New Maju Indonesia Ku

Showing posts with label INDIA. Show all posts
Showing posts with label INDIA. Show all posts

Thursday, April 18, 2013

Indonesia Dan India Bahas Implementasi Kerjasama Pertahanan

Jakarta - Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Rabu (17/4), menerima kunjungan Duta Besar India untuk Indonesia HE Gurjit Singh di Kantor Kemhan, Jakarta. Kedatangannya menemui Wamenhan ini adalah untuk membicarakan kemajuan hubungan kerjasama pertahanan antara kedua negara dan upaya untuk meningkatkannya, hal ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan Menhan India menemui Menhan RI pada Oktober tahun lalu. Wamenhan dalam pertemuan ini menjelaskan, dalam rangka peningkatan kerjasama pertahanan kedua negara Indonesia ingin melakukan transfer teknologi dengan industri pertahanan India karena saat ini industri pertahanan India telah sampai pada taraf advance.

Sedangkan dalam hal kerjasama militer, Wamenhan berharap kedua negara dapat bekerjasama dalam bidang peningkatan capacity building personelnya.

Dalam pertemuan ini Dubes India untuk Indonesia juga, menyatakan bahwa dalam upaya peningkatan kerjasama pertahanan kedua negara, India menyadari saat ini Indonesia sedang berupaya meningkatkan kemampuan alutsista dan industri pertahanan dalam negerinya. Karena itu India menawarkan joint production dan alih teknologi dari beberapa alutsista yang diproduksinya.

Selain itu. disadari pentingnya kerjasama dalam pengamanan perdagangan di perairan yang sangat penting saat ini, dirinya juga menyambut baik rencana diadakannya pembicaraan trilateral antara Indonesia, Australia dan India mengenai Samudra India.(DMC/WDN)
Continue reading →

Wednesday, October 17, 2012

Indonesia Dan India Tingkatkan Kerjasama Alutsista, Maritim Dan Terorisme

Jakarta - Menteri Pertahanan Indonesia Purnomo Yusgiantoro dan Menteri Pertahanan India A.K. Antony menggelar pertemuan perdananya di Jakarta. Dalam pertemuan itu, Antony tampak gencar membahas isu keamanan laut.

"Sejarah menunjukkan, hubungan Indonesia dan India sangat erat, kita juga dekat secara kultural. Kedua negara ini memainkan peranan penting dalam penciptaan perdamaian dan stabilitas," ujar Antony, di Kementerian Pertahanan RI, Jakarta, Selasa (16/10/2012).

Selain membahas isu terorisme, Antony menggaris bawahi isu keamanan maritim yang selama ini terancam dengan insiden perompakan. Keamanan maritim sangat penting lantaran 90 persen arus perdagangan melewati laut.

"Beberapa ancaman maritim adalah pembajakan, trafficking dan sejumlah ancaman baru yang kian bermunculan. Keamanan maritim sangat krusial dan kita membutuhkan kerja sama untuk hal itu," ujar Antony.

Pertemuan bilateral antar-menhan itu merupakan kelanjutan The 3rd Indonesia - India Joint Defence Cooperation Committee (JDCC) yang dihadiri Sekretaris Jenderal Kemhan kedua negara tersebut. Dalam pertemuan JDCC, kedua negara berhasil meningkatkan kerja sama pertahanan.

Pada April 2013 mendatang, Menhan Purnomo juga akan berkunjung ke India untuk hadir dalam pertemuan bilateral kedua. Menhan Purnomo pun turut mengajak India ikut serta dalam latihan kontra-teror yang digelar di Indonesia dalam kerangka ASEAN Defence Ministerial Meeting (ADMM) Plus pada September 2013.

India Tawarkan Senjata Kaliber Besar dan Truk Militer

Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro, Selasa (16/10) setelah menerima kunjungan kehormatan Menteri Pertahanan India, Shri AK Antony beserta rombongan di gedung Kemenhan Jakarta, menyampaikan keterangan persnya kepada wartawan, tentang misi dan tujuan dari diadakannya kunjungan kedatangan Menhankam India ke Jakarta, dalam rangka melakukan Meeting Bilateral Indonesia - India dengan Menhankam, Purnomo Yusgiantoro beserta jajaran pejabat Kemenhankam TNI kedua negara.

Menhan menjelaskan, dari hasil pertemuannya, "kita baru saja melaksanakan bilateral meeting dengan Menteri pertahanan India, Shri AK Antony. Kita bertukar pikiran mengenai masalah Internasional di sekitar kita, nanti akan di jelaskan lagi oleh Sekjen, Marsekal Madya Earis Harianto. Dalam meeting tahap awal antara Sekjen kemenhan, pak Earis Harianto dan Secretary Maisteri dari India tadi. Sudah banyak yang kita bahas, diantaranya: kerjasama Maritim, Security dan keamanan lainnya," ujar Purnomo.

Sekjen Kemenhan, Marsekal Madya Earis Harianto mengatakan, "Dalam meeting bilateral tadi, kita telah membahas kerjasama Sharing Information, Schering Intelijen, Officer Iterpres, tawaran dari dari pihak India tentang Amunisi Kaliber Besar dan mesin-mesin truk, serta mesin untuk Kendaran tempur, juga telah kita diskusikan," jelasnya.

Sedangkan Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan, Brigjen Hartind Asrin mengatakan, "Indonesia juga tidak ketinggalan dalam menawarkan produk industri pertahanan dalam negeri kepada India, diantaranya yang kita ditawarkan yaitu: pesawat CN 235, kapal Landing Platform Dock 125m, panser Anoa, dan senjata-senjata lainnya. Dalam hal ini, mereka juga meresponnya dengan positif, mereka juga tahu bahwa industri pertahanan Indonesia juga bagus," pungkas Hartind Asrin.

India Belum Tawarkan Misil untuk Indonesia

Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemhan Brigjend TNI Hartin Asrind mengatakan, sampai saat ini India belum menawarkan misilnya ke Indonesia. Namun tak menutup kemungkinan Indonesia akan membeli misil dari Negeri Bollywood.

Dalam pertemuan bilateral Menteri Pertahanan Indonesia Purnomo Yusgiantoro dan Menhan India AK Antony, India merespons baik tawaran kerja sama militer dengan Indonesia. Indonesia pun menawarkan produk-produk dari PT Dirgantara Indonesia. Namun pembahasan mengenai misil belum bergulir.

"India punya misil tapi mereka belum menawarkan ke kita. Kalau memang bagus ya kita beli," ujar Hartin di Kementerian Pertahanan Indonesia, Jakarta, Selasa (16/10/2012). Hartin turut menambahkan, India merupakan negara dengan kekuatan angkatan udara yang baik. Negeri Bollywood itu juga menjadi konsumen utama bagi jet Sukhoi buatan Rusia.

India dan Indonesia juga akan mengembangkan kerja samanya di bidang pertahanan dan produksi industri militer, mengingat baiknya perkembangan industri pertahanan negara tersebut.(OKEZONE/BERITA HUKUM/WDN)
Continue reading →

Tuesday, September 11, 2012

Perbandingan Program Antariksa Antara India Dan Indonesia

Jakarta - Indonesia dan India mendeklarasikan kemerdekaan pada waktu yang hampir sama. Bahkan Indonesia lahir lebih dulu pada 17 Agustus 1945 sedangkan India pada 15 Agustus 1947. Namun prestasi di bidang antariksa kedua negara tersebut jauh berbeda. Ketika India sudah berkali meluncurkan satelit sendiri Indonesia masih belum pernah meluncurkan satelit sendiri.

India memang bintang baru dalam industri antariksa. Mereka telah berhasil mengirim probe pengamatan menuju Bulan, bahkan mereka telah berencana mengirim probe pengamat ke Mars. Bahkan India baru saja sukses meluncurkan misi antariksanya yang ke 100 dengan mengirim dua satelit milik Perancis dan Jepang pada orbitnya.

Raihan prestasi India dalam bidang antariksa dimulai pada 1975 di mana mereka berhasil membuat satelit sendiri. Satelit yang diberi nama Aryabhata tersebut kemudian diluncurkan menggunakan roket Soviet.

Lalu bagaimana Indonesia? Indonesia saat ini tertinggal jauh dalam pengembangan teknologi antariksa. Indonesia pertama kali terlibat dengan dunia antariksa pada 1976 dengan peluncuran satelit Palapa. satelit tersebut sayangnya merupakan buatan Hughes (sekarang Boeing), perusahaan pembuat satelit asal Amerika Serikat.

Ketertinggalan Indonesia dirasa karena kurangnya perhatian pemerintah masa itu pada dunia antariksa. Satelit saat itu hanya digunakan sebagai sarana telekomunikasi. Pemerintah kurang memandang bahwa teknologi satelit dapat digunakan untuk berbagai masalah lain seperti ilmu pengetahuan dan pertahanan keamanan.

Namun semenjak era reformasi perhatian pemerintah sedikit bertambah. Berbagai program telah direncanakan untuk membawa Indonesia menjadi negara yang memiliki teknologi antariksa maju.

Proyek pertama adalah peluncuran satelit lapan A2. Satelit mikro ini merupakan satelit pertama yang murni buatan Indonesia. Satelit ini dapat digunakan untuk pengambilan citra bumi dan monitor lalu lintas kapal. Lapan berencana meluncurkan satelit ini pada 2013 menumpang pada roket India.

Proyek lain yang tak kalah penting adalah penelitian roket. Lapan berencana menguji roket RX 550 miliknya pada akhir tahun ini. RX 550 dirancang untuk pengembangan roket pembawa satelit. Roket ini akan menjadi titik dasar Indonesia sebagai peluncur satelit.

Proyek roket ini cukup rumit karena teknologi propelan (bahan bakar roket), material roket yang tidak dikuasai ilmuwan Indonesia. Keterlambatan pengembangan ini cukup terasa efeknya karena negara seperti India sudah berkali-kali meluncurkan satelit menggunakan roket miliknya. Namun RX 550 adalah bukti komitmen Lapan dan pemerintah dalam pengembangan teknologi antariksa.

Sebenarnya ada proyek lain yang sudah cukup lama direncanakan. Proyek tersebut ialah proyek pembangunan pangkalan peluncuran satelit di Biak, Papua. Pembangunan yang dibangun bersama Rusia ini karena lokasi Indonesia di khatulistiwa sangat menguntungkan dalam peluncuran satelit. Lokasi khatulistiwa akan memudahkan meletakkan satelit pada orbitnya. Namun sayang belum ada kabar lanjutan proyek ini.

Itulah kondisi industri antariksa Indonesia. Pelan tapi pasti Indonesia berusaha mengejar ketertinggalannya dari negara lain.

Sumber : Merdeka
Continue reading →

Friday, August 3, 2012

Indonesia Harus Tiru Industri Pertahanan India

Mumbai - India dalam dua dekade ini tidak hanya dipandang sebagai negara yang memiliki pertumbuhan ekonomi tinggi. Kini, India juga dianggap sebagai negara dengan kekuatan bersenjata yang sangat diperhitungkan negara-negara lain.

Atase Pertahanan Kedutaan Besar RI (KBRI) di India, Letkol Laut I Putu Arya Angga Suardika mengungkapkan, India banyak bekerjasama dengan Rusia dalam bidang persenjataan, termasuk untuk pengembangan industri pertahanan. "Saat ini India adalah negara dengan anggaran terbesar untuk mengimpor industri pertahanan," kata Putu pada sela-sela acara kunjungan Ketua DPR RI Marzuki Alie di India, Kamis (2/7).

Putu menjelaskan, India terlibat dalam empat kali peperangan melawan Pakistan terkait konflik wilayah di Kashmir. Karenanya pula, kata Putu, India terus berupaya mengembangkan industri pertahanannya agar tidak tergantung pada negara lain.

"India terus memperkuat industri pertahananannya. Kita perlu mencermati hal ini," ucapnya.

Sedangkan Duta Besar RI untuk India, Andhi M Ghalib menyatakan bahwa India telah tumbuh menjadi salah satu kekuatan pertahanan yang diperhitungkan di dunia. India, kata Ghalib, sudah mampu menciptakan peluru kendali (rudal) antarbenua bernama Agni dengan radius jelajah hingga 5000 mil. "India ini bangsa yang cerdas, termasuk dari segi pertahanan," ucap Ghalib.

Pensiunan TNI Angkatan Darat dengan pangkat terakhir Letnan Jenderal itu pun menyarankan pemerintah Indonesia agar mulai belajar dari India dalam pengadaan persenjataan. Jika perlu, lanjut Ghalib, Indonesia mengubah mindset tentang persenjataan yang selama ini hanya berkiblat ke Eropa menjadi ke India. "Komisi I DPR yang membidangi pertahanan bisa mendorong hal ini," sebutnya.

Menanggapi hal itu, anggota Komisi I DPR, Sidharto Danusubroto mengaku setuju dengan pandangan Ghalib. "Bukan hanya dalam hal senjata, tapi juga segalanya. Jangan kita hanya beralih ke look east, tapi langsung look India!" cetusnya.

Sedangkan Ketua DPR RI Marzuki Alie menyatakan, Indonesia harus mengembangkan industri-industri strategisnya. "Mindset-nya jangan hanya membeli, tapi bagaimana kita bisa membuat dan memberdayakannya," ucapnya.(JPNN/WDN)
Continue reading →

Wednesday, November 30, 2011

Rusia Bantah Dugaan Atas Kontrak Tank T-90S India

New Delhi - Moskow bingung atas rumor media India yang mengklaim bahwa Rusia menolak untuk memenuhi kontrak selama satu dekade lisensi produksi tank tempur utama T-90S di India, kata satu sumber industri pertahanan Rusia.

"Pihak Rusia tepat waktu dan benar-benar memenuhi semua perjanjian dengan India mengenai produksi berlisensi dari tank T-90, termasuk pengiriman semua komponen yang diperlukan dan transfer dokumentasi teknis," kata sumber itu pada Selasa.

Business Standard India mengatakan pada 28 November bahwa lisensi produksi tank T-90 telah "dilumpuhkan oleh Moskow dalam mentransfer teknologi dan juga bahkan perakitan-perakitan buatan Rusia yang diperlukan untuk pembuatan tank-tank India."

"Hal ini sulit untuk mengatakan mengapa tuduhan seperti ini muncul," kata sumber Rusia itu.

Dia menambahkan bahwa semua isu kontroversial pada kontrak senjata dengan India segera diselesaikan oleh komisi kerja sama teknis-militer antarpemerintah Rusia-India.

Sumber-sumber diplomatik Rusia di India percaya bahwa rumor yang muncul di media India itu mencerminkan upaya oleh pihak India untuk mengalihkan tanggung jawab atas ketidakmampuan sendiri mengelola produksi peralatan militer yang canggih.

India memesan 310 unit tank T-90 pada tahun 2001 setelah mengalami penundaan dalam pembuatan tank tempur utama setempat Arjun dan keputusan Pakistan untuk membeli T-80 dari Ukraina.

Satu kontrak juga ditandatangani untuk lisensi produksi lain 1.000 unit tank T-90.

Ketidaksepakatan awal dengan Rusia atas transfer teknologi diselesaikan pada akhir tahun 2008, kata pernyataan resmi oleh kedua pihak.

Sejauh ini hanya 150 unit T-90 yang telah dibangun di pabrik kendaraan berat (HVF) di Avadi, Chennai, India.

Menurut publikasi lain di media India, tingkat kelambatan produksi ini disebabkan oleh kegagalan dari beberapa sub-kontraktor India untuk memenuhi kewajiban mereka di bawah kontrak.(ANT/WDN)
Continue reading →

Tuesday, November 1, 2011

Kapal Selam Buatan ITS Akan Diuji coba 2013

Surabaya - Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya membuat kapal selam yang diberi nama Kapal Perang Crocodile-Hydroffoil. Saat ini pembuatan baru mencapai sekitar 20 persen berupa penyiapan dua mesin kembar diesel Mitsubishi 6D40T dengan kapasitas masing-masing 350 PK serta pembuatan mal atau contoh badan kapal sesuai ukuran.

"Pembuatan kapal selam ini menggunakan dana program insentif riset dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan," kata Kepala Laboratorium Hidrodinamika Fakultas Teknik Kelautan Institut Sepuluh Nopember Surabaya Wisnu Wardhana, Selasa (1/11/2011) di Surabaya.

Alokasi dananya mencapai Rp 3 miliar yang disampaikan selama tiga tahun antara 2011-2013 atau setiap tahun sebesar Rp 1 miliar.

Menurut Wisnu, Kapal Perang Crocodile-Hidrofoil merupakan yang pertama di Indonesia. "Kapal selam ini kombinasi dari tiga fungsi, yaitu untuk kapal hidrofoil yang melayang hanya bagian sayap yang menyentuh permukaan air, kemudian fungsi kapal permukaan, dan fungsi kapal selam dengan kedalaman 5-7 meter," kata Wisnu.

Dijadwalkan, kapal ini selesai tahun 2013. Lokasi uji coba di Selat Madura. (KOMPAS/WDN)
Continue reading →

Saturday, October 29, 2011

Dubes Pakistan : Kami Tak Ingin Indonesia Mengirim Pasukannya Ke Pakistan

Jakarta – Duta Besar Pakistan untuk Indonesia, Sanaullah, berharap pemerintah Indonesia dan negara sahabat lainnya bisa terus menanyakan kepada pemerintah India mengenai pelaksanaan jajak pendapat seperti yang diamanatkan Resolusi Dewan Keamanan PBB tahun 1957.

Karena nyatanya, hingga kini pemerintah India belum memberikan hak kepada rakyat Pakistan untuk melaksanakan jajak pendapat.

"Kami tidak menginginkan Indonesia mengirimkan militernya ke Pakistan untuk membantu kami, tidak. Kami ingin menempuh jalan damai, bukan jalan militer," kata Sanaullah, saat menemui mahasiswa dari Universitas Nasional dan Tarumanegara yang menghadiri Peringatan Hari Kashmir di Kedutaan Besar Pakistan, Jakarta, Kamis (27/10).

Resolusi DK PBB tanggal 24 Januari 1957, menjadi resolusi kelima yang diterbitkan, untuk menyelesaikan aksi pendudukan militer India di wilayah Kashmir dan Jammu.

Sepuluh tahun sebelum resolusi PBB dikeluarkan, pada 27 Oktiber 1947, tentara India melakukan invasi militer ke kedua wilayah tersebut dan berusaha mengklaim sebagai bagian dari India, hingga kini. Peristiwa itu kini dikenal rakyat Pakistan sebagai The Blackest Day for Kashmiris atau Hari Paling Kelam bagi Rakyat Kashmir.

Dalam resolusinya, PBB meminta rakyat Kashmir—yang mayoritas beragama Islam—untuk menentukan nasib mereka sendiri dengan memilih antara Pakistan dan India. Perjuangan secara gerilya juga dilakukan rakyat Kasmir sebagai bentuk perlawanan penindasan semena-mena yang kerap dilakukan militer India.

Catatan pemerintah Pakistan, pelanggaran hak asasi manusia (HAM) oleh tentara India sejak Januari 1989 hingga Oktober 2010, setidaknya terjadi pembunuhan terhadap 93.505 warga Kashmir.

Selain itu, juga terjadi 6.976 pembunuhan tahanan, 118.607 penahanan, dan 9.980 perempuan yang diperkosa oleh tentara atau polisi India. "Kami berharap Indonesia bisa membujuk India untuk menempuh jalaur damai untuk mengakhiri penderitaan bertahun-tahun rakyat Kashmir," pinta Sanaullah. (Republika/WDN)
Continue reading →

Sunday, October 16, 2011

English News : India, Vietnam And Indonesia Potential Market Stealth Destroyer Russian

Moskow - Russia plans to begin constructing a new generation of "stealth" destroyers in 2012 that will form the backbone of the combat power of Russia's surface fleet, Russian newspaper Pravda reported.

But since much of Russia's income comes from arms sales and exports, that new stealth technology might be simply hype designed to sell boats, Thomas Fedyszyn, director of the Europe-Russia Studies Group at the U.S. Naval War College in Newport, R.I. said.

"They're trying to sell this to India, Vietnam, Indonesia … as marketers, they would per force be required to make statements like this," he told FoxNews.com. (His opinions are his own, not that of the Naval War College, the academy noted.)

"The vast majority of warships built today boast stealthy features to one degree or another," agreed James Holmes, a fellow professor at the Naval War College specializing in Asian sea power. The U.S. has built stealthier ships for two decades, he said.

"Russia is already building stealthy ships for the Indian Navy," he told FoxNews.com.

The news echoes the August unveiling of Russia's first stealth fighter -- nearly two decades after the F-22 Raptor was unveiled, the first U.S. prototype stealth jet. Russia similarly described that plane as "the backbone" of the Russian air force, and of India's.

"Russia's cooperation with India on this project will help it promote the fifth-generation jet on the foreign market," Mikhail Pogosyan, president of United Aircraft Corporation, the state aviation holding company, told the RIA Novosti news agency.

Pravda nevertheless touted the technical might planned for the stealth destroyer: Over the next 20 years, the country plans to build 14 to 16 of the new destroyers, which will be outfitted with a variety of weapons, including anti-ships missiles, anti-submarine torpedoes, and cruise and anti-aircraft missiles. And it could replace three different types of vessel.

"It will leave behind large-anti-submarine ships with the help of state-of-the-art hardware. Its assault and anti-aircraft performance will outstrip present-day destroyers and guided-missile cruisers," a source from the Russian defense industry told Russian language newspaper Izvestia.

U.S. experts were less enthusiastic.

"I'm not persuaded that they will revolutionize surface warfare," Fedyszyn told FoxNews.com. "It's probably not a revolutionary stealth technology that makes them invisible to all things at all times," he said.

Russia does consider its navy a symbol of national pride and prestige, Holmes pointed out, clearly a second key motive behind the stealth boat hype.

How stealthy can a 10,000-ton ship be?

The sheer size of such a vessel would make it nearly impossible to make it absolutely invisible to every sensor, experts agreed. The improvements to the new Russian ships -- the exact type of stealth technology was not described -- were likely evolutionary tweaks similar to those put in place by other navies.

Every manufacturer making ships today is adding "stealth" technologies, from rubberized gaskets that silence pumps to softer, less-reflective angles to new materials that absorb radar signals rather than bounce them back.

"Everyone who's building ships these days is changing angles so they don't become radar beacons," Fedyszyn told FoxNews.com. "We build them stealthier than we used to build them."

Another form of stealth lies in heat dissipation. Modern stacks are designed to be cooler than they were made 25 years ago, when manufacturers simply didn't think about preventing a ship from showing up on infrared sensors.

"You have to have a much more powerful radar to pick up a 21st century destroyer than a 20th century destroyer," Fedyszyn added.

Ingalls Shipbuilding, the largest manufacturer of Arleigh Burke class destroyers for the U.S. Navy, has built several tweaks into the latest boats to boost stealth. A spokesman for Ingalls declined FoxNews.com requests for more information.

Invisibility technology is being built into countless military vehicles as well, notably the "invisible tank" being built by BAE Systems. One of the ways that company makes its tanks hide is Adaptiv -- an armor encasing that looks and feels as one imagines a dragon's scales to -- which turns tanks into chameleons, allowing them to disappear into the environment behind them.

That's easy to add to a tank. It's tougher on a destroyer.

"Could they also put in a completely radar absorbent material? Very unlikely," Fedyszyn told FoxNews.com.

The U.S. navy planned a next-generation destroyer of its own; called the Zumwalt class or DDG 1000, it was designed to be even stealthier than current generation destroyers -- and was largely cancelled due to cost overruns.

But that hasn't stopped shipmakers from quieting vessels and limited radar cross sections in every new generation.

"This isn't as big a story as the Pravda piece lets on. We've been incorporating stealth features for twenty years," Holmes told FoxNews.com.(FoxNews/WDN)
Continue reading →

Tuesday, September 27, 2011

Indonesia Dan India Patroli Di Selat Malaka

Jakarta - Indonesia dan India memulai patroli terkoordinasi di Selat Malaka.

Komandan Satuan Kapal Penyapu Ranjau Komando Armada RI Kawasan Barat (Dansatran Koarmabar), Letnan Kolonel Laut (P) Heribertus Yudho Warsono, sebagai Dansatgas Patroli Terkoordinasi India dan Indonesia (Patkor Indindo) ke-18/2011, mengemukakan hal itu susai menerima perwakilan Angkatan Laut India di Belawan, Sumatera Utara, Senin.

Kedatangan Kapal Perang Angkatan Laut India yaitu Indian Navy Ship (INS) Mahish L 15 dan INS Bangaram T 65, dengan komandannya Yasho Vijay Joshi sebagai Komandan Satgas Angkatan Laut India, menandai patroli terkoordinasi tersebut.

Dansatran Koarmabar Letkol Laut (P) H Yudho Warsono mengatakan Indonesia dan India mempunyai sejarah panjang dalam hubungan baik sebagai negara tetangga.

"Angkatan Laut kedua negara mempunyai tanggung jawab dalam pengamanan laut bersama, khususnya perairan internasional Selat Malaka," katanya.

Yudho menambahkan, "Melalui kegiatan Patroli Terkoordinasi TNI Angkatan Laut dengan Angkatan Laut India ini, diharapkan perairan Selat Malaka terbebas dari berbagai ancaman dan gangguan keamanan laut antara lain perompakan, penyelundupan, illegal logging, dan pencemaran,".

Patkor Indindo ke-18/2011 rencananya berlangsung selama 30 hari, dan akan ditutup di Port Blair India.

Dalam kegiatan pengamanan perairan Selat Malaka, TNI Angkatan Laut melibatkan unsur Kapal Republik Indonesia (KRI) Silas Papare-386 dan Pesawat udara Patroli Maritim P-850. (ANT/WDN)
Continue reading →

Wednesday, May 25, 2011

Australia Waspada Peningkatan Kapal Selam India, Indonesia Dan China

Sydney - Australia harus waspada dengan peningkatan jumlah kapal selam dan kebutuhan kapal perang anti kapal selam di Asia, ujar seorang analisis inteligen dan mantan penasehat militer pada era pemerintahan Howard.

Brice pacey mengatakan bahwa negara - negara seperti India, Indonesia dan China telah memulai perlombaan untuk meningkatkan armada kapal selam mereka.

Dalam sebuah dokumen dari Kokoda Foundation yang diberitakan hari ini, Pacey berpendapat bahwa Australia harus mempertimbangkan untuk mengupgrade kapal selam Collins dan mempercepat pengadaan 12 kapal selam baru serta penambahan kapal perang anti kapal selam.

Pacey mengatakan pada tahun 2030 akan ada lebih banyak kapal selam di kawasan tersebut, dan dapat melakukan misi rahasia serta dapat membawa senjata yang lebih efektif.

Secara khusus, China pada tahun 2025 diperkirakan memilik 78 kapal selam jumah tersebut dari 65 tahun lalu. Pacey juga mengatakan kapal selam tersebut untuk mempertahanankan dari tekanan Taiwan.(Northernweekly/WDN/MIK)
Continue reading →

Monday, May 16, 2011

English News : India To Invest $46.96 Billion On 101 Naval Ships

The India Navy.

New Delhi - India will invest $46.96 billion as part of its move to boost up its naval forces over the next 20 years adding 101 new warships, ranging from sophisticated destroyers to nuclear submarines.

"Going by the investment value, India is expected to build sophisticated destroyers, new generation and new radar vessels, nuclear submarines, and amphibious ships," Naval analyst Bob Nugent and vice president of the United States-based AMI International, said here today.

Speaking at a pre-event press conference for the International Maritime Defence Exhibition and Conference to be held here for May 18 to 20, the international expert said that Indian investments in surface and under sea platforms would be double that of China, which was spending $23.99 billion to build 113 war vessels.

While, Indian naval programme would be focused on building nuclear submarines, the Chinese thrust would be on building an aircraft carrier.

India, he said was looking at building compact high-speed and high-tech warships, the analyst said, that Indian shipyards were in the process of completing high-speed coastal boats to prevent Mumbai type terror attacks from the sea.

He said, that Indian naval shipyards were already operating its full capacity, raising the risk of ship building programmes running short of local yard space.

He cited that the first casualty could be India's ambitions to build six French Scorpene submarines, adding that this order could be reduced from six to three due to limited yardspace.

Maritime experts said, that India's expenditure on warship building could account for as much as 27.8%of the total investment in Asia-Pacific.

They said, that India and China naval buildup programme would outstrip that of non-NATO and even Russian investments.

Other major naval investors in Asia-Pacific would include Australia - $14 billion, Indonesia - $7 billion, Taiwan - $16 billion, Pakistan - $2.85 billion and Singapore - $1.74 billion.

Backing his confident in the Indian investment on naval ships, he pointed out that India have built and or was in the process of completing 100 coastal boats.

Nugent stressed that the high dollar investments for each country showed the high-end naval vessels to be built in the coming years though the number of units might be small.

He said the region was already rated as the world's leading investor in the naval vessels, with 340 units, worth $69.1 billion, being built or to be completed over the next three years.(DNAINDIA/WDN)
Continue reading →

Tuesday, April 26, 2011

Indonesia Dan India Melakukan Patkor Indindo Di Perairan Selat Malaka

INS Batti Malv.

Belawan - Dua Kapal Perang Angkatan Laut India INS Cheetah dan INS Batti Malv serta satu pesawat tempur INS Dornier siap berpartisipasi dalam kegiatan Ind-Indo Corpat yang merupakan patroli terkoordinasi pengamanan perairan dengan TNI AL.

Direncanakan kegiatan Indian Navy dan TNI AL yang dilaksanakan di mulut Selat Malaka dan Laut Andaman India tersebut, sebagai bagian dari tindakan untuk menjaga bagian dari Samudera Hindia agar aman dari ancaman khususnya bagi pelayaran komersil.

Menurut Commander Pankaj Sharma selaku kapten INS Cheetah, patroli terkoordinasi antara India – Indonesia ini merupakan putaran ke-17 yang dijadwalkan berlangsung mulai April 2011. Dimana Satuan Tugas ini dipimpin oleh Naval Component Commander Commodore BC Sethi.

Kegiatan ini diawali dengan partisipasi pengerahan KRI Pattimura yang melaksanakan patroli bersama Indian Navy selama dua hari, dalam upacara seremoni pembukaan yang dilaksanakan oleh Komponen Angkatan Laut India Komando Andaman dan Nicobar di Port Blair.

Melalui patroli terkoordinasi ini, lanjut Pankaj, hubungan pertahanan yang terjalin antara Indonesia dan India berkembang dengan baik, di mana kedua bangsa saling berlatih dalam kegiatan kerjasama antar Angkatan Bersenjata dari kedua Negara bersahabat ini.

Dijelaskan Pankaj, India dan Indonesia mengikat kemitraan strategis ini pada saat kunjungan kenegaraan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono ke India pada tahun 2005 lalu. Kemitraan tersebut menggambarkan kedekatan hubungan pertahanan kedua negara.

Hal ini dilanjutkan dengan dilaksanakannya kunjungan tetap dari perwira tinggi kedua negara. Laksamana Slamet Soebijanto, mantan Kepala Staf Angkatan Laut Indonesia (Kasal) yang mengunjungi India pada tahun 2007. Sedangkan Laksamana Nirmal K. Verma, Kepala Staf Angkatan Laut India pun mengunjungi Indonesia pada April 2011.

Bahkan sebelumnya dua kapal Angkatan Laut India yaitu INS Airavat dan IND Khanjar ikut berpartisipasi dalam International Fleet Review TNI AL yang diadakan pada Agustus 2009 silam di Bitung.

Nantinya dijadwalkan, kata Pankaj, setelah melaksanakan patroli terkoordinasi di laut lepas, kapal-kapal dan pesawat TNI AL dan Angkatan Laut India yang berpartisipasi akan berkumpul di Belawan dari (24/4) – (26/4),guna melaksanakan acara penutupan Ind-Indo Corpat ke-17 tersebut.

Senin (25/4) malam, Konsul Jenderal India di Medan R Sukumaran menjamu makan malam personil angkatan laut tersebut di The Exchange Club, Uniland Medan. Hadir pada jamuan makan malam tersebut antara lain Konsul Jenderal Jepang di Medan Yuji Hamada, Konsul Amerika Serikat di Medan Stanley Harsha, Konsul Jenderal Malaysia di Medan Norlin Othman, anggota DPD RI asal Sumut Dr Rahmat Shah dan lainnya.(Harian Analisa/WDN)
Continue reading →

Sunday, April 17, 2011

Empat Negara Asia dengan Belanja Militer Terbesar

Rudal Agni III Buatan India.

Sejumlah angkatan bersenjata di dunia tahun lalu menghabiskan dana US$1,63 triliun.

Jakarta - Amerika Serikat (AS) selama ini terkenal sebagai pasar penghasil persenjataan dunia dan ditaksir bakal menjual hingga US$50 miliar pada tahun ini. Walaupun diketahui bisnis persenjataan dunia pada 2011 tidak akan sebaik setahun sebelumnya.

Sejumlah angkatan bersenjata di berbagai negara tahun lalu tercatat menghabiskan dana hingga US$1,63 triliun, atau naik tipis 1,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran dana tersebut, termasuk untuk pembelian senjata, keperluan prajurit, serta dana untuk memelihara perlengkapan dan infrastruktur militer yang sudah dimiliki.

Berdasarkan data Stockholm International Peace Research Institute seperti dikutip VIVAnews.com dari laman 247wallst.com, Sabtu, 16 April 2011, disebutkan bahwa banyak negara yang hingga kini belum menyerah untuk mengurangi anggaran pertahanan mereka. Bahkan, belanja militer di negara-negara Afrika dan Amerika Selatan justru meningkat hingga 6 persen.

Di antara 10 negara di dunia yang mengeluarkan anggaran besar selama 10 tahun terakhir, tercatat empat negara dari kawasan Asia masuk dalam daftar tersebut. Sementara itu, dari kawasan Eropa tercatat lima negara memiliki anggaran militer terbesar yaitu Italia, Jerman, Rusia, Prancis, dan Inggris.

Posisi pertama dalam daftar 10 negara yang mengalokasikan dana terbesar selama 2010 dipegang oleh Amerika Serikat yang mengeluarkan dana hingga US$698 miliar. Kenaikan anggaran militer tersebut meningkat 81,3 persen dibandingkan posisi pada 2001.

Berikut empat negara Asia yang menganggarkan miliaran dolar AS selama 2010 untuk kegiatan militer :

4. India

Belanja militer 2010: US$41,3 miliar.
Perubahan 2001-2010: 54,3 persen.
Persentase terhadap produk domestik bruto (PDB): 2,7 persen.

India menempati posisi kelima negara di Asia atau kesembilan dunia sebagai negara yang mengalokasikan dana cukup besar untuk kegiatan militernya. Anggaran belanja militer India tahun lalu sebesar US$1 miliar memang menurun jika dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, penurunan ini diperkirakan tidak bertahan lama karena pada Februari lalu, pemerintah India meningkatkan belanja militernya sebesar 11,6 persen. Hal itu dilakukan seiring makin kuatnya militer di China dan Pakistan.

3. Arab Saudi

Belanja militer 2010: US$45,2 miliar.
Perubahan 2001-2010: 63 persen.
Persentase terhadap PDB: 10,4 persen.

Tingginya anggaran belanja militer Arab Saudi tidak terlepas dari kekuatan ekonomi yang begitu besar. Anggaran sebesar US$45,2 miliar tahun lalu merupakan 10,4 persen dari total produk domestik bruto (PDB) negara Teluk ini. Persentase ini merupakan yang terbesar dibandingkan negara-negara dengan anggaran belanja terbesar dalam daftar 10 negara ini. Arab Saudi juga menjadi negara yang mengalami peningkatan belanja militer terbesar dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 4 persen.

2. Jepang


Belanja militer 2010: US$54,5 miliar.
Perubahan 2001-2010: minus 1,7 persen.
Persentase terhadap PDB: 1 persen.

Jepang selama ini sudah mempertahankan anggaran militernya hanya sebesar 1 persen terhadap PDB sejak 1967. Sebagai hasilnya, penghematan anggaran militer Jepang telah membuat perekonomian negara tersebut semakin kuat. Di saat berbagai negara Asia Timur meningkatkan belanja modal lebih dari 55 persen selama 10 tahun terakhir, Jepang justru mengalami penurunan anggaran 1,7 persen.

1. China


Belanja militer 2010: US$119 miliar (perkiraan).
Perubahan 2001-2010: 189 persen.
Persentase terhadap PDB: 2,1 persen (perkiraan).

China merupakan negara kedua di dunia yang menghabiskan dana paling besar untuk belanja militer sepanjang 2010. Negara Tirai Bambu ini juga mengalami pertumbuhan tercepat di antara negara-negara lainnya. Sejak 2001 hingga 2010, tercatat anggaran militer China mengalami pertumbuhan yang melesat hingga 189 persen. Pertumbuhan itu lebih dari dua kali lipat di antara 10 negara yang masuk dalam daftar ini.

Pelemahan ekonomi pada 2009 menyebabkan kenaikan anggaran belanja China hanya meningkat 3,8 persen. Namun, anggaran pada 2011 diperkirakan naik 12,7 persen.

Banyak analis yang yakin anggaran pertahanan China sebetulnya lebih tinggi dari laporan yang selama ini beredar di masyarakat.(Vivanews/WDN)
Continue reading →

Monday, March 14, 2011

India Negara Pengimpor Senjata Terbesar

Parade Militer India.

Sebuah laporan dari lembaga penelitian internasional menyebut India menggeser posisi Cina sebagai negara importir senjata terbesar di dunia.

Lembaga penelitian Stockholm International Peace Research Institute menyebutkan impor senjata India mencapai sembilan persen dari keseluruhan nilai pembelian senjata yang terjadi di dunia dalam kurun waktu 2006-2010.

Seperti dikutip dari Associated Press seperlima dari senjata yang diimpor oleh India ini berasal dari Rusia.

Dalam kajiannya lembaga itu juga menyebutkan dalam kurun waktu tersebut sejumlah negara juga meningatkan anggaran pembelian senjatanya.

Mereka adalah Uni Emirat Arab, Israel, Mesir, Aljazair.

Posisi India sebagai importir senjata terbesar ini kemungkinan akan bertahan hingga beberapa tahun kedepan.

Pengaruh Cina


Cina yang selama ini menjadi negara pengimpor terbesar mulai bergeser posisinya karena negara itu berhasil mengembangkan industri senjata dalam negeri, sesuatu yang tidak bisa dilakukan oleh India.

"Dari senjata yang mereka pesan saat ini, kami tahu bahwa dalam kurun waktu dua tahun kedepan India akan menjadi negara pemgimpor senjata terbesar di dunia," kata Siemon Wezeman, peneliti senior di lembaga tersebut.

Pemerintah India melalui Juru Bicara Menteri Pertahanannya, Sitanshu Kar menolak untuk berkomentar karena mengaku belum membaca laporan penelitian itu.

Laporan itu menyebutkan anggaran pertahanannya India untuk tahun depan adalah US$ 32,5 miliar atau lebih tinggi 40 persen dari anggaran pembelian senjata dua tahun lalu.

Peningkatan anggaran pertahanan India ini terjadi ditengah menguatnya pengaruh kekuatan Cina di kawasan regional dan jalur pelayaran di Samudera Hindia.

New Delhi melihat langkahnya dapat meningkatkan pengaruhnya di kawasan tersebut.

Langkah India ini juga merupakan upaya untuk meredam kekuatan negara tetangganya, Pakistan yang masih kerap berikai di wilayah perbatasan.(DETIK/WDN)
Continue reading →

Thursday, March 10, 2011

India Menawarkan Sukhoi Kepada Indonesia


Jakarta – Menhan Purnomo Yusgiantoro, Rabu (9/3), menerima kedatangan Duta Besar India untuk Indonesia Mr Biren Nanda beserta staf, di kantor Kemhan, Jakarta. Pertemuan ini dimaksudkan untuk menawarkan kejasama alusista antara Indonesia dengan India. Menhan menyambut baik penawaran Pemerintah India ini dengan harapan dapat memperkuat skuadron sukhoi yang dimiliki oleh TNI AU.

Pengajuan atas kerjasama ini disampaikan oleh Rajit Khumar, selaku delegasi kedutaan India untuk Indonesia. Dalam penjelasannya kepada menhan, dirinya mengajukan beberapa hal diantaranya menawarkan pembelian sukhoi, memberikan training maintenance sukhoi, helikopter dan penawaran alutsista lainnya serta skema pembayarannya. Keunggulan atas peralatan alusista india ini terutama sukhoi dan pesawatnya juga sudah di ujicoba dan didiskusikan oleh CPR (Committee of Permanent Representative).

Menhan juga di undang untuk hadir dalam rapat parlemen pada bulan Juli sampai dengan Agustus untuk memberikan tanggapan atas pengajuan ini sekaligus menyetujui pembelian tersebut.

Usai menerima kunjungan Dubes India, menhan juga menerima kunjungan Atase Pertahanan Amerika Serikat di Indonesia Col. Russel Bailey di Kantor Kemhan, Jakarta. Kedatangannya kali ini adalah untuk membicarakan mengenai rencana kunjungan Menhan Purnomo Yusgiantoro ke Washington, Amerika Serikat pada akhir Mei mendatang dan berkoordinasi dalam menyusun jadwal kunjungannya.

Dijelaskan oleh Menhan, bahwa Presiden RI telah menunjuk dirinya untuk menjadi vocal point dalam pembahasan RUU Intelijen. Menhan berharap dapat bertemu dengan Menhan dan Menlu Amerika Serikat jika itu memungkinkan untuk melakukan kunjungan kehormatan.

Dalam pertemuannya dengan Menhan dan Menlu AS, dirinya dapat mendiskusikan dan belajar mengenai sistem UU Intelijen yang berlaku di Amerika Serikat. DPR RI mengharapkan Intelijen dipayungi oleh satu badan koordinasi, tapi menurut menhan hal itu sulit karena sistem operasi dan jangkauan yang berbeda-beda antara intelijen Polri, TNI dan Kejaksaan.

Menhan juga berharap dapat bertemu pimpinan Homeland Security, karena saat ini Pemerintah Indonesia sedang menyiapkan pembentukan Dewan Keamanan Nasional dan perundang-undangannya sedang dalam proses finalisasi di Sekretariat Negara dan berharap dapat diserahkan ke DPR RI secepatnya. Menhan berharap dapat berdiskusi mengenai hal ini dengan membandingkan dengan proses pembentukan homeland security di AS.(DMC/WDN)
Continue reading →

Tuesday, February 15, 2011

China Dapat Menyerang India Pada Tahun 2014




China Dapat Menyerang India Pada Tahun 2014

(WDN/MIK) - Cina ingin memastikan supremasi Cina di Asia dalam beberapa tahun ini.Cina khawatir atas peningkatan kerjasama militer antara India dan Amerika Serikat.cina Memperhatikan bahwa militer India telah tergantung pada senjata Rusia dan kemudian ke Israel, tetapi Amerika Serikat telah menjadi sumber yang paling penting untuk pengadaan tentara India dan bahwa mekanisme untuk pengelolaan yang sama muncul secara bertahap.

Cina ketakutan bahwa negara-negara seperti Jepang, India, Vietnam, Australia, Filipina, Indonesia, dan Korea mencoba untuk bergabung anti-Cina karena mereka bisa perang atau konflik kepentingan dengan Cina.

Anggaran militer Cina, yang secara resmi sekitar $ 78 miliar tapi diperkirakan oleh pemerintah AS untuk sekitar $, 150 miliar billion sedangkan india $32 miliar untuk belanja pertahanan tahunan. Yang paling penting adalah untuk membuat militer India cukup mengagumkan untuk menghadapi musuh. Adalah penting untuk cepat memodernisasi Angkatan Bersenjata India dalam hal sumber daya manusia dan melengkapi mereka dengan kemampuan teknologi untuk melakukan operasi ofensif yang mendalam.

Ancaman China telah mencapai level "Orange" selama beberapa tahun dan gejala invasi yang meningkat dibangun selama beberapa dekade menunjukkan karakteristik china untuk invasi secara diam diam.Cina mengklaim atas Arunachal Pradesh.untuk melawan klaim berlapis lapis oleh cina,India harus menuntut bahwa wilayah ilegal yang diduduki oleh Cina dan Pakistan harus segera dikosongkan

Dalam tujuan jangka panjang India menyatakan permintaan pengosongan wilayah dari semua wilayah ilegal diduduki oleh Cina dan Pakistan. Untuk menyamakan aksesi hukum Kashmir oleh New Delhi,india beranggapan dengan pendudukan secara paksa independen dari Tibet oleh China adalah suatu kekeliruan. Selain itu, perbatasan kita dengan Tibet tidak pernah independen dan dengan China.

proses negoisasi perbatasan telah berlangsung terus menerus sejak tahun 1981, membuat proses negoisasi ini terpanjang dan paling lama antara kedua negara dalam sejarah modern. Rekor mencakup delapan putaran pembicaraan tingkat tinggi antara tahun 1981 dan 1987 dan 14 pertemuan kelompok kerja bersama antara 1988 dan 2002. perdebatan terbaru di 2009 adalah putaran keempat belas perundingan antara perwakilan khusus yang ditunjuk sejak 2003.

India telah mulai memperbaiki infrastruktur di sepanjang perbatasan dengan Cina dan membangun jalan baru dan bandar udara. pasukan khusus ditunjuk untuk ditempatkan di perbatasan dan senjata yang dibeli untuk ditempatkan di semakin tinggi

New Delhi juga telah menyuarakan keprihatinan atas anggaran pertahanan meningkat oleh China. Sementara itu, India telah mencoba lebih "kejelasan dan transparansi" dalam kerjasama nuklir China 'dengan Pakistan, mengatakan, Beijing harus lebih "sensitif" ke sebuah "perhatian yang tulus

Berbicara tentang hubungan antara China dan India di New School di New York, Menteri Luar Negeri Nirupama Rao mengatakan India "tidak melawan" Pakistan' hubungan dengan negara lain, namun New Delhi mempunyai hubungan dengan bentuk "keprihatinan nyata tentang beberapa aspek" antara Beijing dan Islamabad

Dukungan Cina 'untuk ambisi nuklir Pakistan''s, Rao mengatakan, adalah daerah dimana India adalah "mencari kejelasan andtransparency dan membiarkan diskusi terbuka." Awal pekan ini, laporan telah menunjukkan bahwa Cina dan Pakistan baru-baru ini menandatangani perjanjian di mana Beijing untuk membangun reaktor nuklir keempat di Pakistan''s Khushabin provinsi Punjab.(Samaylive/WDN)
Continue reading →

Embraer Mungkin Akan Buat Pesawat Latih Bersama India



Bangalore (WDN/MIK) - Brasil Embraer SA, mengembangkan sebuah pesawat turboprop pelatih dasar bersama-sama dengan India untuk memenuhi permintaan potensial dari angkatan udara di kedua negara, seorang eksekutif senior perusahaan mengatakan pada hari Jumat. Embraer juga berharap untuk segera mendapatkan kontrak dari India untuk memasok sembilan pesawat multi-misi, Orlando JF Neto,kata wakil presiden eksekutif untuk pasar pertahanan,

Embraer adalah salah satu dari beberapa perusahaan pertahanan di seluruh dunia yang berpartisipasi dalam pameran Aero India diselenggarakan dengan harapan bahwa negara-negara Asia Selatan akan membeli lebih banyak senjata, pesawat terbang dan peralatan pertahanan lainnya untuk memodernisasi angkatan bersenjata. India telah mengalokasikan anggaran militer pemerintah federal dari 1,47 triliun rupee pada tahun fiskal berjalan sampai Maret.

Mr Neto mengatakan angkatan udara Brasil saat ini memiliki antara 100 dan 150 Tucano turboprop pesawat pelatih - diproduksi oleh Embraer - yang akan perlu di-upgrade atau diganti dengan pesawat pelatih baru di 2018. "Jadi, kita juga akan memiliki ruang untuk penggantian dan sehingga ada ruang lingkup untuk bekerja sama mengembangkan dan memproduksi bersama pelatih dasar," kata Neto. "Kedua negara mungkin dapat menghabiskan uang yang sama dan menghasilkan sekitar 100-150 setiap pesawat."

Mr Neto mengatakan "diskusi kontrak" adalah di India untuk pembelian sembilan pesawat multi-misi di negara ini. Embraer telah memberikan platform warisan pesawat untuk penawaran tersebut. "[Pesawat multi-misi] akan untuk surveilans, interferensi elektronik, campur tangan dari media dan transportasi VIP," katanya. "Kami berada dalam tahap akhir diskusi

Mr Neto mengatakan perusahaan akan memberikan yang pertama dari tiga Embraer 145 jet India telah memesan pada paruh kedua tahun ini. Jet akan digunakan untuk intelijen, pengawasan dan misi pengintaian oleh angkatan udara India. Jet akan datang terintegrasi dengan sistem Airborne Peringatan Dini dan kontrol yang telah dirancang dan dikembangkan oleh negara-lari India Pertahanan Penelitian & Pengembangan Organisasi.

Embraer menerima kontrak senilai 250 juta untuk tiga jet di tahun 2008. Mr Neto mengatakan pengiriman dua jet sisanya akan selesai awal tahun depan. Dia mengatakan ada kemungkinan untuk mengekspor pesawat Embraer 145 dilengkapi dengan radar peringatan dini yang dikembangkan India untuk negara-negara lain bersama dengan India. "Kami melihat ruang untuk ekspor," katanya. "Produk ini akan menarik perhatian dari negara-negara lain di kawasan [Asia Pasifik] dan di tempat lain."(WJS/WDN)
Continue reading →

Monday, February 14, 2011

Eurofighter menawarkan Alih Teknologi, Inggris membatalkan varian eurofighter untuk Angkatan Laut dengan F-35 JSF



2011-02-09 Aero India 2011,Eurofighter telah memamerkan varian angkatan laut terbaru dari Eurofighter Typhoon dan telah ditawarkan kepada Angkatan Laut India.Eurofighter juga telah berkompetisi dengan pabrikan lain bagi Angkatan Udara India untuk pemesanan Medium Multi Role Combat Aircraft (MMRCA) dan didukung oleh Menteri Pertahanan inggris Dr Liam Fox untuk mendorong kesepakatan.

Dalam konferensi pers di pusat media Aero India,beliau berbicara tawaran Eurofighter untuk kompetisi dan penawaran M-MRCu disebut sebagai penawaran terbaik dalam perundingan.Sekaligus menjawab pertanyaan dari tingginya harga Erofighter Typhoon tersebut dibandingkan dengan pesaingnya,Menteri mengakui harga awal pembelian tinggi tetapi membuat beliau membuat pernyataan untuk biaya perawatan yang lebih rendah, seperti jet tempur yang digunakan selama puluhan tahun di Angkatan Udara India.

Ketika ditanya tentang varian angkatan laut Eurofighter Typhoon sebagai peluang untuk angkatan laut yang potensial bagi Royal Navy, Menteri tegas menolak ide itu dan menegaskan kembali komitmennya untuk pembelian 35 Joint Strike Fighter program sebagai pesawat bagi Angkatan Laut Inggris

Sebuah pertanyaan spesifik komitmen Inggris untuk transfer teknologi (ToT) dan komitmen negara-negara Eurofighter lain (Spanyol, Jerman dan Italia) akan berkomitmen sama seperti Menteri pertahanan inggris. Ia mengatakan semua negara Eurofighter ini sejalan dengan India terkait isu-isu transfer teknologi.

Menteri mengakui bahwa pemotongan anggaran pertahanan yang dibuat di Inggris sangat mempengaruhi.Inggris tetap menjadi pemain yang kuat dalam hal strategis. Sebuah kemitraan potensial antara India dan Inggris untuk BAE Systems Type 26 frigat yang berbicara tentang kemungkinan dilanjutkan pengembangannya.(INDIA DEFENSE/MIK/WDN)
Continue reading →

Thursday, February 10, 2011

Pesawat Tempur Generasi Ke 5 Akan Menelan Biaya Lebih Dari $ 6 Milyar Dolar

Prototipe Pesawat Tempur Generasi Ke 5 T-50.

BANGALORE (WDN/MIK)- Pengembangan pesawat tempur generasi kelima antara Rusia dan India akan menelan biaya sebesar $ 6 milyar dolar, kata direktur keuangan Hindustan Aeronautics Ltd.(HAL) D.Shivamurti.

Rusia dan India telah meneken kontrak pada akhir desember tahun lalu yaitu pengembangan bersama dalam pembuatan desain pesawat tempur multirole generasi ke 5.

Sukhoi holding Rusia dan Hindustan Aeronautics Limited menyutujui penandatangan pada tahun 2010 untuk pengembangan pesawat tempur generasi ke 5 yaitu mengunakan desain T-50.

"Sebuah fase secara detail untuk desain pesawat, termasuk biaya proyek, kemungkinan biaya akan menelan anggaran lebih dari $ 6 milyar," kata Shivamurti.

"Pekerjaan pesawat tempur ini kami dan mereka [India dan Rusia] masing-masing dengan proporsi 35/65."

Rusia telah mengembangkan pesawat generasi ke 5 sejak tahun 1990an. Prototipe kini, dikenal sebagai T-50, dirancang oleh biro desain Sukhoi dan dibangun di pabrik di Komsomolsk-on-Amur di daerah timur Rusia.

Para pejabat Rusia telah memuji pesawat tempur tersebut sebagai "pesawat tempur yang unik" yang menggabungkan kemampuan sebuah pesawat tempur superior di udara dan pertempuran di udara.

Rusia berencana untuk menggunakan pesawat tempur 5G yang akan dikembangkan menjadi versi ekspor T-50, sementara India mengharapkan pesawat baru untuk bergabung dengan angkatan udara pada tahun 2020.(RIA/WDN/MIK)
Continue reading →

Russian-Indian joint development of 5G fighter jet to cost $6 billion - HAL

T-50 fighter jet

The Russian-Indian joint development of a fifth generation fighter jet will cost some $6 billion, Hindustan Aeronautics Ltd. (HAL) Financial director D. Shivamurti said

Russia and India signed in December last year a contract to jointly develop a design for a new 5G multirole fighter. Russia's Sukhoi holding and India's Hindustan Aeronautics Limited agreed in early 2010 to jointly develop a fifth-generation fighter jet based on the T-50 design.

"A detailed design phase, including the cost of the project, is likely to cost more than $6 billion," Shivamurti said. "The work between us and them [India and Russia] will be distributed in a 35/65 proportion."

Russia has been developing its own fifth-generation fighter since the 1990s. The current prototype, known as the T-50, was designed by the Sukhoi design bureau and built at a plant in Komsomolsk-on-Amur in Russia's Far East.

Russian officials have already hailed the fighter as "a unique warplane" that combines the capabilities of an air superiority fighter and attack aircraft.

Russia is planning to use the jointly-developed 5G fighter as an export version of T-50, while India is expecting the new fighter aircraft to enter service with its air force by 2020.(RIA/WDN)
Continue reading →

Total Pageviews

Blog Archive

Labels

Followers