iran melintasi Terusan Suez, Selasa (22/2), bersama dengan kapal pendukung Kharg. Kedua kapal dilaporkan menjalani misi latihan menuju ke Laut Tengah dan Suriah, yang oleh Pemerintah Israel dianggap sebagai sebuah provokasi.

Ismailiya
, Selasa - Dua kapal Angkatan Laut Iran melintasi Terusan Suez, Selasa (22/2), untuk pertama kalinya sejak Revolusi Islam 1979 dalam misi latihan menuju Suriah. Tindakan ini membuat Israel berang dan menyebutnya sebagai sebuah provokasi.

”Kedua kapal itu masuk kanal hari Selasa sekitar pukul 5.45 (pukul 10.45 WIB),” ujar petugas kanal. Pada kondisi normal, kanal strategis sepanjang 163 kilometer itu dapat ditempuh dalam 12 hingga 14 jam. Pada tengah hari, kapal patroli fregat Alvand dan kapal pendukung Kharg telah melewati kota Ismailiya, yang terletak di pertengahan kanal.

Fregat Alvand biasanya dipersenjatai torpedo dan misil antikapal laut, sedangkan Kharg didukung oleh 250 awak kapal dan bisa didarati oleh tiga helikopter. Namun, kantor berita Mesir MENA mengatakan, kedua kapal itu tak membawa senjata kimia maupun nuklir.

Aksi Iran ini menjadi ujian hubungan antarnegara di Timur Tengah setelah tumbangnya Presiden Mesir Hosni Mubarak. Mesir adalah negara Arab pertama yang menandatangani kesepakatan damai dengan Israel dan perjanjian itu sangat penting bagi keamanan regional Israel.

Terusan Suez memotong Mesir yang memudahkan lalu lintas kapal dari Timur Tengah ke Eropa dan sebaliknya, tanpa perlu memutar lewat selatan Afrika. Mulut utara kanal di Port Said berjarak 100 kilometer dari perbatasan Israel dan perjalanan kedua kapal itu ke Suriah akan melewati Laut Tengah di sepanjang pantai Barat Israel.

”Kita berbicara soal kehadiran kapal militer Iran di Laut Tengah yang belum pernah terjadi sebelumnya. Hal itu adalah provokasi yang harus disikapi segera oleh komunitas internasional,” ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Israel Yigal Palmor.

Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu menyebut kedatangan dua kapan Iran ke Laut Tengah sebagai unjuk kekuatan. Menteri Luar Negeri Iran Avigdor Lieberman dengan tegas menyebutnya sebagai ”sebuah provokasi”.

”Saat ini kita melihat ketidakstabilan di kawasan ini dan Iran mengambil kesempatan untuk meluaskan pengaruhnya dengan mengirim dua kapal perang melewati Terusan Suez,” kata Netanyahu.

”Inisiatif Iran ini kami lihat sebagai sesuatu yang genting. Perkembangan terakhir ini menguatkan kebutuhan Israel soal keamanan,” tambah Netanyahu.

Ketegangan antara Iran dan Israel meningkat sejak Mahmoud Ahmadinejad menjadi Presiden Iran.(KOMPAS/WDN)
Continue reading →

Sunday, February 20, 2011

Israel Siap Sambut Kapal Perang Iran

Ilustrasi kapal perang Iran (Foto: ISNA)

YERUSALEM - Rencana Iran mengirimkan kapal perang ke Laut Mediterania melalui Terusan Suez, Mesir, dikecam Israel. Negera Yahudi pun bersiap menyambut kehadiran dua kapal perang Iran.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menilai, Iran memanfaatkan kondisi di Timur Tengah yang tidak stabil untuk memperkuat pengaruhnya.

“Kita bisa menyaksikan betapa tidak stabilnya wilayah kita saat ini. Dalam situasi ini Iran mencoba mengambil keuntungan dengan meningkatkan dan melebarkan pengaruhnya dengan mengirim dua kapal perang melalui Terusan Suez,” ujar Netanyahu seperti dikutip Reuters, Minggu (20/2/2011).

Karena itu, lanjut Netanyahu, Israel mempersiapkan diri untuk mengantisipasi langkah-langkah yang akan dilakukan Iran. Israel, kata Netanyahu, harus mempersiapkan pengamanan terkait rencana-rencana Negeri Paramullah di kawasan tersebut.

Informasi mengenai rencana kapal perang Iran melintas pertama kali diungkapkan seorang pejabat Terusan Suez. Kapal perang Iran rencananya akan menuju Laut Mediterania melalui terusan yang terdapat di Mesir itu, Senin besok.

Ini akan menjadi kapal perang pertama Iran yang mengarungi Terusan Suez sejak revolusi 1979.(OKEZONE/WDN)
Continue reading →

Wednesday, January 26, 2011

Akun Benny Israel di Twitter Bocorkan Rahasia Negara

JAKARTA : Siapakah Benny Israel? Lewat cicitan akun @benny_israel di Twitter ia menyentil tentang berbagai kasus serta sepak terjang para pejabat di negeri ini. Lewat twitter juga ia membocorkan banyak rahasia negara, seperti yang dilakukan Julian Assange, si pendiri WikiLeaks.

Dalam beberapa pekan terakhir, akun @benny_israel menggemparkan dunia maya lewat cicitannya tentang berbagai isu sensitif di negeri ini. Ia bahkan mengeluarkan serial cicitan tentang intelijen negara.

Akun ini sendiri mulai aktif semenjak 14 November 2010 lalu. Hingga kini, pengikutnya tidak kurang dari 15 ribu akun dan terus bertambah.

Sejumlah nama mantan petinggi TNI seperti Sujono Humardani, Ali Moertopo, Soedomo, dan Benny Moerdani ia sebut dalam cicitannya. Bahkan ia saling bercicit dengan Febridiansyah, peneliti ICW (Indonesia Corruption Watch), @febridiansyah mengenai sebuah kasus secara terbuka.

Akun twitter @budimansudjatmiko yang disinyalir milik anggota DPR RI dari PDIP juga tampak aktif dengannya. "RT @budimandjatmiko: Juara! Kpn2 kita minum teh di HydePark:) RT @benny_israel: The Circle. Kata orang Malaysia itu ..."

Beberapa pengikutnya saat ini menjadikan akun twitter @benny_israel ini sebagai tempat bertanya. Seperti akun @debapirez yang bertanya, "Meneg BUMN akan mengganti 12 Komisaris BUMN. any comment?"

Akun misterius tersebut lantas menjawab, " Rezim baru pasukan baru. MY ganti orang2nya SD."

Ia juga bercicit hal sensitif yang membuka tabir intelijen. "Orang2 pd sisi intelijen militer sedikit 'brutal' kalau ada hal yg menyinggung mereka. Nyawa gak ada harganya buat mereka," ujar Benny dalam akunnya.

Lebih dari 4.895 cicitan ia kemukakan ke publik di dunia maya. Setiap harinya, ia menjawab hampir seluruh pertanyaan pengikutnya dari pagi hingga pagi lagi.

Jawaban lugas, baik tentang kasus Antasari Azhar, mantan ketua KPK, maupun tentang kebenaran pernyataan Gayus Tambunan setelah vonis, terlontar dalam akun tersebut.

Andi Arief lewat akun @AndiAriefNews yang sebelumnya mengklaim mengetahui identitas misterius ini bahkan tidak berani menjawab tantangan secara terbuka. Namun beberapa pihak mencurigainya sebagai salah satu aktivis internet chat saat kejadian Mei 98 karena gaya bahasanya yang mirip, seperti yang diungkapkan akun @hrsyah.(MICOM/WDN)
Continue reading →

Tuesday, January 11, 2011

Elbit Memasok EW CN - 235 ROKAF Sebesar $29 Jt USD

Israel (WDN) -- Hari ini Elisra Elektronik Systems Ltd. ("Elisra") mendapatkan kontrak senilai sekitar $ 29.000.000 untuk menyediakan Suites Airborne Elektronik Warfare (EW) dan Sistem Peringatan Rudal (MWS) untuk CN-235 ROKAF. EW suites sendiri termasuk sistem canggih dan terpadu untuk perlindungan terhadap berbagai ancaman.

Elisra CEO, Itzhak Gat, mengatakan: "Pemilihan sistem Elisra oleh pemerintah Korsel, dan sekali lagi dalam dua tahun terakhir menunjukkan tingginya tingkat kepuasan, kepercayaan dalam produk dan kemampuan perusahaan oleh pelanggan". GAT menambahkan: "Program ini merupakan indikasi lebih lanjut dari keberhasilan Elisra di Korsel dan pengakuan kepemimpinan teknologi kami di bidang EW."

70% dari saham yang dimiliki oleh Elbit Elisra Systems dan sisanya 30% saham dipegang oleh Elta, yang merupakan anak perusahaan dari IAI.(Prnewswire/WDN)
Continue reading →

Friday, January 7, 2011

Mantan Agen Mossad :Jangan Diserang Dulu, Iran Baru Punya Bom Nuklir 2015

Meir Dagan, mantan direktur Mossad

Program nuklir Iran mau tak mau membuat Israel cemas. Bahkan beberapa pejabat tinggi memunculkan usulan serangan militer pencegahan, demikian menurut penilaian intelijen yang dipublikasikan, Jumat (7/1)

Namun sikap terkini, Israel meyakini Iran tidak akan mampu memproduksi bom nuklir sebelum 2015. Direktur mata-mata Mossad yang telah pensiun, Meir Dagon, pada Kamis, menyatakan bahwa ada keyakinan baru pada Israel atas sanksi dan aksi rahasia--dipimpin AS--yang ditujukan untuk menghambat atau menghadang program pengayaan uranium Iran.

"Jika itu maksudnya, maka Iran tidak akan mencapai tingkat bom nuklir sebelum 2015," ujar Dagan. Sebelumnya, pada Juni 2009, Dagan sempat meyakini bahwa Iran dapat memiliki hulu ledak nuklirnya yang pertama pada 2014 dan menyampaikan kecemasan itu ke panel parlemen Israel.

Dagan, mantan jenderal yang mengabdi pada Mossad selama delapan tahun memang cukup berhati-hati dengan prospek menggunakan kekuatan senjata terhadap fasilitas nuklir Iran.

Serangan itu dapat memprovokasi Iran, yang menyangkal membuat bom, untuk berhenti dari Pakta Non-Proliferasi nuklir dan sebaliknya akan terus menggenjot program nuklirnya serta bebas dari pemeriksaan PBB.

"Israel jangan sampai mempercepat serangan ke Iran. Langkah itu dilakukan hanya bila pedang sudah di ujung leher," ujar Dagan.

Israel diasumsikan adalah satu-satunya negara yang memiliki persenjataan nuklir di kawasan Timur Tengah. Namun banyak pengamat mengatakan angkatan udara Israel terlalu kecil bila toh ingin melakukan serangan sendirian terhadap fasilitas nuklir Iran yang konon tersebar dan dibentengi kuat.

Israel juga waspada dengan risiko serangan balik dari Iran. Amerika Serikat selama ini selalu menegaskan tidak ingin menyaksikan perang di kawasan tersebut, namun seperti Israel, ia tak berkuasa untuk memaksa Iran menghentikan fasilitas nuklirnya.(REPUBLIKA/WDN)
Continue reading →

Total Pageviews

Blog Archive

Labels

Followers