New Maju Indonesia Ku

Showing posts with label PINDAD. Show all posts
Showing posts with label PINDAD. Show all posts

Sunday, July 14, 2013

PT Pindad Kewalahan Produksi Senapan Sniper Untuk Dalam Negeri

Bandung (MID) - PT Pindad (Persero) mendapat order ratusan sniper (senjata laras panjang) dari dalam negeri hingga ratusan senjata tiap tahunnya. Dapat pesanan yang begitu banyak, Pindad jadi kewalahan.

Direktur Utama PT Pindad (Persero), Adik Avianto Soedarsono mengakui pihaknya menerima pesanan ratusan senapan laras panjang alias sniper dari dalam negeri setiap tahun. Sayangnya, perseroan belum mampu memproduksi pesanan tersebut sepenuhnya karena terbentur keterbatasan mesin produksi.

"Kami memang belum bisa penuh mengerjakan produksi senapan laras panjang secara penuh. Karena setiap tahun, permintaan bisa mencapai ratusan unit sniper," kata dia saat dihubungi Liputan6.com, Jakarta, seperti ditulis Minggu (14/7/2013).

Sebenarnya, Adik menambahkan, pabrik Pindad yang berlokasi di Bandung mampu memproduksi senapan laras panjang sampai dengan 50 ribu unit per tahun jika memiliki mesin-mesin khusus.

"Kendalanya ada di perlengkapan produksi, karena butuh mesin-mesin khusus dan terbaru untuk memproduksi permintaan Tentara Nasional Indonesia (TNI) sesuai dengan kebutuhan. Kalau mau datangkan mesin baru saja butuh waktu 3-4 tahun dan butuh persyaratan panjang," ungkap dia.

Untuk itu, dia menyebut, perseroan menjalin kerjasama dengan perusahaan Black Arrow yang berbasis di Inggris dan negara China. "Pasar utama kami untuk sniper adalah TNI. Mereka butuh model sniper teranyar sesuai kebutuhan komando," tukasnya.(Liputan6/WDN)
Continue reading →

Saturday, July 6, 2013

Pindad Pasok 82 Anoa TNI AD Sebesar Rp. 800 Miliar

Bandung (MID) - PT Pindad (Persero) mendapatkan pesanan 82 unit kendaraan tempur (panser) jenis Anoa dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) pada tahun ini. Untuk memproduksi panser tersebut, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini membutuhkan dana hingga Rp 800 miliar.

"Pesanan 82 unit panser Anoa itu berasal dari permintaan dalam negeri, khususnya TNI pada 2013," ungkap Direktur Utama Pindad, Adik Avianto Sudarsono saat dihubungi Liputan6.com, Jakarta, seperti ditulis Jumat (5/7/2013).

Dia menjelaskan, panser Anoa yang dipesan oleh TNI tidak berbeda jauh dengan oleh permintaan negara lain. Namun pesanan mobil tempur tetap disesuaikan dengan strategi pertempuran yang diterapkan oleh TNI.

"Tapi kalau panser yang dijual untuk negara lain, harus izin dulu dengan Kementerian Pertahanan Indonesia. Karena kami kan tidak tahu apa kepentingan mereka beli panser produk Indonesia, khawatir itu musuh atau justru mau menyerang negara ini," papar Adik.

Dia mengaku, satu mobil tempur (panser) jenis Anoa dibanderol dengan harga sekitar Rp 8 miliar kepada TNI. Adik menghitung, total kebutuhan dana yang mesti disiapkan perseroan untuk mengerjakan puluhan unit panser hingga Rp 800 miliar.

"Pesanan ini kan proyek bertahap, tapi kami sudah mulai bekerja lembur mengerjakan produksi panser. Total kontrak dengan TNI untuk produksi 82 unit panser sekitar Rp 600 miliar-Rp 800 miliar dan kami sudah dapatkan komitmen dari tiga bank BUMN (BRI, Mandiri dan BNI)," tukasnya.

Dalam setahun, Adik mengatakan, pabrik manufaktur milik perseroan yang berlokasi di Bandung, Jawa Barat tersebut memiliki kapasitas produksi 60 unit-80 unit panser.(Liputan 6/WDN)
Continue reading →

Tuesday, July 2, 2013

PT Pindad Targetkan Penjualan Senilai 2 Triliun

Jakarta (MID) - PT Pindad menargetkan penjualan di akhir 2013 sebesar Rp 2 triliun. Direktur Utama Pindad Adik A Soedarsono mengungkapkan, nilai ini meningkat signifikan dari penjualan tahun sebelumnya. "Tahun lalu penjualan Pindad sekitar Rp 1,3-1,5 triliun," kata Adik di Jakarta, Senin (1/7).

Di semester pertama, ujarnya, penjualan Pindad belum meningkat tajam. Karena perseroan baru menandatangani kontrak penjualan di semester pertama sehingga realisasi penjualan belum dapat dihitung. Sekitar 80 penjualan berasal dari kontrak dengan TNI dan Kementerian Pertahanan.

Ditambah lagi, perubahan anggaran negara 2013 yang dikabarkan mengurangi porsi untuk pertahanan. Padahal anggaran 2012 perseroan sangat optimistis. Adik mengatakan hal ini akan berpengaruh pada penjualan perseroan. "Ada rencana pengurangan, tapi itu belum terealisasi ke dalam kontrak," ujar Adik.

Tahun ini perseroan akan mendatangkan beberapa mesin pembuat amunisi dari Eropa. Mesin-mesin tersebut diharapkan dapat meningkatkan produksi perseroan sekaligus menambah variasi amunisi yang diproduksi. Mesin tersebut didatangkan dari Jerman dan Belgia. Untuk mendatangkan mesin ini, Pindad mengalokasikan dana dalam belanja modal yang totalnya Rp 360 miliar.

Sekitar Rp 50 miliar telah digelontorkan untuk uang muka mendatangkan mesin amunisi tersebut. Dana belanja modal sendiri sebesar Rp 300 miliar berasal dari penyertaan modal negara (PMN). Sisanya dari kas internal.

Selain ke pertahanan, perseroan juga menjual produk komersial, seperti mesin industri dan kendaraan dan kereta api. Saat ini perseroan tengah meningkatkan produksi kendaraan pertambangan. Perseroan ingin membuat mesin berkualitas Eropa namun seharga produk Cina. Akan tetapi produk komersial ini hanya berkontribusi 20 persen terhadap total penjualan perseroan.

Terkait dengan ekspansi ke luar negeri, Pindad mengaku telah melakukan hal tersebut sejak 20 tahun yang lalu. Secara volume, Pindad merupakan pemain terbesar di Asia Tenggara. Meski pun secara kualitas perseroan masih kalah.

Ke depan, Pindad tengah menjajaki tender senjata di Prancis. Pindad ditawarkan untuk membuat senjata bagi negara di Eropa Barat tersebut. Untuk dapat masuk ke Prancis, Pindad bekerja sama dengan sebuah perusahaan konsultan Belgia yang memberi masukan soal kualitas senjata standar Prancis.

"Kami ditawarkan masuk ke Prancis yang memiliki sistem kualitas tinggi. Jadi kami bekerja sama dengan konsultan Belgia untuk cek kualitas," kata Adik. Tender tersebut baru akan mulai tahun depan.(Republika/WDN)
Continue reading →

Tuesday, June 4, 2013

Alutsista Buatan PT Pindad Dipamerkan Di Lebanon

Jakarta (MID) - Hadirnya beberapa pejabat tinggi UNIFIL (United Nations Interims in Lebanon) di Markas Indobatt (Indonesia Battalion) Kontingen Garuda (Konga) XXIII-G/UNIFIL, memberikan kesempatan bagi Komandan Satgas Indobatt Letkol Inf Lucky Avianto memamerkan produk Indonesia.

Setelah mempromosikan Seni Budaya Indonesia beberapa waktu lalu, Satgas Indobatt juga mempromosikan Alutsista yang digunakan prajurit TNI Konga XXIII-G/UNIFIL dalam Misi Perdamaian di Lebanon.

Beberapa di antaranya yang sempat dipamerkan adalah kendaraan tempur (Ranpur) jenis Anoa 6x6 dan Pistol G2 yang memenangkan kejuaraan menembak kelas dunia, yang semuanya merupakan hasil produksi dalam negeri Indonesia melalui PT Pindad.

Bertempat di Lapangan Soekarno Markas Indobatt UN Posn 7-1, Adshid al-Qusayr, Lebanon Selatan, Alutsista yang diproduksi PT Pindad digelar dan dipamerkan Satgas Indobatt kepada Komandan Sektor Timur Brigjen Fernando Lopez Del Pozo beserta rombongan, di antaranya Chief of Staff Sektor Timur Kolonel Jesus Jimenez saat melakukan kunjungan, Senin (3/6/2013).

Brigjen Fernandoyang sempat menerima penjelasan tentang Kendaraan Tempur jenis Anoa 6x6, juga berkesempatan mengendarai dan berkeliling Markas Indobatt bersama Letkol Inf Lucky Avianto.

"Indonesia melalui Satgas Indobatt, sudah dikenal kontingen lain tentang kesiapan dan alutsista yang digunakan, seperti Anoa dan senjata yang diproduksi sendiri di Indonesia," kata Brigjen Fernando dalam keterangan pers yang diterima Tribunnews.com.

Brigjen Fernando memaparkan, Indonesia yang bisa memproduksi ranpur jenis Anoa dan senjata melalui PT Pindad, tidak bisa dipandang sebelah mata.

"Apa yang dimiliki Indobatt sekarang, merupakan standar dalam melaksanakan misi perdamaian," ujarnya.

Sementara, Dansatgas Indobatt Konga XXIII-G/UNIFIL Letkol Inf Lucky Avianto menyatakan, keunggulan Anoa sudah banyak dirasakan dan diakui dunia, yang juga sudah banyak memesan Anoa.(Tribun/WDN)
Continue reading →

Tuesday, April 23, 2013

PT Pindad Segera Luncurkan Light Tank Indonesia

Bandung - PT Pindad (Persero) akan meluncurkan kendaraan tempur roda rantai atau tank. Tank yang rencananya akan dirilis merupakan tank tempur tipe ringan atau light dan medium versi Indonesia.

Hal disampaikan Kepala Departemen Produksi II (Divisi Kendaraan Khusus), Hery Mochtady kepada detikFinance di Kantor Pusat Pindad, Jalan Gatot Subroto, Bandung, Jawa Barat, Rabu (17/4/2013).

“Kalau light tank kita sudah punya prototype awal. Kalau medium kita masih tahapan konsep desain atau mematangkan desainnya seperti apa sih,” tutur Hery.

Untuk konsep tank versi light, Pindad mengadopsi tenologi dan desain tank jenis Scorpion buatan Inggris. Nantinya, tank ini, akan dikendalikan oleh tiga orang yakni bertindak sebagai commander, gunner dan driver.

“Kalau light tank itu skala scorpion, kalau medium itu skala dengan marder. Ke sana kita akan kembangkan. Kalau kelas heavy seperti leopard sepertinya kita belum. Itu terlalu berat. Kita lebih cocok di medium tapi persenjentaan kita bisa pakai misil anti tank atau pakai 105 kaliber besar,” tambahnya.

Meskipun akan mengembangkan 2 tipe tank yakni tipe light dan medium. Kemampuan senjata, tetap bisa ditingkatkan atau mengadopsi kemampuan heavy tank seperti Leopard.

“Teknologi sudah berkembang, tank medium pun mampu membawa senjata dengan kaliber besar,” sebutnya.

Untuk komponen, Hery mengakui, pihaknya di Pindad tetap memprioritaskan komponen lokal. Namun, saat komponen tersebut tidak dijual atau dikembangkan di dalam negeri, pihaknya baru membeli dari luar negeri.

“Tapi secara realistis, kita masih terbatas untuk power pack, engine, transmisi, dan cooling. Kita belum ada yang supply. Kalau senjata kaliber besar, kita masih impor karena di dalam negeri belum ada. Tapi kita usahakan, setiap kegiatan development setiap. Kalau terpaksa dengan luar negeri, kita harus ada TOT (transfer of technology), apa yang bisa kita ambil dari sana. Minimal kita tahu, konsep desain dan kalkulisinya seperti apa,” tegasnya.(DETIK/WDN)
Continue reading →

Thursday, March 14, 2013

Irak Berminat Pesan 500 Panser Buatan PT Pindad

Baghdad - Irak berminat untuk memesan panser Anoa buatan PT Pindad (Persero). Tidak tanggung-tanggung, jumlah yang akan dipesan mencapai 500 unit panser.

Kesepakatan memang belum terjadi, kedua belah pihak masih terus melakukan kajian terkait hal ini. Minatnya Irak membeli panser ini muncul setelah kunjungan Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin ke Baghdad beberapa waktu lalu.

"Sampai saat ini belum ada kesepakatan, masih negosiasi. Mereka memang berminat, tapi belum ada kelanjutannya," kata Duta Besar Indonesia untuk Irak Safzen Noerdin ketika ditemui detikFinance di Hotel Al-Mansour, Baghdad, Rabu (13/3/2013) malam waktu setempat.

Sjafrie berangkat ke negeri 1001 malam itu sekitar pertengahan tahun lalu dan diterima oleh Perdana Menteri Irak, Nuri Al-Maliki serta beberapa pejabat bidang pertahanan dan perekonomian Irak.

Kabarnya, tak hanya panser, tapi Irak juga tertarik membeli beberapa produk Pindad lainnya, seperti senjata dan peralatan militer lainnya.(DETIK/WDN)
Continue reading →

Thursday, November 29, 2012

Wamenhan : PT Pindad Terima Order Dari Kemhan Senilai Rp. 2 Triliun

Bandung - Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Letnan Jenderal (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan kerjasama dengan PT Pindad guna penyediaan kebutuhan peralatan militer Indonesia terus berjalan tiap tahunnya. Hasil produksi alat militer itu digunakan tiga angkatan yakni TNI Angkatan Darat (AD), Angkatan Udara (AU), dan Angkatan Laut (AL).

Sebelum ke PT Dirgantara Indonesia (DI), Sjafrie sempat meninjau produksi peralatan militer di PT Pindad, Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Kamis (29/11/2012).

"PT Pindad itu pada dasarnya untuk kebutuhan Angkatan Darat (AD). Tapi juga PT Pindad memenuhi kebutuhan amunisi. Amunisi itu dihunakan untuk tiga angkatan," ucap Sjafrie saat melakukan inspeksi ke hanggar CN 235 dan hanggar helikopter di PT DI.

Sjafrie mengatakan PT Pindad tiap tahun menerima order membuat peralatan militer dari pesanan Kemenhan untuk keperluan TNI AD, AU, dan AL.

Berapa order tahun ini? "Tiap tahun ada order. Mereka (PT Pindad) dalam 2012 ini menerima order 2 triliun rupiah," singkat Sjafrie.(DETIK/WDN)
Continue reading →

Tuesday, November 20, 2012

Birokrasi, Inefiensi dan Impor Hadang Laju Kemajuan PT PINDAD

Jakarta - Angka penjualan senjata PT PINDAD tahun ini diperkirakan mencapai Rp1,7 triliun, naik sekitar 40% dari penjualan tahun sebelumnya.

Penjualan ditopang oleh permintaan senjata standar TNI, termasuk senapan jenis V4 yang memenangkan lomba menembak prajurit tingkat ASEAN dan Australia, serta kendaraan terbaru Panser Anoa.

“Sampai akhir tahun ini kita terus bekerja mengejar target pesanan baik untuk TNI maupun pesanan negara lain,” kata Adik Sudarsono, Direktur Utama PT Pindad. Adik mengatakan untuk kawasan ASEAN dan Asia Timur, senjata organik dan amunisi asal Indonesia terkenal murah dengan kualitas standar NATO yang memadai, karena itu permintaan rutin sudah berjalan belasan tahun.

Sementara untuk Anoa, setelah dipakai pasukan penegak perdamaian Indonesia yang bergabung dengan Misi PBB untuk perdamaian di Libanon (Unifil), kini juga semakin diminati.

"Daripada beli ke Eropa yang mahal, ongkos transpornya juga tinggi, negara-negara itu pikir kenapa tidak ke Indonesia saja,” tambahnya.

Malaysia, Timor Leste, negara Timur Tengah dan Asia Timur (Adik menolak menyebut namanya) termasuk jajaran sejumlah pemesan Anoa, yang dalam kondisi standard dijual paling murah Rp7-8 miliar.

“Tergantung nanti mau diisi apa, tambah radar, senjata sniper atau lain-lainnya ya bisa sampai Rp12 (miliar)an,” jelas Adik.

Produk serupa dari Eropa menurut Adik bisa bernilai 2-3 kali lipatnya, sementara meski harga dibandrol lebih miring, kualitas Pindad menurutnya sudah lebih dipercaya. "Malah kita didatangi pembeli (dari) ASEAN, dia balik ke kita karena ambil kendaraan dari negara lain ternyata kualitasnya lebih jelek. Dia bilang oke kita minta kendaraan you, tapi turunin dong harganya,” kata Adik sambil tertawa.

‘Inefisiensi’

Upaya menggenjot produksi dan mendongkrak keuntungan tidak berjalan mudah dalam industri senjata perusahaan asal Bandung ini.

Alasan utama adalah bahan baku yang separuh hingga 90%nya masih tergantung dari impor.

Sebuah peluru kaliber 21mm yang berukuran seujung jari kelingking dan dijual hanya Rp2100, kata Adik Sudarsono, kandungannya hanya 10% dari dalam negeri.

“Bahan baku utama kita baja, ini belum bisa dipasok industri dalam negeri. Untuk peluru mata bornya juga impor, mesin kendaraan impor dari Eropa, dan seterusnya.” Celakanya, industri senjata adalah isu sensitif dalam perdagangan luar negeri. “Kalau ekspor-impor baja itu biasa, tetapi kalau yang beli Pindad itu bisa jadi masalah karena untuk dibuat senjata,” tegas Adik.

Impor bisa terganggu bahkan gagal kalau parlemen negara pengekspor merasa Indonesia tak layak mendapat bahan baku untuk produksi senjata dengan alasan senjata itu bisa dipakai untuk melanggar HAM.

Akibat kendala semacam ini, tenggat produksi Pindad bisa terganggu. Kendala lain menurut Adik datang dari konsumen, dalam hal ini pembeli terbesar, TNI.

“Padahal hubungan kita sudah 30 tahun, tetapi tetap saja collection period 81 hari. Ini kan terlalu lama dan kita kena beban bunga dan biaya penyimpanan,” keluhnya. Dengan birokrasi pembayaran TNI tersebut, Pindad baru dapat menerima pembayaran 81 hari setelah barang diterima. Meski mengaku memahami birokrasi yang tak terelakkan itu, menurut Adik aturan ini selayaknya diperbaiki.

“Apa tidak bisa diperpendek ya? Kan buat TNI juga lebih baik karena anggaran menjadi lebih cepat diserapnya, sementara buat kita juga lebih enak karena dana bisa diputar kembali dan beban bunga berkurang.”

Persoalan lain yang juga dianggap mengganggu kinerja Pindad, justru datang dari bengkel pabrik sendiri.

Adik Sudarsono mengakui, "Produktivitas karyawan kami masih seperenam sampai seperempat dari produktivitas pekerja di pabrik senjata serupa di Eropa." Manajemen menurutnya sudah berkali-kali mengkampanyekan perbaikan kinerja, namun hasilnya dirasakan belum maksimal.

"Tidak mudah ya karena ini corporate culture, kita selalu tekankan (pada karyawan) mau kerja apa mau ngerokok, kalau sambil tunggu mesin ya bisa sambil ngelap,” kata pemimpin Pindad sejak tahun 2007 ini.

Target PT Pindad untuk 2013

Produk terbaru yang pengerjaannya kini sedang dituntaskan Pindad adalah kendaraan tempur tipe Komodo, yang hingga bulan lalu enam unitnya telah dibuat untuk pasukan elit TNI, Kopassus dan pasukan polisi, Brimob.

Kendaraan spesialis tempur ini diklaim handal untuk lokasi terjal, miring atau bergunung-gunung, mengangkut hingga 10 penumpang dan bisa dilengkapi asesori mistral (anti serangan udara).

Produk lain yang pemuatannya ditargetkan dimulai akhir tahun depan adalah motor listrik, yang rencananya akan dilempar ke pasar lokal memenuhi keinginan pemerintah untuk menciptakan kendaraan nir-BBM. Dengan berbagai rencana ini, ditargetkan angka penjualan maupun laba usaha juga naik pesat.

“Ya muda-mudahan bisa menjadi diatas Rp2 triliun untuk sales-nya, sementara keuntungan bisa lah sampai Rp100 miliar,” kata Dirut Pindad Adik Sudarsono optimistis.

Dalam jangka panjang, Pindad juga masih dibebani target untuk mengejar ketinggalan terhadap penciptaan alat tempur yang lebih canggih.

"Kemampuan kita saya rasa kan baru 30% (memasok senjata) pada TNI, masih banyak yang kita belum mampu," tambahnya.

Yang sedang dalam target antara lain membuat purwarupa (prototype) tank kelas medium berat 20 ton yang diharapkan rampung pada 2014.

“Yang jelas 2013 dan selanjutnya kita akan sangat sibuk karena berlakunya UU Industri senjata nasional,” jelas Adik.

UU ini mewajibkan seluruh penyediaan senjata TNI dari produksi dalam negeri jika sudah dikuasai teknologi dan produksinya.(Tribunnews/WDN)
Continue reading →

Wednesday, November 14, 2012

ST Kinetics Dan PT Pindad Kembangkan Terrex RSTA

Jakarta - Produksi dan pengembangan perangkat militer terus dilakukan Indonesia, baik secara mandiri maupun kerjasama. Ini diantaranya dilakukan dengan Singapura melalui PT Pindad (Persero) Bandung dan Singapore Techologies Kinetics Ltd.(ST Kinetics) Singapura, mengembangkan kerjsama produksi perangkat pembidik dan pelindungan individu penembak untuk kendaraan lapis baja atau tank bernama Terrex RSTA.

Perangkat semacam Terrex RSTA adalah system pendukung yang dilengkapi perangkat elektronik, baik untuk mengintip maupun memperjelas sasaran serta situasi sekitar. Prajurit penembak tak perlu lagi nongol dari pintu Turrent atau pintu penembak, cukup menembak dari dalam ruangan kendali kendaraan tempur lapis baja atau tank. .

Ini membuat keamanan personel terlindungi dari risiko serangan musuhnya, dan penglihatan sasaran cukup dilihat dari tampilan layar monitor. Perangkat seperti ang dipasang pada sejumlah kendaraan tempur mariner Amerika. .

Menurut seorang pimpinan ST Kinetics Lim Miah Wee didampingi Presdir PT Inter Korana Indi Adi Sunaryo, selaku mitra, di sela-sela Pameran Industri Pertahanan Indo Defence, di Jakarta, Kamis (8/11) lalu, rencananya Terrex akan diujicoba dipasangkan pada panser buatan PT Pindad, pekan ini. Ini sebagai optimalisasi system penembakan sekaligus pengamanan individual pada kendaraan lapis baja 6x6 Anoa, produksi PT Pindad.

Terrex yang digunakan memang pas ukurannya untuk melengkapi senapan mesin berat (SMB) caliber 12,7 mm x 99 (.50 Browning) produksi PT Pindad yang mengikuti model ST Kinetics, yaitu CIS 50 MG. Panser 6x6 Anoa produksi PT Pindad tengah diuji apakah dapat dioptimalkan dengan dilengkapi perangkat Terrex.

Humas PT Pindad, Tuning Rudiyati yang dikonfirmasi, Minggu (11/11), belum memberikan keterangan. (KOMPAS/WDN/MIK)
Continue reading →

Sunday, November 11, 2012

Presiden Beri Nama Rantis Buatan Pindad Dengan Komodo

Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono resmi memberi nama salah satu kendaraan taktis atau rantis buatan PT Pindad. Rantis itu diberi nama Komodo, salah satu hewan asli Indonesia.

Pemberian nama itu dilakukan disela-sela meninjau pameran Indo Defence Expo di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Sabtu (10/11/2012). Ikut hadir Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Kepala Polri Jenderal (Pol) Timur Pradopo, Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, dan pejabat lainnya.

"Komodo binatang perkasa. Semoga kendaraan taktis ini bisa bertempur membuat daya bagi Indonesia," kata Presiden ketika acara penandatanganan peresmian Rantis Komodo di halaman luar JIExpo.

Dalam acara itu, Presiden mendapat penjelasan spesifikasi dan keunggulan Komodo. Selain Komodo, Presiden juga melihat langsung kendaraan tempur lain diantaranya tank buatan Jerman yang baru dibeli pemerintah Indonesia, yakni Leopard MBT Revolution. Mesin tank seberat 60 ton itu sempat dihidupkan dihadapan Presiden.

Setelah itu, Presiden meninjau berbagai stand di dalam Gedung JIExpo. Presiden menerima penjelasan berbagai peralatan tempur terbaru, baik kendaraan, persenjataan, radar, dan lainnya buatan berbagai negara.(KOMPAS/WDN)
Continue reading →

Friday, November 9, 2012

Senjata Murah Buatan China Jadi Saingan Berat PT Pindad

Jakarta - PT Pindad (persero) menyatakan saat ini bersaing ketat dengan alat-alat militer buatan China yang menawarkan harga murah serta berkualitas.

Hal ini disampaikan oleh Staf Ahli Pindad Teguh kepada detikFinance dalam pameran Indo Defence Expo 2012 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (9/11/2012).

"China menjadi saingan terberat kita soal pemasaran alat perang," kata Teguh singkat.

Menurut Teguh, China dengan produk murahnya mudah untuk membuat calon pembeli tergiur. Tetapi Pindad memastikan akan terus berkompetisi secara sehat.

"Pindad bisa berkompetisi soal harga, kita juga murah dan kita lebih berkualitas. Ini sudah diakui di banyak negara," paparnya.

Saat ini pasaran alat dan kendaraan militer Pindad sudah memasuki negara ASEAN, Australia, dan Korea. Bahkan merambah ke ranah Eropa sebut saja Prancis, Jerman, Turki, dan Bosnia.

Menurut Teguh dari banyaknya pasar Pindad, salah satu negara yang paling setia untuk membeli alat dan kendaraan militer Pindad adalah Singapura, Thailand, dan Brunei Darussalam.

"Produk seperti bom, senjata baik senapan jenis SS2, pistol jenis G2 dan amunisi juga kendaraan tempur laku dijual. Khusus untuk negara Singapura, mereka yang paling setia beli dari kami," cetusnya.(DETIK/WDN)
Continue reading →

Thursday, November 8, 2012

Rheinmetall Ijinkan PT Pindad Untuk Upgrade Leopard Ri Dengan Konten Lokal

Jakarta - Tank Leopard RI menjadi salah satu daya tarik pengunjung dalam pameran Indo Defence 2012 Expo & Forum di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta, 7-10 November 2012. Satu buah kendaraan tempur jenis Main Battle Tank buatan Jerman ini pun terpampang di pelataran JIExpo bersama kendaraan TNI tempur lainnya.

Pantauan VIVAnews, sejumlah pengunjung mengabadikan lewat kameranya, tank yang baru saja didatangkan ini. Dari sales promotion girls, mahasiswa, sampai anggota TNI antusias berpose di depan tank yang memiliki bobot 62 ton tersebut.

Tank berkecepatan maksimal 72 km/jam ini bisa membawa empat kru di dalamnya. Tank ini juga cocok berjalan di berbagai medan, baik aspal maupun tanah.

Tank kelas berat ini dilengkapi dengan persenjataan, seperti 1 x Rheinmetall 120 mm L55 smoothbore gun, 1 x coaxial 7.62 mm machine gun, dan 1 x 7.62 mm anti-aircraft machine gun.

Berdasarkan literatur pertahanan, Tank Leopard Revolution ini memiliki laras lebih pendek sekitar 1,3 meter dari Tank Leopard jenis terbaru 2A6. Namun, laras tersebut dapat dimodifikasi hingga menyerupai Tank Leopard 2A6.

Upgrade konten lokal

Kedatangan Tank Leopard RI ini tentu menambah kekuatan militer TNI, khususnya Angkatan Darat. Karenanya, Pemerintah Indonesia, melalui PT Pindad Persero akan segera mengupgradenya dengan konten-konten lokal.

Hal itu dipastikan setelah Kementerian Pertahanan RI menandatangani nota kesepakatan atau memorandum of understanding (MoU) dengan perusahaan Jerman yang memproduksi Tank Leopard Revolution ini, yakni Rheinmetall Landsysteme. Kemenhan dalam penandatanganan ini diwakilkan oleh Kepala Badan Sarana Pertahanan Kemenhan, Mayor Jenderal Ediwan Prabowo, sedangkan Rheinmetall diwakili oleh Managing Director, Harald Westermann.

Penandatanganan MoU dilakukan di sela-sela pameran Indo Defence hari kedua ini berlangsung. "Ini sebagai komitmen kita untuk melakukan alih teknologi bagi setiap alutsista yang dibeli dari luar negeri," kata Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro usai menyaksikan penandatanganan kesepakatan bersama.

MoU antara Kemenhan dan Rheinmetall ini untuk menyepakati pembelian Tank Leopard, Tank Marder 1A3, dan sejumlah tank pendukung lainnya. Khusus Tank Leopard, pembelian tank kelas berat itu dikarenakan Indonesia masih berkutat pada Light Tank atau tank kelas ringan.

"Selama ini kita belum punya tank berat dan tank medium. Kita baru punya tank ringan," kata Purnomo.

Kesepakatan itu juga tak hanya soal pembelian, tetapi juga kerja sama untuk pemeliharaan Tank Leopard. Pemeliharaan itu pun dipercayakan ke PT Pindad, Bengkel Pusat TNI AD, dan Balitbang TNI AD.

Menurut Ediwan Prabowo, dengan adanya kesepakatan ini, PT Pindad akan mendapatkan workshop tentang pemeliharaan dan perbaikan Tank Leopard. Tak hanya itu, Rheinmetall juga memberi kesempatan PT Pindad untuk mengupgrade Tank Leopard dengan konten-konten lokal. Di antaranya plat baja, sepatu atau rantai roda Tank.

"Pihak Rheinmetall juga akan mempercayakan PT Pindad untuk improvisasi menggunakan konten lokal. Tentu sifatnya masih yang ringan-ringan. Ke depan semoga PT Pindad juga bisa membuat laras meriam Leopard," ujar dia.

Ediwan berharap, kontrak kerja sama dengan Rheinmetall bisa diselesaikan pada November 2012 ini. Hal itu bertujuan agar pada 2014 mendatang, semua Tank Leopard yang dipesan sudah ada di Indonesia.

Meski demikian, Ediwan tidak berbicara mengenai berapa jumlah persis Tank Leopard yang dipesan. Ia beralasan, Kemenhan dan Rheinmetall masih dalam tahap negosiasi.

"Yang jelas, TNI Angkatan Darat sebagai pengguna membutuhkan dua batalyon tank berat," katanya.

Selain dengan Rheinmetall, pada kesempatan ini Kemenhan juga menandatangani MoU dengan Avirbrus Industria Aerospacial Brazil. Kesepakatan dengan Avibrus ini terkait pembelian Multi Launcher Rocket System atau peluncur roket multilaras. Roket ini juga akan digunakan oleh TNI Angkatan Darat.

Seperti diketahui, Kemenhan menganggarkan US$280 juta untuk pembelian tank kelas berat dengan pengadaannya dilakukan bertahap dari 2012, 2013, hingga semester pertama 2014. (Vivanews/WDN)
Continue reading →

Wednesday, October 17, 2012

PT Pindad : Untuk Tahap Pertama Sparepart Leopard Di Suplay Oleh Jerman

Jakarta - Tank Leopard yang dibeli TNI dari Jerman dijadwalkan akan tiba di Indonesia pada bulan November. Terkait hal tersebut, pihak PT Pindad selaku produsen alat militer dalam negeri mengatakan tidak ada rencana memenuhi kebutuhan sparepart tank tersebut.

"Untuk tahap pertama (sparepart) dari negara yang bersangkutan dulu," jelas Iwan Kusdiana, Kepala Sekretariat Perusahaan PT Pindad di kantornya, Jalan Gatot Subroto, Bandung, Jawa Barat.

Iwan mengatakan dalam pembelian alat utama sistem persenjataan (alutsista) kepada negara asing biasanya nanti akan ada proses Transfer Of Technology (TOT). Untuk tank leopard nantinya akan didatangkan teknisi dari Jerman untuk menjelaskan tentang seluk beluk mengenai tank ini.

Hal ini bertujuan jika nantinya ditemukan masalah dalam pengoperasian atau ada kerusakan di bagian tertentu maka dapat ditanggulangi oleh pihak dalam negeri.

"Nanti juga ada TOT (Transfer Of Technology) jadi kalau ada kerusakan atau semacamnya bisa diatasi sendiri," lanjutnya.

Pada tahap pertama pengiriman bulan depan, tank buatan Jerman ini akan didatangkan sebanyak 15 unit. Nantinya tank canggih ini akan berjumlah sebanyak 100 unit. Pengiriman akan dilakukan dalam beberapa tahap.(DETIK/WDN)
Continue reading →

PT Pindad : Kami Mampu Memproduksi Anoa 80 Unit Per Tahun

Bandung - Yadi Kussuryadi, Wakil Kepala Divisi Kendaraan Khusus PT Pindad mengungkapkan, pihaknya mampu 'melahirkan' 80 unit kendaraan tempur (Ranpur) Model Anoa.

"Untuk kendaraan tempur ini, kami mampu membuat 80 unit per tahun," ujar Yadi kepada wartawan di Hall Assembling Kendaraan Khusus PT Pindad, Bandung, Jawa Barat, Selasa (16/10/2012).

Yadi menjelaskan, proses pembuatan kendaraan lapis baja andalan TNI, melalui dua proses, yakni proses desain rangka. Setelah itu, baru masuk ke tahap assembling untuk memasang komponen-komponennya.

Tahapannya, Yadi menjelaskan, satu unit Anoa dapat memakan waktu selama 25 hari, untuk disusun setiap plat baja dan disatukan di hall pembuatan bodi Anoa.

Setelah disatukan, jelas Yadi, tubuh Anoa yang masih berbentuk rangka dikirim ke ruang assembling, untuk dilengkapi parts seperti shock breaker, interior dan parts lain yang diperlukan TNI. Di Hall Asembling, satu unit Anoa menghabiskan waktu 33 hari.

"Jadi, satu unit Anoa bisa diselesaikan utuh dalam waktu dua bulan," ucap Yadi. Untuk saat ini, Yadi menjelaskan, sudah ada 61 unit Anoa yang siap 'didandani' di Hall Asembling. Para pegawai pun bekerja untuk menyiapkan segala komponennya.

"Kini sudah ada 61 unit yang siap. Pertengahan Desember sudah siap uji," ungkap Yadi. Yadi memaparkan, pembuatan kendaraan tempur yang kini juga digunakan oleh Pasukan UNIFIL di daerah konflik Palestina-Israel, ternyata mampu dipercepat pembuatannya. Jika diperlukan, Anoa ini mampu diproduksi dua kali lipat dari sebelumnya. Namun, tutur Yadi, percepatan pembuatan Anoa hanya dibutuhkan pada kondisi tertentu.

"Di sini (Hall Assembling) baru dua line. Jika mendesak atau negara dalam keadaan darurat, maka bisa ditambah menjadi empat line," kata Yadi.(Tribunnews/WDN)
Continue reading →

PT Pindad Berencana Mengembangkan Medium Tank

Ilustrasi

Bandung - Setelah sukses membuat kendaraan tempur jenis Anoa, PT Pindad berencana membuat tank tempur medium (Medium Battle Tank).

"Kami akan membuat tank tempur medium," ujar Kepala Sekretariat Perusahaan PT Pindad Iwan Kusdiana, di PT Pindad, Bandung, Jawa Barat, Selasa (16/10/2012).

Iwan menjelaskan, tahapan yang akan dimulai pihaknya adalah berkonsentrasi membuat tank tempur medium dengan bobot sekitar 20 ton.

Meski rencana pembuatan tank tempur medium baru dilakukan, Iwan mengungkapkan pihaknya akan melakukan pengembangan tanpa transfer of technology (ToT) dengan produsen pembuat tank dari luar negeri.

"Kami tidak kerja sama dengan luar. Ini kami kembangkan sendiri," ucap Iwan. Iwan optimistis pihaknya dapat menyelesaikan pengembangan tank tempur medium dengan jangka waktu yang cepat. Targetnya, pada 2014 prototype tank ini sudah jadi.(Tribunnews/WDN)
Continue reading →

PT Pindad : Irak Masih Melakukan Penjajakan Dan Negosiasi Anoa

Jakarta - Malaysia dan Irak sudah sejak lama berencana untuk memboyong Panser jenis Anoa buatan PT Pindad. Namun hingga kini belum ada kesepakatan yang terjalin dengan perusahaan persero pengahasil senjata militer tersebut.

"Malaysia(memesan). Kemarin minta 31 unit. Dari Irak juga sudah ada yang datang waktu itu. Tapi ini masih tahap penjajakan dan negosiasi. Kalau nanti deal baru ada kontrak dan sebagainya," kata Kepala Sekretariat perusahaan PT Pindad, Iwan Kusdiana.

Iwan mengatakan hal tersebut dalam acara Press Tour bersama wartawan Kementerian Politik Hukum dan Keamanan di PT Pindad, Bandung, Jawa Barat, Selasa (16/10/12).

Menurut Iwan, Panser Anoa ini memang merupakan produk unggulan PT Pindad. Penjualan perusahaan persero ini juga terdongkrak karenanya.

"Secara penjualan tidak terlalu banyak tapi omzetnya besar. Kita sampai 2008 saja, ada 1,13 triliun. Penjualan Pindad didongkrak oleh penjualan Anoa ini," lanjutnya.

Hingga saat ini Panser Anoa sendiri laris dibeli oleh TNI angkatan darat. Kesatuan yang dipimpin Letjen TNI Pramono Edhi Wibowo ini total telah membeli 226 unit dari PT Pindad.

"TNI pertama pesan Anoa tahun 2008 154 unit untuk berbagai tipe. 2011 pesan 11 unit tipe APC semua. Tahun ini pesen 61 unit. Itu sudah tersebar di berbagai kodam. Biasanya digunakan untuk pengamanan tamu-tamu penting VVIP atau saat kunjungan presiden keluar kota,"

Panser Anoa ini memiliki beberapa varian tipe tergantung kebutuhannya. Kendaraan tempur jenis ini rata-rata memiliki bobot sekitar 14 ton dengan kecepatan melaju 80km/jam di jalur on road dan 40km/jam di jalur off road.

Panser ini juga dilengkapi persenjataan yang disesuaikan dengan tipe masing-masing. Transmisi otomatis juga melengkapi keunggulan kendaraan tempur ini.(DETIK/WDN)
Continue reading →

Thursday, October 4, 2012

Dirut Pindad: Kami Siap Rawat Tank Leopard

Jakarta - PT Pindad menyambut baik disahkannya Undang-undang Industri Pertahanan oleh Dewan Perwakilan Rakyat. Dengan UU itu, industri pertahanan semakin dubutuhkan oleh negara.

Demikian disampaikan oleh Direktur PT Pindad, Adik Afianto kepada VIVAnews, di Bandung, Jawa Barat, Kamis 4 Oktober 2012. "Kami sangat antusias jika UU ini benar disahkan, kami juga akan menyiapkan seluruh unsur serta komponen yang disesuaikan dengan amanat UU tersebut," kata Adik.

Menurut dia, ada beberapa poin dalam UU tersebut yang menyatakan industri pertahanan negara harus dilibatkan dalam proses pemeliharaan Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) miliki negara yang dibeli dari luar negeri. "Jika melihat perkembangan sekarang, seperti rencana pembelian Tank Leopard, kami diminta mempersiapkan SDM untuk maintenance," katanya. PT Pindad, tambah Adik, siap menjalankan amanat UU tersebut, baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi I DPR, TB Hasanuddin, menyatakan UU ini dibuat untuk menguatkan sistem pertahanan persenjataan negara. "Kita harus memiliki kekuatan bersenjata yang cukup kuat, maka kita membutuhkan alutsista, anggaran alutsista kita per tahun Rp 30 trilliun. Jika kita memanfaatkan industri yang ada di dalam negeri itu jauh lebih dari cukup," terang TB Hasannudin.

Dalam UU tersebut juga, kata dia, beberapa industri pertahanan di Indonesia akan dilakukan penyehatan sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) industri militer. "Ada banyak nilai ekonomis jika UU ini berjalan dengan baik, jangan sampai ketergantungan ke pihak asing terus dilakukan negara kita," kata dia.

Dalam dua tahun ke depan, tambah Hasanuddin, Indonesia perlu merevitalisasi BUMN industri pertahanan. Lima tahun berikutnya, merupakan persiapan untuk produksi massal. "Dan sepuluh tahun ke depan kita tidak boleh membeli sebutir peluru pun dari luar negeri. Baik senjata , pesawat tempur, dan alutsista lainnya. Saya yakin negara kita bisa bangkit," ungkap dia. (Vivanews/WDN)
Continue reading →

KSAD : SS-2 Buatan Pindad Mampu Mengalahkan M-16

Jakarta - Peralatan perang buatan Indonesia dinilai tidak kalah hebatnya dibanding produksi negara lain. Tentara Nassional Indonesia (TNI) akan memaksimalkan produk dalam negeri ini untuk persenjataannya.

Demikian disampaikan oleh Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Jenderal Pramono Edhie Wibowo di Jakarta, Kamis 4 Oktober 2012. "Peralatan produksi dalam negeri juga tak kalah mumpuni," kata Pramono.

Dalam sejarahnya, dia menambahkan, Indonesia mengembangkan peralatan militer karena mendapat embargo. Kondisi itu yang membuat Indonesia berinisiatif mencari jalan ke luarnya. "Akhirnya kami berusaha mengembangkan senjata produksi dalam negeri," ujar Pramono.

Akhirnya, ujar dia, senjata buatan PT Pindad dikembangkan dan disesuaikan dengan teknologi mutakhir. "Penyempurnaan secara bertahap terus dilakukan, disesuaikan juga dengan kondisi di lapangan. Andai kami mau mengoreksi diri, kami bisa melakukannya," tutur adik Ani Yudhoyono ini.

Menurut dia, hasilu saha itu memang membanggakan. Dalam sejumlah lomba, beberapa kali TNI menyabet gelar juara dengan menggunakan senjata Pindad itu. Sehingga, kata Pramono, TNI sudah tidak ragu lagi menggunakan produk dalam negeri itu.

Dulu, kata Pramono, TNI masih mempertimbangkan untuk menggunakan sejata lama M16 atau senjata buatan Pindad. Namun, saat berlomba menggunakan senjata buatan Pindad, TNI berhasil memperoleh tropi juara.

"Waktu lomba menembak antar ASEAN, kami juara pertama kali setelah menggunakan senjata-senjata Pindad," kata dia. "Sejak itu kami tidak ada pilihan, selain senjata ringan dari Pindad. SS2-V1 sampai V6," Pramono menambahkan.(Vivanews/WDN)
Continue reading →

Monday, September 10, 2012

Tambahan Modal Tidak Cair, PT Pindad Surati Menteri BUMN

Jakarta - PT Pindad Persero berencana melayangkan surat kepada Menteri BUMN Dahlan Iskan, karena penyertaan modal negara (PMN) Tahun 2011 sebesar Rp 700 miliar hingga kini tidak kunjung cair.

Direktur Utama Pindad Persero Adik Avianto Sudarsono mengungkapkan, PMN sebesar Rp 700 miliar itu terdiri atas dana tunai Rp 300 miliar dan tidak tunai. Dana tunai tersebut sudah disetujui oleh Kementerian Keuangan, namun harus menunggu terbitnya Peraturan Pemerintah (PP).

"Jadi, karena dana tunainya belum cair, maka kami surati Menteri BUMN agar dapat menggunakan dana perbankan dahulu," kata Adik seperti dilansir antara di Jakarta, Senin. (10/9).

Dia mengakui, secara lisan Menteri BUMN sudah menyetujui perseroan untuk menggunakan fasilitas pinjaman perbankan. Nantinya, dalam surat akan dijabarkan rencana penggunaan fasilitas pinjaman tersebut. Bila PMN cair maka perseroan akan melunasi pinjaman beserta bunga yang dibebankan kepada perseroan. "Surat resmi ini sebagai bukti bila ada permasalahan hukum di kemudian hari.".

Belum cairnya PMN senilai Rp 300 miliar, membuat perseroan sulit untuk melakukan kontrak kerja sama bisnis. PMN tersebut hanya diperuntukkan sebagai investasi, seperti yang tercantum dalam risalah DPR dan Kementerian Keuangan. "Padahal dalam program kerja, PMN senilai Rp 700 miliar itu untuk restrukturisasi modal, kontrak kerja, serta Investasi. Namun, yang disetujui hanya investasi.".

Adik menegaskan dengan cairnya PMN dapat mendongkrak kinerja perseroan sehingga menjadi sehat secara keuangan. PT Pindad menargetkan bisa membukukan laba sepanjang tahun ini sekitar Rp 80 miliar, dengan penjualan Rp2 triliun. "Artinya, kami dapat memberikan laba yang besar kepada pemerintah," ungkapnya.(Merdeka/WDN)
Continue reading →

Sekilas Wawancara Dirut PT Pindad Kesuksesan Pindad Di Pasar Global

Jakarta - Industri pertahanan militer Indonesia bukan hanya mulai menggeliat, tapi mulai beranjak menunjukkan kemampuannya. Beberapa negara di belahan dunia, jatuh hati pada produk senjata dan alat transportasi militer buatan Indonesia.

Salah satu produk senjata Indonesia yang menjadi buruan luar negeri adalah produks PT Pindad Indonesia. Tak hanya negara-negara ASEAN, kini senjata serta beberapa produk dari Pindad mulai masuk ke sejumlah negara di Afrika Asia Timur.

Malaysia, Brunei Darussalam, Uganda, Timor Leste, serta Irak merupakan daftar negara yang siap mengantre produk-produk buatan pabrikan Bandung, Jawa Barat itu.

Banyak alasan mereka mempercayakan Indonesia, khususnya Pindad untuk memperkuat militer negaranya. Berikut penjelasan Direktur Utama PT Pindad Adik Avianto Soedarsono, saat wawancara khusus VIVAnews, Kamis 30 Agustus 2012 di Bandung:

Sejak kapan Pindad promosi senjata?

PT Pindad saat ini tengah gencar melakukan program promosi ke sejumlah negara di benua Afrika. Kegiatan promosi dilakukan dengan pemerintah, karena pemerintah melakukan promosi ke beberapa negara terkait industri pertahanan yang ada di Indonesia.

Produk-produk Pindad yang dilirik oleh negara seperti Irak dan Iran itu dikarenakan produk kita sangat simple, sederhana serta ringan. Jika dibandingkan dengan produk-produk Eropa yang karakteristiknya berat bodi dan tidak ringan, Irak menilai senjata Indonesia ringan dan santai dibawanya.

Negara mana saja yang pernah memesan produk Pindad?

Sejumlah negara melirik industri militer Indonesia. Negara-negara balkan bahkan berminat dengan senjata produk Pindad. Penjajakan dengan negara Irak sendiri misalnya, sebenarnya sudah dilakukan sejak pendudukan Amerika berakhir tahun 2003 lalu.

Sejak saat itu pemerintah definitif Irak mencoba melakukan komunikasi dengan pemerintah RI. Komunikasi saat itu baru sebatas penjajakan tentang kerjasama berbagai hal. Baru untuk permasalahan industri pertahanan dibahas secara intensif sejak tahun 2008. Kebetulan saya juga menjadi Ketua Tim Koordinator kerjasama industri pertahanan ini dengan Irak.

Terakhir dari pihak Irak kesini 2004 awal kalau tidak salah. Kami sendiri baru pulang dari Irak 4 hari sebelum lebaran kemarin. Hasilnya, alhamdulilah positif bahwa Irak siap menjajaki secara serius tak hanya dengan Pindad, melainkan dengan seluruh industri Militer di Indonesia.

Apakah Irak dan negara lain akan memesan dalam jumlah besar?

Rencananya memang Irak akan bekerjasama dalam jumlah besar dengan Indonesia, tak hanya Pindad yang mendapatkan proyek besar dari Irak. PT PAL, PT DI (Dirgantara Indonesia), serta beberapa sentra industri kemiliteran menjadi tujuan Irak dalam membangkitkan kembali sistem pertahanan militernya.

Setelah perayaan HUT TNI ke-67 pada Oktober mendatang, Irak dipastikan akan memulai era baru kemiliterannya. Dalam perayaan HUT TNI Oktober 2012 mendatang akan ditampilkan hasil karya anak negeri dalam hal industri militer di hadapan Perdana Menteri Irak.

Selain Irak, negara mana lagi yang berminat?

Uganda dan Timor Leste kini tengah menjajaki hal serupa. Namun kedua negara tersebut hanya menjajaki indutsri militer saja. Kalau untuk Irak sejauh ini belum ada deal apapun, baru sebatas proses. Sedangkan yang sudah penjajakan intensif serta uji coba alat yakni Uganda dan Timor Leste. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini akan deal.

Jenis produk Pindad apa saja yang diminati?

Dari pertemuan pertengahan Agustus lalu, yang paling diminati Irak adalah Senjata Serbu 2 Pindad (SS 2) serta Panser Angkut Anoa dan panser serbu Anoa.

Pilihan pada Panser Anoa dan SS2 karena Irak butuh senjata serbu ringan dan Panser yang bisa melakukan perang di dalam kota, dimana letak geografis Irak menjadi alasan pihak pemerintah Irak jatuh hati pada SS2 dan Anoa.

Apakah SS2 produk sendiri atau komponennya masih impor?

Kalau untuk SS2 yamg kita produksi hari ini merupakan asli produk Indonesia seluruhnya, berbeda dengan SS1 sebelumnya kami hanya mendapat under license-nya saja. Kami bangga dengan produk asli ini yang bisa menembus pasar dunia. Memang keseluruhan dilakukan oleh tenaga ahli dari dalam negeri, sisanya dibantu konsultan dari luar negeri.

Selain SS2 dan Panser, produk apa lagi yang diminati?

Tidak hanya Pindad yang sedang dalam hal penjajakan dengan Irak. PT PAL, PT DI, industri helm perang, rompi anti peluru, industri parasut, baju perang Hamatex Sritex, PT Jangkar, serta tenda pleton juga akan dijajaki Irak guna membangun sistem pertahanan militernya.

Ada sekitar 10 industri pertahanan di Indonesia yang akan dijajaki Irak. Informasi dari pemerintah sendiri tak hanya industri militer yang dijajaki industri lainnya seperti infrastruktur kota serta perminyakan juga akan dijajaki dalam waktu bersamaan dengan penjajakan Industri militer.

Bagaimana peran pemerintah dalam pemasaran ke luar negeri serta sokongan modal?

Kerjasama ini antar pemerintah atau Government to Governtment. G to G itu menguntungkan. Kenapa? selain legalitas, aspek pencairan dana juga lebih cepat karena pencairan dilakukan langsung oleh Pindad dengan negara tujuan tidak melalui broker.(Vivanews/WDN)
Continue reading →

Total Pageviews

Blog Archive

Labels

Followers