New Maju Indonesia Ku

Showing posts with label Inteligen. Show all posts
Showing posts with label Inteligen. Show all posts

Saturday, May 19, 2012

Adakah Konspirasi Pertarungan KGB Dan CIA Di Indonesia

Jakarta - Secara resmi dan faktual belum terbukti, dua agen rahasia KGB (Rusia) dan CIA (Amerika Serikat), beroperasi di Indonesia. Akan tetapi entah mengapa, kecelakaan pesawat buatan Rusia, Sukhoi Superjet 100 (SSJ 100), dicurigai sebagai bukan kecelakaan biasa.

Kecelakaan Sukhoi disebut-sebut akibat sabotase tangan-tangan ahli. Para ahli itu adalah agen rahasia (CIA) yang kebetulan sedang beroperasi di Indonesia. Spekulasi ini tentu masih membutuhkan konfirmasi. Spekulasi ini tidak lepas dari adanya sebuah rujukan.

Sebuah buku tentang CIA (Central International Agency) yang terjemahannya diterbitkan oleh Gramedia dua tahun lalu, menyebut sejumlah diplomat AS yang pernah bertugas di Jakarta, merupakan agen CIA. Secara tidak langsung pengungkapan itu mengindikasikan, bahwa agen CIA tentunya sedang dan terus beroperasi di Indoneisa. Stapleton Roy misalnya yang menjadi Dubes AS di Indonesia dari 27 Februari 1996 hingga 12 Agustus 1999, di usia mudanya merupakan seorang agen CIA.

Yang belum diungkap adalah KGB. Hanya saja, di era Perang Dingin, sering disebut bahwa wartawan TASS dan Pravda, dua buah Kantor Berita resmi pemerintah Uni Sovyet (Rusia), yang ditempatkan di luar negeri, berfungsi ganda yakni wartawan dan agen rahasia KGB.

Menurut berbagai literatur, pasca Perang Dingin, operasi KGB dan CIA sudah mengalami banyak perubahan. Pasca-Perang Dingin yang menjadi fokus sasaran adalah ekonomi dan persaingan bisnis. Persaingan militer dan politik, sudah bukan lagi prioritas.

Sehingga masuk akal bila bisnis jual beli pesawat terbang antara Sukhoi (Rusia) dan Boeing serta General Aerodynamics (AS) merupakan lahan persaingan kedua agen rahasia tersebut.

Nah, isu kehadiran agen rahasia AS dan Rusia dalam kaitan dengan kecelakaan SSJ 100, sengaja diangkat menjadi sebuah wacana. Sebab hanya beberapa jam setelah terjadi kecelakaan, muncul berita-berita yang mencurigai penyebab kecelakaan itu. Disebutkan kecelakaan 9 Mei 2012 di Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat itu merupakan bentuk persaingan bisnis antara AS dan Rusia.

Tegasnya, sabotase itu berkaitan dengan persaingan bisnis di industri penerbangan antara kedua negara, dimana kedua pemerintah mendukung dan melindungi bisnis dan industri mereka masing-masing.

Enam bulan lalu tepatnya November 2011, pabrikan pesawat terbang AS, Boeing menanda-tangani jual beli 230 unit kepada Lion Air, perusahaan penerbangan swasta Indonesia. Nilai kontraknya sebesar Rp19,5 triliun. Bagi pabrikan Boeing demikian pula pemerintah AS, kontrak triliunan rupiah, sangat penting dan bersejarah.

Oleh sebab itu seremoninya dilakukan di Bali, saat KTT Asia Timur dilaksanakan, sengaja dihadiri Presiden AS Barack Obama dan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono. Artinya bobot bisnis dari kontrak itu diperkuat oleh bobot politik melalui kehadiran dua presiden.

Kontrak Boeing yang bernilai US$200 miliar itu diakui Obama sebagai hal positif dalam konteks kerja sama Indonesia-Amerika Serikat. Sebab kontrak itu akan membuka ribuan lapangan kerja baru bagi para pencari kerja di Amerika Serikat. Selain Boeing, pemerintahan Obama juga mengamankan bisnis jual beli pesawat tempurnya. Indonesia sudah diizinkan Amerika Serikat untuk menambah koleksi jet tempur terbaru F-16. Tapi di luar itu, Indonesia masih mendapatkan hibah sebanyak 24 buah F16. Pesawat militer ini buatan General Aerodynamics.

Hibah 24 buah pesawat tempur itu, tidak penuh. Sebab Indonesia masih harus mengeluarkan biaya perbaikan sekitar Rp6 triliun. Jet-jet tempur itu perlu diperbaiki lagi karena kondisinya dalam keadaan tidak bisa diterbangkan.

Hibah dan penambahan beberapa unit pesawat baru F-16 serta kontrak pembelian 230 unit pesawat buatan Boeing ini, nampaknya merupakan satu paket bisnis AS di Indonesia. Seolah ada pesan dari Washington agar Jakarta jangan lagi berpikir atau tergoda dengan pesawat buatan pabrikan lainnya. Apalagi buatan non-Amerika seperti Rusia.

Tapi nampaknya Indonesia masih tergoda. Sebab sekalipun Indonesia sudah mendapat hibah, bahkan embargo militer sudah dicabut Washington, tetapi Indonesia masih terus melanjutkan pembelian pesawat sejenis dari Rusia.

Bagi AS, Sukhoi merupakan merek dagang yang menjadi saingan berat industri sejenis. AS tahu bahwa Indonesia sudah membeli 6 buah Sukhoi, masih berencana membentuk beberapa squadron. Bahkan squadron itu semuanya terdiri atas armada Sukhoi.

Kenyataan ini merupakan sebuah peluang sekaligus saingan bisnis bagi negara (AS dan Rusia) dan fabrikan manapun. Kebetulan total anggaran Indonesia untuk belanja Alutsista (Alat Utama Sistem Persenjataan Strategis) sudah diumumkan. Bahwa untuk Alutsista dan kebutuhan lainnya, pemerintah RI mengalokasikan dana sebesar Rp190 triliun. Siapapun pasti tergiur dengan bisnis ini. Baik Putin maupun Obama.

Rencana penambahan jet tempur Sukhoi belum lagi mereda, tiba-tiba muncul aktivitas lain, bahwa Sukhoi sudah memproduksi pesawat komersil. Sejumlah perusahaan penerbangan swasta Indonesia bahkan telah memesan puluhan unit.

Mengemukanya kecurigaan bahwa kecelakaan itu diakibatkan oleh sabotase, antara lain akibat adanya reaksi Presiden Rusia Vladimir Putin. Bekas agen KGB itu kelihatan sangat marah atau terpukul. Melalui telepon, Putin minta Presiden SBY melakukan penyelidikan atas kecelakaan di Gunung Salak. Putin kelihatannya tidak percaya begitu saja bahwa kecelakaan itu wajar. Sukhoi bagi Putin merupakan salah satu ikon Rusia.

Tapi selain itu, SSJ 100 dimaksudkan untuk menguasai pasar Eropa, wilayah terdekat Rusia. Untuk itu anatomi pesawat ini, tidak semuanya menggunakan onderdil Rusia. Melainkan kombinasi antara Rusia dan pabrikan Eropa Barat.

Tetapi akibat kecelakaan itu, bukan hanya konsumen Eropa dan Indonesia yang berpikir ulang, melainkan tingkat kepercayaan atas teknologi Sukhoi dan Rusia terkontaminasi. Kecelakaan itu bakal membuat Rusia maupun Sukhoi memerlukan waktu yang lama untuk memperoleh pasar pembeli di dunia. Dan terbentuknya persepsi itu berkat operasi agen-agen terlatih entah dari pihak mana.

Bagaimana membuktikannya, memang tidak gampang. Sebab Kotak Hitam SSJ 100 itu sendiri yang diharapkan bisa membuka tabir penyebab kecelakaan, justru disebut-sebut sudah hangus terbakar. Sehingga kemungkinan memperoleh data dan fakta penyebabnya, menjadi berkurang.

Kabar lainnya, Kotak Hitam itu tidak akan diserahkan kepada Rusia, melainkan tetap ditahan di Indonesia. Tidak jelas apakah hal ini juga bagian dari pertarungan antara Rusia dan AS. Namun bila benar kecelakaan itu diakibatkan oleh sabotase, maka pekerjaan itu sangat efektif dan sempurna.

Kesempurnaannya semakin bertambah. Sebab dipilihnya Indonesia sebagai tempat sabotase, sangat kalkulatif. Maklum kecelakaan di negara berpenduduk 240 juta jiwa ini dengan 17.000 pulaunya, bukan lagi hal yang mengejutkan. Hampir setiap waktu terjadi kecelakaan. Tidak pernah ada yang berpikir bahwa kecelakaan itu ada juga yang disengaja atau sabotase.(Inilah/WDN)
Continue reading →

Tuesday, January 24, 2012

Panglima TNI : Personel Intelijen TNI Tangguh Tapi Minim Sarana

Jakarta - Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono mengatakan, intelijen TNI disokong oleh personel tangguh di lapangan. Namun, operasi personel di lapangan mengalami kebuntuan karena persoalan mendasar.

"Saat ini sarana dan prasarana intelijen masih belum memadai," terang Agus saat RDPU dengan Komisi I DPR, Jakarta, Selasa (24/1/2012). Tanpa sarana dan prasarana memadai, kata Agus, personil tangguh menjadi kurang berarti.

Agus berharap agar sarana dan prasarana untuk menunjang kinerja personil intelijen maksimal. Ia menegaskan, operasi intelijen tetap berjalan seperti biasa kendati sarana dan prasarana kekurangan.

Hal itu terjadi untuk semua personel intelijen TNI yang tergabung dalam Badan Intelijen Strategis (BAIS), dan juga intelijen di setiap angkatan, tetap terlaksana. "Personel intelijen kita tangguh," paparnya.

Operasi intelijen TNI dilaksanakan guna memantau kondisi pertahanan negara. Personil intelijen ini disebar, utamanya di wilayah perbatasan. Informasi ini lalu ditindaklanjuti dalam proses pengamanan perbatasan dan pertahanan negara.

Dalam RDPU ini, selain dihadiri Panglima TNI beserta jajarannya dari Mabes TNI, ikut juga hadir Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, dan Wakil Menteri Pertahanan Syafrie Syamsuddin. Satu yang ditanyakan Komisi I kepada mereka adalah alat utama sistem senjata. (TRIBUN/WDN)
Continue reading →

Monday, October 3, 2011

Panglima TNI : Tak Semua Info BaIS TNI Perlu Dibagi ke BIN

Jakarta - Dalam RUU intelijen, Badan Intelijen Negara (BIN) akan menjadi koordinator lembaga-lembaga intelijen, termasuk Badan Intelijen Strategis (BaIS) TNI. Menanggapi hal ini, Panglima TNI, Laksamana Agus Suhartono menilai tidak semua info dari BaIS pelu dibagi ke BIN.

"Pada dasarnya badan intelijennya TNI itu adalah pengumpulan data untuk kepentingan tugas pokok TNI. Jadi masing-masing badan intelijen memiliki peran masing-masing, memiliki fungsi dan tugas masing-masing. Nah untuk BaIS TNI adalah penyuplai informasi data intelijen yang digunakan untuk mendukung tugas pokok TNI," ujar Agus di sela-sela acara Gladi bersih HUT TNI di mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (3/10/2011).

Agus menambahkan selain informasi untuk tugas pokok TNI, ada info yang harus terus dibagikan ke BIN. Informasi seperti terorisme contohnya. Namun Agus menambahkan sebagai lembaga intelijen TNI, kendali BaIS tetap akan berada di tangan TNI.

"Tentu ada suatu tataran tertentu, misalkan masalah informasi tentang terorisme, itu yang bisa dikoordinasikan. tetapi tentang peran dan fungsinya masing-masing itu tentu tetap akan menginduk pada
organisasinya masing-masing. Karena pada dasarnya intelijen itu digunakan untuk mendukung pelaksanaan tugas pokok," lanjut Agus.

TNI mengaku masih menunggu hasil akhir UU intelijen ini. Setelah itu baru TNI akan melakukan pendalaman dan pembahasan terkait koordinasi intelijen dengan BIN.

"Tapi dalam persepsi saya yang dikoordinasikan adalah masalah sharing informasi dan kegiatan-kegiatan yang sifatnya harus terkoordinasi," tutupnya.(DETIK/WDN)
Continue reading →

Friday, September 30, 2011

Komisi I Batalkan Studi Banding ke Spanyol Dan Korea Selatan

Jakarta - Komisi I DPR membatalkan rencana studi banding ke Spanyol dan Korea Selatan. Mereka mengaku lebih berkonsentrasi fokus menyelesaikan Rancangan Undang-Undang Intelijen.

Demikian penegasan Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Kamis (29/9). Ia mengakui komisinya pernah merencanakan menyambangi Spanyol dan Korsel untuk mengkaji model koordinasi intelijen yang makin kompleks serta melakukan kunjungan ke industri pertahanan.

"Tapi rencana itu dibatalkan karena Komisi I akan fokus selesaikan RUU ini sebelum berakhir masa sidang. Karena RUU ini sudah diperpanjang 1x masa sidang."Jelasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi I DPR Tubagus Hasanuddin menyatakan pihaknya akan melakukan studi banding ke Spanyol dan Korsel untuk RUU Instra Alutsita.

TB menjelaskan tujuan ke Spanyol karena Komisi I akan melihat bagaimana industri kapal tempur buatan mereka. Sementara ke Korea Selatan untuk mengetahui industri pembuatan senjata, pesawat T 50 dan kapal selam.

“Kita kan mau membuat industri startegis Alutsita dalam negeri tapi kita tidak bisa bekerja sendirian. Kita harus bisa kerja sama, kapan agendanya akan kita break down, dan lain-lain,” ujarnya.(Metro TV/WDN)
Continue reading →

Thursday, August 25, 2011

AS Kembangkan Micro Air Vehicles Terbaru

London – Perangkat mata-mata terbaru militer Amerika Serikat (AS) ini lebih mirip mainan anak-anak. Namun perangkat baru ini merupakan perangkat tercanggih dunia.

Angkatan Udara (AU) AS mengembangkan miniatur pesawat mata-mata super kecil berwujud burung, bahkan serangga yang keberadaannya bisa luput dari perhatian. Micro Air Vehicles (MAVs) dikembangkan di Wright-Patterson Air Force Base di Dayton, Ohio.

Misi Laboratorium Riset AU ini yakni mengembangkan MAVs yang mampu mencari, melacak dan menarget musuh sembari beroperasi di lingkungan kota yang rumit.

Pemimpin teknisi Dr Gregory Parker menggunakan beragam helikopter mungil serta robot di lab guna mengembangkan program dan software ini.

Pengujian robot ini bertempat di lingkungan dalam ruangan. Selama itu, data yang terkumpul akan digunakan pengembangan lebih lanjut. Defense Advanced Projects Agency AS menghabiskan bertahun-tahun mengembangkan robot mungil ini dan berharap mampu menciptakan ‘lalat di dinding’.

Pada dua tahun lalu, peneliti mengungkap berhasil membuat robot kumbang yang mampu dikendalikan nirkabel melalui laptop.(INILAH/WDN)

Continue reading →

Wednesday, August 24, 2011

TNI Didik 46 Calon Intelijen Strategis Luar Negeri

Jakarta – Tentara Nasional Indonesia (TNI) sedang menyiapkan 46 prajurit TNI untuk didik sebagai calon intelijen strategis luar negeri. Ke-46 prajurit TNI ini kemarin mengikuti kursus Atase Pertahanan Angkatan XI 2011.

Kursus yang berlangsung antara 23 Agustus – 5 Desember 2011 itu untuk mempersiapkan calon atase pertahanan yang akan bertugas di negara lain sebagai intelijen strategis sekaligus diplomat. Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono mengatakan, mereka yang mengikuti kursus adalah perwira yang lolos dari berbagai tahap seleksi sebelumnya.

“Atase pertahanan memiliki tiga peran, yakni sebagai unsur intelijen strategis, diplomat, dan wakil menhan dan Panglima TNI di negara akreditasi,” ungkap Agus di Jakarta kemarin.(SINDO/WDN)


Continue reading →

Monday, August 15, 2011

Pakistan Ijinkan Inteligen China Melihat Bangkai Helikopter Stealth AS

Islamabad - Meski sudah diperingatkan oleh AS agar tidak memberi akses kepada siapa pun untuk melihat apalagi menyentuh reruntuhan helikopter AS yang dipakai menyerang rumah Osama bin Laden, Pakistan secara diam-diam ternyata telah mengizinkan China meneliti bangkai heli tersebut.

Demikian diungkapkan surat kabar Inggris, Financial Times edisi Minggu (14/8/2011). Surat kabar bisnis tersebut mengutip sumber-sumber dari "lingkaran intelijen" yang menyebut Pakistan telah mengizinkan pihak intelijen China mengambil foto reruntuhan helikopter itu, dan bahkan mengambil sampel kulit pelapis badan heli yang membuat heli itu memiliki kemampuan stealth alias tak terdeteksi radar.

"AS sekarang memiliki informasi bahwa Pakistan, terutama ISI (Inter-Services Intelligence, dinas intelijen Pakistan) telah memberi akses kepada pihak militer China untuk melihat heli yang jatuh di Abbottabad itu," tutur sumber yang tak disebutkan namanya ini.

Militer AS menggunakan dua heli Black Hawk yang sudah dimodifikasi untuk mengangkut para prajurit SEAL Team Six dari Afganistan ke Abbottabad, Pakistan, untuk menyerbu rumah persembunyian Osama bin Laden, awal Mei lalu. Pemimpin Al Qaeda itu tewas dalam serbuan tersebut, tetapi salah satu heli AS mengalami masalah teknis dan jatuh di halaman rumah Osama.

Sesuai prosedur standar militer AS, heli baru yang masih sangat rahasia itu langsung diledakkan oleh pasukan SEALs sebelum mereka pergi meninggalkan lokasi tersebut. Akan tetapi, potongan bagian ekor heli, yang terdiri atas sayap tegak, sayap horizontal, dan baling-baling belakang, tertinggal utuh di luar pagar rumah Osama.

Foto potongan helikopter ini kemudian menjadi bahan diskusi riuh di kalangan pengamat militer di internet, karena sama sekali tak menunjukkan ekor heli Black Hawk yang selama ini dikenal. AS diduga menggunakan heli jenis baru yang telah menerapkan teknologi stealth.

Reruntuhan heli itu langsung diamankan oleh pihak militer Pakistan, dan dinas intelijen AS, CIA, mewanti-wanti untuk tidak mengizinkan siapa pun melihatnya karena khawatir teknologi kunci heli tersebut akan jatuh ke tangan musuh. Pakistan akhirnya mengembalikan reruntuhan heli itu ke AS setelah Senator John Kerry dari AS mengunjungi Pakistan, akhir Mei.

Jika laporan Financial Times itu benar, hubungan Pakistan dan AS bisa kembali terguncang. Hubungan kedua negara memburuk setelah serangan ke Abbottabad itu. Pakistan marah karena AS melakukan operasi militer di wilayahnya tanpa izin. Sementara AS curiga ada orang dalam di Pakistan yang sengaja melindungi Osama selama sepuluh tahun terakhir.

Saat dikonfirmasi Reuters, Senin WIB, seorang pejabat tinggi militer AS mengakui ada alasan kuat untuk meyakini Pakistan telah memberi akses ke China. Namun, ia tak bisa mengkonfirmasi bahwa hal itu benar-benar telah terjadi.

China sendiri memang sedang giat mengembangkan industri senjata dalam negerinya, termasuk berusaha menguasai teknologi stealth ini. Januari lalu, China melakukan uji terbang perdana pesawat tempur berteknologi siluman buatan sendiri.

Mendapatkan kunci teknologi stealth ini langsung dari produk AS—satu-satunya negara yang telah mengoperasikan pesawat-pesawat stealth di medan perang, akan sangat membantu pengembangan teknologi militer negara komunis itu.

Saat dikonfirmasi, Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Jenderal Ashfaq Kayani dan pihak ISI membantah telah memberi akses kepada China.

Pakistan selama ini menganggap China sebagai sekutu yang lebih bisa diandalkan daripada AS. China adalah penanam modal asing utama di Pakistan, terutama di sektor telekomunikasi, infrastruktur, dan pelabuhan. Perdagangan dengan China telah memberi keuntungan 9 miliar dollar AS per tahun bagi pihak Pakistan, dan China adalah pemasok senjata terbesar bagi negara Muslim tersebut. (KOMPAS/WDN)
Continue reading →

Wednesday, August 10, 2011

Korut Kirim Tim Pembunuh Menhan Korsel

Seoul - Korea Utara mengirim agen-agen rahasia ke Korea Selatan untuk membunuh menteri pertahanan yang berikrar akan memberikan tindakan keras terhadap serangan dari negara komunis itu.

Kementerian Pertahanan Korsel mengatakan, pihaknya tidak dapat mengonfirmasikan berita-berita itu. Tapi, keamanan untuk Kim Kwan-Jin tidak ditingkatkan.

Negara komunis itu sebelumnya mengirim agen-agen rahasia untuk membunuh para pembelot yang mempunyai kedudukan penting yang menetap di ibu kota Korsel, Seoul.

Namun, tidak ada laporan dalam beberapa tahun belakangan ini bahwa para pejabat Seoul jadi sasaran pembunuhan.

Surat kabar JoongAng Ilbo, Rabu (10/8), memberitakan intelijen Amerika Serikat dan Korea Selatan mendapat petunjuk bahwa satu tim dikirim untuk membunuh menteri pertahanan itu. Intelijen sedang berusaha mengejar dan menangkap tim tersebut.(MI.Com/WDN)

Continue reading →

Friday, August 5, 2011

Taiwan Perkuat Pertahanan Menghadapi China

Taipeh - Presiden Taiwan Ma Ying-jeou mengatakan, negara harus memperkuat pertahanannya terhadap spionase China. Pernyataan itu muncul setelah serangkaian skandal mata-mata yang menyebabkan hubungan kedua negara menjadi tegang. Kegiatan intelijen China terus berlangsung meskipun hubungan keduanya memanas.

Ma mengatakan, Taiwan perlu "secara aktif mencegah" setiap kebocoran rahasia ke China dan harus melakukan upaya kontrapenyusupan. Pernyataan Ma itu dikeluarkan Biro Keamanan Nasional, Jumat (5/8/2011).

Menurut Biro Keamanan Nasional, Ma mengeluarkan pernyataan sikapnya itu dalam pertemuan intelijen, Kamis. Tujuannya untuk mengatasi masalah keamanan yang dihasilkan dari meluasnya masalah lintas-selat.

Hubungan antara Taiwan dan China telah membaik sejak Ma berkuasa tiga tahun lalu, namun persoalan keamanan tetap rawan.Kedua pihak telah memata-matai satu sama lain sejak perpecahan mereka pada tahun 1949, akhir perang saudara.

Beijing masih menganggap pulau itu sebagai bagian dari wilayahnya menunggu reunifikasi, jika perlu dengan kekerasan. Militer Taiwan awal tahun ini menjatuhkan hukuman seumur hidup kepada seorang jenderal tentara dan petugas intelijen yang memata-matai untuk China.

Sang jenderal Taiwan terpancing "perangkap madu" mata-mata perempuan China yang mengumpulkan informasi untuk Beijing. Sementara perwira China dilaporkan telah membantu mengungkap jaringan beberapa mata-mata Taiwan di daratan.

Seorang pensiunan agen mata-mata Taiwan baru-baru ini memperingatkan, setidaknya 10 mata-mata China diyakini telah menyusup ke satuan keamanan pulau itu.(KOMPAS/WDN)
Continue reading →

Monday, May 16, 2011

Liputan Khusus : Info Intelijen Tak Akurat, TNI Batal Serang Lanun

Jakarta - Pasukan TNI sebenarnya dapat dengan mudah melumpuhkan para perompak Somalia yang menyandera kapal MV Sinar Kudus dan 20 orang awaknya. Kendati akhirnya, pemerintah dan PT Samudera Indonesia, pemilik kapal, memilih memenuhi tuntutan para perompak dengan membayar uang tebusan.

Mudahnya menekuk para lanun Somalia ini ditegaskan Komandan Korps Marinir TNI Angkatan Laut, Mayor Jenderal (Mar) Alfan Baharudin dan Komandan Detasemen Jala Mengkara (Denjaka) Marinir TNI AL Kolonel (Mar) Suhartono. Alfan ditunjuk sebagai Komandan Satuan Tugas “Merah Putih”, nama satuan operasi pembebasan sandera Somalia. Adapun Suhartono, sebagai Komandan Satuan Penindak di lapangan yang membawahi 185 orang pasukan elite gabungan dari Denjaka Marinir TNI AL dan Satuan Penanggulangan Teror Kopassus TNI AD.

Pasukan TNI melakukan pengintaian awal terhadap kapal Sinar Kudus yang masih dikuasai perompak, pada 4 April 2011. Dari pengintaian udara menggunakan helikopter TNI AL, selain kapal Sinar Kudus yang sedang lego jangkar di lepas pantai Ceel Dhahanaan (El Dhanan), Somalia, juga tampak sejumlah kapal lain yang masih dikuasai para pembajak. “Awalnya ada delapan kapal bajakan, salah satunya Sinar Kudus,” kata Suhartono, yang saat itu memimpin pengintaian.

Setelah mengintai dari udara itulah pasukan TNI mempertimbangkan operasi militer pembebasan sandera dapat segera dilakukan. “Waktu itu sebetulnya sudah mengajukan saran. Tanggal 5 April itu adalah tanggal yang tepat untuk melakukan tindakan,” ujarnya dalam wawancara khusus Tempo di Markas Marinir Kwitang, Jakarta Pusat, Jumat pekan lalu, 13 Mei 2011.

Pertimbangannya, di perairan Somalia saat itu dalam kondisi bulan mati. Sejak sore hingga esok paginya, bulan tak nampak sama sekali. “Sehingga gelap, ini menguntungkan untuk menyergap,” kata Suhartono. Kondisi permukaan air laut juga jernih dan datar layaknya cermin. “Jadi mau manuver apapun enak sekali.” Kondisi ini jauh berbeda ketika memasuki bulan Mei, cuaca memburuk dan air laut mulai bergelombang.

Keyakinan pasukan dapat segera merebut Sinar Kudus juga diperkuat sejumlah peralatan memadai yang dibawa saat itu, seperti tiga buah Sea Riders Marinir TNI AL. Speedboat dengan bantalan karet disekelilingnya itu bisa melesat diatas permukaan laut dengan kecepatan hingga 45 Nautical Mile perjam. Setiap Sea Riders diawaki tiga orang; motoris, pembantu motoris dan satu penembak senapan mesin. Boat ini juga bisa mengangkut 10 personil pasukan khusus. “Tiap pasukan kita bekali dengan senapan mesin,” kata Suhartono.

Sayangnya, keyakinan pasukan di lapangan kurang mendapat sokongan dari Jakarta untuk melakukan serangan militer terhadap perompak. “Kami minta izin, tapi ada pertimbangan lain dari Panglima TNI,” kata Alfan Baharudin. “Rencana itu harus disampaikan dulu ke Panglima TNI dan Presiden. Sebelum bertindak izin dulu ke atas.”

Jakarta rupanya mendapat informasi penempatan sandera Sinar Kudus dipisah-pisah. “Kondisi yang diharapkan Bapak Presiden, keberhasilan 70 persen itu jadi masih tanda tanya. Peluang keberhasilan tidak bisa dinilai,” kata Alfan. Karena informasi itulah Panglima TNI tak mengizinkan pasukan segera menyerang. “Karena yang tahu di depan. Saran tetap diajukan terus dari depan.”

Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono menilai posisi sandera yang terpisah membuat upaya TNI melakukan serangan militer mengalami kesulitan dan beresiko tinggi. "Selain itu, kapal Sinar Kudus berada diantara delapan kapal lainnya. Jadi akses kami sulit," ujar Agus di Markas Besar TNI Cilangkap, awal Mei lalu. Banyaknya perompak yang berjaga di kapal juga menyulitkan penyerangan. "Ada sekitar 15-20 kelompok terorganisir dengan setiap kelompok terdiri dari 30-50 orang," katanya.

Informasi lain, para awak Sinar Kudus diacak dengan sandera negara lain dari kapal berbeda. “Mungkin lima (sandera) di kapal mana, lima dimana, sehingga kalau kita bebaskan Sinar Kudus, paling banter kita dapat sandera lima orang, sisanya dari negara lain. Ini kan rawan,” kata Suhartono.

Satgas juga beroleh informasi para sandera telah dibawa perompak ke Hobyo, sebuah camp di selatan El Dhanan. “Mungkin karena pertimbangan itu dijadikan acuan jangan menyerang dulu, karena data intelijen belum lengkap,” ujarnya.

Seperti halnya rencana merebut kapal dari tangan perompak, Satgas Merah Putih juga yakin dapat menduduki Pantai El Dhanan, basis para perompak. Pantai ini akan diduduki untuk mencegah bala bantuan dikerahkan perompak saat Sinar Kudus disergap oleh TNI. “Tidak sulit (menduduki El Dhanan),” kata Suhartono. “Tapi, semua kan tergantung keputusan dari atas. “Kalau diizinkan baru kita laksanakan.”

Informasi-informasi yang membatalkan rencana penyerangan terhadap perompak itu ternyata tak sepenuhnya akurat. Karena ketika Sinar Kudus berhasil dikuasai pasukan TNI, para awak kapal mengaku tak pernah dipisah-pisah dan selalu bersama di satu kapal. “Tidak benar, kami satu posisi saja, tetap di kapal,” tutur Masbukhin, mualim kapal Sinar Kudus kepada Tempo. “Entah informasi dari mana itu,” ujar Alfan Baharudin.(TEMPO/WDN)
Continue reading →

Tuesday, May 10, 2011

WikiLeaks: China Memberikan Radar Gratis Ke Timor Leste Untuk Kegiatan Intelgen

Jakarta - Situs pembocor data, WikiLeaks melansir dokumen rahasia kawat diplomatik Amerika Serikat yang menyebut niat China membangun basis mata-mata di Timor Leste--bekas provinsi ke-27 Indonesia. Itu diketahui dari proposal pembangunan dan operasional fasilitas radar di pantai utara Timor Leste yang diajukan pada Desember 2007.

Namun, menurut dokumen itu, rencana itu gagal. Seperti dimuat situs berita Australia, The Age, 10 Mei 2011, pemerintah Timor Leste menaruh curiga. Atas hasil konsultasi dengan Amerika Serikat dan Australia, lamaran itu ditolak.

Saat diplomat China bersikeras pada rekan-rekannya di AS bahwa Timor Leste "tak punya arti strategis" untuk Beijing, pada Februari 2008, Kedutaan AS di Dili justru melapor ke Washington, bahwa Wakil Perdana Menteri, Jose Luis Guterres, telah meminta pertimbangan Duta Besar AS, Hans Klemm, soal pendekatan dari perusahaan militer China yang menawarkan radar gratis untuk memonitor pelayaran di Selat Wetar.

Awalnya, tawaran itu dianggap menarik, untuk mengatasi persoalan pencurian ikan (illegal fishing) di perairan Timor Leste. Namun, Guterres curiga ada udang di balik batu dari tawaran gratis itu. "Salah satunya, radar itu diawaki oleh teknisi Cina," kata Guterres kepada kedutaan AS. Ia juag mengaku khawatir, radar tersebut akan digunakan untuk tujuan lain: intelijen.

Diduga, peralatan itu justru bisa digunakan memperluas perimeter radar intelijen China jauh ke pelosok Asia Tenggara. Apalagi, perairan dalam Selat Wetar yang memisahkan perairan timur laut Timor Leste dari Pulau Wetar, Indonesia. Pulau Wetar dilaporkan digunakan sebagai lokasi transit kapal Angkatan Laut AS termasuk kapal selam nuklir saat melintas dari Samudera Pasifik ke Samudera Hindia.

Sebuah sumber intelijen pertahanan Australia mengatakan, Australia pun menduga usulan China tersebut adalah salah satu bagian dari kegiatan memperluas basis intelijen Tiongkok di Asia dan sekitarnya.

Diplomat AS di Dili melaporkan bahwa Presiden Jose Ramos-Horta, Guterres, dan Menteri Pertahanan, Julio Pinto, telah "berulang-ulang dan secara eksplisit" menegaskan bahwa kerjasama pertahanan dan keamanan Timor Leste terbatas pada mitra demokrasi: Australia, Portugal, Amerika Serikat, dan Jepang.

Sementara, bantuan pertahanan China terbatas pada proyek-proyek konstruksi, bantuan pelatihan, dan bantuan kapal patroli berusia 40 tahun dari Shanghai.(Vivanews/WDN)
Continue reading →

Tuesday, April 19, 2011

Inteligen Indonesia Dan Turki Bicarakan Kerjasama

Jakarta - Ketua Komisi I DPR RI, Mahfudz Siddiq, mengatakan, tim Komisi I dalam kunjungan kerjanya ke Ankara, telah bertemu Kepala Badan Intelijen Turki, Dr Hakan Fidan, dan membicarakan kerja sama intelijen kedua negara.

"Juga secara khusus membahas kemungkinan kerja sama komunitas intelijen negara-negara muslim, khususnya untuk isu kontra terorisme," ujarnya melalui hubungan telepon internasional, Selasa.

Mahfudz Siddiq menambahkan, pihak Badan Intelijen Turki (MIT) melalui Dr Hakan Fidan merespons antusias terhadap berbagai gagasan delegasi Komisi I DPR RI yang membidangi masalah luar negeri, pertahanan, intelijen, komunikasi dan informasi itu.

"Tim juga mendiskusikan tentang beberapa pokok krusial dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Intelijen, khususnya terkait isu kewenangan penyadapan, penahanan, koordinasi dan pengawasan internal," paparnya.

Untuk penyadapan, MIT diharuskan mendapatkan izin dari Pengadilan dalam waktu 60 hari.

"Kemudian untuk urusan penangkapan, dikatakan, MIT tidak memiliki wewenang untuk itu," ungkap Mahfudz Siddiq.

Politisi PKS itu menuturkan pula, Kepala MIT juga secara ex officio menjadi atau bertindak sebagai koordinator fungsi-fungsi intelijen dari berbagai instansi.

"Seperti intelijen militer, kepolisian, kejaksaan, imigrasi, dan lain-lain. Sementara untuk pengawasan eksternal dan akuntabilitas, tidak ada komisi khusus yang melakukan tugas itu," ujarnya.

Tapi dalam urusan pertanggungjawabannya, demikian Mahfudz Siddiq, MIT bertanggung jawab langsung kepada PM.

"MIT juga bertanggung jawab kepada parlemen jika diperlukan," kata Mahfudz mengutip keterangan Dr Hakan Fidan.

Namun, kata Mahfudz Siddiq, dalam pelaksanaan tugas intelijen di Mesir bisa diperiksa dan diproses hukum, jika terjadi penyimpangan, setelah melalui izin dari Perdana Menteri.
(ANT/WDN)
Continue reading →

Monday, April 18, 2011

Komisi I Mengkomparasi UU Intelijen Dan Alutsista

Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI (bidang Luar Negeri, Pertahanan, Intelijen, Komunikasi-Informasi), Zaki Iskandar mengatakan, banyak hal amat bermanfaat bagi Negara terkait misi komisinya ke Eropa dan Amerika, termasuk mengkomparasi UU Intelijen serta pengembangan Alutsista.

"Terima kasih benyak atas dukungannya. Kami Komisi I memang telah membuat program-program yang sangat jelas dalam kunjungan kerja kali ini," ujar Politis Muda Partai Golkar ini, melalui hubungan telepon internasional, Senin.

Sekalipun begitu, ia dkk menganggap positif tentang masih adanya pihak kurang memahami bahkan mengeritik agenda Kunker ke LN sebagai aktivitas menghambur-hamburkan uang, dan momentumnya kurang pas, karena DPR tengah disorot soal pembangunan gedung barunya.

"Saya dapat jelaskan, selain tentang Alat Utama Utama Sistem Persenjataan (Alusista) dan Badan Usaha Milik Negara Strategis (BUMNIS) di bidang produksi peralatan militer," ujaranya.

Lebih dari itu, menurutnya, komisinya pun akan bertemu para Senator dalam rangka komparasi Undang Undang (UU) Intelijen, UU Penyiaran dan UU Pemberdayaan BUMNIS Peralatan Militer.

"Semua ini kami programkan untk memperkuat seluruh Rancangan Undang Undang (RUU) yang sedang Komisi I selesaikan tersebut," katanya.

Ini penting, demikian Zaki Iskandar, agar seluruh RUU tersebut menjadi UU yang valid dan kuat dalam mengantisipasi semua hal.

"Contohnya perkembangan teknologi (menyangkut Alutsista dan peralatan militer, penyiaran) dll," tuturnya.

Dikatakannya, pihaknya memang sudah berusaha dengan mencoba mencari data melalui internet, tapi tidak bisa berdiskusi langsung (untuk mendapatkan kejelasan sedetilnya).

"Karena mitra-mitra diskusi Komisi I tidak akan kirim infonya via `email` atau surat-surat dalam bentuk lain yang menyangkut rahasia-rahasia Negara, mungkin karena pengalaman skandal `Wikileaks`," ungkapnya.


Bilateral Dengan Turki

Sementara itu, mengenai kunjungan ke Turki, demikian Zaki Iskandar, dijadualkan bertemu langsung dengan Presiden Negara tersebut.

"Kami akan membahas kelanjutan dari pembicaraan bilateral antar kedua negara, khususnya di bidang kerjasama pertahanan dan yang lainnya," ujarnya.

Selain itu semua, lanjutnya, kunjungan Komisi I DPR pun akan langsung mengecek kegiatan beberapa Kedutaan Besar (Kedubes) dan Konsulat RI di Luar Negri.

"Antar lain, dengan bertemu langsung dengan WNI kita di luar dalam rangka mengawasi dan mengevaluasi kinerja para diplomat kita," ujarnya.

Bagi Zaki Iskandar, ini semua merupakan tugas-tugas pokok Komisi I DPR RI.

"Kenyataannya, seharusnya justru Komisi I yang banyak melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke LN, tetapi malah kami yang paling sedikit melakukan itu," ungkapnya.

Itu terjadi, karena Zaki Iskandar dkk sudah sepakat, kalau Komisi I DPR RI Kunker ke LN, semua harus dengan program yang jelas, dan sesuai kebutuhan kerja Dewan.

"Jadi kunjungan Komisi I dapat terlaksana dengan efektif, efisien dan produktif. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih banyak atas pengertian dan dukungan ANTARA," pungkas Zaki Iskandar. (ANT/WDN)
Continue reading →

Sunday, April 10, 2011

Indonesia Dijadikan Sasaran Serangan Intelijen Asing

Jakarta - Mantan wakil kepala Badan Intelijen Negara (BIN) As'ad Said Ali menilai Indonesia kini dijadikan sebagai sasaran perang asimetris intelijen asing.

"Perang asimetris itu mencakup semuanya. Yang pasti semua serangan opini negatif yang dilakukan pihak luar, jelas kerja-kerja intelijen," kata As'ad dalam siaran persnya, Sabtu (9/4).

Ia mencontohkan berita di situs TIME edisi 1 April 2011 yang menurunkan artikel berjudul Holidays in Hell: Bali's Ongoing Woes. Artikel yang ditulis Andrew Marshall itu menyebut berlibur di Bali bagai berlibur di neraka. Sebagai daerah tujuan wisata, Bali disebut penuh sampah serta informasi miring lainnya.

Sebelumnya, The Wall Street Journal edisi 30 Maret 2011 merilis tulisan opini Kelley Currie, mantan Asisten Khusus Wakil Menlu AS untuk Demokrasi dan Urusan Global dan Koordinator Khusus untuk Isu Tibet di Departemen Luar Negeri AS, yang mendiskreditkan Pemerintah Indonesia. Currie menyoroti sejumlah kegagalan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam mengelola sistem politik, hukum, dan HAM.

Pada 11 Maret, dua media Australia, The Age dan Sydney Morning Herald, mengangkat pemberitaan yang bersumber dari WikiLeaks yang menyudutkan pemerintah. Menurut As'ad yang kini menjabat Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu, berbagai serangan tersebut dimaksudkan untuk menguasai Indonesia. "Ini bisa motifnya kepentingan pengusaha dengan menggunakan alat negara," katanya.

Menurutnya pada era globalisasi invansi atau serangan langsung secara fisik ke negara lain sudah tidak lagi populer. Invansi model baru lebih memilih cara tidak langsung, misalnya menggunakan instrumen internasional seperti PBB, IMF, Bank Dunia, dan organisasi nonpemerintah atau lembaga swadaya masyarakat (LSM). "Model invansi ini tentu lebih berbahaya ketimbang serangan fisik," kata As'ad. (MI.COM/WDN)
Continue reading →

Thursday, March 31, 2011

Militer ASEAN Sepakati Tukar Informasi Intelijen

Jakarta - Hasil pertemuan tahunan panglima militer negara-negara ASEAN menyepakati akan ada pertukaran informasi intelijen. "Ini agar semua anggota ASEAN well inform," kata Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono di Jakarta, Kamis 31 Maret 2011.

Dalam pertemuan ke delapan kalinya ini dihasilkan tujuh kesepakatan yang nantinya akan diwujudkan dalam kerja nyata. Kesepakatan tersebut diantaranya penggunaan aset militer untuk membantu bencana alam dan aksi kemanusiaan, latihan militer bersama, termasuk saling menjaga wilayah perairan khususnya di sekitar Selat Malaka dan Laut Cina Selatan.

ASEAN Chief of Defence Force Informal Meeting merupakan pertemuan tahunan antara panglima angkatan bersenjata negara-negara di ASEAN. Pertemuan pertama berlangsung pada 2001 di Indonesia. Pertemuan rutin ini bertujuan untuk meningkatkan hubungan kerja sama antar anggota ASEAN.

Pada pertemuan tahun ini fokus pembahasannya kepada pemanfaatan aset militer untuk membantu negara yang tertimpa bencana alam. Total jumlah negara yang hadir pada pertemuan kali ini adalah sepuluh negara.

Agus Suhartono menambahkan bahwa hasil dari pertemuan ini akan dibawa ke tingkat pertemuan antar kementerian pertahanan. Saat ditanya langkah nyata pemanfaatan aset militer untuk keperluan bencana alam, Agus mengatakan akan ada Standar Operational Procedure-nya. (TEMPO/WDN)
Continue reading →

Saturday, March 26, 2011

Russian intelligence : Ground operation in Libya could start in April


The international coalition force is planning a ground operation in Libya that could start in late April, a high-ranking Russian intelligence service source said on Friday.

"Information coming via different channels shows that NATO countries, with the active participation of Britain and the United States, are developing a plan for a ground operation on Libyan territory," he said.

"From all indications, a ground operation will be launched if the alliance fails to force the Gaddafi regime to capitulate with air strikes and missile attacks."

If the events in Libya follow this scenario, the ground operation could start "in late April-early May," he added.

The UN Security Council imposed a no-fly zone over Libya on March 17, allowing "all necessary measures" to protect civilians from Muammar Gaddafi's attacks on rebel-held towns.

The operation to enforce the no-fly zone, codenamed Odyssey Dawn, is being conducted jointly by 13 states, including the United States, Britain and France.

Western warplanes have flown more than 300 sorties over the North African country and fired 162 Tomahawk missiles in the UN mission.(RIA/WDN)
Continue reading →

Monday, March 14, 2011

Indonesia Jadi Sasaran Intelejen AS

JAKARTA : Wakil Ketua Komisi I DPR TB Hasanuddin menilai berbagai macam kasus bocornya kawat diplomatik menunjukkan bahwa Indonesia saat ini sudah menjadi perhatian bahkan telah menjadi sasaran intelijen Amerika Serikat. Hal itu dikemukakannya di Gedung Parlemen, Jakarta, Senin (14/3).

"Tidak mustahil mereka melakukan penyadapan terhadap berita dan informasi rahasia yang kita miliki," ujarnya.

AS memandang perlu mengawasi dan mendapatkan informasi yang akurat, sambung dia, mengingat peran Indonesia di Asean dan Asia Pasifik, "Terutama hubungannya dengan Cina dan Korea Utara," imbuhnya.

Pemerintah, kata politisi PDIP ini, harus memperketat seleksi para pejabat dan agen intelijen terutama tentang ketaatan dan loyalitas kepada NKRI. "Pemerintah juga harus mulai mensterilkan tempat tempat rapat dari upaya-upaya penyadapan dan mengcover berita-berita rahasia yang masuk maupun keluar," tukasnya. (MI.COM/WDN)
Continue reading →

Alat Intelijen Didominasi Asing

GPS Buatan Leica.

Jakarta - Alat penginderaan yang merupakan bagian penting dalam alat-alat intelijen TNI Angkatan Darat masih didominasi produk asing. Walau demikian, TNI AD optimistis pada masa depan akan lebih banyak produk dari industri pertahanan dalam negeri.

”Kalau produk massal, secara jujur kita memang belum mampu,” kata Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal George Toisutta, Kamis (10/3), seusai membuka Simposium dan Pameran Teknologi Intelijen Geospasial 2011. Menurut George, kalau melihat banyaknya orang Indonesia yang belajar di industri-industri pertahanan di luar negeri, Indonesia sudah mampu. Oleh karena itu, ia yakin pada masa depan industri pertahanan Indonesia bisa mencukupi kebutuhan.

Menurutnya, pengembangan telah dilakukan di lingkungan TNI AD, termasuk oleh Litbang TNI AD.

Menurut Direktur Topografi Angkatan Darat Brigjen TNI Sutrisno, yang dalam acara ini menluncurkan bukunya, intelijen geospasial adalah paradigma baru. Intelijen ini mengeksploitasi citra, baik dari foto udara maupun citra satelit, sebagai data utama intelijen. Informasi yang menyangkut kebumian ini kemudian diolah untuk menjadi dasar pengambilan keputusan.

Dalam sambutannya, George menekankan pentingnya teknologi intelijen mengatasi ketertinggalan dalam teknologi informasi. Menurutnya, intelijen geospasial penting bagi operasi militer. Ia menekankan, karena saat ini perang tidak lagi hanya mengandalkan fisik dan alat, keterlibatan masyarakat harus ditingkatkan. ”Kultur dan sosial juga penting, coba kita lihat dominasi China saat ini,” katanya.

Ia mengatakan, saat ini terjadi perkembangan generasi perang yang melibatkan nirmiliter, yaitu penginderaan jarak jauh satelit yang bisa menganalisis apa saja. ”Ini termasuk sumber daya alam dan obyek vital sehingga daya tangkal kita jadi turun,” ujar George.

Untuk mengatasai hal ini, diperlukan strategi pertahanan yang integratif di darat, laut, dan udara. Selain itu, juga perlu peningkatan intelijen yang menekankan pada sinergi.

Dalam pameran yang digelar, terlihat bahwa semua alat yang dipamerkan berasal dari luar negeri. Direktorat Topografi Angkatan Darat memamerkan modifikasi dari alat GPS asal Inggris dengan menambahkan sistem dan peta Indonesia. Sementara deretan produk asing lain, seperti Leica dan Bosch, memamerkan teknologi pencitraan mereka.(KOMPAS/WDN)
Continue reading →

Thursday, March 10, 2011

Intelijen TNI Diperkuat dengan Teknologi Geospasial


Jakarta - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat akan meningkatkan kemampuan intelijennya dengan mengembangkan pemetaan wilayah dengan Teknologi Geospasial. Kepala Staf TNI AD Jenderal George Toisutta.

mengatakan, teknologi ini membantu TNI memutakhirkan peta tapal batas Indonesia.

"Bentuk konkret yang dapat kita lihat berupa album peta pulau terluar," kata George usai membuka acara seremonial TNI-AD bertajuk 'Simposium dan Pameran Teknologi Intelijen Geospasial' hari ini, Kamis 10 Maret 2011.

Teknologi Geospasial ini mampu menampilkan peta area tertentu dari hasil pemotretan jarak jauh. Layaknya aplikasi Google Map yang menampilkan peta hasil jepretan satelit. "Produk tersebut memberi gambaran, perkiraan kondisi fisik, serta merekam aktivitas yang terjadi pada suatu daerah," tutur Letkol Infanteri Dedy Agus, Kasub Dinas Penerangan Umum TNI AD.

Selain menampilkan gambar peta, teknologi ini juga menampilkan data-data lainnya seperti sumber daya alam, riwayat kejadian bencana, stok logistik, populasi, bahkan pertumbuhan ekonomi. Hal ini dapat terjadi sebab teknologi geospasial memadukan data visual dengan data kualitatif maupun kuantitatif suatu wilayah.

George berharap teknologi pemetaan geospasial dapat mengoptimalkan kinerja intelijen tentara. "Kita harus selalu berupaya mengembangkan kemampuan pertahanan negara bidang intelijen," ucapnya. (TEMPO/WDN)
Continue reading →

Wednesday, March 2, 2011

Pangdam: TNI Optimalkan Intelijen

SEMARANG : Panglima Komando Daerah Militer IV/Diponegoro Mayjen TNI Langgeng Sulistyono menyatakan akan terus meningkatkan kemampuan intelijen untuk mengantisipasi terjadinya kerusuhan massa dan terorisme.

"Seluruh jajaran Kodam juga telah saya perintahkan untuk mendukung penuh kepolisian setempat saat menangani aksi teror dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab," kata Pangdam di sela acara syukuran Hari Ulang Tahun Ke-61 Kodam IV/Diponegoro di Lapangan Parade Makodam, di Semarang, kemarin.

Ia mengatakan, pelaksanaan dukungan terhadap kepolisian tersebut sesuai Undang-undang yang berlaku dan kepolisian akan tetap sebagai pemegang komando dengan dukungan TNI. "Pada intinya adalah TNI akan melindungi seluruh masyarakat serta mencegah terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban," ujarnya.

Terkait HUT Ke-61 Kodam IV/Diponegoro yang diperingati dengan sederhana tanpa upacara militer, Pangdam mengatakan hal tersebut sesuai instruksi Panglima TNI dan untuk penghematan anggaran.

"Mulai tahun ini peringatan HUT yang boleh dirayakan hanya HUT TNI Angkatan Darat dan Hari Juang Kartika, sedangkan HUT korps atau kesatuan cukup dengan acara syukuran sederhana saja," katanya.

Menurut dia, dalam suatu peringatan HUT kesatuan TNI yang terpenting adalah kegiatan bakti sosial seperti donor darah, pengobatan dan sunatan massal, serta anjangsana ke panti asuhan.

Sementara itu, Satgas Batalyon Infanteri Mekanis Kontingen Garuda (Konga) XXIII-E/UNIFIL (Indobatt/Indonesian Battalion) menggelar "Market Day" untuk mendekatkan diri dengan masyarakat Lebanon.

Komandan Satgas Yonif Mekanis Konga XXIII-E/ UNIFIL Letkol Inf Hendy Antariksa melalui surat elektronik dari Lebanon, Selasa (1/3), melaporkan, "Market Day" itu digelar di Lapangan Soekarno Base UN POSN 7-1,Adshit Al Qusayr, Lebanon Selatan (27/2).

Pembukaan secara resmi ditandai dengan pemotongan pita oleh Komandan FHQSU yang juga bertindak selaku Komandan Kontingen Indonesia, Kolonel Pnb. Yulianta, didampingi Wadan Sektor Timur Kolonel Laut (E) Joko Edi S.(Suara Karya/WDN)
Continue reading →

Total Pageviews

Blog Archive

Labels

Followers