Demikian dikatakan Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin saat membuka Rapat Pembahasan Koreksi Laporan Keuangan Kemhan / TNI Tahun Anggaran 2010, Rabu (20/4) di kantor Ditjen Perencanaan Pertahanan (Renhan) Kemhan, Jakarta.
Lebih lanjut Wamenhan mengatakan, pada tahun 2010 anggaran pertahanan negara masuk pada peringkat yang ketiga dalam posisi peringkat pengeluaran negara di bidang anggaran. Oleh karena itu, Kemhan diminta untuk merealisasikan laporan keuangan yang terdiri dari sejauh mana realisasi anggaran, neraca dan cacatan atas laporan keuangan.
Wamenhan menjelaskan, kewajiban kementerian negara termasuk Kemhan dan TNI untuk menyusun dan menyampaikan laporan keuangan merupakan amanat Undang Undang yaitu UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Sedangkan tata cara untuk menyusun laporan keuangan telah diatur melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171 tentang Sistem Akutansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat.
Oleh karena itu, hendaknya seluruh jajaran Kemhan dan TNI sebagai bagian atau objek penyelenggara dan pengelola keuangan negara dapat memahami dan menjadikan Permenkeu tersebut sebagai patokan. ”Ini hendaknya menjadi suatu pemahaman, pedoman dan tentunya sebagai patokan dan pijakan didalam mengelola anggaran pertahanan”, tambah Wamenhan.
Lebih lanjut Wamenhan berharap, melalui rapat pembahanan Koreksi Laporan Keuangan Kemhan / TNI Tahun Anggaran 2010 ini, akan dapat berguna sebagai perbaikan atas laporan keuangan di lingkungan Kemhan dan TNI, sehingga dapat menjadi kredit point bagi posisi dan status Kemhan dan TNI dalam pengelolaan anggaran pertahanan yang dilaksanakan secara audited.
Dengan adanya koreksi atas laporan keuangan Kemhan dan TNI tahun 2010 oleh Tim BPK ini, Wamenhan menekankan agar seluruh jajaran Kemhan dan TNI segera memperbaiki laporan keuangan Tahun Anggaran 2010. Hal ini ditujukan agar tercapai manajamen yang lebih baik, handal dan bersih serta transparan seperti makna dari pada era keterbukaan saat ini.
Oleh karena itu, lebih lanjut menurut Wamenhan diperlukan pula peran penting dari para pejabat di lingkungan Unit Organisasi baik di lingkungan Kemhan maupun TNI yang secara moral bertanggungjawab untuk menyatakan bahwa anggaran yang besar diturunkan oleh pemerintah dari tahun ketahun itu dikelola secara audited dan dapat dipertanggungjawabkan kepada negara.
Hadir mendampingi Wamenhan dalam kesempatan tersebut Sekjen Kemhan Marsdya TNI Eris Herryanto, S.IP, MA, dan Auditor Utama Keuangan I BPK RI Gatot Supiartono selaku penanggungjawab Tim dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Sedangkan rapat pembahasan dihadiri oleh sejumlah pejabat eselon I dan II serta pejabat yang membidangi perencanaan, keuangan dan logistik di lingkungan Kemhan, Mabes TNI dan Mabes Angkatan. Selain itu, hadir pula Tim Konsulidasi dari BPK RI.(DMC/WDN)
Berita Terkait:
Anggaran
- 2014, Pemerintah Mengalokasikan Rp 83,4 Triliun Untuk Kementerian Pertahanan.
- Islamic Development Bank Fasilitasi Kredit Ekspor Untuk PT DI
- Komisi I : Kemhan Usulkan Tambahan Anggaran Untuk Pengadaan Apache Dan Hercules
- Komisi I : Pemotongan Anggaran Kemhan Bisa Ganggu Target MEF 2014
- Komisi I Akan Dorong Tambahan Anggaran Kesejahteraan TNI di APBN-P 2013
- Tubagus : Batal Beli Apache, Indonesia Beli Heli Buatan PTDI
- Bank BRI Siapkan Rp 1 Triliun untuk Biayai Alutsista Indonesia
- Ketua DPR : Beban Hutang Luar Negeri Picu 'Seretnya' Pengadaan Alutsista
- DPR Setujui Anggaran Alutsista 14 Triliun Untuk TNI AD
- Komisi I Minta TNI Laksanakan Pengadaan Alutsista Secara Maksimal
- 2013, Anggaraan TNI AU Naik 8,3 Persen
- Industri Pertahanan Berharap Pemerintah Memberikan Kredit Untuk Tingkatkan Produksi
- 2012, TNI Belanja Alutsista Habiskan Rp 53,2 triliun
- Kemhan Serahkan Pengajuan Anggaran Optimalisasi 2013 ke TNI
- Kemhan : Alutsista 2013 Akan Semakin Moderen
- Pemerintah Memberikan Suntikan Dana Kepada 8 BUMN
- Menhan: Anggaran Diblokir tak Pengaruhi Program Alutista
- Komisi I : Dana Optimalisasi Kemenhan Tak Cair, Siapa Merugi?
- Vnesheconombank Berikan Pinjaman Kredit Pesawat Tempur Kepada Indonesia
- 2012, Penerimaan PT DI Mencapai Rp. 3.1 Triliun
- Indonesia Siapkan Rp.81.8 Triliun Untuk Anggaran Pertahanan Tahun 2013
- PT DI Anggarkan USD 16 Juta Untuk Pengembangan N219
- Menhan : Tidak Ada Yang Mencurigakan Dalam Pengadaan Alutsista
- Strategi Kemhan Untuk Mencari Anggaran Pengadaan Alutsista
- Wamenhan : PT Pindad Terima Order Dari Kemhan Senilai Rp. 2 Triliun
INDONESIA
- Proses Pengecatan Leopard 2A4 Dan Marder 1A3 TNI AD
- Kemhan : Indonesia-Rusia Belum Sepakat Hibah Kapal Selam
- Foto Kedatangan Leopard 2A4 Dan Marder 1A3
- 2014, Dua Helikopter Apache Tiba Di Indonesia
- Indonesia dan Polandia Jajaki Kerjasama Produksi Bersama Alutsista
- Dua Su-30MK2 TNI AU Tiba Di Makasar
- Komisi I Siap Awasi Pengadaan Helikopter Apache
- Indonesia Kirim Degelasi Ke Rusia Untuk Tinjau 10 Kapal Selam
- Kemhan Kirim Tim untuk Pelajari Spesifikasi Apache
- Menhan Tempatkan Satu Squadron Apache Di dekat Laut China Selatan
- Selain Apache AH-64E, Indonesia Juga Tertarik Dengan Chinook
- Komisi I Dukung Pengadaan Satelit Untuk Pertahanan Negara
- Darurat , Tol Jagorawi Dijadikan Landasan Pesawat Tempur
- Rusia - AS Saling Berlomba Dalam Pengadaan Alutsista Indonesia
- Rusia Tawarkan 10 Kapal Selam Bekas Kepada Indonesia
- 2014, Pemerintah Mengalokasikan Rp 83,4 Triliun Untuk Kementerian Pertahanan.
- Ketua KNKT : Lanud Polonia Harus Aman Untuk F-16
- Hari ini, 4 Kapal Perang Indonesia Show Force Balas Provokasi Malaysia
- KSAD : 8 Unit Helikopter Apache Mulai Tiba 2018
- Korsel Kembangkan Internal Waepon Bay Untuk Pesawat Tempur K/IFX
- Islamic Development Bank Fasilitasi Kredit Ekspor Untuk PT DI
- Perancis Tingkatkan Kerjasama Pertahanan Dengan Indonesia
- Indonesia Kurang Teliti Dalam Pengadaan Pesawat Super Tucano Dari Brasil
- Dilema Pengadaan Alutsista TNI : Baru, Bekas Atau Rekondisi?
- Indonesia Butuh Satu Dekade Lagi Untuk Pemenuhan Alutsista
DEPHAN
- 2014, Pemerintah Mengalokasikan Rp 83,4 Triliun Untuk Kementerian Pertahanan.
- Menhan : Indonesia Pantau Aktivitas OPM di Inggris
- Kemhan Belum Membayar Dua Pesawat CN 295
- Menhan: Jangan Main-main dengan Negara Ini!
- Indonesia Dan Jepang Tingkatkan Kerjasama Kemitraan Strategis
- Ini Jawaban Kemhan Penyebab Tertunda Pengembangan Pesawat Tempur KF-X/IF-X
- Kemhan : Pengembangan KFX Tertunda Dengan Penggantian Presiden Baru
- 2013, Kemenhan Fokus Penanggulangan Terorisme
- Wamenhan : Saya Akan Siap Tindak Anak Buahn Yang Korup
- Kemhan Dan FSMTC Rusia Bahas Kerjasama Teknik Militer
- Kemhan : Fregat Buatan Inggris Memiliki Kemampuan Di Atas Sigma
- Wamnehan Tinjau Kesiapan Kapal Cepat Rudal Ketiga
- Kemhan Kembali Kirim Tim Negosiasi Kapal Perang Ke Inggris
- Indonesia Berharap Kerjasama Pertahanan Dengan Rusia Semakin Erat
- Kemhan Serahkan Pengajuan Anggaran Optimalisasi 2013 ke TNI
- Komisi I : Kami Berharap Kemhan Dan TNI AD Kaji Pembelian Apache
- Kemhan Lanjutkan Pembelian Helikopter Apache
- Menhan: Anggaran Diblokir tak Pengaruhi Program Alutista
- Komisi I : Dana Optimalisasi Kemenhan Tak Cair, Siapa Merugi?
- Refleksi 2012, Langkah Awal Kemandirian Bangsa
- Wamenhan : Indonesia Berencanan Membuat 10 Kapal Selam
- Kemhan Kirim 250 Teknisi Dalam Proyek PKR Di Belanda
- Menhan : Tidak Ada Yang Mencurigakan Dalam Pengadaan Alutsista
- Strategi Kemhan Untuk Mencari Anggaran Pengadaan Alutsista
- Wamenhan Tinjau Pesawat CN-235 Di Hanggar PT DI
0 comments:
Post a Comment