New Maju Indonesia Ku

Showing posts with label Kapal Angkut. Show all posts
Showing posts with label Kapal Angkut. Show all posts

Thursday, April 11, 2013

Kementerian Keuangan Setujui Pemusnahan Dua Kapal TNI AL

Jakarta - Dua kapal TNI AL yaitu Kapal Republik Indonesi (KRI) Teluk Semangka-512 dan KRI Teluk Berau-534 mendapat persetujauan Kementerian Keuangan untuk dimusnahkan. Pemusnahan kapal yang sudah rusak berat itu dilakukan dengan cara ditenggelamkan, sebagai sasaran uji coba rudal dalam acara latihan gabungan TNI AL.

Demikian siaran pers Direkorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan, yang diterima oleh Jaringnews.com hari ini (10/4). Menurut siaran pers yang ditandatangani Direktur Hukum dan Human Kemenkeu, Tavianto Noegroho tersebut, persetujuan Kemenkeu diperlukan dalam rangka meningkatkan kualitas tata kelola Barang Milik Negara (BMN) pada kementerian/lembaga.

Kedua KRI selama ini tercatat sebagai BMN pada Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dalam hal ini TNI AL. Persetujuan yang ditandatanganai oleh Dirjen Kekayaan Negara atas nama Menteri Keuangan tersebut, sekaligus juga dimaksudkan sebagai dukungan DJKN dalam acara latihan gabungan TNI AL.

Pemusnahan ini juga sudah sesuai dengan Peraturan Pemerintah No enam tahun 2006 yang telah diubah menjadi PP No 38 tahun 2008 dan Peraturan Menteri Keuangan No 98 tahun 2007. Menurut aturan ini, pemusnahan BMN dapat dilakukan apabila tidak dapat digunakan lagi karena rusak atau tidak ekonomis apabila diperbaiki. BMN juga dapat dimusnahkan apabila tidak dapat dipergunakan lagi karena modernisasi, barang telah kadaluarsa serta barang yang spesifikasinya telah berubah karena penggunaan, misalnya karena terkikis atau aus.(Jaringan News/WDN)
Continue reading →

Saturday, March 30, 2013

TNI AL Bangun Kapal LST Dan BCM

Jakarta - TNI Angkatan Laut saat ini tengah membangun kapal perang jenis Bantu Cair Minyak (BCM) dan kapal angkut tank atau Landing Ship Tank (LST). Pengerjaan dua kapal ini di galangan kapal PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari, Pondok Dayung, Jakarta.

Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Laksdya TNI Hari Bowo mengatakan pembuatan kapal ini sebagai tindak lanjut program pemerintah. "Program ini telah tertuang dalam Kesepakatan Bersama antara Menteri Pertahanan RI, Panglima TNI, dan Kepala Kepolisian Negara RI tentang.

Revitalisasi Industri Pertahanan dalam menerapkan Program Minimum Essential Force (MEF)," kata Hari saat meninjau proses pembuatan kedua kapal di galangan PT Dok, Jakarta, kemaren. PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari adalah salah satu industri strategis milik pemerintah yang telah mendapat kepercayaan untuk mengerjakan program pemerintah tersebut. Penunjukan PT Dok juga sebagai upaya dalam memberdayakan industri perkapalan dalam negeri untuk membangun alutsista TNI.

"Maksud peninjauan ini adalah untuk mengetahui sampai sejauhmana perkembangan pengerjaan kapal tersebut, serta ingin melihat pemenuhan terhadap kriteria yang dipesan, baik spesifikasi teknis, kualitas, serta keamanannya zero accident," kata dia.

Hari berharap pengerjaan kedua kapal sesuai spesifikasi teknis yang telah direncanakan. Selain itu, pengerjaan kapal tetap memperhatikan kualitas dan keamanan pengerjaan.

Saat ini, proses pembuatan kapal perang BCM sudah mencapai 60,27 persen. Kapal Angkut Tank sudah berjalan 37,47 persen dan 38,31 persen. "Ketiganya merupakan kapal yang dipesan oleh TNI AL dan dijadwalkan akan selesai pada tahun 2014," kata Dirut PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari, Riry Syeried Jetta.

Kedua jenis kapal yang tengah dibangun tersebut masing - masing memiliki spesifikasi. Kapal BCM memiliki panjang keseluruhan 122,40 meter, panjang garis tegak 113,90 meter, lebar 16,50 meter, tinggi 9,00 meter.

Sementara, kecepatan BCM maksimal 18 knots, jarak jelajah 7.680 nm, kapasitas muatan cair 5.500 m3, tenaga penggerak utama berjumlah dua buah daya 6.114 PS, berat baja 2.400 ton, dengan sistem propulsi twin screw dan fixed pitch propeller.

Sedangkan spesifikasi Kapal Angkut Tank memiliki panjang keseluruhan 117,00 meter, panjang antara garis tegak 107,77 meter, lebar 16,40 meter, tinggi 7,80 meter. Kecepatan maksimal 16 knots, jarak jelajah 6.240 NM, tenaga penggerak utama berjumlah dua buah daya 3.600 HP, dengan sistem propulsi fixed pitch propeller.(Suara Karya/WDN)
Continue reading →

Friday, March 1, 2013

TNI AL Resmikan First Steel Cutting Pembangunan LST Ketiga

Jakarta - Wakil Asisten Logistik (Waaslog) Kasal Laksamana Pertama (Laksma) TNI Ir. Sayid Anwar membuka First Steel Cutting pembangunan Kapal Angkut Tank-3 TNI Angkatan Laut di salah satu galangan kapal mitra TNI Angkatan Laut Srengsem Panjang Lampung, Kamis (28/3).

Kegiatan tersebut, dihadiri Kadismatal Laksma TNI Ir. Bambang Nariyono, M.M., Kadisadal Laksma TNI Mulyadi, S.I.P, M.A.P, Kadislaikmatal Laksma TNI Hary Pratomo, Pusada Baranahan Kemhan yang diwakili oleh Kabid Matra Laut Kolonel Laut (T) Sriyanto, Danlanal Lampung Kolonel Laut (E) Ir. Fery Sidjaja, Danbrigif 3 Marinir Kolonel (Mar) Hardimo dan Dirut PT. Daya Radar Utama (DRU) Amir Gunawan.

Pelaksanaan Steel Cutting Kapal Angkut Tank-3 TNI Angkatan Laut ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Waaslog Kasal didampingi Dirut PT. Daya Radar Utama (DRU) dan Pusada Baranahan Kemhan.

Dalam sambutannya Waaslog Kasal Laksma TNI Ir. Sayid Anwar mengatakan, dengan adanya pembangunan Kapal Angkut Tank TNI Angkatan Laut diharapkan dapat memajukan industri pertahanan dalam negeri sehingga dapat mengurangi ketergantungan dari luar negeri. Pelaksanaan pembangunan ini sebagai wujud pembinaan dari pemerintah dalam hal ini Kemhan/TNI, dengan harapan PT. Daya Radar Utama tetap memberikan Technigal Support di luar masa Warrantinya sehingga kapal ini dapat berfungsi sesuai usia.

Melalui pelaksanaan Steel Cutting Kapal Angkut Tank-3 TNI Angkatan Laut tersebut, membuktikan bahwa PT. Daya Radar Utama berkomitmen dan siap menjadi lead integrator pembangunan produk Alat Utama Sistem Senjata (Alut Sista) bidang kemaritiman.(Koarmabar/WDN)
Continue reading →

Friday, January 4, 2013

PT PAL Bantah Pengadaan 10 Alutsista Tidak Selesai

Jakarta - Markas Besar TNI Angkatan Laut menegaskan akan menunggu dua buah tugboat dari PT. Penataran Angkatan Laut (PAL) tahun ini. “Berdasarkan kontrak, seharusnya tugboat dikirimkan pada 2013,” ujar Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama Untung Suropati saat dihubungi oleh Tempo, Kamis 3 Januari 2013.

Menurut Untung, ada dua unit tugboat yang sedang dibuat oleh PT. PAL. Selain tugboat dari PT. PAL, TNI AL akan menerima dua unit kapal Patroli Cepat (PC) 40 dari galangan Palindo Marine (Batam), dan dua buah kapal tanker dari galangan Anugrah Buana Marine (Banten) dan Dok Kodja Bahari (Jakarta).

Sebelumnya, PT. PAL berjanji akan menyelesaikan program pengadaan alutsista yang sudah dipercayakan pada mereka tahun ini. Setidaknya, ada dua program militer yang akan diselesaikan pada tahun ini, yaitu Kapal Cepat Rudal (KCR) dan tugboat. “Itu akan selesai akhir tahun 2013,” ujar Direktur Utama PT. PAL Firmansyah Arifin.

Dia menolak jika disebutkan ada 10 item program pengadaan alutsista milik Kementerian Pertahanan dan TNI yang tidak bisa selesai. “Enggak ada, semua proyek masih berjalan sesuai rencana,” kata dia.(TEMPO/WDN)
Continue reading →

Wednesday, January 2, 2013

Dirut PT PAL : Kami Yakin Pengerjaan Kapal TNI Selesai Tepat Waktu

Surabaya - Keluhan dari Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin perihal molornya progres proyek kapal tunda pesanan pemerintah mendapat perhatian khusus dari PT PAL. Perusahaan yang berganti pimpinan Februari lalu itu menjamin bahwa waktu penyelesaian kapal tak akan terlambat.

Direktur Utama PT PAL M. Firmansyah Arifien mengatakan, pihaknya memahami kekhawatiran yang disampaikan Wamenham. Sebab, kinerja PT PAL sebelumnya belum bisa dipandang sebagai suatu kerja profesional.

"Kami tahu bagaimana PT PAL dipandang selama ini. Dan kami akan gunakan teguran dari beliau sebagai cambuk bagi kami untuk segera tak terlambat dalam penyerahan kapal," ujarnya, Senin (31/12).

Firmasnyah sama sekali tak menampik jika pembangunan dua kapal tunda sedikit molor. Terhitung November 2012, progress proyek produksi kapal tunda pertama takni tugboat M000276 mencapai 67 persen. Angka tersebut meleset dari 8,79 persen dari target progress semula yakni 76 persen. Sedangkan, kapal tunda kedua yakni M000277 sudah mencapai 63,03 persen atau 1,5 persen lebih rendah dari target progress.

Penyebabnya, lanjut dia, adalah karena material plat baja yang cacat yang diketauhi September lalu. "Pertama, karena platnya dalam kondisi tidur, bagian atas tak terlihat cacat. Tapi pada proses blasting dan diberdirikan, baru terlihat kalau bagian bawahnya ada titik-titik. Dan, karena kami memperhatikan kualitas, kami putuskan untuk menggantinya dengan material yang baru," jelasnya.

Namun dia menegaskan bahwa kendala tersebut tak mempengaruhi tanggal penyerahan kapal. Pasalnya, semua material produksi, termasuk pengganti material yang cacat sudah diperoleh.

"Jadi, sejak penemuan plat baja yang cacat September lalu, kami langsung memesan lagi material baru. Untungnya, pelat baja yang kami pesan sudah datang. Jadi, sekarang yang semua faktor tinggal faktor internal yakni manajemen produksi," terangnya.

Frimansyah mengatakan, pihaknya bakal berlakukan dua shift untuk menggenjot produksi kapal. "Kami juga akan terus mencari sub kontraktor untuk mempercepat produksi. Dan kapal bisa tepat delivery time April dan Juni tahun ini," imbuhnya. (JPNN/WDN)
Continue reading →

Tuesday, June 5, 2012

Bank Mandiri Kucurkan Kredit Untuk PT Dok & Kodja Bahari Dalam Pembuatan Kapal LST

Jakarta - PT Bank Mandiri Tbk mengucurkan kredit pembiayan sebesar Rp320 miliar kepada PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari (Persero) untuk membangun dua unit kapal jenis landing ship tank (LST) pesanan TNI Angkatan Laut.

Penandatanganan perjanjian kredit disaksikan Dirut Mandiri Zulkifli Zaini, Dirut Dok Kodja Bahari Riry Syeried Jetta, dan Menteri BUMN Dahlan Iskan, di Jakarta, Selasa.

Menurut Zulkifli Zaini, kredit sebesar Rp320 miliar terdiri atas kredit modal kerja transaksional sebesar Rp126 miliar dengan jangka waktu 24 bulan.

Kredit "non cash loan" sebesar Rp187 miliar dan sebesar 9,5 juta dolar "treasury loan" masing-masing jangka waktu 24 bulan.

"Kredit tersebut diberikan dengan jaminan piutang tagihan, persediaan, dan aset berupa peralatan pembangunan kapal," kata Zaini.

Sementara itu Dirut Dok Kodja Bahari Riry mengatakan, kapal pengangkut tank tersebut memiliki panjang 117 meter.

"Masa pembangunannya selama 22 bulan, atau ditargetkan selesai pada pertengahan tahun 2014," kata Riry.

Ia menjelaskan, pesanan kapal tersebut merupakan bagian dari pengadaan alutsista TNI Angkatan Laut.

Sesuai dengan arahan Kementerian Pertahanan diharapkan selesai dan dapat digunakan pada parade alat militer pada Hari Angkatan Bersenjata 5 Oktober 2014.

Sementara itu Dirut Bank Mandiri Zulkifli Zaini mengatakan pembiayaan untuk Dok Kodja Bahari bagian dari target Mandiri untuk meningkatkan kredit korporasi.

"Kredit ini bagian dari sinergi BUMN dalam rangka mendorong kemampuan keuangan perusahaan milik negara sehingga dapat meningkatkan nilai tambah ekonomi, khususnya pada pembangunan alutsista," kata Zulkifli.

Sedangkan Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan sinergi pembiayaan tersebut merupakan momentum kebangkitan Dok Kodja Bahari.

Namun kata Dahlan, yang tidak kalah penting adalah Bank Mandiri tetap melakukan kontrol dan pengawasan yang ketat terhadap Dok Kodja Bahari.

"Pengawasan diperketat untuk mengontrol keuangan sistem, apakah memadai untuk menerima kredit ratusan miliar. Kalau di tengah jalan ada kecurigaan terjadi penyelewengan kredit cepat diberitahukan kepada manajemen Mandiri agar tidak terjadi kemacetan," ujar Dahlan. (Yahoo/WDN)
Continue reading →

Tuesday, May 8, 2012

Wamenhan Meninjau Proses Pembuatan Kapal BCM Di PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari

Jakarta - Sehari setelah melakukan kunjungan kerja ke PT Anugrah Buana Marine untuk mengetahui sejauh mana proses pembuatan kapal Bantu Cair Minyak (BCM) Wamenhan Sjafrie Sjamsoeddin didampingi Irjen Kemhan Laksdya TNI Sumartono, Kabaranahan Kemhan Mayjen TNI Ediwan Prabowo, Pejabat Mabes TNI dan Angkatan, Selasa (8/5), Mengunjungi PT. Dok dan Perkapalan Kodja Bahari, yang juga sedang mengerjakan pembuatan kapal Bantu Cair Minyak kedua untuk TNI AL.

Setibanya di PT. Dok dan Perkapalan Kodja Bahari Wamenhan beserta rombongan disambut oleh Wakasal Laksdya TNI Marsetio dan Dirut PT. Dok dan Perkapalan Kodja Bahari Riri Syeried Jetta beserta staf langsung menyaksikan proses pengerjaan pemotongan baja sebagai material kapal BCM. Usai melakukan kunjungan ke Galangan kapal II, Wamenhan menuju Aula PT. Dok dan Perkapalan Kodja Bahari menerima penjelasan seputar proses penyelesaian pembuatan satu kapal BCM yang menggunakan material 100% local content dan direncanakan di bangun selama 24 bulan.

Selain mendapat penjelasan tentang pembuatan kapal BCM, Wamenhan juga mendapat penjelasan tentang rencana pembuatan dua kapal jenis Landing Ship Tank (LST) yang sudah ditandatangani kontraknya, namun masih dalam tahap rancang bangun, karena design awal kapal Landing Ship Tank dengan 354 ABK hanya dapat mengangkut kendaraan Tempur (Ranpur) jenis Tank BMP 3F, yang dimodifikasi menjadi kapal Landing Ship Tank yang juga dapat mengangkut tank jenis Leopard.

Sementara itu untuk jenis kapal BCM itu sendiri, memiliki spesifikasi panjang 122,40 m , lebar 16,50 m, memiliki kecepatan maksimal 18 knots dan dapat memuat bahan minyak cair sebanyak 5500 m3. Adapun modifikasi ataupun perubahan-perubahan yang dilakukan dalam pembuatan kapal, Wamenhan mengharapkan proses pembangunannya sesuai dengan target yang telah ditetapkan atau tidak melewati batas waktu tahun 2014.(DMC/WDN)
Continue reading →

Monday, April 30, 2012

TNI AL Pesan Satu Kapal Tanker Untuk Logistik

Jakarta - TNI Angkatan Laut membangun satu unit kapal logistik yang berfungsi sebagai kapal bantu cair minyak. Kapal baru itu bertujuan memperkuat alat utama sistem senjata. Kapal dibuat PT Anugrah Buana Marine Bojonegara, Kabupaten Serang, Banten. Kapal memiliki panjang 95,5 meter, lebar 1,75 meter, dan tinggi 9 meter. Kapal memiliki daya tampung minyak sebanyak lima ribu meter kubik. Pembuatan kapal diperkirakan menelan biata sekitar Rp106 miliar. TNI menargetkan penyelesaian pembuatan kalap 18 bulan kemudian. PT Anugrah Buana Marine Bojonegara menggunakan baja lokal sebagai bahan baku. Baja didapat dari PT Krakatau Steel di Kota Cilegon. Tak hanya itu, TNI AL pun membuat tiga unit kapal cepat untuk tempur. Kapal itu untuk memperkuat pertahanan di daerah perbatasan.(Metro TV News/WDN)
Continue reading →

Friday, February 24, 2012

ITS Kembangkan Hovercraft Berstandar Internasional

Surabaya - Hovercraft atau kapal melayang kini bisa diproduksi di Indonesia. Kapal amphibi yang dulu hanya dimiliki negara-negara adikuasa seperti Amerika dan Jepang, kini juga dimiliki Singapura, Malaysia dan tentu saja Indonesia yang dikembangkan oleh Ship Designer asal ITS.

Bentuk Hovercraft yang diproduksi di ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember) ini tak beda jauh dengan yang telah dipakai pasukan Angkatan Darat di Amerika. Kendaraan yang berjalan di atas bantalan udara (air cushion) ini juga sengaja difungsikan untuk mengangkut penumpang dan mengakses dari kapal menuju daratan dengan speed khusus.

Kendaraan atau kapal amphibi berdimensi 14,2 x 7 meter ini memiliki 25 knot ground speed dan 30 knot air speed. Kapal yang mampu bermanuver di perairan maupun di darat tersebut menunjukkan kemampuan bangsa memproduksi perlengkapan pertahanan sendiri.

"Ground speed-nya 25 knot, air speed 30 knot," kata Marine Engineer & Ship Designer ITS, Ir H Agoes Santoso kepada detiksurabaya.com, Kamis (23/2/2012).

Seperti Hovercraft di negara-negara lain, kapal amphibi ini memiliki bantalan udara yang ditimbulkan dengan cara meniupkan udara ke ruang bawah kapal (plenum chamber). Proses ini berlangsung melalui skirt (sekat yang lentur) sehingga tekanan udara di dalam plenum chamber lebih tinggi daripada tekanan udara luar sehingga timbul gaya angkat

Untuk menggerakkan kapal bantalan udara, digunakan gaya dorong yang diperoleh dari baling-baling (propeller). Gaya angkat kapal ini bekerja pada penampang yang luas, sehingga tekanan terhadap tanah atau air (ground pressure) yang ditimbulkan tidak besar.

Dengan demikian, kendaraan ini dapat berjalan di atas lumpur, air maupun daratan dengan membawa beban yang cukup berat. Maksimal, Hovercraft ini berkapasitas hingga 5 ton muatan.

Muatan berupa penumpang atau bahkan kendaraan bisa sangat efektif diangkut menggunakan kapal amphibi ini. Dan lagi, dengan 1000 liter bensin, hovercraft buatan ITS ini mampu mengakses perjalanan ke darat dengan cepat.

"Maksimal dikendarai selama 2 jam," tuturnya.

Kini, satu unit hovercraft produksi ITS telah diambil fungsi oleh Direktorat Perbekalan Angkutan TNI Angkatan Darat di Jakarta. Sayangnya, kapal amphibi yang diproduksi dengan dana tak lebih dari Rp 50 Miliar ini belum ada lagi yang memesan. Padahal, alat angkut penumpang semacam ini sering digunakan anggota TNI di luar negeri untuk pertolongan kali pertama saat terjadi bencana di laut.(DETIK/WDN)
Continue reading →

Thursday, November 3, 2011

PT PAL Inginkan Proyek Pembangunan Kapal Perang Jangka Panjang

Surabaya - PT PAL menginginkan proyek pembangunan kapal dilakukan dalam jangka panjang. Ini dimaksudkan agar harga kapal bisa lebih ekonomis.

Pemesanan kapal perang untuk jangka panjang meskipun dalam jumlah yang tak terlalu banyak akan menghidupkan industri kapal perang. "Pemesanan satu kapal perang tidak akan ekonomis, harganya akan jauh lebih mahal dibandingkan membuat massal," kata Direktur SDM dan Umum PT PAL Sewoko Kartanegara di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (2/11).

Menurut dia, kesulitan PT PAL untuk pembangunan kapal perang karena pemesanan dilakukan dalam jumlah kecil dan jangka pendek. Padahal, muatan lokal yang bisa dilakukan PT PAL dalam pembuatan kapal perang hanya sekitar 30-36 persen. Sisanya masih berupaya material impor.

Direktur Rekayasa Umum PT PAL Herbandi Novianto menyatakan, kemampuan BUMN Strategis ini tidak perlu diragukan. Dia mengatakan, kemampuan PT PAL sudah diakui banyak negara, termasuk negara-negara Eropa. "Sebut jenis kapal apa pun, kami mampu," kata Herbandi.

Dia menambahkan, agar industri pertahanan bisa mandiri, dibutuhkan sumberdaya manusia yang cukup, modal kerja yang kuat dan keberlanjutan pembuatan. "Kita harus berani untuk maju dengan mengembangkan sendiri alutsista. Memang butuh banyak waktu dan dari segi kualitas kurang bagus, tapi efek jangka panjangnya, kita bisa mandiri," jelas Herbandi.(JURNAS/WDN)
Continue reading →

Wednesday, November 2, 2011

PT. PAL: Filipina Sudah pesan 1 LPD

Surabaya - Indonesia sudah saatnya membangun kapal sendiri baik untuk kapal perang maupun kapal sipil.

"PT PAL Indonesia mampu untuk bangun kapal sendiri," kata Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) dan Umum, PT PAL Indonesia, Soewoko Kartanegara, kepada rombongan wartawan dari Kementerian Pertahanan di Surabaya, Rabu (2/11).

Menurut Soewoko, sampai saat ini sebanyak 70 persen komponen kapal yang dibuat PT PAL Indonesia diimpor. "Memang disayangkan negara maritim kok tapi sepertinya perusahaan kapal-nya tak didukung," kata dia.

Soewoko mengharapkan, ke depan semua kebutuhan kapal dalam negeri baik kapal perang maupun kapal niaga (sipil) dibuat di PT PAL Indonesia. "Saya sangat mendukung dengan adanya Komite Kebijakan Industri Strategis Pertahanan (KKISP) yang dibentuk pemerintah," kata Soewoko.

KKISP intinya semua peralatan pertahanan harus menggunakan produksi dalam negeri.

Menurut Soewoko, permasalahan yang dialami sehingga PT PAL Indonesia sampai saat ini mati suri adalah tidak adanya keberlanjutan order kapal dari pemerintah termasuk konsumen lainnya.

Untuk itu, ia mengusulkan agar pemerintah dan DPR membuat UU untuk kelanjutan order kapal atau peralatan perang untuk pertahanan negara. "Kita butuh order yang lama, dengan ini industri pertahanan seperti PT PAL Indonesia bisa hidup secara ekonomi," kata dia.

Permasalahan lain, kata dia, adalah saat ini jumlah sumber daya manusia (SDM) PT PAL Indonesia jumlahnya terbatas dan sudah berusia 47 tahun ke atas. Pada tahun 1980 jumlah karyawan PT PAL Indonesia sebanyak 6.000 orang. Sekarang tinggal 1.600 orang dan 80 orang diantaranya tenaga ahli. "Tidak adanya regenerasi SDM karena kurang dana. Namun, sekarang kita mulai rekrut SDM baru lagi," kata dia.

Menurut Soewoko, harga sebuah kapal yang dibuat PT PAL Indonesia minimal US$ 220 juta per unit.

Ia mengatakan, Filipina sudah memesan satu kapal perang jenis Landing Platform Dog (LPD) ke PT PAL Indonesia. "Namun pembangunan kapal ini nanti, 70 persen komponennya tetap diimpor," kata dia.

Kapal jenis LDP digunakan untuk angkut peralatan perang seperti senjata, amunisi dan tank dan panser.

Soewoko meminta TNI dan Polri agar percayakan kepada PT PAL Indonesia untuk membuat kapal untuk kepentingan pertahanan. "Pihak swasta juga kita minta pesanlah kapal ke PT PAL Indonesia," kata dia.

Menurut Soewoko, sejak berdiri tahun 1980, PT PAL Indonesia bertugas bangun kapal TNI termasuk Polri, bangun kapal sipil, perawatan umum dan perawatan kapal. (Suara Pembaruan/WDN)
Continue reading →

Friday, October 21, 2011

KSAL Ikut Ujicoba Prototipe LCU Di Kolinlamil

Jakarta – Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Soeparno, S.E. onboard di landing craft unit (LCU) dengan mesin pendorong water jet yang dibuat dengan peruntukan kapal perang jenis landing platform dock (LPD) yang diujicobakan di Kolinlamil, Jumat (21/10).

Pada kegiatan uji coba tersebut, turut onboard di dalam LCU Asrena Kasal Laksda TNI Sumartono, Aspam Kasal Laksda TNI Ir. Putu Yuli Adnyana, Asops Kasal Laksda TNI Hari Bowo, M.Sc., Pangarmatim Laksda TNI Ade Supandi, S.E., Pangkolinlamil Laksda TNI Agung Pramono, S.H., M.Hum., Dankormar Mayjen TNI (Mar) Alfan Baharudin, Kadismatal, Kadisadal, Kadislaikmatal, Kasarmabar, Kaskolinlamil serta Danlantamal III.

LCU yang diujicobakan merupakan prototype LCU produksi dalam negeri yang akan dipesan oleh TNI AL dan direncanakan akan ditempatkan di empat kapal perang jenis LPD milik TNI AL dengan berbagai kelebihan diantaranya menggunakan mesin pendorong water jet sehingga mampu bermanuver di area yang relatif sempit, dapat dioperasikan di perairan dangkal, daya angkut 100 pesonel atau 26 ton, kecepatan kosong 40 knots per mil laut/Nautical Mil, sedangkan kecepatan maksimum 28 knots, tidak bising, minim getaran, terbuat dari aluminium

Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk melihat kemampuan yang dimiliki LCU propullsion water jet dan untuk menampung berbagai masukan guna penyempurnaan LCU yang akan dibuat untuk kapal LPD TNI AL sehingga dapat dioptimalkan penggunaannya dalam pelaksanaan operasi sesuai kebutuhan TNI AL selaku pengguna.(POS KOTA/WDN)
Continue reading →

Tuesday, August 23, 2011

TNI AL Uji Kesiapan KRI Teluk Manado


Jakarta - TNI AL mengadakan uji kesiapan dalam gladi tugas tempur KRI Teluk Manado-537 di perairan Teluk Jakarta, Senin (22/8/2011).

Dalam edaran pers Dinas Penerangan Armada Barat (Dispen Armabar), disebutkan, uji terampil yang diadakan merupakan lanjutan dari pemeriksaan awal. Setelah itu ditetapkan kesiapan tempur dari KRI Teluk Manado.

Menurut Komandan Kolatarmabar (Dankolatarmabar), Kolonel Laut (P) TSNB Hutabarat, uji terampil II merupakan latihan dasar bagi KRI Teluk Manado-537 untuk mengukur tingkat kemampuan dalam melaksanakan tugas secara maksimal.

Dalam Uji terampil tersebut dilaksanakan simulasi peran-peran, di antaranya peran tempur bahaya udara, peran tempur bahaya permukaan, peran kebakaran, peran orang jatuh dilaut. Selain itu uji material dan kesiapan perangkat lunak dihadapkan kepada tugas-tugas operasi sesuai fungsi asasinya.

KRI Teluk Manado-537 adalah Kapal Perang jenis Landing Ship Tank (LST) Type Frosch, yang bertugas sebagai pengangkut personel dan materiil ke pulau-pulau perbatasan dan daerah-daerah rawan di wilayah Indonesia.

KRI itu dibuat di galangan VEB Penee Werft Wolgast, Jerman Timur, pada tahun 1977 dan saat ini merupakan salah satu unsur Satuan Lintas Laut Militer (Satlinlamil) Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) Jakarta.(KOMPAS/WDN)
Continue reading →

Friday, August 19, 2011

TNI AL Akan Tempatkan Pasukannya Untuk Menjaga Kapal Sipil

Jakarta - Para pelaut Indonesia yang tergabung dalam Solidaritas Pelaut meminta TNI AL mengawal kapal sipil yang melintasi perairan rawan bajak laut.

Ketua Solidaritas Pelaut Pius Ladja Pera yang dihubungi di Jakarta, Kamis (18/8/2011) mengatakan, pihaknya menemui Kepala Staf TNI AL (KSAL) Laksamana Soeparno untuk meminta pengawalan.

"Kita belajar dari kasus Somalia dan juga kerawanan di Selat Malaka. Para pelaut kapal dagang meminta agar ada pengawalan dari TNI AL di atas kapal berbendera Indonesia," ujar Pius.

Sebelumnya, Laksamana Soeparno yang ditemui Kompas di Markas Besar TNI AL di Cilangkap, pagi harinya, menjelaskan, TNI AL siap untuk menempatkan personil di kapal-kapal sipil berbendera Indonesia.

"Sri Lanka juga mengadakan pengawalan serupa. Ini lebih efisien disbanding mengirim kapal patroli di perairan Somalia. Kita sudah siap tetapi sejauh ini belum ada permintaan langsung untuk mengawal," kata Soeparno.

Dalam skema tersebut, para prajurit TNI AL dengan kualifikasi tempur seperti Korp Marinir dan Komando Pasukan Katak (Kopaska) ditempatkan di atas kapal-kapal sipil yang berlayar di perairan rawan bajak laut seperti di kawasan Teluk Aden yang marak dibayangi bajak laut Somalia. (KOMPAS/WDN)
Continue reading →

Tuesday, July 26, 2011

PPAL sarankan kapal dagang Indonesia dikawal Oleh TNI AL

Jakarta - Persatuan Purnawirawan Angkatan Laut (PPAL) mendesak pemerintah untuk melakukan penanggulangan perompakan di perairan Somalia.

Ketua PPAL Achmad Sutjipto, mengatakan, perlu ditindak lanjuti penegasan aturan, bahwa Indonesia dapat menggunakan kekuatan tentara atau tenaga militer asing.

"Selain itu, bisa juga dengan cara melatih awak kapal dengan pembekalan pelatihan militer menghadapi serangan teroris," kata Achmad Sutjipto di Jakarta, Selasa (26/7).

Senada dengan anggota PPAL, Anggota Komisi I DPR RI Satca Wirya mengatakan, sudah merupakan tugas TNI AL untuk melindungi warga negaranya termasuk awak kapal niaga berkewarganegaraan Indonesia.

Dirinya memaparkan hasil diskusi penanggulangan teroris yang diselenggarakan oleh PPAL di Hotel Borobudur pagi ini, Selasa (26/7) selanjutnya akan disampaikan kepada Menhan Purnomo Yusgiantoro yang rencananya akan hadir pada penutupan.(Primaironline/WDN)
Continue reading →

Friday, July 22, 2011

KRI Banda Aceh-593 Angkut Pasukan ke Pangkalan Kolinlamil

Jakarta – Salah satu kapal perang jajaran Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) KRI Banda Aceh – 593 jenis Landing Platform Dock (LPD) mengangkut pasukan dan materiil Marinir usai mengikuti Lampung Expo-2011 dan latihan Denjaka tiba di Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok Jakarta, Kamis malam.

Kapal perang dengan Komandan Letkol Laut (P) May Franky Pasuna Sihombing tersebut mengangkut pasukan dan material dari dermaga Kontainer Panjang Lampung, satu pleton pengawak material dari Batalion Kavaleri Pasukan Marinir-2 (Yonkav Pasmar-2) dan materiil pameran diantaranya satu pucuk HOW 105, satu unit truk penarik, satu unit roket RM 70 Grad, satu unit BMP-3 serta satu unit LVT-7 tanggal 11 Juli 2011 usai mengikuti Lampung Expo-2011.

Selain mendukung kegiatan Lampung Expo-2011, kapal perang yang sehari-hari di bawah Pembinaan Satlinlamil Jakarta tersebut melaksanakan kegiatan operasi lintas laut mengangkut sejumlah pasukan dengan kekuatan satu kompi pasukan Marinir dan material yang digunakan selama pelaksanaan latihan yang ditinjau secara langsung oleh kasum TNI Letjen TNI J. Suryo Prabowo.

Pasukan yang diangkut tersebut antara lain terdiri dari satu kompi dari pasukan khusus TNI AL yang dikenal Detasemen Jalamangkara (Denjaka) dan personel pengawak alutsista Marinir yang mengikuti Lampung Expo beberapa waktu lalu. Sedangkan material latihan yang diangkut antara lain satu unit truk Tatra 5 ton, 13 unit truk 2,5 ton, delapan unit kendaraan kecil (rancil), satu unit sepeda motor, 22 unit perahu karet, empat unit sea rider serta 44 unit motor tempel (mopel) PK.

Menurut Komandan KRI Letkol Laut (P) May Franky Pasuna Sihombing, selama kegiatan lintas laut Lampung – Tanjung Priok dengan jarak kurang lebih 122,07 Nautical Mile (NM) dengan kecepatan 15 knot, dilaksanakan berbagai serial latihan dalam rangka meningkatkan kemampuan seluruh pengawak unsur KRI, diantaranya peran-peran tempur bahaya udara, peran kecelakaan di laut dan peran kebakaran sesuai dengan protap di kapal perang.

Hal tersebut dilaksanakan sesuai dengan arahan Panglima Komando Lintas Laut Militer (Pangkolinlamil) Laksda TNI Didit Herdiawan, MPA., MBA. bahwa setiap kegiatan operasi agar meningkatkan kesiapsiagaan seluruh pengawak unsur dalam mengoperasikan alat utama TNI AL.(POS KOTA/WDN)
Continue reading →

Wednesday, June 29, 2011

KRI Dewaruci Bersiap Ke Filipina, China Dan Thailand


Jakarta - Komandan Kapal latih tiang tinggi KRI Dewaruci TNI Angkatan Laut Letkol Laut (P) Suharto, mengatakan kapal latih taruna matra laut itu telah bersiap untuk melakukan muhibah ke sebagian wilayah Asia mulai 5 Juli.

"Persiapan sudah mendekati akhir. Tinggal berangkat nanti pada 5 Juli 2011," katanya, kepada ANTARA di Jakarta, Rabu.

Letkol Suharto mengatakan, dalam muhibahnya kali ini KRI Dewaruci dioperasikan sebanyak 88 ABK dan membawa 84 kadet Akademi Angkatan Laut (AAL) Tingkat III Angkatan 58 serta lima perwira AAL.

Suharto mengemukakan, KRI Dewaruci akan berangkat dari Dermaga Ujung Komando Armada RI Kawasan Timur TNI Angkatan Laut, Surabaya menuju pelabuhan Bitung, Manado.

"Setelah tiga hari berada di Bitung, Manado KRI Dewaruci akan bertolak ke Pelabuhan Manila, Filipina. Dan setelah berada di tiga hari di Manila, kapal bergerak menuju Guangzhou, China," katanya.

Suharto menambahkan, dari China kapal akan bertolak ke Bangkok, Thailand, dan setelah bersandar selama tiga hari kapal menuju Batam untuk kembali ke Surabaya. Kapal dijadwalkan tiba pada 26 Agustus 2011.

Ia mengakui dibandingkan muhibah pada tahun-tahun sebelumnya muhibah Dewaruci kali ini merupakan perjalanan tersingkat yakni sekitar 52 hari dengan total jarak tempuh sekitar 7.000 mil laut.

Dalam pelayarannya, selain menjalankan latihan dan praktik berlayar, para kadet dan anak buah kapal (ABK) juga bertugas menjadi duta budaya dan wisata serta duta diplomasi internasional.

"Terkait misi itu, selama singgah di beberapa kota di dua negara itu kami melakukan kunjungan kehormatan kepada pejabat militer seperti kepala staf angkatan laut setempat dan pejabat sipil seperti gubernur atau walikota," ungkapnya.

Selain itu, KRI Dewaruci yang merupakan satu-satunya kapal layar tiang tinggi kelas Barquentine itu juga akan melakukan "open ship" bagi masyarakat setempat dan melakukan kirab.(ANT/WDN)
Continue reading →

Thursday, June 23, 2011

KSAL: Dishidros Memiliki Kemampuan Seperti Pisau Bermata Dua

Jakarta - Dinas Hidro Oseanografi (Dishidros) TNI AL dituntut mampu menyediakan dan mendistribusikan data hidrografi dan oseanografi yang akurat, mutakhir, dan berkesinambungan.

Data itu penting untuk mendukung kebijakan maritim nasional maupun berbagai aktivitas kemaritiman. Misalnya, keselamatan bernavigasi di laut, pengelolaan pesisir, eksplorasi dan eksploitasi sumber daya laut, serta perlindungan lingkungan laut dan pertahanan laut.

”Baik di masa damai maupun di masa kritis,” kata Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Soeparno dalam sambutan saat membuka seminar dan pameran hari Hidrografi Dunia di Hotel Mercure Ancol di Jakarta, Rabu (22/6).

Dishidros seperti pisau bermata dua yang masing-masing sisinya sama tajam. Pada satu sisi bertugas menjalankan fungsi lembaga hidrografi militer/TNI untuk mendukung kepentingan pertahanan negara di laut. Sisi lain berperan mendukung kepentingan nasional pada aspek kesejahteraan, dalam hal pelayanan publik di bidang keselamatan navigasi pelayaran, mendukung kebijakan pemerintah dalam aspek kelautan, diplomasi batas maritim, serta penelitian kelautan khususnya di bidang hidrografi dan oseanografi.

”Dishidros secara institusional mewakili negara sebagai anggota International Hydrography Organization (IHO) sejak tahun 1960,” kata KSAL.(JURNAS/WDN)
Continue reading →

Wednesday, June 22, 2011

TNI AL Lakukan Tender Pengadaan Kapal Survei

Jakarta - TNI Angkatan Laut akan membeli dua kapal survei dan pemetaan atas-bawah permukaan laut baik untuk kepentingan pertahanan dan militer maupun umum.

"Proses pengadaannya, kami sudah membuka lelang terbuka untuk pengadaan dua kapal itu," kata Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Madya TNI Marsetio di Jakarta, Rabu.

Ditemui usai membuka seminar nasional hidro-oseanografi, ia mengatakan, sudah ada beberapa negara yang menawarkan diri untuk membuat dua kapal tersebut. "Namun belum kita putuskan yang jelas semua melalui proses lelang," katanya kepada ANTARA.

Tentang negara mana saja yang sudah tertarik untuk pengadaan dua kapal itu, Marsetio mengaku belum mendapatkan data rinci. "Yang jelas sudah ada. Penambahan kapal survei dan pemetaan atas dan bawah permukaan laut itu sangat penting, untuk memaksimalkan kegiatan mendapatkan data hidrografi dan oseanografi ," ujarnya.

Marsetio menjelaskan posisi geografis Indonesia yang berada di persimpangan dua benua dan dua samudra memiliki konsekuensi tinggi.

Karena itu, lanjut Marsetio, perlu kegiatan survei dan pemetaan atas dan bawah permukaan laut yang memadai untuk mengetahui secara rinci kondisi, situasi dan apa yang terjadi di wilayah perairan nasional.

"Produk survei dan pemetaan yang berkualitas sesuai standar nasional tentu harus didukung wahana apung (kapal) survei dan pemetaan serta SDM yang memadai dan berkualitas pula," tuturnya.(REPUBLIKA/WDN)
Continue reading →

Wednesday, June 15, 2011

Indonesia Desak Singapura Untuk Bebaskan Gemini

Jakarta - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Michael Tene, mengatakan Pemerintah Indonesia mendesak Pemerintah Singapura segera membebaskan kapal MT Gemini yang telah disandera perompak sejak 30 April 2011. Kapal berbendera Singapura itu disandera perompak di sekitar perairan Somalia. Di kapal itu, ada 13 warga negara Indonesia.

"Kami terus mendesak dan Pemerintah Singapura pun telah berkomitmen membebaskan para awak kapal," kata Michael Tene di Jakarta, Rabu, 15 Juni 2011.

Menurut Tene, belum ada kabar menggembirakan dari proses pembebasan kapal MT Gemini. Dari informasi yang diperoleh, Pemerintah Singapura dan pemilik kapal MT Gemini masih terus melakukan negosiasi dengan para perompak. "Pemilik kapal masih terus melakukan komunikasi dan negosiasi dalam pembebasan kapal," kata Tene.

Tene menuturkan komunikasi pemilik kapal dengan kapal dan perompak memang agak sulit dibandingkan kasus pembebasan Kapal Sinar Kudus. Kapal berbendera Indonesia itu dibebaskan dalam waktu 48 hari. "Komunikasinya sangat berbeda dengan kondisi saat pembebasan kapal Sinar Kudus," kata Tene. "Komunikasi hanya seminggu sekali, sehingga sulit bernegosiasi."

Pemerintah tak bisa bertindak secepat pembebasan kapal Sinar Kudus. Saat itu, Indonesia bisa fokus dan total karena karena kebijakan tindakan di tangan pemerintah. Sedangkan kondisi saat ini, berkaitan dengan Pemerintah Singapura dan pemilik kapal dari Singapura. Apalagi dalam kasus kapal MT Gemini ini, kata dia, pelaku perompaknya berbeda dengan yang membajak kapal Sinar Kudus.

Meski demikian, Tene meyakinkan jika anak buah kapal MT Gemini dalam keadaan sehat dan selamat. Anak buah kapal ini berasal dari Indonesia, Cina, Korea, dan Myanmar. "Semua dalam keadaan sehat," kata Tene.

Soal tebusan, Tene mengaku tak tahu persoalan teknis. Menurut dia, penanganan pembebasan Kapal MT Gemini sepenuhnya menjadi kewenangan Pemerintah Singapura. "Kami hanya menawarkan bantuan saja," kata Tene. Termasuk uang tebusan, Indonesia siap. "Prinsipnya kami mendorong pembebasan secepatnya."(TEMPO/WDN)
Continue reading →

Total Pageviews

Blog Archive

Labels

Followers