New Maju Indonesia Ku

Showing posts with label Nuklir. Show all posts
Showing posts with label Nuklir. Show all posts

Tuesday, February 12, 2013

Bila Diinginkan, Indonesia Dengan Mudah Membuat Senjata Nuklir

Jakarta - Indonesia disebut dapat dengan mudah membuat senjata nuklir apabila diinginkan. Hal itu dikarenakan Indonesia kini telah memiliki teknologi nuklir yang cukup maju untuk membuat senjata nuklir.

“Patut diketahui Indonesia dapat dengan mudah memiliki senjata nuklir jika mau. Teknologi nuklir yang kini Indonesia miliki dapat dengan mudah diubah menjadi teknologi untuk mebuat senjata nuklir,” ujar anggota Komisi I DPR, M. Nadjib, dalam seminar Kawasan ASEAN Bebas Nuklir di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (12/2/2013).

“Itu sebabnya komunitas internasional mengawasi sangat ketat negara-negara yang diketahui memiliki tenaga nuklir, seperti Iran,” lanjut Nadjib.

Nadjib menyebut komunitas internasional curiga dengan niat Iran untuk mengembangkan teknologi nuklir karena teknologi tersebut memang dapat dengan mudah diselewangkan untuk membuat senjata nuklir.

“Iran walaupun sampai sekarang tidak terbukti mengembangkan senjata dan mau bekerja sama dengan IAEA, namun tetap saja pihak Barat curiga dengan Iran,” terang anggota DPR itu.

Namun Indonesia Tidak Akan Pernah Buat Senjata Nuklir

Indonesia berkomitmen untuk tidak menggunakan teknologi nuklirnya untuk membuat senjata nuklir. Indonesia pun dianggap berhak untuk meminta kompensasi dari negara-negara maju atas komitmennya tersebut.

"Indonesia sudah berkomitmen untuk tidak membuat senjata nuklir. Indonesia hanya akan menggunakan teknologi nuklirnya untuk hal-hal yang bermanfaat untuk manusia dan kemanusiaan," ujar anggota Komisi I DPR, M. Nadjib, di sela-sela seminar Kawasan ASEAN Tanpa Senjata Nuklir di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (12/2/2013).

"Dengan komitmennya itu Indonesia berhak untuk mendapatkan kompensasi dari negara-negara maju yang mendukung pemusnahan senjata nuklir," lanjut Nadjib.

Nadjib menerangkan kompensasi yang telah didapatkan Indonesia antara lain bantuan pelatihan dan pengembangan Sumber Daya Manusia di bidang teknologi nuklir. Menurutnya hal tersebut sangat bermanfaat bagi Indonesia karena teknologi nuklir juga dapat digunakan untuk memantau bencana alam.

"Alat-alat yang digunakan dalam teknologi nuklir sangatlah canggih dan dapat juga dipakai untuk memantau bencana alam yang sering terjadi di Indonesia, seperti tsunami maupun gunung meletus," pungkas anggota Komisi I itu.(OKEZONE/WDN)
Continue reading →

Tuesday, September 11, 2012

Indonesia Mewacanakan Untuk Bangun Pusat Nuklir Di Kalbar

Jakarta - Pemerintah pusat mewacanakan untuk membangun pusat nuklir di Provinsi Kalimantan Barat karena di daerah tersebut ditemukan sumber daya alam uranium yang cukup besar.

Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Ariffin yang juga ketua Forum Percepatan Pembangunan dan Revitalisasi Kalimantan di Banjarmasin, Senin mengatakan, beberapa waktu lalu dia bersama dengan perwakilan Gubernur wilayah Kalimantan melakukan pertemuan dengan beberapa kementerian antara lain, Kementerian Ekonomi, ESDM dan terkait lainnya.

Salah satu hasil pembahasan dalam pertemuan tersebut adalah rencana pembangunan pusat pengembangan nuklir untuk memenuhi kebutuhan energi listrik dan sumber energi lainnya.

"Kalimantan adalah wilayah cukup kaya, bukan hanya tambang batu bara, emas dan lainnya tetapi juga uranium di Kalbar," katanya.

Karena bahan baku utama energi nuklir tersebut banyak di temukan di Kalbar, sehingga diwacanakan untuk mengembangkan energi tersebut untuk pembangunan pemenuhan energi masa depan Kalimantan.

Rencana tersebut, kata dia, juga menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memenuhi kebutuhan energi nasional yang kini masih kurang, sehingga pelaksanaan MP3EI serta Permen ESDM tentang larangan bahan baku energi keluar dari Indonesia bisa segera diwujudkan.

"Kami sangat berharap berbagai infrastruktur, jalan, jembatan dan bandara udara, pelabuhan laut dan energi di wilayah Kalimantan bisa diselesaikan pada 2014," katanya.

Tanpa dukungan infrastruktur dan energi yang memadai, tambah dia, pelaksanaan MP3EI dan Permen ESDM tersebut akan sulit untuk direalisasikan.

Apalagi, kata dia, beberapa negara importir tambang seperti Jepang, China, dan beberapa negara lainnya, kini sudah mulai mengurangi permintaan karena ditemukannya gas yang cukup besar di Amerika dan Australia.

Kondisi tersebut, kata dia, dikhawatirkan akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi di daerah, walaupun kini tambang bukan lagi satu-satunya tumpuan perekonomian Kalsel.

"Kedepan kita akan mengembangkan sektor perekonomian dalam arti luas, selain juga mendorong tumbuhnya investasi terutama industri skala besar," katanya.

Kini, tambah Gubernur, yang sudah siap untuk beroperasi adalah tiga perusahaan bijih besi di Kabupatan Tanah Laut dan Tanah Bumbu, sebagai salah satu wujud dari pelaksanaan MP3EI.(ANT/WDN)
Continue reading →

Tuesday, November 29, 2011

Pemerintah Setujui Pembangunan PLTN Sebesar 200 KW

Jakarta - Pemerintah akhirnya menyetujui pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) berkapasitas 200 kilowatt (KW) untuk memenuhi kebutuhan energi yang terus meningkat.

Demikian disampaikan Menteri BUMN Dahlan Iskan pada seminar nasional tentang kebijakan energi nasional dengan tema "KEN, Sebagai Fondasi Terwujudnya Kedaulatan Energi Menuju Kemandirian Bangsa" di Gedung DPR, Jakarta, Senin.

"Melihat kebutuhan energi yang terus meningkat, saya telah menyetujui pembangunan PLTN berkapasitas 200 KW," kata Dahlan.

Dahlan menjelaskan bahwa pembangunan PLTN di Indonesia memang banyak menuai kontroversi. Tapi jika melihat dari peristiwa kebocoran radiasi di PLTN Fukushima Jepang, menurut Dahlan, pembangunan PLTN tetap bisa dilanjutkan. Hal itu mengingat dalam peristiwa meledaknya PLTN Fukushima akibat guncangan gempa tersebut tidak ada korban jiwa satu pun.

"Saya sudah bertemu dengan banyak orang Jepang. Jadi begitu ada pengusaha yang minta izin bangun PLTN saya langsung menyetujuinya," katanya.

Dahlan menambahkan bahwa setelah pembangunan PLTN berkapasitas 200 KW selesai, pemerintah juga telah menyetujui pembangunan PLTN tahap berikutnya sebesar 2 MW.

"Setelah PLTN 200 KW selesai, maka akan ada pembangunan PLTN berikutnya dengan kapasitas 2 MW," ujarnya.(ANT/WDN)
Continue reading →

Friday, July 29, 2011

Batan Berikan Beasiswa Bila Memelajari Ilmu Kenukliran

Pangkal Pinang - Batan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) menyerahkan beasiswa untuk 18 pelajar Bangka Belitung di Pangkal Pinang, Jumat (29/7/2011). Para penerima beasiswa akan mempelajari ilmu-ilmu dasar yang menunjang teknologi kenukliran.

Kepala Pusat Pendidikan dan Latihan Batan, Hendriyanto, mengatakan, ilmu dasar penunjang kenukliran saat ini kurang diminati generasi muda. Karena itu, Batan menyelenggarakan program tersebut untuk mendorong penambahan sumber daya terkait nuklir.

"Beasiswa ini salah satu cara mendorong generasi muda mempelajari ilmu terkait kenukliran," ujarnya.

Tahun ini, Batan memberikan beasiswa kepada 18 pelajar. Mereka akan mempelajari ilmu penunjang kenukliran empat perguruan tinggi dalam negeri. Berdasarkan seleksi, satu pelajar diterima di Institut Teknologi Bandung, dua di Universitas Indonesia, empat di Universitas Gadjah Mada, dan sisanya di Sekolah Tinggi Teknik Nuklir.

"Seleksi dilakukan internal Batan dan perguruan tinggi tujuan," ujarnya.

Adapun seleksi internal Batan diikuti 140 pelajar dan menghasilkan 30 nominator. Para pelajar yang lolos seleksi internal didaftarkan ke seleksi penerimaan mahasiswa baru di empat perguruan tinggi tujuan. Hasilnya, hanya 18 dari 30 pelajar lolos seleksi.

"Mereka yang lolos seleksi perguruan tinggi akan menerima beasiswa belajar dan biaya hidup," tuturnya. (KOMPAS/WDN)
Continue reading →

Wednesday, July 6, 2011

Pembangunan PLTN Di Babel Akan Terus Berjalan

Pangkalpinang - Gubernur Provinsi Bangka Belitung (Babel), Eko Maulana Ali, mengatakan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Bangka Selatan dan Bangka Barat tetap berjalan sesuai yang direncanakan untuk memenuhi kebutuhan listrik nasional.

"Program PLTN merupakan kebijakan Pemerintah Pusat dan sudah masuk dalam `master plant` untuk percepatan dan perluasan pembangunan," ujarnya di Pangkalpinang, Selasa.

Ia mengatakan, pemerintah sampai saat ini masih mencari sumber alternatif lain untuk memenuhi kebutuhan listrik nasional, selain dari minyak dan gas yang semakin lama semakin menipis persediaannya.

Persediaan bahan bakar dari fosil seperti batubara, minyak dan gas persediaannya sudah mulai menipis, karena penggunaannya tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri tetapi juga untuk dieksport dalam jumlah besar.

"Untuk mengandalkan tenaga air juga mengalami kendala karena diperkirakan sudah mulai berkurang yang disebabkan anomali cuaca dan kerusakan lingkungan," ujarnya.

Untuk itu, katanya, pada 2025 sampai 2030 diharapkan proyek PLTN tersebut sudah mulai berjalan dan dapat memenuhi 40 persen kebutuhan listrik di wilayah Pulau Sumatera, Jawa dan Bali.

"Pemerintah pusat mengharapkan 2013 sampai 2015 tahap persiapan dan perencanaan sudah selesai dengan matang, jika hasil uji tapak tersebut menyatakan layak dan memungkinkan untuk dibangun, baru Pemerintah Pusat akan memulai program selanjutnya," katanya.

Proses pembangunan PLTN sangat panjang, kata dia, saat ini pemerintah masih mempelajari dan terus melakukan uji tapak di Babel, kerja sama dan penjajagan terus dilakukan untuk mencari kemungkinan terbaik untuk kemajuan pembangunan.

Untuk membangun satu unit berkapasitas satu gigawatt dibutuhkan dana sekitar Rp35 triliun, dan rencananya di Babel akan membangun dua unit yang akan ditempatkan di Muntok dan Permis.

"Dengan kebutuhan dana lebih dari Rp70 triliun tersebut, pemerintah tidak perlu khawatir karena sudah banyak investor luar negeri yang ingin ikut andil dalam proyek tersebut," katanya.

Jika proyek ini berjalan, katanya, Babel akan memiliki peran penting dan strategis dalam menentukan pembangunan nasional, karena sebagian besar kebutuhan listrik untuk industri akan bergantung PLTN tersebut.

"Dengan peran penting tersebut, kami mengharapkan dukungan dari seluruh masyarakat untuk memahami kebutuhan kelistrikan dimasa yang akan datang dan demi percepatan pembangunan nasional," katanya.(ANT/WDN)
Continue reading →

Sunday, May 15, 2011

PBB : Iran Dan Korut Lakukan Kerjasama Pengembangan Rudal Balistik Nuklir

Ilustrasi.

Jakarta - Sebuah laporan rahasia PBB menyatakan Korea Utara dan Iran nampaknya secara reguler melakukan pertukaran teknologi pembuatan misil balistik nuklir.

Dengan melakukan pertukaran teknologi, masih menurut hasil laporan itu, kedua negara melanggar sanksi yang dijatuhkan PBB.

Laporan itu juga menyebut pertukaran dilakukan melalui negara ketiga. Sejumlah diplomat yang tidak ingin disebut namanya kepada Reuters menduga keras negara ketiga itu adalah Cina.

Laporan ini akan semakin memperkuat kecurigaan dunia terhadap dugaan kerjasama nuklir Iran dan Korea Utara.

Selain itu, laporan ini menyulut keprihatinan atas komitmen Cina dalam mendukung sanksi terhadap Teheran dan Pyongyang terkait pengembangan program nuklir.

Laporan itu diserahkan sebuah Panel Pakar PBB kepada Dewan Keamanan, Jumat (13/5) lalu.

Panel ini beranggotakan para pakar yang melakukan monitor terhadap pelaksanaan sanksi PBB terhadap Pyongyang setelah Korea Utara melakukan tes nuklir pada 2006 dan 2009.

Sanksi PBB itu antara lain melarang penjualan nuklir dan pertukaran teknologinya dengan Korea Utara, termasuk embargo persenjataan.

PBB juga melarang transaksi dagang dengan sejumlah perusahaan Korea Utara, membekukan aset dan larangan bepergian untuk sejumlah individu Korea Utara.

"Barang-barang yang terkait misil balistik yang dilarang diduga telah berpindah antara Korea Utara dan Iran dalam penerbangan reguler Air Koryo dan Iran Air," kata laporan itu

"Korea Utara juga menyewa pesawat jika dirasa barang yang akan dikirim akan mudah diketahui," lanjut laporan tersebut.

Sejumlah diplomat di Dewan Keamanan PBB menyatakan Cina nampaknya akan menentang publikasi laporan dewan pakar itu.(DETIK/WDN)
Continue reading →

Saturday, March 12, 2011

Indonesia Siap Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir

Bandung - Menteri Riset dan Teknologi Suharna Surapranata mengatakan Indonesia telah siap membangun reaktor nuklir sebagai pembangkit tenaga listrik. "Kita harus pahami sudah siap, secara teknologi kita sudah mampu," ujarnya saat memberi kuliah umum di Aula Barat Institut Teknologi Bandung, Sabtu 12 Maret 2011.

Menurut Suharna, Indonesia telah memiliki kemampuan teknologi nuklir sejak tahun 1950-an. Beberapa reaktor nuklir yang telah dibangun Badan Tenaga Atom Nasional, seperti di Bandung, Yogyakarta, dan Serpong digunakan untuk riset obat dan pangan.

Ia mengakui reaktor nuklir memang berbahaya. Adapun terkait bahayanya jika dilanda gempa, keamanan reaktor tergantung teknologi yang akan dipakai nantinya. "Seperti di Jepang, begitu gempa langsung berhenti (operasi)," katanya.

Menurut Suharna, saat ini lebih penting mengetahui kapan Indonesia akan memulai membangun PLTN daripada berbicara teknologi reaktor nuklir yang akan dipakai. "Sebab Malaysia, Vietnam, Singapura, sudah mengarah ke sana," ujarnya. Indonesia juga harusnya mengambil pilihan membuat PLTN.

Saat ini, selain kajian tapak lokasi di Jepara, Jawa Tengah, pemerintah juga mempelajari calon lokasi PLTN di Bangka Belitung dan Kalimantan Timur. Usulan lokasi tersebut telah diajukan kepala daerah masing-masing. "Lokasi di Pulau Jawa sebagai alternatif," katanya.

Kebijakan dibangun tidaknya PLTN kini masih menunggu keputusan Dewan Energi Nasional. Rumusan Dewan itu selanjutnya akan dibahas bersama Dewan Perwakilan Rakyat. "Mungkin dalam tahun ini selesai," ujarnya. (TEMPO/WDN)
Continue reading →

Sunday, February 27, 2011

Batan Siapkan Dua Lokasi PLTN Di Babel


JAKARTA – Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) menyiapkan dua lokasi atau tapak untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Provinsi Bangka Belitung.

Kepala Pusat Pengembangan Energi Nuklir Batan Achmad Sarwiyana Sastratenaya mengatakan, dua lokasi yang disiapkan adalah di Kabupaten Bangka Barat dan Kabupaten Bangka Selatan.Di tiap tapak tersebut rencananya akan dibangun PLTN dengan kapasitas 10.000 megawatt (MW) dan 8.000 MW. “Kita siap lakukan feasibility study atau studi kelayakan pembangunan di dua lokasi, yakni Bangka Barat dan Bangka Selatan,” ungkap Achmad di Jakarta kemarin. Menurut dia, studi kelayakan untuk pembangunan PLTN di Bangka Belitung akan selesai pada 2013. Hasilnya, lanjut Achmad, akan dijadikan syarat untuk perizinan pembangunan dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten). Menurut dia,pemilihan Provinsi Bangka Belitung oleh Batan karena daerah tersebut tidak masuk dalam zona cincin api atau ring of fire sehingga relatif aman dari ancaman alamiah seperti gempa bumi, tsunami,atau letusan gunung api.

Anggota DEN Herman Agustiawan menyatakan,pembangunan PLTN sangat diperlukan mengingat makin meningkatnya kebutuhan energi listrik yang harus disediakan negara di tengah makin tipisnya cadangan sumber daya alam seperti minyak bumi dan gas.“Kondisi sumber daya fosil yang dimiliki seperti minyak gas dan batu bara tidak sebanding dengan laju pertumbuhan penduduk yang besar,maka kita perlu melihat sumber energi baru dan terbarukan,”tegasnya.(SINDO/WDN)
Continue reading →

Wednesday, January 26, 2011

Parlemen Rusia Sepakati START

Parlemen Rusia memberi dukungan terhadap traktat pelucutan senjata nuklir START. Dewan Federasi, majelis tinggi parlemen Rusia, secara bulat menyetujui kesepakatan yang ditandatangani oleh Presiden AS Barack Obama dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev bulan April 2010 lalu.

Menurut kesepakatan itu jumlah hulu ledak nuklir yang dimiliki oleh masing-masing negara dikurangi menjadi 1.550 unit. Senat AS sudah menyetujui traktat itu dengan hasil suara 71-26 tahun lalu, setelah berdebat selama berbulan-bulan.

Pemungutan suara pada Rabu minggu lalu sebagaimana warta AP dan AFP pada Rabu (26/1/2011), oleh Dewan Federasi itu dilakukan sehari setelah traktat itu diratifikasi oleh Duma, atau majelis rendah, dan merupakan langkah terakhir dalam proses persetujuan parlemen ini.

Traktat START Baru ini, singkatan dari Traktat Pengurangan Senjata Strategis, akan menggantikan traktat sebelumnya yang ditandatangani pada 1991 yang habis masa berlakunya di akhir 2009. Traktat itu mengatur pengurangan 30 persen hulu ledak dari batas sebelumnya dan menmungkinkan masing-masing pihak saling memantau kemampuan nuklir mereka.(KOMPAS/WDN)
Continue reading →

Tuesday, January 11, 2011

India-Indonesia Belum Punya Kesepakatan Nuklir

Jakarta - India saat ini belum memiliki kesepakatan mengenai pengalihan teknologi nuklir dengan Indonesia, kata Duta Besar India untuk Indonesia Biren Nanda di Jakarta, Selasa.

"Kerja sama energi kedua negara lebih banyak pada ekspor batu bara ke India, meski tidak menutup pada minyak fosil dan minyak kelapa sawit," kata Biren dalam wawancara dengan ANTARA mengenai hubungan bilateral India-Indonesia dan kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke India pada 24-26 Januari nanti.

Bahkan, jelas Biren, ada beberapa perusahaan swasta India yang melakukan pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi di Indonesia.

India sedang mengembangkan energi bersih dan menargetkan produksi pembangkit energi nuklir sebesar 16.000 megawat pada 2015.

"Sekarang kami hanya bisa menciptakan 4.000 megawatt energi nuklir, diharapkan pada 2015 kami bisa mencapai 16.000 megawatt," kata Dubes Biren.

Ia menjelaskan India masih terbatas dalam pembangunan instalasi pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) secara mandiri.

Menurut dia, India masih bergantung dengan energi batu bara, dan terfokus dengan energi bersih yang tidak mengontribusikan pemanasan global, seperti energi matahari, angin, nuklir dan air.

India baru memiliki lebih 20 pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) yang dibangun sendiri.

Dalam hal pembangkit listrik tenaga angin, katanya, India menghasilkan 12.000 megawatt listrik, yang merupakan penghasil terbesar ketiga dunia.

Pada bagian lain Biren menyinggung perdagangan kedua negara yang terus meningkat.

"Terjadi peningkatan 10-20 persen pertumbuhan perdagangan keduanya," tambahnya.

Data-data yang ada pada ANTARA, nilai total perdagangan Indonesia dengan India diperkirakan mencapai 12 miliar dolar AS selama 2010, lebih besar dari 2009 maupun 2008 sebelum terjadi krisis global.

Perkiraan itu dinilai realistis mengingat nilai total perdagangan antara kedua negara sempat menurun sedikit menjadi 9,6 miliar dolar AS pada 2009 akibat krisis global, dan menunjukkan peningkatan bermakna selama 2010.

Menurut data Kementerian Perdagangan, nilai total perdagangan antara Indonesia dan India sepanjang Januari-September 2010 sudah mencapai 9,3 miliar dolar AS.

Selain itu, pelaksanaan perjanjian perdagangan bebas antara ASEAN dan India (ASEAN India Free Trade Agreement/AIFTA) juga sedikit banyak ikut mendorong peningkatan perdagangan antara kedua negara.

Indonesia mulai memberlakukan AIFTA pada 1 Oktober, tapi penggunaan fasilitas preferensi AIFTA sudah cukup banyak.

Menurut data Kementerian Perdagangan nilai Surat Keterangan Asal (SKA) preferensi AIFTA sudah mencapai 120 juta dolar AS.

Ekspor Indonesia ke India, yang jumlah penduduknya mencapai 1,17 miliar dan ekonominya pada 2010 tumbuh 8 persen, cenderung meningkat dari tahun ke tahun.

"Indonesia mengalami surplus dalam perdagangan dengan India," kata Dubes Biren.

Nilai ekspor Indonesia ke India yang pada 2005 mencapai 2,9 miliar dolar AS naik menjadi 3,4 miliar dolar AS pada 2006, dan bertambah menjadi 4,9 miliar dolar AS pada 2007. Tahun 2008, nilai ekspor Indonesia kembali naik menjadi 7,1 miliar dolar AS dan naik lagi menjadi 7,4 miliar dolar AS pada 2009.

Selama Januari-Agustus 2010, ekspor Indonesia ke India mencapai enam miliar dolar AS atau meningkat 34,7 persen jika dibandingkan periode yang sama 2009.

Surplus perdagangan Indonesia ke India selama kurun waktu itu mencapai 4,6 miliar dolar AS.

Dalam hal ini komoditas ekspor terbesar Indonesia ke India antara lain minyak sayur, minyak sawit mentah, batu bara, biji tembaga, kacang mete, kertas koran, mesin dan elektronik, produk kimia, karet alam, balata, barang dari kaca dan bubur kertas.

Sementara komoditas ekspor terbesar India ke Indonesia antara lain benang nilon, bahan kimia organik, produk besi dan baja, tembaga dimurnikan, serat sintetis, kapas.(ANT/WDN)
Continue reading →

Friday, January 7, 2011

Mantan Agen Mossad :Jangan Diserang Dulu, Iran Baru Punya Bom Nuklir 2015

Meir Dagan, mantan direktur Mossad

Program nuklir Iran mau tak mau membuat Israel cemas. Bahkan beberapa pejabat tinggi memunculkan usulan serangan militer pencegahan, demikian menurut penilaian intelijen yang dipublikasikan, Jumat (7/1)

Namun sikap terkini, Israel meyakini Iran tidak akan mampu memproduksi bom nuklir sebelum 2015. Direktur mata-mata Mossad yang telah pensiun, Meir Dagon, pada Kamis, menyatakan bahwa ada keyakinan baru pada Israel atas sanksi dan aksi rahasia--dipimpin AS--yang ditujukan untuk menghambat atau menghadang program pengayaan uranium Iran.

"Jika itu maksudnya, maka Iran tidak akan mencapai tingkat bom nuklir sebelum 2015," ujar Dagan. Sebelumnya, pada Juni 2009, Dagan sempat meyakini bahwa Iran dapat memiliki hulu ledak nuklirnya yang pertama pada 2014 dan menyampaikan kecemasan itu ke panel parlemen Israel.

Dagan, mantan jenderal yang mengabdi pada Mossad selama delapan tahun memang cukup berhati-hati dengan prospek menggunakan kekuatan senjata terhadap fasilitas nuklir Iran.

Serangan itu dapat memprovokasi Iran, yang menyangkal membuat bom, untuk berhenti dari Pakta Non-Proliferasi nuklir dan sebaliknya akan terus menggenjot program nuklirnya serta bebas dari pemeriksaan PBB.

"Israel jangan sampai mempercepat serangan ke Iran. Langkah itu dilakukan hanya bila pedang sudah di ujung leher," ujar Dagan.

Israel diasumsikan adalah satu-satunya negara yang memiliki persenjataan nuklir di kawasan Timur Tengah. Namun banyak pengamat mengatakan angkatan udara Israel terlalu kecil bila toh ingin melakukan serangan sendirian terhadap fasilitas nuklir Iran yang konon tersebar dan dibentengi kuat.

Israel juga waspada dengan risiko serangan balik dari Iran. Amerika Serikat selama ini selalu menegaskan tidak ingin menyaksikan perang di kawasan tersebut, namun seperti Israel, ia tak berkuasa untuk memaksa Iran menghentikan fasilitas nuklirnya.(REPUBLIKA/WDN)
Continue reading →

Thursday, January 6, 2011

XB-70 Valkyrie Hampir Jadi Pesawat Nuklir Pertama Dunia


XB-70 Valkyrie

Valkyrie merupakan pesawat yang hadir berdekade lebih awal dari waktunya. Pesawat pengebom ini bahkan direncanakan menjadi pesawat bertenaga nuklir pertama di dunia.

Pentagon sejak lama ingin menggantikan pengebom strategis jarak jauh AS, B-52 pada tahun 1950-an, untuk memperluas jangkauan senjata nuklir. Pengganti diharapkan dapat menjelajah pada ketinggian ekstrim, mengangkut bom nuklir dan bertahan di udara dalam periode lama.

Pesawat itu juga harus memiliki kecepatan super untuk menghindari cegatan pesawat tempur, ancaman utama pengebom jarak jauh masa itu. Mengingat tak seorang pun berpikir mesin jet biasa dapat memproduksi tenaga cukup efisien untuk memenuhi permintaan itu, riset awal pun telah memfokuskan pada pemasangan reaktor nuklir.

Ini bukan sekedar rencana hipotesis-- sebuah pesawat Convair B-36 Peacemaker pernah dilengkapi dengan reaktor nuklir yang berfungsi dan terbang dalam beberapa kali misi uji coba di pertengahan 1950-an. Sebuah lempengan besar memisahkan reaktor dari kompartemen kru dan bagian kokpit digarisi dengan timbal.

Saat itu uji coba dilakukan terutama untuk memastikan efek radiasi pesawat dan kemampuan perisai yang melindungi para kru, namun B-36 tidak benar-benar didorong dengan tenaga reaktor. Soviet saat itu juga melakukan program serupa menggunakan pesawat Tupolev Tu-119.

Lalu, hadirlah dokumen desain awal untuk pesawat yang akhirnya akan menjadi XB-70, disebut sebagai pesawat yang menggunakan daya nuklir. Cabang riset saat itu berakhir buntu, sebagian karena biaya desain dan riset yang luar biasa tinggi. Alasan lain karena seseorang telah mengatakan bahwa menempatkan reaktor nuklir dalam pesawat militer adalah resep dari risiko bencana mengerikan.

Ide Supersonik

Namun, tanpa daya nuklir, bagaimana pesawat berukuran besar dapat begerak cepat dengan mengangkut bahan bakar yang cukup untuk misinya? Setelah menghilangkan opsi tanki tambahan masif yang diisi oleh bahan bakar diperkaya boron, pakar rekayasa teknik dari Penerbangan Amerika Utara datang dengan ide cerdas: menggunakan efek aerodinamis dari kecepatan supersonik.

Ide kunci disebut pengangkatan terkompresi. Gelombang kejut yang membentuk di tepi permukaan pesawat supersonik itulah yang mengangkat pesawat ke atas, dengan syarat bila bentuk tubuh didesain benar. Terutama pada ketinggian ekstrim, di mana udara begitu tipis, sistem tersebut sangat meningkatkan efisiensi.

Desain akhir Valkyrie menggunakan kait sayap besar yang dapat dilipat setengahnya untuk membentuk 'saluran' di bawah rangka sayap. Saluran itu menghubungan dan fokus pada gelombang kejut. Hasilnya, pesawat dapat meluncur pada kecepatan Mach 3 (3675.132 km/jam) menuju target dan masih punya cukup persediaan bahan bakar untuk kembali pulang.

Sekilas, Valkyrie, tidak terlihat seperti pesawat yang dikembangkan pada akhir 1950-an dan awal !960-an. Bentuk sayap delta (segitiga memanjang), sirip depan yang panjang ke depan dan badan ramping, lebih akrab dengan desain 1980-an atau 1990-an.

Faktanya, ketika pesawat dengan desain berbentuk macam tadi memungkinkan terbang, pakar masih harus menemukan atau mengembngkan materi yang bisa bertahan dengan kinerja super tadi.

Saat itu mereka tidak memiliki komposit serat karbon canggih yang bisa digunakan. Alih-alih tubuh Valkyrie dibuat dari baja stainless. Sebuah kulit tipis menutupi lapisan sarang lebah, yang tak hanya kuat, tetapi juga berfungsi menghilangkan panas tinggi yang dihasilkan dari penerbangan supersonik. Beberapa permukaan juga menggunakan alumunium khusus yang dikenal René 41.

Kisah tak Berakhir Bahagia

Dua Valkyrie dirakit dan diuji coba secara mendalam sepanjang 1960-an. Sayangnya, inovasi teknologi lain tak mengabsahkan alasan Valkyrie untuk hadir. Saat itu alasan pesawat pencegat bukan lagi ancaman utama pesawat pengebom. Rudal jelajah berhulu ledak masih cukup efektif untuk menggagalkan pesawat di ketinggian ekstrim.

Alasan lain, Pentagon tidak lagi membutuhkan pengebom jarak jauh untuk mengantarkan senjata nuklir. Mereka memiliki intercontinental ballistic missile (rudal jelajah antar benua/ICBM) yang melakukan pekerjaan kotor tersebut. Karena itu, XB-70 tidak pernah masuk rumah produksi.
,
Sebuah peristiwa menambah akhir tidak bahagia dalam kisah Valkyrie. Pada 1966 dalam sesi pemotretan di udara menyusul sebuah uji coba penerbangan, sebuah F-104 tak sengaja memotong sayap kanan XB-70 No.2. Pesawat tempur itu berguling di atas Valkyrie, merusak kedua sayap dan penstabil vertikal sebelum meledak. Valkyrie kehilangan kontrol dan jatuh memutar mendatar.

Sang pilot, Al White, berhasil melontarkan diri namun terluka parah, sementara co-pilot Carl Cross meninggal. Pilot F-104 juga tewas dalam insiden tersebut. Peristiwa itu membuat XB-70 Valkyrie menjadi satu-satunya jenis tersisa. Bila anda berkesempatan menginjak daratan AS, anda bisa mengunjungi prototipe yang tak pernah diproduksi itu dalam Museum Nasional Angkatan Udara AS, dekat Dayton, Ohio.(Republika/WDN)
Continue reading →

Total Pageviews

Blog Archive

Labels

Followers