New Maju Indonesia Ku

Showing posts with label Kapal Latih. Show all posts
Showing posts with label Kapal Latih. Show all posts

Friday, February 22, 2013

Jupiter Aerobatic Team TNI AU Akan Tampil Di Malaysia

Jakarta - Tim aerobatik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara bernama "Jupiter Aerobatic Team" akan tampil di "Langkawi International Maritime and Aerospace Exhibition 2013", Malaysia, 26-30 Maret 2013.

"Kegiatan itu merupakan ajang pameran kedirgantaraan dan produk alat utama sistem senjata (alutsista) kedirgantaraan," kata Koordinator "Jupiter Aerobatic Team" (JAT) Letnan Kolonel (Letkol) Pnb Dedy "Leopard" Susanto di Yogyakarta, Kamis.

Menurut dia, "Langkawi International Maritime and Aerospace Exhibition 2013" yang diselenggarakan di wilayah utara negara Malaysia itu merupakan "event" tahunan yang cukup besar.

"JAT merupakan tim aerobatik kebanggaan Indonesia. Tim aerobatik sebuah negara merupakan salah satu indikator profesionalisme Angkatan Udara (AU)," kata Komandan Skadron Pendidikan (Skadik) 102 itu.

Ia mengatakan JAT sudah berkali-kali diundang negara tetangga untuk menampilkan kemampuannya beraerobatik. Hal itu merupakan kebanggaan TNI AU dan masyarakat Indonesia.

"Hal itu untuk memperkenalkan kepada dunia tentang kemampuan tim aerobatik TNI AU untuk tampil di pentas internasional, sekaligus menunjukkan Bangsa Indonesia juga memiliki putra-putra yang tidak kalah bersaing dalam kancah kedirgantaraan dunia," katanya.

Menurut dia, untuk mempersiapkan diri dalam mengikuti "event" di Malaysia tersebut JAT melakukan latihan di Pangkalan Udara (Lanud) Adisutjipto Yogyakarta.

"JAT melakukan atraksi manuver seperti jupiter roll, loop, xclover leap, mirror, tango to, dan jupiter roll back, hi "G" turn roll slide, dan break off. JAT masing-masing diawaki Frando Marpaung, HS Romas, Marcelinus, HM Kisha, dan IB Adi Brata," katanya. (Analisa Daily/WDN)
Continue reading →

Thursday, February 14, 2013

Indonesia Tertarik Tank Leopard Dan Kerjasama Perkapalan Spanyol

Jakarta - Peningkatan kerjasama Indonesia dan Spanyol di berbagai bidang hari ini disepakati dalam pertemuan menteri pertahanan kedua negara. Salah satunya adalah kemungkinan pembelian kapal pengganti KRI Dewa Ruci.

Kepala Badan Perencanaan Pertahanan, Mayjen Ediwan Prabowo, Rabu 13 Februari 2013, mengatakan bahwa galangan kapal di Spanyol adalah satu dari dua negara yang tengah dilirik Indonesia untuk memproduksi pengganti Dewa Ruci. Galangan kapal lainnya adalah milik Polandia.

"Kami sudah mengunjungi kedua negara tersebut untuk melakukan survei dan saat ini sudah di tahap evaluasi untuk menentukan proses lelang," ujar Prabowo.

Namun, belum ada informasi apapun perihal jenis kapal apa yang akan dibeli untuk menggantikan Kapal Dewa Ruci.

Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro, usai bertemu dengan Menhan Spanyol, Pedro Morenes Eulates, mengatakan bahwa Indonesia juga akan melakukan kerja sama dengan salah satu industri perkapalan Spanyol bernama Navantia.

"Namun kami belum bisa menyebutkan secara spesifik kerja sama apa yang akan dilakukan dengan perusahaan galangan kapal tersebut," tutur Purnomo.

Purnomo juga mengatakan bahwa Indonesia juga tertarik pada tank Leopard yang diproduksi Spanyol. "Saya juga baru tahu kalau ternyata Spanyol memiliki tank Leopard. Tapi nanti akan kita lihatlah kemungkinan kerja sama dalam hal itu," ujar Purnomo. (Vivanews/WDN)
Continue reading →

Saturday, October 27, 2012

Tiga Negara Bersaing Untuk Membuat Kapal Pengganti KRI Dewaruci

Jakarta - Upaya pemerintah untuk mencari pengganti kapal latih kadet KRI Dewaruci terus berjalan. Sejauh ini, ada tiga negara yang dibidik sebagai pembuat kapal layar tersebut.

Wakil Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Madya TNI Marsetio mengatakan, proses untuk mendapatkan pengganti KRI Dewaruci hingga sekarang masih dalam tahap negosiasi. Proses itu,ujarnya,ada di Kementerian Pertahanan (Kemhan). Mabes TNI Angkatan Laut telah memilih lima perusahaan dari tiga negara yang siap memproduksi kapal pengganti KRI Dewaruci sebagai alternatif pilihan.

”Dua perusahaan dari Spanyol, dua perusahaan dari Belanda, dan satu perusahaan dari Polandia,” tandas Marsetio di Jakarta kemarin. Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut Laksamana Pertama TNI Untung Suropati mengatakan, saat ini TNI AL telah menyerahkan rekomendasi tiga perusahaan yang akan memproduksi kapal tersebut ke Kemhan.” Kementerian Pertahanan yang akan memutuskan pembuat kapal Dewaruci,”katanya. Kapal latih pengganti yang akan dipesan haruslah memiliki standar yang sama dengan KRI Dewaruci.

Kapal layar latih satu-satunya yang dimiliki TNI Angkatan Laut itu cukup tangguh karena dalam usianya yang sudah uzur masih mampu mengikuti berbagai gelaran maritim internasional. Beberapa waktu lalu, kapal itu merampungkan misi pelayaran keliling beberapa negara. Untung menuturkan, kapal baru setidaknya memiliki standar yang sama dengan Dewaruci. ”Kita berharapnya lebih baik, baik dari segi fisik, lebar, daya tampung, maupun manuver, karena ini merupakan kapal latih,”ujar Untung.

Menurut informasi, Kemhan pernah menolak rekomendasi perusahaan calon pembuat kapal oleh TNI Angkatan Laut karena dianggap kurang layak. Ada lima perusahaan yang sebelumnya bersaing untuk direkomendasikan menjadi calon pembuat kapal Dewaruci. Mereka adalah Ostilleros Gondad dari Spanyol, Bumar SP Z.O.O asal Polandia, Icon Yachts dari Belanda,Freire Shipyard dari Spanyol, dan DSNS Belanda.(SINDO/WDN)
Continue reading →

Wednesday, August 8, 2012

PT DI Tuntaskan Perakitan Tiga Pesawat Korea KT-1B Pesanan TNI AU

Bandung - PT Dirgantara Indonesia berhasil menuntaskan pemesanan Korea untuk merakit tiga pesawat KT-1B. Proses pengerjaan pesawat ini memakan waktu lebih dari empat bulan.

"Pengerjaan perakitan pesawat KT-1B ini dimulai sejak April dan hari ini (Rabu) akan kami serahkan kepada Korea," ujar Manager Bisnis Integrasi Direktorat Aircraft PT DI Simet Kadan kepada wartawan usai acara Indonesia-Japan Join Airbone Campaign Pisar-L2 di kawasan PT DI, Jalan Padjajaran, Kota Bandung, Rabu (8/8).

Dia menjelaskan pesawat ini memiliki akselerasi yang sangat baik sehingga tergolong pesawat aerobatik ataupun trainning. Pesawat ini bisa bergerak gesit karena didukung baling-baling turbo dibagian mocong pesawat.

"Ukurannya lebih besar dari maseraty dan mesinnya pun bandel," ucapnya.

Lebih lanjut dia menuturkan pada proyek perakitan pesawat ini, PT DI hanya berperan sebagai subkontraktor. Pasalnya, proyek kerjasama berlangsung antara Korea Selatan dengan TNI Angkatan Udara.

"Kita hanya subkontraktornya saja. Perjanjiannya sih antara Korea dengan TNI AU," jelasnya.

Setelah perakitan tiga pesawat ini, katanya, PT akan merakit dua pesawat lagi karena total ordernya mencapai lima pesawat. Korea Selatan menaruh kepercayaan kepada PT DI karena kerjasama serupa pernah berlangsung pada tahun 1998.

"Pada 1998 kami juga mendapat order dengan volume yang sama. Bahkan, PT DI juga telah diminta mengimprove pesawat yang lama dengan teknologi Automatic Radar Treat System (ARTS) di Bandara Adisucipto Yogyakarta. Ada sekitar 11 orang yang mengerjakannya proyek tersebut," pungkasnya.(Inilah/WDN)
Continue reading →

Friday, July 6, 2012

KSAL : KRI Dewaruci Akan Ditunda Selesai Masa Bakti Sampai 2014

Jakarta - Karena kapal pengganti belum selesai dikerjakan, KRI Dewaruci yang rencananya pensiun tahun ini, kemungkinan besar 'masa baktinya' diperpanjang.

"Dewaruci usianya sudah 60 tahun. Kalau tentara sudah pensiun," kata KSAL Laksamana TNI Soeparno ,usai sertijab Gubernur AAL di Lapangan Banda, Bumimoro, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (4/7/2012).

Menurutnya, kapal pengganti KRI Dewaruci baru selesai pembuatannya pada 2014. Artinya, kapal yang sudah berusia 60 tahun tetap akan menjalankan tugas hingga kapal penggantinya tiba di Tanah Air.

"Tahun ini (Dewaruci) masih mampu, kalau tahun depan masih ada keliling dunia ya enggak apa apa, tahun ini terakhir tahun depan paling akhir," ujarnya. Pengganti KRI Dewaruci saat ini masih dalam proses pembuatan di Spanyol. Kemungkinan besar, kapal pengganti yang lebih besar dari Dewaruci, akan selesai dibuat pada 2014.

Selama kapal pengganti belum selesai, maka KRI Dewaruci yang saat ini tengah berada di Amerika Serikat (AS) dalam misi keliling dunia, tetap akan digunakan.(Tribun/WDN)
Continue reading →

Wednesday, June 20, 2012

KSAL : Galangan Kapal Spanyol Akan Membuat Kapal Pengganti KRI Dewaruci

Jakarta - Markas Besar TNI Angkatan Laut memastikan telah memesan kapal layar tiang tinggi dari sebuah galangan kapal internasional di Spanyol, yang diproyeksikan sebagai pengganti kapal latih KRI Dewaruci.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Soeparno kepada wartawan di Surabaya, Selasa (19/6) mengemukakan, kapal layar tiang tinggi tersebut rencananya mulai diproduksi pada 2013 dan dijadwalkan selesai pada 2014.

"Sudah diputuskan akan diproduksi di Spanyol, tapi saya lupa nama galangan kapal tersebut," kata Soeparno usai memimpin upacara serah terima jabatan komandan Komando Pengembangan dan Pendidikan Angkatan Laut (Kobangdikal).

Menurut ia, pembelian kapal latih yang direncanakan sejak 2010 tersebut, telah disetujui Mabes TNI dan pemerintah dengan anggaran sekitar US$80 juta.

Kapal latih baru kadet Akademi Angkatan Laut (AAL) itu merupakan salah satu program pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) TNI AL, terutama untuk melatih calon-calon perwira masa depan.

"Yang jelas, kapal layar baru nanti ukurannya lebih besar dan desainnya lebih indah dari KRI Dewaruci, sehingga mampu menampung personel lebih banyak," ujar Laksamana Soeparno.

Seperti diketahui, TNI AL telah mengoperasikan kapal latih KRI Dewaruci sejak 1953. Kapal layar legendaris tersebut adalah buatan HC Stulchen & Sohn Hamburg, Jerman, pada 1952.

Kendati usianya sudah 60 tahun, KRI Dewaruci yang memiliki panjang 58,30 meter, lebar lambung 9,50 meter dan bobot mati 847 ton, telah dilengkapi dengan sistem navigasi canggih dan komputerisasi.

Kapal tipe "Barquentin" ini mempunyai tiga tiang utama dengan 16 layar dan dilengkapi mesin berkekuatan 986 PK diesel yang mampu melaju dengan kecepatan maksimal 10,5 knot.

Sejak 15 Januari 2012, KRI Dewaruci melakukan muhibah keliling dunia selama lebih kurang 277 hari dan dijadwalkan kembali ke Indonesia pada pertengahan Oktober 2012.

"Mungkin pelayaran keliling dunia ini menjadi yang terakhir kali dilakukan KRI Dewaruci. Kapal ini berangkat menuju arah timur dan kembali dari arah barat," kata KSAL Laksamana Soeparno.(MI.COM/WDN)
Continue reading →

Thursday, April 19, 2012

KRI Dewaruci Berlabuh Di New Orleans

Surabaya - Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Dewaruci yang sedang berlayar keliling dunia, tiba di New Orleans, Amerika Serikat, setelah menempuh perjalanan panjang melewati Terusan Panama selama beberapa hari.

Mengutip siaran pers dari Dinas Penerangan Komando Armada RI Kawasan Timur yang diterima ANTARA di Surabaya, Rabu, kapal latih milik TNI Angkatan Laut itu tiba di New Orleans pada Selasa (17/4).

Kapal latih dengan tiga tiang layar tinggi itu, sebelumnya berangkat dari Manzanillo, Meksiko, dengan melewati Terusan Panama sepanjang 3.159 mil dan selanjutnya menyusuri Sungai Missisippi untuk mencapai lokasi tujuan.

Komandan KRI Dewaruci Letkol Laut (P) Haris Bima Bayuseto terpaksa melakukan perjalanan panjang tanpa singgah di Panama sesuai jadwal sebelumnya, karena harus mengejar target tiba di New Orleans pada 17 April.

Menurut rencana, KRI Dewaruci singgah di kota tersebut hingga 22 April untuk mengikuti dan mengadakan sejumlah kegiatan.

Kedatangan KRI Dewaruci disambut Konsul Jenderal RI di Houston, Al Busro Basnur, dan Atase Laut untuk AS, Kolonel Laut (KH) Anwar Saadi.

Sebelum merapat, seluruh prajurit awak KRI Dewaruci melakukan tradisi "Parade Roll" dengan menaiki tiga tiang layar hingga ke puncak tertinggi dan mendapat sambutan meriah dari masyarakat setempat.

Sementara itu, sebanyak 17 prajurit TNI AL yang sedang mengikuti pelayaran KRI Dewaruci mendapatkan kenaikan pangkat.

Penyematan pangkat baru kepada 17 prajurit yang terdiri dari empat orang perwira, lima orang bintara dan delapan orang tamtama itu, dilakukan dalam upacara yang dipimpin Komandan KRI Dewaruci Letkol Haris Bima Bayuseto.

"Kenaikan pangkat ini bukanlah sebuah hadiah dari pimpinan TNI AL, tapi merupakan suatu prestasi kerja yang tinggi selama berkarier, juga dedikasi dan loyalitas serta tanggung jawab dalam melaksanakan tugas," kata Haris seperti dikutip dari siaran pers Dispen Koarmatim.

Seusai upacara pelantikan, ke-17 prajurit tersebut menjalani tradisi yang biasa dilakukan awak KRI Dewaruci dan TNI AL, yakni disemprot dengan menggunakan air laut.(ANT/WDN)
Continue reading →

Wednesday, March 28, 2012

KRI Dewaruci Berlabuh Di Meksiko

Surabaya - Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Dewaruci yang sedang melakukan pelayaran keliling dunia sudah melewati Samudera Pasifik dan merapat di Meksiko pada Senin (26/3) pukul 09.00 waktu setempat.

Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Indonesia di Meksiko Hamdani Djafar, Komandan Angkatan Laut Wilayah VI Manzanillo Rear Admiral Jaime Mejra Michel, Walikota Manzanillo Rosario Yeme Lopez, dan Wakil Gubernur Colima Lic Rene Rodriquez Herera menyambut kedatangan Dewaruci di Pelabuhan Manzanillo, Meksiko.

Menurut siaran pers dari Dinas Penerangan Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) yang diterima ANTARA di Surabaya, Selasa, selama berada di Meksiko pimpinan KRI Dewaruci antara lain akan mengunjungi Komandan AL Meksiko di Manzanillo dan Panglima Armada Pasifica, Walikota Manzanillo, dan Gubernur Colima.

Sebelum merapat di Meksiko, Dewaruci singgah di Republik Marshall, Hawaii dan San Diego (AS).

Sejak dilepas keberangkatannya oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Soeparno dari Dermaga Koarmatim pada 15 Januari 2012, kapal layar dengan tiga tiang tinggi yang dikomandani Letkol Laut (P) Haris Bima Bayuseto itu telah menempuh perjalanan sejauh 7.369 mil laut.

Perjalanan keliling dunia KRI Dewaruci kali ini menjadi pelayaran terakhir kalinya, sebelum digantikan kapal latih baru yang rencananya mulai beroperasi pada 2013.

Kapal buatan Jerman tahun 1952 itu dijadwalkan berlayar selama 277 hari dengan rute dari Surabaya menuju kota persinggahan Jayapura, Kwajelein (AS), Honololu, San Diego, Manzanillo (Meksiko), Panama, New Orlens, Miami, Charleston, New York, Norfolk, Baltimore, dan Boston.

Selanjutnya kapal akan singgah di St Jon (Kanada), Porto (Portugal), Cadiz (Spanyol), Malta, Port Said (Mesir), Jeddah (Saudi Arabia), Salalah (Oman), Kolombo (Sri Lanka), Belawan, Jakarta, dan direncanakan tiba kembali di Surabaya pada 16 Oktober 2012.(ANT/WDN)
Continue reading →

Sunday, January 15, 2012

Komisi I DPR Sarankan Kapal Baru Tetap Bernama Dewaruci

Jakarta - Tidak ada "keraguan politik" sedikitpun dari DPR untuk mendukung reinkarnasi Dewaruci. Sokongan itu dibuktikan dengan telah diberikannya persetujuan terhadap usulan pembelian kapal layar tipe tiang tinggi (tall ship) yang baru berikut anggarannya di APBN. Kalangan DPR berharap kapal latih TNI AL yang baru itu tetap diberi nama Dewaruci.

"KSAL secara resmi sudah melaporkan ke komisi I. Kami sudah setuju dan merencanakan pembelian kapal yang baru," kata Wakil Ketua Komisi I (Pertahanan) DPR TB Hasanuddin di Jakarta, Sabtu (14/1).

Sebelumnya, KSAL Laksamana TNI Soeparno juga telah menyampaikan bahwa TNI AL menganggarkan dana USD 80 juta atau sekitar Rp 720 miliar untuk membeli kapal pengganti Dewaruci. "Saya lupa rinciannya. Tapi, penganggarannya multiyears. Yang jelas tahun 2014 diharapkan sudah selesai pembuatannya," kata Hasanuddin.

Sampai saat ini, TNI AL masih belum memutuskan perusahaan yang akan mengerjakan pembuatan kapal layar tiang tinggi. Proses penjajakan masih dilakukan terhadap sejumlah negara. KRI Dewaruci sendiri dibuat di Jerman Barat oleh H.C. Stulchen & Sohn Hamburg pada tahun 1952. Pertama diluncurkan dari pabrik pada 24 Januari 1953. Setengah tahun kemudian dilayarkan ke Indonesia oleh Taruna/Kadet Akademi Angkatan Laut.

Sekalipun menyerahkan sepenuhnya kepada TNI AL untuk teknis pemesanannya, Hasanuddin meminta kapal baru ini memiliki fasilitas dan sarana yang lebih bagus dari Dewaruci. "Saya tidak paham soal teknis. Tapi, saya dengar untuk kapal layar tipe tiang tinggi itu yang legendaris justru dari Spanyol. Tapi, terserah yang tahu teknis," ujar politisi PDIP, itu.

Dia menyarankan supaya kapal baru ini tetap diberi nama Dewaruci. Bahkan, sejumlah ornamen dari kapal Dewaruci "lama" perlu dipindahkan ke Dewaruci "baru".

"Supaya kesannya di dunia, kapal baru ini tetap Dewaruci. Bagaimanapun Dewaruci ini sudah menjadi lambang dan identitas ini Angkatan Laut Indonesia," kata Hasanuddin.

Bukan hanya itu, sebagai kapal latih, Dewaruci pernah melatih ribuan perwira dan melahirkan laksamana yang tak terhitung jumlahnya. "Saya sendiri sewaktu masih taruna Angkatan Darat pernah masuk ke sana, berlayar dengan teman "teman taruna dan kadet dari Angkatan Laut. Kapal ini melegendaris," ujar alumni AKABRI angkatan 1975, itu.

Aspek historis inilah salah satu pertimbangan DPR untuk menyetujui "reinkarnasi" Dewaruci yang kini sudah berusia lanjut. Hasanuddin mengatakan Dewaruci telah menjadi kebanggaan para taruna/kadet Angkatan Laut dan pelaut di Indonesia pada umumnya.

"Kapal ini bisa berlayar lintas dunia hanya dengan tiang tinggi dan layar. Sedikit dilengkapi sarana setengah modern," sanjungnya.

Untuk pertempuran laut, kapal layar tipe tiang tinggi semacam Dewaruci jelas sudah ketinggalan zaman dan sangat tidak efektif. Tapi, Dewaruci memainkan peran diplomasi yang sangat strategis ke dunia internasional. Peran ini juga penting dalam konteks pertahanan secara keseluruhan.

Hasanuddin menuturkan setiap tahun, Dewaruci melakukan misi "misi pelayaran keliling dunia. Sempat menjelajahi perairan Indonesia pada 2009, Dewaruci menempuh rute panjang ke Eropa pada 2010 dan berkeliling Asia pada 2011. Itu hanya sebagian contoh kecil saja. Saat singgah di negara asing, para taruna dan kader Angkatan Laut ini juga mempromosikan budaya dan pariwisata Indonesia.

"Dewaruci ini multifungsi. Mulai misi "misi kelautan, pelatihan taruna dan kadet, sampai untuk promosi bangsa Indonesia. Makanya, perlu dicari gantinya," tegas Hasanuddin.

Terhadap Dewaruci "lama", Hasanuddin menyarankan supaya tidak "diporsir" lagi fisiknya. Museum Angkata Laut menjadi tempat baru yang paling pas. "Para taruna dan generasi penerus harus tahu bahwa, di era modern, kapal ini pernah berkeliling dunia hanya dengan layar. Ini membuktikan eksistensi kita sebagai negara bahari," tandasnya. (JPNN/WDN)
Continue reading →

Thursday, December 15, 2011

TNI AL Mencari Pengganti KRI Dewaruci Ke Eropa

Jakarta - Mabes TNI Angkatan Laut melakukan penjajakan ke tiga negara di Eropa untuk mencari pengganti kapal latih taruna matra laut KRI Dewaruci yang telah digunakan sejak 1953.

"Tiga negara yang menjadi alternatif bagi pengadaan kapal pengganti KRI Dewaruci adalah Polandia, Spanyol dan Belanda," kata Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut Laksamana Pertama Untung Suropati di Jakarta, Rabu.

Ketika dikonfirmasi ANTARA, ia mengatakan, saat ini tim pengadaan kapal pengganti KRI Dewaruci sudah berada di Eropa dan akan bertugas hingga 22 Desember 2011.

"Ada lima perusahaan galangan kapal dari tiga negara tersebut yang mengajukan tawaran kapal pengganti 'Dewaruci'," ungkap Untung menambahkan.

Lima perusahaan galangan kapal itu masing-masing satu dari Polandia dan dari Spanyol serta Belanda masing-masing dua perusahaan.

"Kita akan lihat mana dari kelima perusahaan itu yang mampu membuat kapal latih pengganti 'Dewaruci' yang sesuai dengan kebutuhan dan anggaran yang tersedia," ujar Untung.

Ia menambahkan kapal pengganti "Dewaruci" harus memiliki ukuran yang lebih besar sehingga jenisnya pun meningkat dari "Barquentine" ke tipe "Barque", demikian pula dengan teknologi yang akan melengkapi kapal pengganti tersebut.

"Teknologinya tentu disesuaikan dengan kemajuan zaman, tanpa meninggalkan dasar-dasar pendidikan pelayaran/kelautan yang harus dilaksanakan oleh para kadet tanpa bantuan teknologi canggih," tutur Untung.

Kapal latih taruna TNI Angkatan Laut KRI Dewaruci memiliki panjang 58,3 meter dan bobot 874 ton, berbasis di Komando Armada RI Kawasan Timur, Surabaya, dan telah beberapa kali melakukan muhibah ke beberapa kota di dunia sejak dioperasikan pada 1953.

Keliling dunia pertama mengarungi tujuh samudra dilakukan KRI Dewaruci pada 1964, selama sembilan bulan sejak Maret.

Pada 2011, KRI Dewaruci melakukan muhibah keliling sebagian Asia selama satu bulan. Pada 2012 KRI Dewaruci akan melakukan muhibah terakhirnya keliling dunia mulai 14 Januari hingga Oktober ke Eropa dan Amerika.

"Meski tidak lagi berkeliling dunia, namun KRI Dewaruci tidak berarti di"museum"kan, tetap dioperasikan dengan jarak tempuh yang terbatas. Dan perannya sebagai kapal latih akan digantikan yang baru," kata Untung.(DEPHAN/WDN)
Continue reading →

Sunday, October 16, 2011

2012, KRI Dewa Ruci Diundang ke Irlandia

London - Kerja sama pertahanan Indonesia dan Irlandia dari tahun ke tahun terus meningkat. Perdana Menteri Irlandia pun mengundang KRI Dewa Ruci untuk mengikuti acara yang akan diadakan di Irlandia pada 2012 mendatang.

"Hal ini merupakan pengakuan dari keberhasilan misi yang dibawa oleh KRI Dewa Ruci selama ini," ujar Atase Pertahanan KBRI London Kolonel Nurchahyanto pada acara syukuran dalam rangka peringatan HUT ke-66 TNI yang diadakan di Wisma Samudera, London, Sabtu (15/10).

Nurchahyanto menyebutkan kerja sama pertahanan Indonesia-Irlandia meningkat dengan adanya saling kunjung di antara kedua perwira.

Selain itu Kolonel Nurchahyanto mengakui bahwa perhatian pemerintah akan pertahanan cukup besar dengan ditingkatkannya anggaran pertahanan yang digunakan untuk pembaruan Alat Utama Sistem Persenjataan (alutsista) yang dimiliki oleh angkatan bersenjata yang sudah cukup tua.(MI.Com/WDN)
Continue reading →

Saturday, September 10, 2011

Menhan Korsel Kagum Akan Ketangguhan KRI Dewaruci

Jakarta - KRI Dewaruci, siapa tidak tahu? Pada L'Armada 2003 di Perancis sebagai misal dia menjadi satu-satunya wakil kapal layar tiang tinggi dari Asia dan Afrika yang hadir di perhelatan maritim internasional dengan peserta puluhan koleganya.

Bukan main-main untuk bisa ke sana dengan jarak tempuh dan waktu hingga 12.000 mil laut dan berbulan-bulan. Dia bukan kapal baru, buatan 1953 dari Hamburg, Jerman. Bung Karno sangat percaya pada peran ampuh KRI Dewaruci sebagai goodwill ambassador Tanah Air.

Menteri Pertahanan Korea Selatan, Kim Kwan-jin, diberitahu beberapa fakta dari segudang fakta tentang kapal perang non kombatan berkelir putih bersih itu. Kim geleng-geleng kepala mengagumi ketangguhan kapal latih taruna TNI-AL, KRI Dewaruci, yang disaksikan dalam bentuk model berskala.

"Ini kapalnya pakai mesin? Karena kapal ini sudah melakukan beberapa kali muhibah keliling dunia," katanya. Paling tidak sudah 36 misi pelayaran latih dan navigasi astronomi dilakoni KRI Dewaruci.

Korea Selatan tidak memiliki kapal layar latih militer sekelas KRI Dewaruci. Dia bertanya kepada Direktur Utama PT PAL, Harsusanto, yang mendampingi Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro di Jakarta, Jumat.

Pertanyaan itu pun dijawab Harsusanto, "Pakai, kapal ini sudah menggunakan mesin." Mendengar itu. Menhan Korsel Kwan-Jin pun berdecak kagum. KRI memang dilengkapi mesin diesel berdaya cuma ratusan tenaga kuda saja sehingga kecepatan maksimalnya pun cuma 11-12 knot per jam. Jika dipadu layar, bisa mencapai 17 knot per jam.

"Kalian, Indonesia, pasti sangat bangga memiliki kapal ini," kata Kim.

Kim memang tidak cuma datang untuk mengagumi KRI Dewaruci. Itu cuma bagian saja dari penandatanganan nota kesepahaman kerja sama pertahanan kedua negara.

Indonesia memang tengah menjalin kerja sama pertahanan dengan Korea Selatan. Untuk awal, pesawat tempur latih dasar-lanjut, T-50 Eagle, dibeli dari negara itu sekaligus menyisihkan kompetitor Rusia-nya, Yakovlev Yak-130 Mitten.

Menurut rencana besar pertahanan negara, Indonesia akan merancang dan membangun pesawat tempur sekelas F-16 Fighting Falcon bersama mitra Korea Selatannya itu.(ANT/WDN)
Continue reading →

Monday, September 5, 2011

10 Perusahaan Ikuti Tender Pengadaan Kapal Pengganti KRI Dewa Ruci

Jakarta - Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana TNI Soeparno, mengatakan, saat ini tercatat 10 perusahaan kapal mancanegara ikut tender pengadaan kapal layar tiang tinggi menggantikan KRI Dewaruci. "Sepuluh perusahaan itu dari tiga negara, antara lain Belanda," katanya ketika ditemui di ruang kerjanya di Jakarta, Senin (5/9).

Ia menegaskan kapal latih KRI Dewaruci sudah saatnya diganti mengingat usianya yang sudah mencapai setengah abad lebih. KRI Dewaruci dibuat pada 1952 oleh HC Stulchen dan Sohn Hamburg, Jerman dan pertama kali diluncurkan pada 24 Januari 1953.

Pada Juli 1953, kapal tersebut dilayarkan dari Jerman ke Indonesia oleh taruna dan kadet AAL untuk menjadi kapal latih calon perwira TNI AL. Kapal dengan panjang 58,30 meter, lebar lambung 9,50 meter, draft 4,50 meter, dan bobot mati 847 ton itu, telah dilengkapi dengan sistem navigasi canggih dan komputerisasi.

Kapal tipe "Barquentin" ini memiliki tiga tiang utama dengan 16 layar. Selain itu, kapal tersebut dilengkapi mesin berkekuatan 986 PK diesel dengan kecepatan maksimal 10,5 knot.

"Jadi, untuk proses pengadaan seperti tender sudah dimulai sejak sekarang sehingga diharapkan pada 2014 sudah jadi," kata Soeparno. Ia menambahkan, kapal baru pengganti Dewaruci tetap merupakan kapal layar tiang tinggi namun lebih besar dan canggih.

Kasal mengatakan seluruh proses pengadaan pengganti KRI Dewaruci telah dikoordinasikan dengan Mabes TNI dan Kementerian Pertahanan. "Semua proses berjalan baik sesuai prosedur," katanya.

KRI Dewaruci baru tiba dari muhibah singkatnya ke sebagian Asia di Dermaga Ujung, Komando Armada RI Kawasan Timur, Surabaya. Sejak 5 Juli 2011, KRI Dewaruci menempuh pelayaran dari Surabaya-Filipina-China-Thailand-Batam, dan kembali ke Surabaya pada 26 Agustus 2011.

"Pada 2012, Dewaruci masih akan mengemban misi penggemblengan bagi para kadet TNI Angkatan Laut sekaligus membawa misi diplomasi selama sepuluh bulan ke Amerika," kata Kasal Soeparno.(REPUBLIKA/WDN)
Continue reading →

Wednesday, July 6, 2011

Berita Foto : Tetap Jaya Di Lautan

Kerabat melepas keberangkatan pelayaran muhibah KRI Dewaruci didermaga Ujung, Komando Armada Timur, Surabaya, Selasa, (5/7). Perjalanan muhibah KRI Dewaruci kali ini akan keliling Asia selama 52 hari sebagai praktek dan latihan Kartika Jalakrida untuk praktek pelayaran Astronomi dan pelajaran profesi dasar matra laut.

Sejumlah kerabat melepas keberangkatan pelayaran muhibah KRI Dewaruci didermaga Ujung, Komando Armada Timur, Surabaya, Selasa, (5/7). Perjalanan muhibah KRI Dewaruci kali ini akan keliling Asia selama 52 hari sebagai praktek dan latihan Kartika Jalakrida untuk praktek pelayaran Astronomi dan pelajaran profesi dasar matra laut.

Sejumlah kadet taruna Akademi Angkatan laut yang menjadi awak kapal layar KRI Dewaruci melakukan persiapan sesaat sebelum upacara militer keberangkatan di dermaga Ujung, Komando Armada Timur, Surabaya, Selasa, (5/7). Perjalanan muhibah KRI Dewaruci kali ini akan keliling Asia selama 52 hari sebagai praktek dan latihan Kartika Jalakrida untuk praktek pelayaran Astronomi dan pelajaran profesi dasar matra laut.

Lonceng kapal terpasang diatas KRI Dewaruci yang akan melakukan pelayaran muhibah saat upacara militer didermaga Ujung, Komando Armada Timur, Surabaya, Selasa, (5/7). Perjalanan muhibah KRI Dewaruci kali ini akan keliling Asia selama 52 hari sebagai praktek dan latihan Kartika Jalakrida untuk praktek pelayaran Astronomi dan pelajaran profesi dasar matra laut.

Kadet taruna Akademi Angkatan laut yang menjadi awak kapal layar KRI Dewaruci menaiki tiang kapal sesaat sebelum memulai pelayaran muhibah didermaga Ujung, Komando Armada Timur, Surabaya, Selasa, (5/7). Perjalanan muhibah KRI Dewaruci kali ini akan keliling Asia selama 52 hari sebagai praktek dan latihan Kartika Jalakrida untuk praktek pelayaran Astronomi dan pelajaran profesi dasar matra laut.

Kadet taruna Akademi Angkatan laut yang menjadi awak kapal layar KRI Dewaruci membawakan Tari Saman seusai upacara militer keberangkatan KRI Dewaruci didermaga Ujung, Komando Armada Timur, Surabaya, Selasa, (5/7). Perjalanan muhibah KRI Dewaruci kali ini akan keliling Asia selama 52 hari sebagai praktek dan latihan Kartika Jalakrida untuk praktek pelayaran Astronomi dan pelajaran profesi dasar matra laut. (TEMPO/WDN)
Continue reading →

Friday, January 28, 2011

Panglima TNI : Kapal Pengganti KRI Dewaruci Ukurannya Lebih Besar

KRI Dewaruci.

Surabaya - Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Dewaruci bakal memiliki pendamping untuk mendukung kekuatan armada tempur di jajaran TNI Angkatan Laut (AL).

"Kami akan membeli kapal sejenis Dewaruci. Namun yang memiliki daya angkut lebih besar lagi," kata Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono di Surabaya, Jumat.

Menurut dia, kapal sejenis Dewaruci yang baru nanti harus mampu mengangkut 150 kadet Akademi Angkatan Laut (AAL) ditambah 100 awak kapal.

"Soal kapan dan dari mana kapal itu berasal, sampai sekarang kami belum menentukannya," katanya usai memimpin upacara serah terima jabatan Komandan Jenderal Akademi TNI di Lapangan Arafuru, kompleks AAL, itu.

KRI Dewaruci yang ada di jajaran Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) hanya mampu mengangkut sekitar 100 orang, baik kadet maupun kru.

Kapal layar tiang tiga buatan Jerman tahun 1953 itu baru saja melakukan perjalanan muhibah ke Timur Tengah dan Eropa selama sembilan bulan pada 2010.

Mabes TNI juga akan memperbaiki sejumlah KRI buatan Belanda dan Jerman. "KRI-KRI itu 'platform' atau bodinya masih bagus, namun mesinnya sudah tua," katanya.

Perbaikan kapal-kapal itu bisa dilakukan oleh TNI-AL sendiri atau oleh PT Pal Indonesia sehingga tidak perlu dikirim ke luar negeri atau ke pabrik asalnya.

"Mesinnya baru bisa dibeli dari luar negeri. Demikian halnya dengan persenjataan bisa didatangkan dari Rusia dan China, seperti rudal Yakun yang kami pasang di KRI itu juga dari Rusia," kata Agus.

Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Laut itu menambahkan, untuk KRI-KRI produksi Amerika Serikat akan dimusnahkan karena sudah tidak bisa diperbaiki.

Dalam kesempatan itu, Panglima mengungkapkan bahwa pihaknya akan terus menggelar razia terhadap penggunaan atribut-atribut TNI oleh masyarakat sipil.

"Kegiatan ini bagian dari upaya kami menjaga netralitas TNI. Kami tidak ingin ada kendaraan sipil yang dipasangi atribut TNI, seperti stiker dan lain-lain," katanya.(ANT/WDN)
Continue reading →

Saturday, January 15, 2011

SOEPARNO : Pengalaman Pertama Naik Dewa Ruci


Rupanya masih segar di dalam ingatan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Soeparno bagaimana pertama kali ia menjadi awak KRI Dewa Ruci. ”Itu pertama kalinya saya berlayar,” kenang pria kelahiran Surabaya, 28 September 1955, ini.

Semua siswa Akademi Angkatan Laut (AAL) memang wajib berlayar dengan kapal layar tiang tinggi ini. ”Parno, coba kamu naik ke tiang utama,” katanya menirukan perintah pertama yang ia terima saat naik ke KRI Dewa Ruci.

Ceritanya, Soeparno kemudian menatap ke puncak tiang utama yang tingginya 35,9 meter. Perintah berikutnya seakan berlalu begitu saja. ”Yang ada di kepala saya cuma, bisa enggak aku naik ya..,” katanya kepada para peserta seminar dalam rangka menyambut Hari Dharma Samudera.

Akhirnya, Soeparno muda berhasil menjalankan perintah. Walau begitu, hampir selalu ia mendapat hukuman. Gara-garanya, saat naik, dia terlambat sampai di atas, saat turun, terlambat lagi tiba di bawah. Hukumannya? ”Ya disuruh naik lagi,” katanya.

Menurut Soeparno, dibandingkan dengan negara-negara lain yang menurut prosedur para awak kapal masuk ke dalam pada kecepatan tertentu, awak Indonesia malah berdiri di tepian kapal. Namun, menurut Soeparno, justru di situlah bentuk diplomasi yang disuguhkan KRI Dewa Ruci. ”Nekat kita,” katanya.(KOMPAS/WDN)
Continue reading →

Wednesday, January 12, 2011

Wow...TNI Mengucurkan Dana Rp 720 M Untuk Mengganti KRI Dewaruci

KRI Dewa Ruci

Jakarta - Kapal layar legendaris milik TNI AL, KRI Dewa Ruci, memasuki masa pensiun. TNI AL menganggarkan dana US$ 80 juta atau sekitar Rp 720 miliar untuk membeli kapal penggantinya.

"Jadi dengan dana sebesar itu. Kita harus dapat pengganti yang lebih baik," kata KSAL Laksamana TNI Soeparno dalam jumpa pers di Wisma Elang Laut, Jl Diponegoro, Jakarta Pusat, Rabu (12/1/2010).

Soeparno menjelaskan KRI Dewa Ruci sudah berumur 58 tahun. Kapal ini dibuat di Jerman. Saat itu, Jerman membuat 2 kapal sejenis. Yang satu untuk Indonesia yang satu untuk India. Kapal sejenis di India sudah lama dipensiunkan.

"Waktu atau umur tidak bisa ditipu. Dewa Ruci itu umurnya 58 tahun, tentara saja harus pensiun umur 58 tahun," Soeparno.

TNI AL masih mencari negara mana yang mampu membuat kapal layar tiang tinggi dengan spesifikasi lebih baik dari KRI Dewa Ruci. Indonesia belum mampu membuat kapal sejenis sehingga pembuatan kapal pengganti KRI Dewa Ruci harus dikerjakan di luar negeri.

"Kalau kita lihat KRI Dewa Ruci kan umurnya 58 tahun. Nanti penggantinya juga harus bisa dipakai selama 58 tahun dan tidak ketinggalan," kata jenderal bintang empat ini.

Soeparno berharap pengganti KRI Dewa Ruci sudah bisa dioperasionalkan pada tahun 2014.

"Nantinya, KRI Dewa Ruci tetap akan digunakan. Tetapi untuk misi-misi pelayaran yang tidak terlalu berat. Kalau untuk yang berat kan kondisi fisiknya sudah berkurang," kata dia.

KRI Dewa Ruci merupakan kapal layar tiang tinggi milik TNI AL. Kapal ini digunakan untuk mendidik taruna TNI AL. Selain itu, kapal ini juga selalu digunakan untuk misi-misi diplomasi lewat pelayaran keliling dunia.(DETIK/WDN)
Continue reading →

Saturday, January 8, 2011

TNI AL Cari Pengganti KRI Dewaruci

KRI Dewaruci.

Malang - Mengingat usia kapal layar sekaligus kapal latih KRI Dewaruci yang sudah cukup lama, kini TNI AL sedang membahas tentang penggantinya.

Meski hingga sekarang belum ada gambaran pengganti kapal latih tersebut, namun penggantuan itu menjadi prioritas TNI AL untuk pengadaan kapal latih bagi calon perwira di jajaran TNI Angkatan Laut itu sendiri.

Asisten Perencanna (Asreba) Kasal, Laksamana Muda TNI Among Margono saat ditemui di Malang baru-baru ini mengatakan, nantinya setelah ada pengganti kapal latih tersebut, tinggal pembagian penugasan saja.

"Bisa saja KRI Dewaruci sebagai kapal latih didalam negeri sedang penggantinya untuk jalur luar negeri. Bagaimanapun, KRI Dewaruci adalah kapal latih monumental dan sangat bersejarah" katanya.

Untuk pilihan negara pembuat kapal layar pengganti KRI Dewaruci juga masih belum ditentukan bisa saja dari Jerman, Spanyol ataupun Belanda. Yang pasti, kata dia, kapal baru itu pun tetap menggunakan layar.

KRI Dewaruci dibuat oleh galangan kapal HC Stulchen & Soen Ship Yard, Hambrug Jerman. Masuk jenis kapal layar Barquentine Bertiang tiga, buatan tahun 1952.(Suara Merdeka/WDN/MIK).
Continue reading →

Total Pageviews

Blog Archive

Labels

Followers