New Maju Indonesia Ku

Showing posts with label Jepang. Show all posts
Showing posts with label Jepang. Show all posts

Friday, March 22, 2013

Indonesia Dan Jepang Tingkatkan Kerjasama Kemitraan Strategis

Jakarta - Pertemuan di forum JIDD 2013 antara Sekjen Kemhan Letjen TNI Budiman dengan delegasi Jepang Jepang yang dipimpin Deputy Director – General, Minister’s Secretariat Mr. Morio Ito kali ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan Sekjen Kemhan RI ke Tokyo Jepang minggu lalu. Delegasi Jepang menyatakan bahwa hubungan kerjasama kedua negara semakin meningkat khususnya di bidang kemitraan strategis. Hal tersebut terungkap pada hari kedua pelaksanaan Forum Jakarta Internasional Defense Dialogue (JIDD) 2013, Kamis (21/3), di Jakarta Convention Center (JCC).

Sekjen Kemhan menyatakan bahwa hubungan kemitraan kedua negara telah terjalin sejak lama tidak hanya di bidang military to military, dialog pertahanan dan industri pertahanan saja tetapi juga di bidang perekonomian dengan pertumbuhan sekitar 6.2%. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya pabrik-pabrik Jepang yang berdiri di Indonesia. Sekjen berharap hubungan kedua negara dapat berjalan dengan stabil dan terus meningkat karena Jepang merupakan salah satu investor terbesar di Indonesia.

Selain itu Sekjen juga berharap dialog pertahanan antara kedua negara tidak hanya memberi kontribusi bagi perkembangan wilayah regional Jepang dan Indonesia saja tetapi juga di wilayah ASEAN. Sehingga diharapkan hal tersebut dapat menjadikan wilayah regional kedua negara khususnya wilayah ASEAN menjadi wilayah yang damai dan aman.(DMC/WDN)
Continue reading →

Tuesday, January 29, 2013

KSAD Jepang Bertemu Presiden, Untuk Bahas Kerja Sama Pertahanan

Jakarta - Presiden SBY menerima kunjungan kerja Kepala Staf Japan Grounds Self-defence Force (JGSDF) Jenderal Eji Kamizuka beserta jajarannya. Pembicaraan dilakukan untuk membahas rencana peningkatan kerja sama Indonesia dan Jepang dalam bidang militer dan pertahanan.

"Intinya membahas hubungan dan kerjasama militer to militer antara Jepang dan Indonesia," kata Menlu Marty Natalegawa usai mengikuti pertemuan di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Selasa (29/1/2013).

Eji Kamizuka didampingi Dubes Jepang untuk Indonesia Yoshinori Katori, Kepala Penelitian dan Divisi C4 Departemen Program dan Kebijakan JGSDF Kolonel Yoshihisa Nakano, dan Atase Pertahanan Jepang untuk Indonesia Kapten Toshiako Kondo.

Sementara itu, presiden didampingi Marty Natalegawa, Menhan Purnomo Yusgiantoro, Staf Khusus Presiden bidang Hubungan Internasional Teuku Faizasyah, dan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo.

Menurut Juru Bicara Presiden, Julian A Pasha, kedua negara sepakat untuk bisa ikut menjaga keamanan dan stabilitas di kawasan Asia. Terutama Asia Tenggara, Pasifik dan Timur.

"Peran Indonesia dan Jepang akan terus berkontribusi aktif dalam menjaga kestablian dan keamanan," jelas Julian.(DETIK/WDN)
Continue reading →

Tuesday, February 28, 2012

Indonesia Dan Jepang Akan Lakukan Latgab

Jakarta - Atase Pertahanan Kedutaan Besar Jepang Kolonel Kondo mengatakan Jepang dan Indonesia berniat untuk mengadakan latihan perang. Namun waktu latihan itu belum ditentukan.

"Ada rencana antara Jepang dan Indonesia untuk mengadakan latihan militer gabungan, namun kami belum tahu kapan latihan miliiter gabungan itu dilakukan," ujar Kolonel Kondo di atas Kapal Perang Hamagiri, Jakarta, Selasa (28/2/2012).

Kolonel Kondo menjelaskan, latihan militer Jepang dan Indonesia masih bersifat rencana serta belum diatur untuk kelanjutannya.

Isu mengenai latihan militer Indonesia dan Jepang juga tidak menjadi pokok pembahasan dari kunjungan tiga armada tempur Pasukan Beladiri Jepang ke Jakarta yang saat ini berlabuh di Pelabuhan Tanjung Priok.(OKEZONE/WDN)
Continue reading →

Saturday, October 8, 2011

Jepang Kandangkan 200 Pesawat F-15

Tokyo - Jepang mengandangkan lebih dari 200 pesawat tempur F-15 setelah salah satu pesawat tempur itu mengalami kerusakan.

Dalam sebuah misi latihan, tangki bahan bakar salah satu pesawat tempur tersebut terlepas dan jatuh.

Api terlihat menjalar dibawah sayap dan bagian tangki yang terlepas jatuh disekitar kawasan barat kota Komatsu.

Tangki dengan berat sekitar 155kg, dalam keadaan kosong, dan misil tiruan terlepas dari pesawat dan jatuh di sebuah lapangan dekat dengan landasan untuk mendarat. Puing dari tangki yang lepas itu jatuh di 10 lokasi, termasuk di saluran pembuangan kotoran.

Tidak ada yang terluka dalam insiden tersebut dan pesawat tempur itu sendiri berhasil mendarat dengan aman.

"Kami menangani kecelakaan ini dengan sangat serius, kata Jenderal Shigeru Iwasaki, Kepala Angkatan Udara Jepang, dalam sebuah keterangan pers.

Dia mengatakan penyebab jatuhnya tangki F-15 masih dalam penyelidikan.

Peremajaan pesawat

Insiden copotnya tangki bahan bakar F-15 ini adalah yang kedua dalam tiga bulan terakhir.

Juli silam, armada udara juga dikandangkan setelah sebuah pesawat jatuh di Laut Cina Selatan. Pilotnya, meski diyakini sudah tewas, tetapi tetap dimasukan ke dalam daftar hilang dan sampai saat ini belum ada penjelasan resmi terkait kecelakaan tersebut.

Serangkaian kecelakaan yang melibatkan armada udara ini nampaknya membuat Angkatan Udara Jepang bersikap reaktif dengan mengandangkan semua pesawat tempur F-15 milik mereka.

Pejabat Pasukan Pertahanan Udara Jepang mengatakan semua misi kecuali yang terkait dengan keadaan darurat kini dihentikan dan akan berakhir sampai 202 pesawat tempur F-15 Jepang sepenuhnya dinyatakan aman.

Insiden terbaru ini terjadi disaat Tokyo juga tengah mencari pengganti pesawat yang sudah dimakan usia. Jepang tengah mempertimbangkan kemungkinan membeli pesawat baru baik dari pabrikan pesawat tempur AS dan dari Eurofighter Typhoon dalam sebuah kesepakatan yang kemungkinan akan dicapai akhir tahun ini dengan anggaran sebesar US$8 miliar.(DETIK/WDN)
Continue reading →

Thursday, July 7, 2011

Armada Pesawat Tempur F-15 Jepang Dilarang Terbang

Tokyo - Kementerian Pertahanan Jepang melarang terbang semua armada pesawat tempur F-15 Eagle negara itu, Rabu (6/7). Keputusan itu diambil setelah satu pesawat F-15J jatuh secara misterius di Laut China Timur, sehari sebelumnya.

Pesawat tempur yang hilang tersebut tinggal landas dari pangkalan udara Naha di Okinawa, Jepang, Selasa pagi, untuk menjalani latihan tempur bersama tiga pesawat lain. Sekitar pukul 10.33, pilot Mayor Yuji Kawakubo (37) mengirim sinyal tanda bahaya dan hilang dari radar di titik berjarak 180 kilometer sebelah barat laut kota Naha, Okinawa.

Kawakubo sendiri hingga berita ini diturunkan masih belum ditemukan. Militer Jepang mengerahkan tak kurang dari enam kapal perang dan 13 pesawat militer, ditambah tiga kapal patroli penjaga laut, untuk mencari Kawakubo di perairan Laut China Timur.

”Sampai saat ini kami masih menyelidiki detail kecelakaan ini dan melakukan segala daya upaya untuk mencari pilot yang hilang. Kami akan terus memberikan kabar terbaru jika ada perkembangan,” tutur Kepala Staf Pasukan Bela Diri Udara (ASDF) Jepang Shigeru Iwasaki, seperti dikutip The Japan Times.
Salah satu pesawat pencari menemukan jejak tumpahan minyak dan beberapa bagian pesawat, termasuk bagian ekor pesawat jet tersebut, di laut. ”Kami menemukan beberapa bagian pesawat, tetapi pesawatnya sendiri belum ditemukan,” ujar juru bicara ASDF.

Belum diketahui apakah Kawakubo sempat menggunakan kursi pelontar untuk keluar dari pesawat sebelum pesawat itu jatuh ke laut.

Semua armada F-15 Jepang dilarang terbang sampai penyebab jatuhnya pesawat tersebut diketahui. Jepang memiliki 202 pesawat F-15 dan merupakan pengguna terbesar pesawat tempur tersebut di luar negara asalnya, Amerika Serikat.

Jepang memproduksi sendiri pesawat-pesawat tersebut di bawah lisensi yang diberikan kepada Mitsubishi Heavy Industries. Saat ini, Jepang sedang mencari pesawat baru untuk menggantikan armada F-15 yang sudah mulai menua.

AS sendiri juga berencana menggantikan armada F-15-nya dengan pesawat-pesawat yang lebih modern, seperti F-35 Lightning II dan F-22 Raptor. Meski demikian, pesawat-pesawat terbaru tersebut bukannya tanpa masalah.

Hingga saat ini, Angkatan Udara AS masih melarang terbang semua armada F-22 milik AS. Pesawat tempur termodern di dunia itu dilarang terbang sejak 3 Mei karena ditengarai bermasalah pada sistem pasokan oksigen untuk pilot.

Keputusan itu diambil AU AS setelah terjadi serentetan insiden, yang melibatkan pesawat berharga 411 juta dollar AS per unit ini. Salah satu insiden terjadi di Alaska saat sebuah F-22 menyerempet pucuk-pucuk pepohonan sebelum mendarat. Saat diperiksa, pilot pesawat itu mengaku sama sekali lupa telah menyerempet pohon, yang menunjukkan ia kemungkinan menderita hipoksia atau kekurangan oksigen.(KOMPAS/WDN)
Continue reading →

Saturday, June 18, 2011

Indonesia Dan Jepang Sepakat Kerja Sama Atasi Perompak


Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Perdana Menteri Jepang Naoto Kan.

Tokyo - Pemerintah Indonesia dan Jepang sepakat meningkatkan kemitraan strategis di bidang politik, perekonomian, serta pertahanan dan keamanan. Penegasan itu disampaikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono usai bertemu Perdana Menteri Jepang Naoto Kan di Tokyo, Jumat, 17 Juni 2011 malam.

"Berdasarkan success story RI-Jepang dalam kerja sama ekonomi dan melihat tantangan ke depan, kami sepakat meneruskan kerja sama investasi dan perdagangan, energi, pertanian, dan pembangunan infrastruktur," kata Presiden SBY.

Di bidang politik, kata SBY, disepakati untuk meneruskan kerja sama maritim menghadapi perompak di laut dan keamanan wilayah. Pun demikian dengan kerja sama regional.

Apalagi tahun ini Indonesia menjadi Ketua ASEAN dan tuan rumah KTT Asia Timur. "Kami pandang perlu kerja sama ASEAN-Jepang dalam konektivitas agar lebih hidup," ujarnya. "Ini membawa manfaat, baik bagi negara-negara ASEAN maupun Jepang sendiri."

Pertama kali, kata SBY, KTT Asia Timur akan menghadirkan Rusia dan Amerika Serikat. Sejauh ini, sebagai host, Presiden SBY telah berkomunikasi dengan Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin maupun Presiden AS Barack Obama untuk memastikan agenda summit tersebut tepat dan sesuai harapan 10 negara ASEAN dan delapan negara mitra.

"Saya senang Perdana Menteri Naoto Kan juga bersetuju bahwa East Asia Summit bukan forum untuk meningkatkan ketegangan dan konflik di kawasan, tapi untuk meneguhkan komitmen tinggi untuk menjaga perdamaian dan mencari solusi damai," ujar SBY.(TEMPO/WDN)
Continue reading →

Sunday, April 17, 2011

Empat Negara Asia dengan Belanja Militer Terbesar

Rudal Agni III Buatan India.

Sejumlah angkatan bersenjata di dunia tahun lalu menghabiskan dana US$1,63 triliun.

Jakarta - Amerika Serikat (AS) selama ini terkenal sebagai pasar penghasil persenjataan dunia dan ditaksir bakal menjual hingga US$50 miliar pada tahun ini. Walaupun diketahui bisnis persenjataan dunia pada 2011 tidak akan sebaik setahun sebelumnya.

Sejumlah angkatan bersenjata di berbagai negara tahun lalu tercatat menghabiskan dana hingga US$1,63 triliun, atau naik tipis 1,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran dana tersebut, termasuk untuk pembelian senjata, keperluan prajurit, serta dana untuk memelihara perlengkapan dan infrastruktur militer yang sudah dimiliki.

Berdasarkan data Stockholm International Peace Research Institute seperti dikutip VIVAnews.com dari laman 247wallst.com, Sabtu, 16 April 2011, disebutkan bahwa banyak negara yang hingga kini belum menyerah untuk mengurangi anggaran pertahanan mereka. Bahkan, belanja militer di negara-negara Afrika dan Amerika Selatan justru meningkat hingga 6 persen.

Di antara 10 negara di dunia yang mengeluarkan anggaran besar selama 10 tahun terakhir, tercatat empat negara dari kawasan Asia masuk dalam daftar tersebut. Sementara itu, dari kawasan Eropa tercatat lima negara memiliki anggaran militer terbesar yaitu Italia, Jerman, Rusia, Prancis, dan Inggris.

Posisi pertama dalam daftar 10 negara yang mengalokasikan dana terbesar selama 2010 dipegang oleh Amerika Serikat yang mengeluarkan dana hingga US$698 miliar. Kenaikan anggaran militer tersebut meningkat 81,3 persen dibandingkan posisi pada 2001.

Berikut empat negara Asia yang menganggarkan miliaran dolar AS selama 2010 untuk kegiatan militer :

4. India

Belanja militer 2010: US$41,3 miliar.
Perubahan 2001-2010: 54,3 persen.
Persentase terhadap produk domestik bruto (PDB): 2,7 persen.

India menempati posisi kelima negara di Asia atau kesembilan dunia sebagai negara yang mengalokasikan dana cukup besar untuk kegiatan militernya. Anggaran belanja militer India tahun lalu sebesar US$1 miliar memang menurun jika dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, penurunan ini diperkirakan tidak bertahan lama karena pada Februari lalu, pemerintah India meningkatkan belanja militernya sebesar 11,6 persen. Hal itu dilakukan seiring makin kuatnya militer di China dan Pakistan.

3. Arab Saudi

Belanja militer 2010: US$45,2 miliar.
Perubahan 2001-2010: 63 persen.
Persentase terhadap PDB: 10,4 persen.

Tingginya anggaran belanja militer Arab Saudi tidak terlepas dari kekuatan ekonomi yang begitu besar. Anggaran sebesar US$45,2 miliar tahun lalu merupakan 10,4 persen dari total produk domestik bruto (PDB) negara Teluk ini. Persentase ini merupakan yang terbesar dibandingkan negara-negara dengan anggaran belanja terbesar dalam daftar 10 negara ini. Arab Saudi juga menjadi negara yang mengalami peningkatan belanja militer terbesar dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 4 persen.

2. Jepang


Belanja militer 2010: US$54,5 miliar.
Perubahan 2001-2010: minus 1,7 persen.
Persentase terhadap PDB: 1 persen.

Jepang selama ini sudah mempertahankan anggaran militernya hanya sebesar 1 persen terhadap PDB sejak 1967. Sebagai hasilnya, penghematan anggaran militer Jepang telah membuat perekonomian negara tersebut semakin kuat. Di saat berbagai negara Asia Timur meningkatkan belanja modal lebih dari 55 persen selama 10 tahun terakhir, Jepang justru mengalami penurunan anggaran 1,7 persen.

1. China


Belanja militer 2010: US$119 miliar (perkiraan).
Perubahan 2001-2010: 189 persen.
Persentase terhadap PDB: 2,1 persen (perkiraan).

China merupakan negara kedua di dunia yang menghabiskan dana paling besar untuk belanja militer sepanjang 2010. Negara Tirai Bambu ini juga mengalami pertumbuhan tercepat di antara negara-negara lainnya. Sejak 2001 hingga 2010, tercatat anggaran militer China mengalami pertumbuhan yang melesat hingga 189 persen. Pertumbuhan itu lebih dari dua kali lipat di antara 10 negara yang masuk dalam daftar ini.

Pelemahan ekonomi pada 2009 menyebabkan kenaikan anggaran belanja China hanya meningkat 3,8 persen. Namun, anggaran pada 2011 diperkirakan naik 12,7 persen.

Banyak analis yang yakin anggaran pertahanan China sebetulnya lebih tinggi dari laporan yang selama ini beredar di masyarakat.(Vivanews/WDN)
Continue reading →

Wednesday, March 16, 2011

ARF DiREx : Kerja Sama Sipil-Militer


Kesiapan ARF DiREx 2011 Di Manado (Foto: Detik).

MANADO - Bencana alam harus menjadi perhatian dan persoalan seluruh komunitas internasional. Kerja sama antara sipil dan militer serta multipihak perlu dipererat dalam manajemen penanggulangan bencana alam. Militer memiliki kemampuan respons cepat dan dapat dimobilisasi dalam jumlah besar dalam penanggulangan bencana.

Demikian benang merah pidato pembukaan ASEAN Regional Forum Disaster Relief Exercise (ARF DiREx) oleh Wakil Presiden Boediono, Selasa (15/3) di Manado, Sulawesi Utara. Acara ini merupakan pelatihan penanggulangan bencana alam yang diikuti sekitar 5.000 peserta dari 20 negara dengan tuan rumah bersama antara Indonesia dan Jepang.

Hadir dalam acara pembukaan, antara lain, Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring, Menteri Sosial Salim Segaf Al'jufrie, dan Wakil Menteri Luar Negeri Jepang Makiko Kikuta.

Menurut Boediono, untuk merespons bencana alam yang datang tiba-tiba, perlu kesiapan multipihak, baik sipil ataupun militer, maupun instansi pemerintah lain. Karena bencana alam memiliki dimensi internasional, pihak imigrasi, kepabeanan, dan hal-hal yang terkait dengan keamanan perlu dilibatkan. ”Melalui pelatihan inilah, kita dapat menguji dan menyiapkan prosedur operasional standar penanggulangan bencana,” kata Boediono.

Sebelum pidato pembukaan, Boediono mengajak mengheningkan cipta atas musibah tsunami yang terjadi di Jepang dan banjir di Aceh. Boediono juga menyampaikan ucapan dukacita untuk rakyat Jepang yang menjadi korban tsunami.

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menyampaikan, ARF DiREx merupakan kegiatan bersama antaranggota ARF yang meliputi kerja sama bidang politik dan keamanan. Ia berharap, ada sinergisme antara sipil dan militer dalam hal penanggulangan bencana. ”Kegiatan ini sekaligus untuk memupuk kerja sama sipil dan militer dalam menanggulangi bencana. Sipil dan militer harus bahu-membahu untuk menanggulangi bencana yang sedang terjadi,” kata Purnomo.

Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring menambahkan, militer memiliki prosedur operasional standar penanggulangan bencana. Selain itu, militer merupakan unsur yang paling mudah digerakkan dalam jumlah besar saat bencana terjadi. Pelibatan militer dalam penanggulangan bencana sangat penting. ”Masyarakat sipil perlu juga belajar kepada militer dalam hal penanggulangan bencana,” kata Tifatul.

Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Jepang Makiko Kikuta mengatakan, keputusannya berada di Indonesia merupakan keputusan yang sulit karena Jepang saat ini tengah dilanda bencana tsunami. Namun, komitmen Jepang sebagai salah satu tuan rumah kegiatan ini membuat dirinya tetap bertahan di Indonesia.

ARF adalah forum yang dibentuk ASEAN pada tahun 1994 dan kini beranggotakan 27 negara. Kegiatan pada ARF Direx 2011 di Manado berupa latihan penanggulangan bencana alam, seperti tsunami, banjir, dan gempa bumi. Kegiatan ini direncanakan berakhir pada 19 Maret nanti. (KOMPAS/WDN)
Continue reading →

Tuesday, March 15, 2011

Media Asing : ARF DiREx Tak Ubahnya Dengan Parade Militer


MANADO - KAPAL BANTALAN UDARA . Sejumlah warga mengamati kapal bantalan udara atau Hovercraft milik TNI Angkatan Laut yang telah disiagakan di pantai Manado, Sulawesi Utara.(Foto: ANT)

MANADO : Di balik terik matahari dan angin yang berhembus kencang, Wakil Presiden Boediono membuka ASEAN Regional Forum Disaster Relief Exercise (ARF-DiREx) secara resmi di kawasan Megamas, Manado, Sulawesi Utara (Sulut), Selasa (15/3).

Acara pembukaan itu dihadiri para menteri dan pejabat negara seperti, Menkes Endang rahayu Sedyaninghsih, Menkominfo Tifatul Sembiring, Menko kesra Agung Laksono, Menhan Purnomo Yusgiantoro, Mensos Salim Segaff, Menristek Suharna Surapranata, Kepala BNPB Syamsul Maarif serta Gubernur Sulut SH Sarundajang. Jepang selaku tuan rumah bersama mengirimkan wakil Menlu Makiko Kikuta. Sementara negara-negara lainnya diwakili oleh para duta besar.

"Penanganan bencana merupakan kerja yang kompleks dan multi dimensional. Tidak hanya kerja sama dan koordinasi, akan tetapi penanganan bencana juga berkaitan dengan logistik, sumber daya, mobilisasi, komando dan kontrol, penanganan bencana alam itu sendiri, selain harus memberikan informasi kepada media," ujar Boediono dalam pidato sambutannya.

Menurutnya, belajar dari pengalaman Tsunami Aceh di tahun 2004 serta bencana tsunami yang baru terjadi beberapa hari silam di Jepang menjadi tolak ukur untuk memperkuat kerjasama dalam penanganan bencana.

Setelah membuka acara, para tamu dari berbagai negara disuguhkan oleh atraksi latihan penanganan bencana alam. Simulasi tersebut melibatkan banyak peralatan mulai dari sepeda motor hingga pesawat terbang dan beberapa peralatan milik TNI lainnya seperti Hovercraft. Akan tetapi, beberapa tamu asing yang hadir sedikit merasa kecewa dengan simulasi latihan ini. Beberapa wartawan asal berkulit putih tersebut menilai simulasi yang seharusnya melibatkan koordinasi TNI-sipil ini tidak ubahnya seperti pameran peragaan peralatan militer. (MI.COM/WDN)
Continue reading →

Monday, March 14, 2011

Tiga Menteri Tinjau Persiapan ARF-DiReX


MANADO : Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro, Menteri koordinator kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono serta Menteri Perikanan dan Kelautan Fadel Muhammad, Senin (14/3) melakukan kunjungan ke Pulau Marampit dan Morotai untuk meninjau persiapan terakhir ASEAN Regional Forum Disaster Relief Exercise (ARF-DiREx), Senin (14/3).

Di Marampit, Menhan dan rombongan menyempatkan diri meninjau prasasti pulau terluar. "Kunjungan ini dalam rangka perhatian pemerintah terhadap pulau kecil dan terluar di Indonesia yang berbatasan langsung dengan negara tetangga," ujar Purnomo.

Di Pulau Morotai, mereka menilai bahwa pembangunan ekonomi sudah dapat menjadi bagian dari pergerakan ekonomi Asia Pasifik. Pada tahun ini juga, pulau Morotai ditetapkan menjadi kawasan percontohan megaminapolitan dengan pemberian konsesi pengelolaan lahan bagi investor asal Taiwan.

Dari pantauan, persiapan panitia lokal sendiri nampak masih belum sempurna. Banyaknya media lokal, nasional serta luar negeri membuat panitia sedikit kewalahan. Terutama dalam kesiapan memberikan tanda masuk bagi wartawan.

Cuaca di Manado sendiri saat ini sedikit mendung. Berbagai peralatan seperti Kapal perang sudah terparkir di pinggir Malalayang. Sementara beberapa helikopter dan pesawat asing seperti asal China sudah siap di bandara Sam Ratulangi Manado.(MI.COM/WDN)
Continue reading →

Tenda Utama ARF Direx Roboh Diterjang Angin



MANADO - Tenda utama yang akan digunakan untuk acara pembukaan ASEAN Regional Forum Disaster Relief Exercise (ARF Direx) oleh Wakil Presiden Boediono pada Selasa (15/3) di lapangan Mega Mas, kawasan bisnis Boulevard Manado, roboh diterjang angin.

Tenda utama Wapres dan tamu VVIP berukuran sekitar 15 meter kali 30 meter tersebut roboh pada Senin (14/3) pukul 11.00 Wita.

Pada saat bersamaan Wakil Gubernur Sulut Djouhari Kansil, pejabat Pemprov Sulut dan pejabat TNI sedang mengunjungi lokasi tersebut. Paspampres yang berada di lokasi tersebut meminta agar tenda utama pembukaan ARF Direx segera diperbaiki. Mereka meminta jaminan kepada panitia agar acara pembukaan tidak terganggu.

Kepala Dinas Pekerjaan umum Pemprov Sulut JE Kenap, berjanji akan segera memperbaiki tenda tersebut. Wakil Gubernur Sulut Djouhari Kansil, juga berjanji akan segera mengganti tenda yang roboh tersebut.

Di lapangan Mega Mas hingga saat ini sudah berdiri empat tenda untuk persiapan pembukaan ARF Direx yang rencananya akan berlangsung pukul 09.00 Wita hingga 09.30 Wita. Untuk mempercepat pendirian kembali tenda utama yang roboh, panitia telah mendatangkan Batalyon Infanteri 712 Yonif Wiratama.

Diduga selain karena terhempas angin, tiang yang menyangga tenda yang menghadap ke laut tersebut kurang kokoh sehingga tidak kuat menahan angin. Tidak ada korban luka-luka akibat robohnya tenda tersebut.

ARF Direx bakal berlangsung mulai 14 Maret hingga 20 Maret. Lokasi simulasi penanganan bencana alam tersebut bakal berlangsung di sejumlah tempat di Manado dan Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara.(MI.COM/WDN)
Continue reading →

ARF DIREX 2011 Di Manado Libatkan 26 Negara Dan 3550 Peserta


Manado, 13 Maret 2011 – Untuk menyukseskan kegiatan latihan bersama penanggulangan bencana alam bertaraf internasional atau ASEAN Regional Forum Disaster Relief Exercise (ARF DiREx) 2011 di Manado, akan melibatkan 26 negara dan lebih dari 3550 peserta.

Adapun ke-27 negara yang turut ambil bagian dari kegiatan ARF DIREX 2011 tersebut diantaranya, Australia, Korea Selatan, India, Rusia, Amerika Serikat, Kanada, Jepang, Selandia Baru, Uni Eropha, dan Cina. Selain itu negara-negara yang tergabung didalam Forum ASEAN plus seperti Bangladesh, Philipina, Thailand, Vietnam, Malaysia, Singapura, Kamboja, Papua Nugini, Timor Leste, Sri Langka, Monggolia, Brunei dan Laos serta Indonesia sebagai tuan rumah juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan latihan penanggulangan bencana tersebut. Total peserta Multinasional ini berjumlah sekitar 931 orang.

Disamping itu beberapa peserta negara-negara tersebut juga mengerahkan beberapa alutsista serta peralatan pendukung baik unsur darat, udara maupun unsur laut. Salah satunya seperti Jepang yang juga selaku Ketua ARF DIREX 2011 menyediakan peralatan LST OHSUMI, 2 unit HOVERCRAFT LCAC, 4 unit HELIKOPTER dan 1 unit pesawat C-130/HERCULES. Sedangkan Amerika Serikat mengerahkan Pesawat C-17 FIXED WING, 1 unit Kapal Amfibi , dan 2 unit HELIKOPTER serta 1set peralatan Konstruksi. Negara Korea Selatan akan mengerahkan 2 Unit pesawat Hercules C-130, 1 unit peralatan Usar dan 1 peralatan Pos Kesehatan. Sedangkan peserta dari Uni Eropha menyediakan 1 Rumah sakit lapangan dan peralatan Usar serta Cina menyediakan peralatan medis. Sementara itu negara tetangga seperti Singapura juga tidak mau tertinggal, Singapura akan menyediakan 1 peralatan Usar dan 1 Unit Helly Chinook CH 47SD.

Sebagai tuan rumah, Indonesia juga akan melibatkan personil dari berbagai instansi/lembaga seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI/POLRI, SAR Nasional, Kementerian PU, Kemkes, Kemhan, Kemsos, Kemenko-minfo, Kemlu serta Pemprov Sulawesi Utara serta Pemerintahan dari 2 Kabupaten /Kota yakni Manado dan Minahasa Utara. Kisaran seluruh peserta dari Indonesia yang berasal dari beberapa instansi tersebut dapat diperkirakan melibatkan 2619 orang.

Sementara itu Kemhan dan TNI akan mengerahkan 894 peserta yang mencakup personel dari Mabes TNI 75 orang, TNI AD 279 orang, TNI AL 421 orang dan TNI AU 119 orang. Itupun juga akan didukung dari personel TNI yang ada di daerah seperti Korem 50 orang, Lanud SRI 50 orang dan Lantamal sebanyak 50 orang. Total pengerahan personel TNI pusat dan daerah seluruhnya adalah 1044 orang. Kekuatan personel tersebut masih ditambah dukungan personel dari Kementerian, Lembaga terkait dan pemerintah daerah setempat sebanyak 1575 orang.

Rencananya pada ivent tersebut personil TNI bersama unsur lainnya juga akan mengerahkan sejumlah alutsista berat, diantaranya dari TNI AD mengerahkan Rumkit lapangan dengan dukungan peralatan medis dan obat-obatan, kendaraan taktis komando dan angkutan perbekalan. Sementara itu TNI AU mencoba menyediakan beberapa pesawat angkut seperti, hercules C-130, Cassa C- 212 serta Helly 332. Untuk alutsista yang dilibatkan TNI AL, adalah 3 Kapal Perang Indonesia (KRI), Combat boat, Hover Craft dan peralatan SAR serta Komunikasi Elektronik.

Dijadwalkan Wakil Presiden RI akan membuka secara resmi kegiatan forum ARF DiREX yang dilaksanakan dari tanggal 14 sampai dengan 19 Maret mendatang. Kegiatan itu sendiri dibagi menjadi dua kegiatan yaitu kegiatan pelatihan di dalam ruangan (Table Top Exercise) dan kegiatan pelatihan langsung di luar ruangan (Field Training Exercise).

Sebagai elemen utama latihan, kegiatan akan difokuskan pada beberapa aktivitas, diantaranya koordinasi di posko penanggulangan bencana, kemampuan kegiatan SAR, evakuasi dan identifikasi korban, perawatan medis dan relokasi para korban dan mekanisme pendistribusian bantuan sosial. Lokasi pelatihan dilapangan akan diselenggarakan di Pulau Bunaken, Pulau Siladen, Pulau Mantehage, Pesisir Desa Maasing, Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara, bandara Sam Ratulangi, dan pelabuhan Bitung. Latihan yang bertaraf internasional ini merupakan bentuk kerjasama antara warga sipil dan militer, yang meliputi latihan di darat, laut, dan udara.

ASEAN Regional Forum (ARF) sebagai forum yang dibentuk oleh ASEAN pada tahun 1994 menyelenggarakan 7th ARF Inter-Sessional Meeting (ISM) pada tanggal 9-12 Oktober 2007 di Helsinki, Finlandia. Pada forum ini dihasilkan berbagai bidang kerjasama salah satunya adalah penyelenggaraan ISM on Disaster Relief (ISM DR) dengan diketuai bersama oleh salah satu negara anggota ASEAN dan negara peserta non-ASEAN. Menjelang pelaksanaan ARF Direx 2011 di Manado sebelumnya telah dilaksanakan sejumlah kegiatan, yakni Table Top Exercise di SESKOAL, Jakarta 1 – 2 Mei 2008. 120 peserta dari 25 negara dari organisasi pemerintah dan dari organisasi non pemerintah internasional seperti ICRC, UNHHCR dan lain-lain. Co-host adalah Indonesia dan Australia ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Kegiatan lainnya, yakni ASEAN Regional Forum Voluntary Demonstration of Relief (ARF VDR) on Disaster Relief di Manila dan Clark (Filipina), 4 – 8 Mei 2009 yang diikuti oleh para peserta dari 13 negara dan 7 negara sebagai observer.

Dijelaskan juga hasil pada pertemuan para Menteri Luar Negeri ASEAN ke 16 tahun lalu di Thailand, meminta dan menunjuk Indonesia bersama Jepang untuk kali pertamanya menyelenggarakan ASEAN Regional Forum Disaster Relief Exercise (ARF DiREx) 2011. sehingga pada akhirnya Indonesia menyanggupi untuk menyelenggarakan kegiatan bertaraf internasional di Kota Manado, Sulawesi Utara.(DMC/WDN)
Continue reading →

Sunday, March 13, 2011

Jepang Tarik Kapal Ohsumi dari Manado

Kapal Penyelamat Japanese Defense Ship Ohsumi (JDS Ohsumi).

MANADO — Pemerintah Jepang akhirnya menarik kembali kapal penyelamat Japanese Defense Ship Ohsumi (JDS Ohsumi) yang diharapkan berpartisipasi pada ASEAN Regional Forum-Disaster Relief Exercise di Manado, Sulawesi Utara, pada 13-20 Maret 2011.

Demikian dikatakan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono seusai menerima informasi dari Pemerintah Jepang di Manado, Minggu (13/3/2011).

Menurut Agung, penarikan kapal penyelamat Jepang ini untuk membantu penyelamatan sejumlah korban gempa bumi dan tsunami yang terjadi pada Jumat lalu.

"Kami memaklumi permintaan Pemerintah Jepang karena memang kondisi bencana alam di negara itu cukup berat," katanya didampingi Gubernur Sulawesi Utara,SH Sarundajang.

Akibat bencana alam itu, pelaksanaan ASEAN Regional Forum-Disaster Relief Exercise (ARF Direx) tetap jalan dan tidak ada halangan, walaupun Jepang turut menjadi co host dalam kegiatan internasional bencana alam tersebut.

Pemerintah Indonesia siap membantu Jepang setelah negara itu dilanda gempa bumi 8,9 magnitude dan tsunami yang menyebabkan ribuan orang meninggal dunia.

"Kami belum tahu apa bentuk bantuan Indonesia ke Jepang karena harus menunggu dulu hasil tingkat kebutuhan yang ada," katanya.

Pemerintah Indonesia akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Jepang sekaligus mencari tahu jenis bantuan apa yang paling cocok disalurkan ke Jepang. Selain bantuan pangan seperti beras dan sebagainya, bantuan lain juga mencakup tenaga medis, seperti dokter dan perawat, serta obat-obatan.

"Kalaupun memang bantuan nanti bukan bentuk barang dan relawan, Pemerintah Indonesia bisa salurkan uang langsung kepada Pemerintah Jepang," katanya.(KOMPAS/WDN)
Continue reading →

Pascabencana Pangkalan AU Jepang Hancur

Tokyo: Pangkalan Angkatan Udara Jepang yang berada di Miyagi, Jepang, porak-poranda pascabencana gempa dan tsunami Jumat (11/3). Pesawat-pesawat militer yang tengah parkir di landasan pacu hancur dan porak-poranda.

Beberapa pesawat militer terbawa terjangan gelombang tsunami hingga menghancurkan bangunan kantor dan gudang peralatan di pangkalan militer tersebut. Militer Jepang hingga saat ini belum dapat memastikan berapa kerugian akibat hancurnya sejumlah pesawat.

Sementara itu jumlah korban tewas yang dirilis pemerintah Jepang saat ini sebanyak 1.100 orang. Jumlah tersebut diperkiakan masih akan terus bertambah. Karena untuk kawasan prefektur Miyagi saja diperkirakan sepuluh ribu orang tersapu gelombang tsunami. Sementara itu ribuan orang lainnya dinyatakan hilang.(METRO TV/WDN)
Continue reading →

Wednesday, March 9, 2011

Indonesia – Jepang Ketuai Forum ARF DIREx 2011 di Manado

Jakarta, 8 Maret 2011 (Jakarta-Indonesia) - Kalangan dunia internasional menilai Indonesia sebagai negara di wilayah regional yang memiliki kondisi geografis berpotensi bencana mempunyai pengalaman lebih dalam menangani penanggulangan bencana alam dibandingkan negara-negara Asia Tenggara lainnya. Oleh kerana itu dunia internasional juga mengharapkan pengalaman Indonesia dalam menangani bencana juga ditularkan kepada negara lain yang berada di daerah rawan bencana.

Sejalan dengan harapan tersebut tahun 2011 Indonesia dan Jepang dberikan kehormatan untuk menjadi ketua bersama dalam kegiatan latihan bersama penanggulangan bencana atau ASEAN Regional Forum Disaster Relief Exercise (ARF DiREx) 2011. Kota Tinutuan Manado, Sulawesi Utara telah di tentukan sebagai kota dan daerah penyelenggaraan forum latihan penanggulangan bencana se ASEAN ini. Dijadwalkan Wakil Presiden RI akan membuka secara resmi kegiatan forum ARF DiREX yang dilaksanakan dari tanggal 14 sampai dengan 19 Maret mendatang.

Kegiatan ARF DiREx 2011 yang memerlukan biaya hampir sebesar Rp. 63 miliar merupakan momentum yang sangat penting bagi Indonesia. Selain karena pada tahun 2011 Indonesia juga menjadi ketua ASEAN, pengalaman Indonesia dalam menangani bencana alampun akan menentukan keberhasilan dan kesuksesan didalam penyelenggaraan ARF DiREx 2011.

Dirjen Strahan Kemhan Mayjen TNI Puguh Santoso saat jumpa wartawan (9/3) di Kantor Kemhan mengatakan peran Kemhan dalam kegiatan ARF DIREX 2011 ini adalah adanya hubungan kerjasama militer diantara negara-negara di ASEAN dalam wadah ASEAN Regional Forum. Disamping itu pada kegiatan latihan bersama penanggulangan bencana tersebut akan berkaitan dengan penggunaan aset-aset militer baik personel maupun infrastruktur material.

Disamping itu menurut Dirjen Strahan, dilihat dari konteks kepentingan nasional maka terdapat amanah Undang-Undang Pertahanan Negara yang berkaitan penggunaan peran TNI dalam konteks operasi Militer selain perang. Meski demikian UU No. 24 Tahun 2007 juga menyebutkan dimana terjadi bencana nasional maka potensi nasional lainnya ikut mengatasi bencana alam. Oleh kerana itu terdapat sekitar lima belas kementerian terkait turut terlibat dan menyukseskan kegiatan latihan penanggulangan bencana. ” Namun yang menjadi Focal Point didalam kegiatan ini tetap berada pada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), ” Jelas Dirjen Strahan.

Pada kesempatan itu Dirjen Strahan berharap, dengan adanya kegiatan ini maka menjadi suatu peluang bagi seluruh potensi nasional termasuk masyarakat Indonesia untuk mempelajari bagaimana mengatasi penanggulangan bencana secara efektif dan efisien. ” Dengan selesainya kegiatan ini setidaknya lahir suatu pemikiran bagaimana membuat rencana kontigensi, menguji SOP dan mengetahui konteks hubungan kerjasama dengan negara-negara lain dalam hal penanggulangan bencana, ” harap Dirjen Strahan.

Bagi Indonesia, latihan ini bertujuan dalam beberapa dimensi kepentingan nasional sekaligus regional ataupun internasional. Pada tataran nasional, latihan dapat dimanfaatkan untuk menguji atau menyiapkan sistem kesiapan dan mekanisme nasional penanganan suatu bencana yang melibatkan bantuan asing di Indonesia. Kemudian meningkatkan mekanisme koordinasi dan kerjasama antar-instansi di bawah kendali BNPB selaku badan yang mempunyai mandat nasional dalam penanganan bencana.

Sedangkan posisi manfaat dari Latihan penanggulangan bencana DIREx 2011 pada tataran regional adalah untuk merekomendasikan dan masukan strategis bagi kerjasama ARF & ASEAN dalam Penanggulangan Bencana di kawasan. Selain itu tataran operasional yakni untuk memfasilitasi keselarasan berbagai protokol internasional regional dan internasional dalam penanggulangan bencana. Dengan demikian inti dari manfaat latihan ini, diharapkan agar dapat meminimalisasi korban, distribusi bantuan dengan lancar dan tepat waktu, dan semakin membaiknya sistem jika terjadi bencana alam

Kegiatannya sendiri nantinya akan dibagi menjadi dua kegiatan yaitu kegiatan pelatihan di dalam ruangan (Table Top Exercise) dan kegiatan pelatihan langsung di luar ruangan (Field Training Exercise).Sebagai elemen utama latihan, kegiatan akan difokuskan pada beberapa aktivitas, diantaranya koordinasi di posko penanggulangan bencana, kemampuan kegiatan SAR, evakuasi dan identifikasi korban, perawatan medis dan relokasi para korban dan mekanisme pendistribusian bantuan sosial.

Lokasi pelatihan dilapangan akan diselenggarakan di Pulau Bunaken, Pulau Siladen, Pulau Mantehage, Pesisir Desa Maasing, Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara, bandara Sam Ratulangi, dan pelabuhan Bitung. Latihan yang bertaraf internasional ini merupakan bentuk kerjasama antara warga sipil dan militer, yang meliputi latihan di darat, laut, dan udara.

Sekitar 3520 peserta yang berasal dari 26 negara peserta ARF seperti Jepang, Korea Selatan, Srilangka Monggolia dan ditambah dengan negara Uni Eropa juga berkesempatan mengikuti untuk berpartisipasi pada forum latihan bersama dalam wadah ARF DIREx tersebut. Adapun rincian jumlah peserta yang berasal dari Indonesia diperkirakan sekitar 2619 orang terdiri dari Personel TNI dan anggota pendukung di daerah sebanyak 1044 orang dan ditambah peserta dari kementerian, Lembaga dan Pemda setempat sebanyak 1575 orang. Sedangkan peserta multi nasional dari 24 negara lain sejumlah 931 orang.

Rencananya pada ivent tersebut TNI juga akan melibatkan sejumlah alutsista berat, diantaranya dari TNI AD mengerahkan Rumkit lapangan dengan dukungan peralatan medis dan obat-obatan, kendaraan taktis komando dan angkutan perbekalan. Sementara itu TNI AU akan melibatkan beberapa pesawat angkut seperti, hercules C-130, Cassa C- 212 serta Helly 332. Untuk alutsista yang dilibatkan TNI AL, adalah beberapa KRI, Combat boat, Hover Craft dan peralatan SAR dan Komunikasi Elektronik.

Sejarah ARF-DiREx

ASEAN Regional Forum (ARF) sebagai forum yang dibentuk oleh ASEAN pada tahun 1994 menyelenggarakan 7th ARF Inter-Sessional Meeting (ISM) pada tanggal 9-12 Oktober 2007 di Helsinki, Finlandia. Pada forum ini dihasilkan berbagai bidang kerjasama salah satunya adalah penyelenggaraan ISM on Disaster Relief (ISM DR) dengan diketuai bersama oleh salah satu negara anggota ASEAN dan negara peserta non-ASEAN.

Menjelang pelaksanaan ARF Direx 2011 di Manado sebelumnya telah dilaksanakan sejumlah kegiatan, yakni Table Top Exercise di SESKOAL, Jakarta 1 – 2 Mei 2008. 120 peserta dari 25 negara dari organisasi pemerintah dan dari organisasi non pemerintah internasional seperti ICRC, UNHHCR dan lain-lain. Co-host adalah Indonesia dan Australia ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Kegiatan lainnya, yakni ASEAN Regional Forum Voluntary Demonstration of Relief (ARF VDR) on Disaster Relief di Manila dan Clark (Filipina), 4 – 8 Mei 2009 yang diikuti oleh para peserta dari 13 negara dan 7 negara sebagai observer.

Dijelaskan juga hasil pada pertemuan para Menteri Luar Negeri ASEAN ke 16 tahun lalu di Thailand, meminta dan menunjuk Indonesia bersama Jepang untuk kali pertamanya menyelenggarakan ASEAN Regional Forum Disaster Relief Exercise (ARF DiREx) 2011. sehingga pada akhirnya Indonesia menyanggupi untuk menyelenggarakan kegiatan bertaraf internasional di Kota Manado, Sulawesi Utara. (DEPHAN/WDN)
Continue reading →

Tuesday, March 8, 2011

Jet Siluman Jepang, Jawab Tantangan Kawasan

Pemerintah Jepang memperkenalkan pesawat jet tempur siluman pertama buatan dalam negeri. Pesawat ini dibuat untuk menjawab tantangan persaingan angkatan udara dari negara-negara di kawasan.

Yoshikazu Takizawa dari institut Pengembangan dan Riset Kementerian Pertahanan Jepang, dilansir dari laman Associated Press, Selasa, 8 Maret 2011, mengatakan bahwa Jepang dikelilingi oleh negara-negara yang mempunyai pesawat tempur siluman. Karena itu, Jepang tidak mau tertinggal dalam teknologi angkatan udaranya.

“Jika negara-negara yang berada di sekeliling Jepang memiliki pesawat siluman, maka Jepang perlu juga untuk mengembangkan kemampuan tersebut demi memastikan keamanan dalam negeri,” ujar Takizawa.

Selama ini Jepang mengandalkan pertahanannya dengan bantuan dari Amerika Serikat yang merupakan sekutu kuat Jepang. AS sendiri memiliki 50 ribu tentara dan beberapa pasukan tempur angkatan udara dengan pesawat jetnya yang berbasis di Jepang.

Namun, kedekatan hubungan Jepang dengan AS tidak berarti AS berkenan menjual pesawat tempur siluman F-22 kepada Jepang. Hal ini karena menurut hukum tahun 1998 AS, perangkat perang teknologi tinggi tidak boleh dijual kepada negara lain. Selain Jepang, Israel dan Australia juga ditolak penawarannya.

“Jepang menginginkan pesawat F-22, namun kongres (AS) tidak menyetujuinya. Kami yakin pesawat itu penting bagi kami untuk mengembangkan kemampuan dalam negeri kami,” ujar Yoshioka.

Prototipe pesawat tempur siluman Jepang yang dinamakan “Shinshin” atau “Jiwa” ini diperkirakan akan dapat segera diujicobakan dalam waktu dua tahun lagi, pada 2014.

Sebelum Jepang, China dan Rusia telah lebih dulu memperkenalkan pesawat tempur silumannya. Disebutkan, pesawat siluman China yang bernama “Chengdu J-20” yang diuji coba Januari lalu, dapat menyaingi teknologi F-22 AS. Walaupun pesawat Chengdu J-20 masih belum layak tempur dan perlu beberapa pengembangan, namun pesawat ini cukup ampuh dalam mematahkan monopoli teknologi siluman AS.(VIVANEWS/WDN)
Continue reading →

Thursday, March 3, 2011

Jepang Khawatirkan Pesawat China

Y-8 AEW

TOKYO - Jepang menyatakan kekhawatiran terbarunya mengenai perkembangan kekuatan militer China pada Kamis (3/3/2011). Sehari sebelumnya, dua pesawat militer China terbang di dekat kepulauan sengketa di Laut China Timur.

Juru bicara pemerintah Yukio Edano mengatakan Jepang mengirimkan pesawat jet tempur untuk mengusir pesawat China tersebut pada jarak 55 kilometer dari kepulauan yang disebut Senkaku dalam bahasa Jepang dan Diaoyu dalam bahasa China. Menurut laporan media Jepang yang mengutip pejabat yang tidak menyebutkan identitasnya, peristiwa itu adalah jarak terdekat yang dilakukan pesawat militer China ke kepulauan yang tengah menjadi pusat perselisihan kedua raksasa Asia itu.

Namun, pesawat China yang diidentifikasi oleh Kantor Berita Kyodo sebagai pesawat mata-mata dan anti kapal selam Y-8 tidak memasuki wilayah Jepang dan langsung pergi setelah mereka berhadapan dengan pesawat Jepang. "Kami memperhatikan modernisasi kekuatan militer China dan menjadikan pertumbuhan dan aktivitas intensifnya sebagai bahan pertimbangan kami," kata Sekretaris Kabinet Edano.

"Negara kami akan terus memperhatikan penuh gerakan militer China," imbuhnya. Ia mengatakan Jepang sejauh ini tidak memiliki rencana untuk mengajukan keluhan resmi atas penerbangan tersebut yang disebutnya berada di luar wewenang udara negara kami dan tidak melanggar hukum internasional.

Aktivitas militer China yang meningkat memicu pemikiran ulang tentang masalah pertahanan dengan Jepang mengatakan pihaknya berencana untuk mengirimkan lebih banyak tentara ke kepulauannya yang tersebar di sebelah selatan dan lebih jauh dari lokasi masa Perang Dingin di utara dekat Rusia.

Tahun lalu pasukan pertahanan Jepang mengirim pesawat tempur sebanyak 48 kali sebagai respon atas pesawat militer China yang terbang dekat ke wilayah Jepang antara April dan Desember menurut harian Yomiuri Shimbun.

Kedua kekuatan Asia itu mengalami perselisihan diplomatik yang makin buruk selama bertahun-tahun setelah konflik di perairan yang masih dalam sengketa pada September antara dua kapal patroli pantai Jepang dengan satu kapal nelayan China.

Kedua pihak bersama Taiwan mengakui wilayah yang saat ini berada di bawah kendali Jepang sekaligus kaya sumber daya alam tersebut sebagai miliknya.(KOMPAS/WDN)
Continue reading →

Thursday, February 17, 2011

Rusia Tempatkan Rudal S-400 di Kuril

Rudal S-400

MOSKOW : Moskow akan menempatkan persenjataan rudal pertahanan terbaru mereka, sistem S-400 Triumf, di Kepulauan Kuril guna melindungi kedaulatan Rusia, kata perwira tinggi militer, Selasa.

"Dukungan militer beserta persenjataan modern adalah suatu keharusan untuk menjamin keamanan kepulauan tersebut," kata Presiden Dmitry Medvedev dalam sebuah rapat pekan lalu dengan Menteri Pertahanan Anatoly Serdyukov dan Menteri Pengembangan Regional Viktor Basagrin.

Empat pulau berpenduduk jarang (Iturup, Kunashir, Shikotan, dan Habomai) di rantai yang terbentang antara pulau utara Hokkaido Jepang dan Semenanjung Kamchatka Timur Jauh Rusia diduduki oleh Uni Soviet sejak akhir Perang Dunia II namun masih diklaim oleh Jepang.

Sengketa terhadap kepulauan itu, yang disebut Wilayah Utara di Jepang, telah menghambat proses penandatanganan perjanjian damai secara resmi antara Rusia dan Jepang.

Pejabat Staf Jenderal itu mengatakan sistem pertahanan misil S-400 dapat ditempatkan di kepulauan tersebut untuk melindungi dari potensi ancaman.

Sebelum kunjungan Medvedev ke salah satu pulau yang disengketakan itu pada November, Jepang telah menyuarakan kekhawatirannya dengan mengatakan bahwa kedatangan pemimpin Rusia akan membuat hubungan bilateral semakin kompleks, namun Kementerian Luar Negeri Rusia menolak upaya Tokyo itu.

Medvedev saat itu bersikeras dengan mengatakan bahwa ia menentukan rutenya sendiri untuk berpergian di seluruh negeri.

Kunjungan itu merupakan yang pertama kali dilakukan oleh kepala negara Rusia maupun Uni Soviet ke Kepulauan Kuril Selatan.

Segera setelah mendarat di Pulau Kunashir, Medvedev mengunggah sebuah foto pemandangan Kunashir ke akun jejaring Twitternya dengan pesan: "Banyak sekali tempat yang menawarkan pemandangan indah di Rusia. Kunashir".

Berbicara dalam sebuah kampanye di Tokyo pada 8 Februari, Perdana Menteri Jepang Naoto Kan menyebut kunjungan Medvedv pada November itu sebagai ketidaksopanan tak termaafkan, yang kemudian memantik kemarahan pihak Moskow.(SUARAKARYA/WDN)
Continue reading →

Thursday, February 10, 2011

Russia plans to send first Mistral ships to protect Kurils


The Mistral class amphibious assault ship

The two Mistral class amphibious assault ships built in France for the Russian Navy will be put in service with the Pacific Fleet, a Russian Defense Ministry source said Wednesday.

"After the [first two] Mistral ships are built and enter service, they are expected to join the Pacific Fleet," the source said.

Russian President Dmitry Medvedev earlier on Wednesday ordered naval and ground-based units deployed on the disputed South Kuril Islands, located in the Pacific, to be equipped with advanced weaponry.

Moscow and Paris signed an intergovernmental agreement to jointly build four Mistral class ships on January 25.

Under the Russian-French agreement the first Mistral-class ship, with a price tag of 720 million euros, is expected to be built in late 2013-early 2014 and the second in late 2014-early 2015.

A Mistral-class ship is capable of carrying 16 helicopters, four landing vessels, 70 armored vehicles, and 450 personnel.

Russia will also invest heavily in the modernization of the defense infrastructure on the four Kuril Islands and in the upgrade of weaponry used by units deployed on these islands.

The South Kuril Islands were seized from Japan by Soviet troops at the end of World War Two and remain a source of tension between Moscow and Tokyo. Russia claims that the islands are "unalienable Russian territory." (RIA/WDN)
Continue reading →

Tuesday, January 18, 2011

Update : Indonesia dan Jepang Sepakat Kerja Sama Pertahanan

Peresmian Pantung Jendral Sudirman Di kantor Menhan Jepang di Nippon, Jepang. (Foto: Alutsista)

JAKARTA : Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro bersama Menteri Pertahanan Jepang Toshimi Kitazawa sepaham untuk menggagas rencana kerja sama di bidang pertahanan antara Indonesia dan Jepang.

"Kerja sama antara Indonesia dan Jepang khususnya di bidang ekonomi sudah berjalan dengan sangat baik dan berlangsung cukup lama, maka sekaranglah saatnya untuk membuka kerja sama di bidang pertahanan," ujar Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan Brigjen TNI I Wayan Midhio yang ikut mendampingi Purnomo Yusgiantoro di Jepang kepada Suara Karya di Jakarta, Senin (17/1).

Gagasan membuka kerja sama pertahanan RI - Jepang disampaikan Menhan saat berkunjung ke kantor Menhan Jepang di Nippon, Jepang.

Sebelumnya, Menhan RI dan Menhan Jepang menyaksikan peresmian patung Pembela Tanah Air (PETA) yang direpresentasikan dengan sosok pahlawan Jenderal Besar Sudir-man. Purnomo maupun Toshimi mengharapkan keberadaan patung Sudirman bisa menjadi simbol kerja sama baik bidang pertahanan RI dengan Jepang. Purnomo juga melakukan kunjungan ke Perdana Menteri Jepang, Naoto Kan dan Menteri Luar Negeri Jepang, Seiji Maehara.

Wayan Midhio menjelaskan, Indonesia mengapresiasi reformasi pembangunan di bidang pertahanan Jepang. Dalam beberapa tahun terakhir, Jepang fleksibel menjalin kerja sama pertahanan dengan beberapa negara di Benua Eropa, Amerika dan Asia.

Atas dasar itu pula, Indonesia siap menjalin kerja sama pertahanan di berbagai divisi dengan Jepang. "Indonesia siap untuk melakukan kerja sama di berbagai sektor di bidang pertahanan," kata Wayan mengutip pernyataan Purnomo.

Sementara itu, Jepang mendapat penjelasan tentang sistem pertahanan di Indonesia. Menhan Purnomo Yusgiantoro menjelaskan, TNI mengalami perubahan signifikan dalam 12 tahun terakhir setelah reformasi. TNI lebih menghormati hak asasi manusia serta tidak lagi berpolitik dan berbisnis. Ke depan, TNI diproyeksikan menjadi militer yang lebih profesional sebagai alat pertahanan negara.

Namun demikian, Purnomo mengakui, di balik upaya pemerintah membangunan sistem pertahanan melalui profesionalisme TNI belum didukung industri pertahanan dalam negeri yang masih tertinggal.

Karena itu, Purnomo menawarkan kerja sama kepada Jepang dalam pembangunan proyek four in one. Empat bidang itu adalah pembangunan Pusat Misi Pasukan Perdamaian (PMPP), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB, Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) dan standby forces berupa pasukan batalion mekanis (mechanism battalion) yang siap dikerahkan setiap saat.

Galang Dukungan

Di luar substansi menggagas kerja sama pertahanan, kunjungan Purnomo ke Jepang untuk meminta dukungan agar Indonesia bisa menjadi Ketua ASEAN Defence Minister Meeting (ADMM) 2011. ADMM akan membahas masalah Laut Cina Selatan dan berbagai isu terkait dengan ASEAN Security Community.

Selain itu, Purnomo meminta dukungan Jepang agar membantu Indonesia sebagai co-host dalam Disaster Relief Exercise (DIREX) 2011 di Manado, Sulawesi Utara. "Meminta dukungan ini sekaligus mengundang Menhan Jepang untuk hadir dalam Jakarta International Defence Dialogue (JIDD) pada bulan April 2011," ujar Wayan.

Terkait rencana latihan yang melibatkan 27 negara ASEAN Regional forum (ARF) dalam DIREX 2011, Jepang punya peran sebagai co-host.

Sebelum melakukan lawatan ke Jepang, Purnomo melakukan kunjungan kehormatan kepada Menhan Thailand Jenderal Prawit Wongsuwan yang membicarakan masalah hubungan bilateral dan dukungan kepada Indonesia sebagai penyelenggara pertemuan ADMM 2011.(SUARA KARYA/WDN)
Continue reading →

Total Pageviews

Blog Archive

Labels

Followers