New Maju Indonesia Ku

Showing posts with label TIMTENG. Show all posts
Showing posts with label TIMTENG. Show all posts

Friday, March 15, 2013

Harga Kemahalan, Sritex Batal 'Dandani' Tentara Irak

Baghdad - Produk tekstil PT Sri Rejeki Isman (Sritex) sudah terkenal sampai ke luar negeri. Sampai-sampai pemerintah Irak berencana memesan seragam untuk para tentaranya dari produsen tekstil dalam negeri tersebut.

Namun sayang, rencana pemesanan seragam tentara itu harus batal. Pasalnya, kualitas seragam hasil Sritex sangat bagus sehingga harganya terlalu mahal.

"Sritex batal itu, soalnya kemahalan. Irak kan belum punya duit banyak jadi akhirnya batal," kata Duta Besar Indonesia untuk Irak Safzen Noerdin ketika ditemui detikFinance di Hotel Al-Mansour, Baghdad, Rabu (13/3/2013) malam waktu setempat.

Memang selama ini produk tekstil Sritex sudah mendandani banyak tentara di berbagai negara di dunia. Contohnya Amerika Serikat (AS), NATO dan lain sebagainya.

"Kualitas mereka memang bagus makanya jadi mahal. Sudah nego-nego begitu tetap tidak bisa juga," jelasnya.

Selain seragam tentara, Irak juga berminat membeli beberapa peralatan perang lain dari Indonesia, seperti contohnya panser dan senjata buatan PT Pindad (Persero).

Sritex memang terkenal sebagai produsen pakaian asal Sukoharjo yang juga memasok pakaian untuk merek-merek terkenal dunia seperti Zara, Timberland, dan lain-lain. Perusahaan ini juga memasok seragam untuk tentara di berbagai negara dunia.(DETIK/WDN)
Continue reading →

Thursday, March 14, 2013

Irak Berminat Pesan 500 Panser Buatan PT Pindad

Baghdad - Irak berminat untuk memesan panser Anoa buatan PT Pindad (Persero). Tidak tanggung-tanggung, jumlah yang akan dipesan mencapai 500 unit panser.

Kesepakatan memang belum terjadi, kedua belah pihak masih terus melakukan kajian terkait hal ini. Minatnya Irak membeli panser ini muncul setelah kunjungan Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin ke Baghdad beberapa waktu lalu.

"Sampai saat ini belum ada kesepakatan, masih negosiasi. Mereka memang berminat, tapi belum ada kelanjutannya," kata Duta Besar Indonesia untuk Irak Safzen Noerdin ketika ditemui detikFinance di Hotel Al-Mansour, Baghdad, Rabu (13/3/2013) malam waktu setempat.

Sjafrie berangkat ke negeri 1001 malam itu sekitar pertengahan tahun lalu dan diterima oleh Perdana Menteri Irak, Nuri Al-Maliki serta beberapa pejabat bidang pertahanan dan perekonomian Irak.

Kabarnya, tak hanya panser, tapi Irak juga tertarik membeli beberapa produk Pindad lainnya, seperti senjata dan peralatan militer lainnya.(DETIK/WDN)
Continue reading →

Wednesday, September 12, 2012

PBB Perluas Wilayah Operasi Indobatt TNI

Jakarta – Satgas Indonesian Batalion (Indobatt) TNI Kontingen Garuda XXIIIF/ UNIFIL(United Nations Interim Force In Lebanon) dalam waktu dekat akan mendapatkan area operasi baru di Lebanon Selatan, menggantikan salah satu pos dari Batalion Spanyol.

Penambahan ini membuat luas wilayah operasi Indobatt bertambah 40 kilometer persegi menjadi 160 kilometer persegi. Menurut Perwira Penerangan Satgas Konga XXIIIF/ UNIFIL Lettu Inf Suwandi, kepastian ini menyusul turunnya perintah dari Komandan Sektor Timur UNIFIL Brigadir Jenderal Manuel Romero Carril untuk mengisi pos baru.

Menindaklanjuti perintah itu, pada Kamis (6/9) tim dari Indobatt yang dipimpin oleh Kepala Staf Umum Satgas Mayor Mar Agustinus Purba melakukan peninjauan ke lapangan. Rencana area yang diserahterimakan ke Satgas Indobatt seluas 40 kilometer persegi dengan satu buah compound atau markas UN POsn 9- 15,di Kafer Killa,yang menampung satu kompi.

Dalam area tersebut, terdapat blue line garis perbatasan Lebanon-Israel sepanjang 5 kilometer.“Ini menyambung dengan blue line yang menjadi area tanggung jawab Indobatt sebelumnya sepanjang 4,7 kilometer,” katanya melalui surat elektronik, kemarin.

Dalam surat itu disebutkan, Komandan Satgas Indobatt Letkol Inf Suharto Sudarsono yang didampingi Wadansatgas Letkol Mar FJH Pardosi,seusai menerima laporan hasil peninjauan, mengatakan bahwa rencana perluasan AOR (Area of Responsibility) Indobatt ini merupakan suatu kepercayaan UNIFIL atas kinerja yang selama ini ditunjukkan oleh seluruh personel Indobatt.

“Kepercayaan ini sekaligus merupakan tantangan bagi personel Indobatt untuk lebih meningkatkan profesionalitasnya dalam melaksanakan tugas di lapangan, sehingga kepercayaan ini dapat dipertanggung jawabkan,” jelasnya.

Penyerahan AOR baru kepada Satgas Indobatt akan dilaksanakan Oktober 2012 mendatang. Dengan penambahan area operasi baru ini, Indobatt akan memiliki luas wilayah operasi keseluruhan 160 kilometer persegi dari luas sebelumnya 120 kilometer persegi.(SINDO/WDN)
Continue reading →

Friday, September 7, 2012

Wamenhan : Ada Beberapa Alasan Irak Membeli Senjata Dari Indonesia

Jakarta - Negara-negara Timur Tengah dan Afrika mulai melirik senjata-senjata produksi Indonesia. Irak dan Uganda misalnya, sudah diundang ke Indonesia untuk melakukan observasi.

"Itu hebatnya, karena dunia melihat kita mempunyai background historis yang cukup memberi mereka empati," kata Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dalam perbincangan dengan VIVAnews di gedung DPR.

Menurut Sjafrie, alasan mengapa Irak tertarik dengan senjata buatan Indonesia karena Indonesia dinilai banyak memberikan dukungan kepada Irak. Saat ini Irak sedang membangun angkatan bersenjatanya.

"Banyak peralatan-peralatan militer yang semula dipersiapkan, pada saat perang kondisinya sudah tidak lagi bagus karena sering dipakai," kata Jenderal Bintang Tiga TNI Angkatan Darat ini.

Dengan kondisi persenjataan yang tidak laik lagi, Irak pun melakukan revitalisasi peralatan. Untuk armada militernya, Irak tertarik pada peralatan yang ringan dan menengah.

"Apalagi kita mempunyai suatu acuan, contoh, yang dianggap sesuai. Sehingga perdana menteri memutuskan untuk mengirim pejabat tinggi militernya datang ke Indonesia. Saya undang saat hari ulang tahun TNI supaya kami minta observasi ke industri pertahanan, baik yang alutsista maupun nonalutsista," kata Sjafrie.

Sjafrie mengakui, harga senjata buatan Indonesia cukup bersaing dengan negara produsen lain. Dengan kualitas yang unggul dibanding negara-negara lain. "Itu terbukti pada pertandingan menembak militer Angkatan Darat Asia Pasifik, kita sudah beberapa kali menang," kata Sjafrie.(Vivanews/WDN)
Continue reading →

Wednesday, September 5, 2012

Jubir Kemhan : Arab Saudi Juga Akan Membeli Senjata Buatan Pindad

Jakarta - Kualitas persenjataan buatan dalam negeri mulai menarik bagi negara-negara lain. Irak sudah hampir pasti memborong senjata dan peralatan militer buatan Indonesia.

Juru bicara Kementerian Pertahanan, Brigadir Jenderal Hartind Asrin, menyatakan, tak hanya Irak, beberapa negara lainnya seperti Iran, Uganda, Kongo dan Arab Saudi juga tertarik untuk membeli senjata buatan Indonesia.

"Mereka tertarik dengan senjata kita karena kualitasnya sudah internasional," ujar Hartind kepada VIVAnews, Senin 3 September 2012.

Sama dengan Irak, Arab Saudi awalnya akan membeli senjata Senapan Serbu 2 atau SS2 yang diproduksi oleh PT Pindad (Baca kelebihan SS2 di sini). Utusan dari negara calon pembeli sudah mengunjungi langsung PT Pindad.

"Irak bisa jadi tahun ini realisasinya. Kalau Arab Saudi mudah-mudahan tahun depan. Saat ini sudah ada pembicaraan-pembicaraan," katanya.

Kualitas senjata buatan Indonesia, lanjut Hartind, juga dibuktikan dengan prestasi Tentara Nasional Indonesia dalam beberapa lomba menembak internasional.

Seperti diantaranya dalam Lomba Tembak Internasional Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) 2012. Di ajang ini, TNI Angkatan Darat meraih juara umum dengan mengalahkan negara-negara besar seperti, tuan rumah Australia, Inggris, Amerika Serikat, Kanada, Perancis, Selandia Baru. Ajang AASAM 2012 juga diikuti oleh negara-negara ASEAN seperti, Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Brunei Darussalam, dan Timor-Leste. Jepang menjadi peserta baru pada AASAM kali ini. Lebih dari 300 petembak ikut serta mewakili militer masing-masing negara.

"Kita sudah mengalahkan anggota-anggota NATO dalam lomba-lomba tembak. Karena kualitas senjata kita juga yang menentukan," katanya.

Oleh karena itu, dia menyambut baik ketertarikan negara-negara tetangga untuk membeli senjata produksi dalam negeri.(Vivanews/WDN)
Continue reading →

Jubir Kemhan : 5 Oktober, Degelasi Irak Akan Kunjungi Industri Pertahanan Indonesia

Jakarta - Sejumlah negara mulai melirik senjata buatan Indonesia. Irak sudah hampir dipastikan memborong senjata buatan anak negeri.

Bukan hanya Irak, beberapa negara juga tertarik mendatangkan senjata buatan Indonesia seperti, Arab Saudi, Iran dan Uganda.

Juru Bicara Kementerian Pertahanan, Brigadir Jenderal Hartind Asrin, menyatakan, kualitas senjata buatan Indonesia sudah diakui dunia karena bertaraf internasional.

Tapi ternyata, ada faktor lain yang membuat negara-negara tersebut tertarik mendatangkan senjata buatan Indonesia. "Sesama negara berpenduduk muslim. Karena kedekatan agama itu juga menentukan," ujarnya kepada VIVAnews, Selasa 4 September 2012.

Pemerintah Indonesia, kata Hartind, memang tengah gencar mempromosikan industri persenjataannya ke beberapa negara tetangga. Promosi dilakukan ke negara-negara di Afrika, Asia bahkan Eropa.

"Sebenarnya kami membantu pertahanan dalam negeri. Jadi kalau pejabat ke luar negeri, kami perkenalkan produk-produk kami. Begitu juga waktu Wamenhan Sjafrie Syamsuddin ke Irak, dibawa contoh produknya. Terus mereka tertarik," jelasnya.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu Sjafrie melakukan kunjungan ke Irak, Uganda, dan Kongo yang didampingi oleh Dirut PT Pindad, Adik Avianto.

Di Irak, delegasi Indonesia membawa persenjataan buatan Indonesia seperti kendaraan ringan lapis baja, Anoa, serta senapan SS-2. Delegasi militer Irak akan datang pada 5 Oktober 2012 mendatang untuk mengunjungi pabrik senjata Indonesia.(Vivanews/WDN)
Continue reading →

Tuesday, September 4, 2012

Dirut Pindad : Irak Akan Berpaling Kepada Indonesia Dalam Kerjasama Industri Militer

Jakarta - Senjata produksi Indonesia sesungguhnya sudah diakui dunia. Banyak negara yang membeli termasuk Irak, negeri 1001 malam yang masih bergolak sepeninggal Sadam Hussein. Proses penjajakan jual beli senjata dengan negeri itu sudah dimulai semenjak masa pendudukan Amerika berakhir pada 2003 lalu. Sesudah melewati proses yang panjang, Irak akhirnya memutuskan siap memborong senjata produksi Indonesia.

Kisah penjajakan jual beli senjata dengan Irak itu dituturkan Direktur Utama PT Pindad, Adik Afianto kepada VIVAnews.com. Komunikasi dengan pemerintah Irak, katanya, sudah berlangsung lama. "Komunikasi saat itu baru sebatas penjajakan tentang kerjasama berbagai hal," katanya. Adik menjadi Ketua Tim Koordinator Kerjasama Industri Pertahanan ini dengan Irak.

Puncak dari negosiasi itu adalah ketika Perdana Menteri Irak berkunjung ke Indonesia beberapa waktu lalu. Dia datang untuk memastikan penjajakan kerjasama itu. Sesudah itu negosiasi kemudian dilakukan di level teknis.

Adik dan timnya baru pulang dari Irak empat hari sebelum Lebaran kemarin. "Alhamdulilah Irak serius dan tidak hanya dengan Pindad, melainkan dengan seluruh industri militer di Indonesia," kata Adik.

Irak memang berencana membeli alutsista dalam jumlah besar dari sejumlah industri strategis di Indonesia. Tidak hanya Pindad, tapi PT PAL Indonesia (Persero), PT Dirgantara Indonesia, serta beberapa sentra industri kemiliteran lain.

Berapa jumlah senjata yang akan diborong? Adik belum bisa mempublikasikannya. Tapi jenis senjata yang akan dibeli sudah ada dalam daftar. Adik sendiri yakin Irak akan berpaling ke Indonesia dalam hal kerjasama industri militer.(Vivanews/WDN)
Continue reading →

Monday, August 27, 2012

Dahlan : Irak Dan Uganda Tertarik Dengan Alutsista Buatan Indonesia

Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan senang kunjungan Wakil Menteri Pertahanan, Sjafrie Syamsuddin ke Irak dan Uganda beberapa waktu lalu membuahkan hasil positif. Kedua negara itu memesan persenjataan buatan Indonesia.

"Saya senang sekali Wamenhan dari Irak dan menjadi tenaga marketing yang baik untuk PT DI, Pindad, dan Dahana," kata Dahlan di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin 27 Agustus 2012.

Dahlan mengatakan pemesanan senjata dan pesawat dari Irak dan Uganda membuktikan kualitas produksi senjata Indonesia. Semua pesanan, akan diterima oleh tiga perusahaan BUMN tersebut.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin melakukan kunjungan ke Irak, Uganda, dan Kongo yang didampingi oleh Dirut Pindad, Adik Avianto. Di Irak, delegasi Indonesia membawa persenjataan buatan Indonesia seperti kendaraan ringan lapis baja, Anoa, serta senapan SS-2.

Delegasi militer Irak akan datang pada 5 Oktober 2012 mendatang untuk mengunjungi pabrik senjata Indonesia.

Walaupun Dahlan tidak ikut dalam delegasi Indonesia ke tiga negara tersebut, namun Dahlan selalu mendapat laporan langsung. "Dua hari setelah Wamenhan ke Irak, saya ke Irak namun tujuan saya pribadi. Kunjungan Wamenhan sukses sekali, Irak percaya sekali dengan senjata buatan Indonesia," ungkap mantan dirut PLN ini.

Selain itu, kata Dahlan, Irak juga tertarik membeli pesawat CN-235 dan NC-212.(Vivanews/WDN)
Continue reading →

Wednesday, August 15, 2012

PM Irak Kagumi Panser Anoa Pindad

Baghdad - Perdana Menteri Irak Nouri Al Maliki kagum dengan Panser Anoa buatan PT Pindad. Karenanya, Al Maliki meminta Kementerian Pertahanan Irak untuk mendalami kerja sama militer antara Indonesia dan Irak.

Saat menerima Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin di Baghdad, Irak, Selasa (14/8), PM Irak sangat mendukung ide untuk meningkatkan kerja sama militer antara kedua negara.

Sjafrie menjelaskan bahwa Indonesia dan Irak bisa bekerja sama setidaknya di dalam dua bidang. Pertama, peningkatan capacity building melalui pertukaran perwira di antara kedua negara dan kedua melalui penguatan kerja sama peralatan militer.

Wamenhan yang didampingi Dubes Irak Safzen Noerdin, Dirjen Strategi Pertahanan Mayjen Puguh Santoso, serta Dirut PT Pindad Adik Sudarsono menjelaskan bahwa PT Pindad bukan hanya mampu membuat senjata, tetapi juga kendaraan lapis baja. Selain senjata laras panjang dan laras pendek, panser buatan Pindad telah diekspor ke banyak negara.

PM Irak yang menerima cendera mata berupa senjata laras panjang SS tampak antusias melihat senjata buatan Pindad tersebut. Ia kemudian meminta pejabat yang mendampinginya untuk menindaklanjuti kemungkinan kerja sama itu dengan berkunjung langsung ke Indonesia.

Saat kemudian melanjutkan kunjungan ke Kementerian Pertahanan Irak, Sjafrie memamerkan semua peralatan dan pendukung militer yang diproduksi Indonesia. Kepada Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Irak Jenderal Hafedz Saad, Wamenhan memperlihatkan mulai dari baju militer, topi baja, sepatu, makanan untuk tentara, hingga senjata laras panjang buatan Pindad.

Seperti halnya PM Irak, Hafedz tertarik dengan produk-produk buatan Indonesia. Ia memerintahkan beberapa direktur jenderal di Kemhan Irak untuk melakukan komunikasi dengan Dirut Pindad.

Sjafrie berharap kerja sama juga dilakukan di bidang personel militer. Wamenhan mengatakan pengalaman perang yang dijalani tentara Irak dan juga penanganan terorisme bisa menjadi bekal yang bermanfaat bagi tentara Indonesia.

"Saya kira baik kerja sama militer di antara Indonesia dan Irak kita tingkatkan. Kami juga ingin belajar pada Indonesia yang banyak berhasil dalam menangani terorisme," kata Hafedz.

Sjafrie juga menyempatkan diri untuk mengunjungi Universitas Pertahanan untuk Studi Militer (DUFMS) yang dimiliki Irak. Wamenhan diterima langsung dan mendapat penjelasan dari Rektor DUFMS Letjen Jasim.

Uniknya, DUFMS di Irak adalah mereka menangani mulai dari akademi militer, sekolah staf komando, hingga lembaga ketahanan nasional. Bahkan sekarang ini DUFMS membuka akademi untuk prinsip-prinsip dan etika kemiliteran.(Media Indonesia/WDN)
Continue reading →

Tuesday, August 14, 2012

Irak Tertarik Senjata Ringan Buatan PT Pindad

Jakarta - Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Senin (13/8/2012) malam, bertolak ke Baghdad, Irak. Sjafrie akan menemui Perdana Menteri Irak Nouri Al-Maliki dan pejabat militer Irak.

"Ini baru langkah awal untuk capacity building dan kerja sama industri pertahanan," kata Sjafrie di VIP Room Bandara Soekarno Hatta, Senin.

Dalam rombongan ikut serta Direktur Utama PT Pindad Adik Avianto Sudarsono.

Menurut Sjafrie, Irak tertarik untuk membeli persenjataan minor, seperti senjata ringan.

Dari Irak, rombongan bertolak ke Kongo untuk meninjau kegiatan pasukan perdamaian Indonesia di Kongo, sekaligus upacara 17 Agustus bersama prajurit TNI yang tergabung dalam Kontingen Garuda XX-I.(KOMPAS/WDN)
Continue reading →

Friday, July 13, 2012

Wamenhan Terima Kunjungan Dubes Irak untuk Indonesia

Jakarta - Wamenhan Sjafrie Sjamsoeddin, Kamis (12/7) di ruang kerjanya menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Irak untuk Indonesia HE Dr Ismieal Shafiq Muhsin. Dalam pertemuan singkat tersebut, Wamenhan didampingi Ses Ditjen Strahan Kemhan Brigjen TNI I Wayan Midhio, Kapusada Baranahan Kemhan Marsma TNI Asep Sumaruddin, M.Sc dan Kapuskom Publik Brigjen TNI Hartind Asrin.

Dalam kesempatan tersebut, Wamenhan mengutarakan keinginan pihak Indonesia untuk menjajagi kemungkinan peluang kerjasama di bidang pertahanan antara Irak dan Indonesia. Selain itu juga, Wamenhan mengutarakan akan mengunjungi Irak pada pertengahan bulan Agustus tahun ini dalam rangka meningkatkan hubungan kerjasama pertahanan kedua negara. Dikatakannya kemungkinan Wamenhan akan melewati hari Kemerdekaan RI di Bagdad, Irak.(DMC/WDN)
Continue reading →

Tuesday, February 14, 2012

Indonesia Akan Kirim Pasukan Perdamaian Ke Suriah Bila Dibutuhkan

Jakarta - Indonesia menyatakan kesediaannya untuk terlibat dalam proses menjaga perdamaian di Suriah. Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa menyatakan, bulan depan Indonesia siap berpartisipasi untuk membantu konflik di Suriah yang menjurus pada terjadinya perang saudara.

Caranya, papar Marty, Indonesia siap terlibat pengiriman pasukan penjaga perdamaian untuk ditempatkan di Suriah yang keadaannya makin tidak menentu.

"Usulan ini menggelinding di PBB. Bulan depan, pembentukan peace keeping post bagi tentara untuk ditempatkan di Suriah," ujar Marty di kantor Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Senin (13/2).

Menurut Marty, pasukan Indonesia nantinya berada dalam kendali penuh PBB. Karena misinya menjaga perdamaian, maka mandatnya Indonesia menyerahkan sepenuhnya persoalan teknis kepada PBB. Saat ini, pihaknya sedang dalam posisi menunggu sembari menyiapkan langkah pengiriman pasukan TNI agar Indonesia dapat terlibat dalam misi itu.

"Masih wait and see untuk mengirim pasukan operasi," kata Marty.(Republika/WDN)
Continue reading →

Thursday, September 15, 2011

DPR RI Tawarkan Kerjasama Ekspor Senjata Dan Baju Militer Ke Irak

Jakarta - Ketua DPR RI, Marzuki Alie dalam pertemuannya dengan Duta Besar Irak, Ismeal Shafiq Muhsin menyatakan keinginannya untuk dapat mengekspor senjata api dan pakainan militer ke Irak. Hal tersebut disampaikannya di Ruang Pimpinan, Nusantara III, Kamis (15/9).

“Alangkah baiknya jika nanti Perdana Menteri Irak dapat mengunjungi Indonesia dan dapat langsung meninjau perusahaan senjata api dan pakaian militer di Bandung, tentunya kami akan sangat senang jika Indonesia dapat mengekspornya ke Irak,”jelas Marzuki.

Mengenai penawaran tersebut, Duta Besar Irak menyambut baik keinginan Marzuki, Dia berharap agar Indonesia dapat segera mengirimkan Undangan yang ditujukan kepada Perdana Menteri Irak agar dapat segera berkunjung ke Indonesia.

“Kami sangat senang dengan penawaran yang diajukan, dan kami menunggu undangan dari pihak Indonesia, agar Perdana Menteri kami dapat segera berkinjung ke Indonesia,”terangnya.

Dalam pertemuan itu Marzuki juga menanyakan mengenai kondisi keamanan Irak saat ini dan tentara Amerika yang masih menetap di Irak.

Menanggapi hal tersebut, Ismeal mengatakan, Kondisi Irak saat ini sudah membaik dan tentara Amerika yang berada di Irak, berdasarkan kesepakatan akan meninggalkan irak akhir taun ini. “ Kondisi keamanan Negara kami sudah cukup membaik, salah satunya bisa ditandai dengan kemenangan salah satu tim sepak bola kami FC Arbil yang melawan Persipura dengan angka 2-1,”jawabnya. (DPR/WDN)
Continue reading →

Thursday, August 4, 2011

Indobatt Dan Batalyon Spanyol Gelar Latihan Bersama di Lebanon

Surabaya - Satuan Tugas Batalyon Mekanik (Satgas Yonmek) Kontingen Garuda XXIII-E/UNIFIL atau Indonesian Battalion (INDOBATT) bersama Batalyon Spanyol (SPANBATT), menggelar latihan bersama bertajuk "Joint Training Explosive Ordnance Device (EOD)" di Kompi Bantuan UN POSN 7-1, Adshit Al Qusayr, Lebanon Selatan.

Perwira Penerangan INDOBATT, Mayor Pasukan Banu Kusworo, melalui surat elektronik dari Lebanon kepada ANTARA News, Rabu, melaporkan bahwa latihan bersama tentang penjinakan bahan peledak itu bertujuan untuk saling berbagi pengetahuan dan informasi tentang material dan alat perlengkapan khusus yang dimiliki masing-masing tim EOD.

"Latihan bersama pada Selasa (2/8) itu dapat memberikan gambaran yang jelas dalam pelaksanakan tugas di lapangan sesuai dengan ketentuan yang tertuang dalam MoU UNIFIL," katanya.

Dalam nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) UNIFIL sudah diatur untuk Tim EOD SPANBATT memiliki tugas pokok menangani kegiatan yang berkaitan dengan penjinakan bahan peledak yang mencakup seluruh area Sektor Timur UNIFIL, sedangkan tim EOD INDOBATT melaksanakan tugas secara terbatas di sekitar "area compound" sendiri.

Kegiatan yang berdurasi selama 3,5 jam itu, dimediasi oleh perwakilan EODCC Sektor Timur UNIFIL, Mayor Mar Bambang Dillianto. Tim EOD SPANBATT berjumlah tujuh prajurit yang dipimpin Capt Marcos, sedangkan dari INDOBATT diikuti 20 prajurit dipimpin Lettu Mar Aristoyuda.

Rangkaian latihan diawali dengan presentasi singkat dari masing-masing Tim EOD tentang pengetahuan UXO (Unexploded Ordnance), dan EOD (Explosive Ordnance Device).

Selain itu, IED (Improvised Explosive Device), EDD (Explosive Detection Dog), dan saling tukar informasi mengenai perbandingan tugas kedua Tim EOD dari SPANBATT maupun INDOBATT.

Setelah presentasi dari kedua Tim EOD, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi beberapa jenis perlengkapan khusus EOD milik SPANBATT, seperti alat pendeteksi metal, narkoba dan IED.

Pada kesempatan itu juga diperagakan kemampuan robot EOD serta atraksi kelihaian dari dua ekor anjing pelacak dalam mencari dan menemukan sejenis handak dan narkoba yang dikondisikan dalam keadaan tersembunyi di suatu tempat.

"Komandan Satgas Konga XXIII-E/UNIFIL, Letkol Inf Hendy Antariksa, mengharapkan latihan bersama itu akan dapat menjalin kerja sama yang baik diantara kedua Tim EOD dalam mendukung kelancaran pelaksanaan tugas di lapangan," katanya.(ANT/WDN)
Continue reading →

Tuesday, August 2, 2011

Militer Eropa Tidak Punya Dana Lagi Untuk Operasi Perang Besar-Besaran

Suriah - Meski negara-negara Barat telah meminta Dewan Keamanan PBB membahas sanksi lebih berat bagi Suriah, intervensi militer langsung seperti terjadi di Libya dipastikan tak akan terjadi. Menteri Luar Negeri Inggris William Hague dan Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Anders Fogh Rasmussen, Senin (1/8), menegaskan tak akan ada dukungan militer bagi kelompok-kelompok antirezim Presiden Bashar al-Assad di Suriah.

Kedua pejabat tersebut mengatakan, ketiadaan dukungan dan konsensus dunia internasional menjadi penghalang utama aksi militer semacam di Libya. Namun, di luar itu, negara- negara yang sudah berperang di Libya itu pun memang tak ingin berperang lagi.

”Bahkan, kalaupun kami berniat, kemungkinan (memperoleh mandat PBB untuk aksi militer) hampir tidak ada. Sementara, kami memang tak berniat (melancarkan aksi militer),” tandas Hague, seperti dikutip Agence France Presse.

Alasan sebenarnya sudah jelas, Eropa tak lagi punya uang untuk membiayai operasi militer besar-besaran. Krisis ekonomi yang melanda Eropa dan AS membuat para polisi dunia itu tak lagi sempat berpikir untuk mengobarkan perang baru di belahan dunia lain.

Menurut Renaud Bellais, manajer senior studi ekonomi di konsorsium industri pertahanan Eropa, EADS, tanpa dukungan AS, negara-negara Eropa sebenarnya sudah tak mampu menjalankan operasi di Libya saat ini.

”Jumlah rudal AS yang ditembakkan dalam satu minggu (pada operasi di Libya) sama dengan jumlah rudal yang ditembakkan Perancis dalam satu tahun. Eropa memiliki cadangan militer yang sangat lemah,” ujar Bellais, seperti dikutip majalah Jane’s Defence Weekly (JDW) edisi 29 Juni lalu.

Sektor pertahanan menjadi sektor belanja pemerintah yang pertama kali disunat dalam berbagai langkah penghematan di seluruh Eropa.

Masih menurut JDW, sebuah studi yang dilakukan Parlemen Eropa baru-baru ini menyebutkan, berbagai langkah penghematan sektor pertahanan di Eropa saat ini terlalu fokus pada tujuan jangka pendek tanpa pandangan jangka panjang dan koordinasi peningkatan kemampuan pertahanan bersama di Eropa.

Christian Mölling, peneliti dari Institut Keamanan dan Hubungan Internasional Jerman yang mendapat tugas dari Parlemen Eropa untuk menyusun studi ini, mengatakan, negara-negara anggota Uni Eropa saat ini tak mau mengakui bahwa kemampuan militer mereka saat ini sedang berubah menjadi angkatan bersenjata ”bonsai”, kecil, dan hanya sedap dipandang dari luar saja.(KOMPAS/WDN)
Continue reading →

Saturday, July 23, 2011

Menhan: Warga Libanon Senang Dengan Adanya Indobatt

Jakarta - Para masyarakat Libanon mendukung Indonesia Batalyon (Indobatt), pasukan TNI yang bergabung dalam misi perdamaian PBB di Libanon. Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan hal itu usai mendampingi Ibu Negara Ani Bambang Yudhoyono pada acara senam pagi bersama di kantor Kementerian Pertahanan, Jumat (22/7) pagi. “Indobatt kita ke Libanon juga membawa mobil pintar. Itu bertujuan untuk bagaimana kita bersosialisasi. Masyarakat sekitar memang mendukung kita dan itu merupakan nilai sukses dari Indonesia Batalyon dalam peace keeping Indonesia di Libanon,” kata Menhan.

Pada kesempatan itu, Ibu Negara sempat meninjau kesiapan 2 mobil pintar sekaligus meresmikan pencanangan pengiriman ke Libanon untuk mendukung misi Indonesia dalam peace keeping force.

Menhan menerangkan, di dalam mobil pintar terdapat penerangan tentang Indonesia seperti televisi, permainan lego ala Indonesia. "Di situ kita bisa berinteraksi dengan masyarakat sekitar. Juga berisi buku-buku edukasi (pendidikan) dan pemeliharaan kesehatan dan sebagainya," kata Menhan.

Buku-buku tersebut, kata Menhan, lebih menonjolkan karakter Indonesia walaupun ditulis dalam bahasa Inggris dan bahasa setempat. “Saat saya di sana, mereka memberikan apresiasi karena militer-militer yang lain tidak melakukan interaksi dengan masyarakat sekitar. Kita ada (interaksi). Mereka bisa membaca buku-buku dari Indonesia, berbahasa Inggris dan bahasa setempat,” katanya.

Menurut Menhan, dua mobil pintar tersebut akan dikirim sebelum 5 Oktober 2011 mendatang. Pengiriman mobil pintar ke Libanon ini prinsipnya melakukan community development untuk berinteraksi dengan penduduk di Libanon. “Karena pada prinsipnya kalau kehadiran pasukan kita dan tidak dekat dengan masyarakat, saya kira akan sulit,” kata Purnomo.(JURNAS/WDN)
Continue reading →

Tuesday, July 12, 2011

Irak Beli 36 Unit F-16 dari Amerika

Washington - Irak memulai kembali perundingan untuk membeli 36 jet tempur Amerika Serikat dalam satu kontrak bernilai miliaran dolar yang Washington harapkan akan membantu menahan pengaruh Iran, kata surat kabar the Wall Street Journal, Senin.

Irak membekukan perjanjian 4,2 miliar dolar untuk membeli 18 jet tempur awal tahun karena ketidakstabilan berkaitan dengan situasi di negara Arab itu tetapi kini sedang mempertimbangkan satu pembelian yang bahkan lebih banyak, kata surat kabar itu mengutip para pejabat AS dan Irak.

Koran itu memberitakan keinginan itu sehubungan dengan pendapatan minyak yang diperkirakan lebih banyak ketimbang yang diperkirakan dan kekhawatiran kedua pihak menjelang penarikan 46.000 tentara AS yang tersisa dari negara itu akhir tahun ini.

Perjanjian yang mungkin dicapai itu bernilai miliaran dolar dan pelaksanaannya memerlukan beberapa tahun bagi pabrik pesawat itu untuk memproduksinya dan pelatihan para pilot Irak.

Surat kabar itu memberitakan Irak juga meminta sistem pertahanan udara yang ditempatkan di darat, termasuk rudal-rudal darat ke udara dan meriam-meriam besar.

Koran itu juga memberitakan Oman juga akan membeli 18 pesawat tempur F-16 dengan harga 3,5 miliar dolar.

Menteri Pertahanan AS Leon Panetta dalam kunjungan mendadak ke Baghdad, Senin mengatakan pasukan AS akan terus memburu pemberontak yang didukung Iran, dan mengatakan mereka telah membunuh banyak tentara AS.

Washington telah mendesak Irak membuat satu keputusan apakah negara itu menginginkan pasukan AS untuk tetap berada di negara itu setelah akhir tahun ini, saat seluruh pasukan AS akan ditarik sesuai dengan perjanjian keamanan tahun 2008.(ANT/WDN)
Continue reading →

Monday, July 11, 2011

KRI Frans Kaiseipo Akan Digantikan KRI Sultan Iskandar Muda Untuk Misi Di Lebanon

Jakarta - Kontingen Garuda yang telah 8 bulan bertugas di Libanon bersama dengan KRI Frans Kaisepo kembali ke Tanah Air. Dalam waktu dekat KRI Sultan Iskandar Muda dengan komposisi yang sama segera bertolak ke Libanon.

"Total tugas mereka di sana selama 8 bulan dan untuk gantinya telah kita siapkan KRI Sultan Iskandar Muda yang sekarang sedang berada di Surabaya. Dalam waktu dekat ini PBB akan melakukan pengecekan agar bisa berangkat dalam beberapa bulan ke depan," kata Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono.

Hal itu disampaikan dia usai upacara penerimaan Satgas Maritime Task Force (MTF) TNI Kontingen Garuda XXVIII B/United Nations Interim Force in Libanon (UNIFIL) di Kolinlamil Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (11/7/2011).

Menurutnya, Indonesia mendapat apresiasi dari UNIFIL atas kinerja Kontingen Garuda di Libanon. Selain itu, kerja keras mereka dalam menjaga perdamaian diterima oleh masyarakat internasional.

Dia menyebut, 100 personel dengan satu heli dan satu kapal yakni KRI Frans Kaisepo 368 dikirim ke Libanon tahun lalu. Nanti penggantinya, KRI Sultan Iskandar Muda, akan berangkat ke Libanon dengan komposisi personel yang sama.

"Tetap dengan komposisi yang sama. Dan semoga saja bulan depan bisa diberangkatkan," imbuh Agus.

Para personel yang dikirim Ke Libanon melakukan dua tugas utama. Pertama, mereka melakukan tugas menjaga perdamaian dengan baik dan benar. Kedua, mencegah kejadian yang sudab bisa diprediksi, misalnya mencegah penyelundupan senjata ke Libanon.

"Jadi intinya tugas pokoknya adalah menjaga perdamaian dan melakukannya dengan keberhasilan yang baik. Itu suatu keberhasilan dari angkatan bersenjata kita," tutur Agus.

Dalam sambutannya di upacara yang berlangsung sekitar 20 menit, Agus mengucapkan terimakasih kepada para personel yang tergabung dalam Kontingen Garuda. Dia mengaku bangga dan puas dengan kerja dan prestasi para personel tersebut.

"Saya selaku Panglima TNI menyampaikan ucapan selamat dan penghargaan yang setinggi-tinggi. Semoga menjadi pemicu semangat bagi kalian agar selalu memberikan karya terbaik pada bangsa dan negara," ujar Agus yang kemudian menyalami para personel tersebut satu per satu.(DETIK/WDN)
Continue reading →

Friday, July 1, 2011

TNI Siapkan 1.234 Prajurit Untuk Dikirim Ke Lebanon

Jakarta - Sebanyak 1.243 prajurit TNI disiapkan untuk bergabung dengan misi perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL).

Ke-1.243 prajurit TNI itu memasuki masa pratugas di Pusat Pendidikan Infanteri Cipatat Bandung sejak Kamis hingga satu bulan kedepan.

Mereka terbagi menjadi Satuan Tugas (Satgas) Batalyon Infanteri Mekanis Konga XXIII-F/Unifil, Satgas Force Protection Company (FPC) Konga XXVI D-2/Unifil dan Satgas Military Police Unit (MPU) Konga XXV-D/Unifil.

Kontingen TNI yang akan menggantikan kontingen sebelumnyam yang telah bertugas selama satu tahun itu terdiri atas Satgas Batalyon Infanteri Mekanis Konga XXIII-F/Unifil berjumlah 1018 orang dipimpin oleh Dansatgas Letkol Inf Suharto, Satgas Force Protection Company (FPC) Konga XXVI D-2/Unifil 150 orang dipimpin Dansatgas Kapten Inf Wimoko dan Satgas Military Police Unit (MPU) Konga XXV-D/Unifil berjumlah 75 orang dipimpin oleh Dansatgas Letkol CPM Ida Bagus Rahwan.

Asisten Operasi Panglima TNI Mayjen TNI Hambali Hanafiah mengatakan penugasan yang akan dilaksanakan oleh para prajurit sangat mulia dan terhormat serta membanggakan mengingat operasi pemeliharaan perdamaian dunia saat ini menjadi ujung tombak bagi TNI untuk menunjukkan eksistensinya di mata dunia internasional.

"Semua prajurit harus merasa bangga karena selama ini Kontingen Garuda dimanapun bertugas selalu memperoleh pujian serta pengakuan yang positif dari PBB maupun dari negara lain.

Untuk itu, para prajurit harus bersungguh-sungguh dalam latihan, pelajari semua materi yang diberikan oleh Komandan Latihan dan para Instruktur sehingga dapat menjawab tuntutan tugas di daerah operasi," kata Mayjen Hambali .

Hambali menambahkan, selain materi latihan yang didapatkan, para prajurit diharapkan senantiasa menjaga kesehatan, dan memelihara kesamaptaan jasmani yang prima agar dapat tampil maksimal di daerah penugasan.

"Dan tidak kalah pentingnya para prajurit harus belajar mengenal dan memahami karakteristik wilayah penugasan operasi serta senantiasa mengikuti perkembangan situasi, karena di kawasan Timur Tengah sedang terjadi gejolak politik yang sedikit banyak akan berpengaruh kepada pelaksanaan tugas di Lebanon.

Hambali menekankan sebagai pasukan pemelihara perdamaian para prajurit harus memiliki pengetahuan yang mendalam tentang konflik yang terjadi dan bagaimana menyikapinya.

"Para prajurit harus mampu menjadi penengah antara pihak-pihak yang bertikai secara imparsial, sehingga tidak dianggap memihak kepada salah satu kelompok yang bertikai dan memahami benar bahwa penggunaan senjata harus sesuai dengan aturan pelibatan serta mengikuti standar prosedur operasi yang berlaku," ujarnya.(ANT/WDN)
Continue reading →

Friday, June 24, 2011

Panglima TNI Membantah Pengiriman Pasukan Ke Bahrain

Jakarta - Pemerintah Indonesia membantah keterlibatan militer Indonesia dalam konflik di Bahrain.

Sebelumnya pakar pertahanan Ali al-Ahmad dari Institute for Gulf Affairs di Washington mengklaim keluarga kerajaan Al Khalifa telah melobi Indonesia, Malaysia, dan Pakistan untuk mengirim pasukan ke Bahrain.

”Saya rasa kalau Indonesia tidak. Karena kalau tentara pasti di bawah saya, berarti tidak ada. Mungkin maksudnya dari sektor swasta, tetapi saya juga tidak yakin,” ujar Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono usai rapat kerja Komisi I DPR RI, Rabu (22/6).

Menurutnya, pengerahan TNI ke luar negeri harus berdasarkan perundang-undangan yang berlaku. Tentara aktif, menurut dia, tidak boleh terlibat sebagai mercenaries alias tentara bayaran tanpa sepengetahuan panglima TNI. Panglima TNI akan menjatuhkan sanksi bagi siapa pun tentara aktif yang melanggar UU TNI.

Senada, Menteri Pertahanan RI Purnomo Yusgiantoro mengatakan hingga kini belum ada pembicaraan dengan Bahrain untuk pengiriman pasukan ke negara di kawasan Timur Tengah itu. Lebih jauh, Purnomo menekankan sikap Indonesia menolak permintaan dari Bahrain.

”Yang saya tahu sudah dengan Malaysia. Menteri Pertahanan Malaysia kasih tahu saya mereka (delegasi Bahrain) sudah ke Malaysia.” (ArsipBerita/WDN)
Continue reading →

Total Pageviews

Blog Archive

Labels

Followers