New Maju Indonesia Ku

Showing posts with label ROKET. Show all posts
Showing posts with label ROKET. Show all posts

Saturday, May 18, 2013

November, LAPAN Akan Luncurkan Roket Pembawa Satelit Di Morotai

Jakarta - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) meluncurkan roket pembawa satelit di Kabupaten Morotai, Maluku Utara, pada November 2013, karena daerah itu dinilai sangat strategis untuk peluncuran roket satelit itu.

Kepala Bappeda Pulau Morotai, Syamsuddin, di Ternate, Sabtu (18/5), mengatakan, tim dari Lapan telah melakukan survei lokasi di Pulau Morotai yang akan menjadi titik peluncuran satelit tersebut.

"Peluncuran roket dari Lapan sudah dipastikan pada bulan November 2013 di wilayah Sangowo Morotai Timur Kabupaten Pulau Morotai," katanya.

Ia mengatakan, tim Lapan dan Bappenas sudah kembali melakukan survei lokasi peluncuran, sehingga peluncuran roket di Sangowo itu ada kepastian pada November mendatang.

Menurut dia, kedatangan tim Lapan bersama Bappenas adalah sebagai mitra kerja untuk meninjau lokasi kepastian peluncuran roket oleh Lapan, sehingga dari Lapan sendiri berharap ada dukungan dari Pemda Morotai untuk kegiatan tersebut.

"Dari Lapan meminta ada dukungan dari Pemda dan Pemda sendiri merespons kegiatan peluncuran roket dari Lapan akan dilaksanakan pada bulan November mendatang," katanya.

Untuk peluncuran tersebut nantinya akan bersamaan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Lapan, sedangkan untuk persiapan-persiapan yang akan dilakukan nanti dipastikan selesai bulan Oktober, mulai dari bangunan untuk operator, VIP, dan beberapa tenda untuk para tim yang akan datang.

Selain itu, untuk lokasi peluncuran roket sendiri rata-rata minimal berjarak 1,5 km dari pemukiman warga, seperti yang sudah dilakukan peluncuran di Jepang dan daerah lain, namun untuk peluncuran roket Lapan di Sangowo nantinya akan berjarak 3 km dari area pemukiman.

"Untuk peluncuran roket dari Lapan sendiri secara tidak langsung juga bertujuan untuk mendukung penelitian Iptek (Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi) dan menarik Sumber Daya Manusia (SDM)," katanya.(SuaraPembaruan/WDN)
Continue reading →

Sunday, December 30, 2012

Indonesia Kembangkan Roket Berdaya Jangkau 100-900 Kilometer

Jakarta - Indonesia siap meluncurkan roket tiga digit atau roket berdaya jangkau 100 km-900 km pada 2013 untuk memperkuat sistem persenjataan negara.

"Tahun depan kita akan mulai menguji statis maupun uji dinamis roket berdaya jangkau tiga digit," kata Asisten Deputi Menteri Riset dan Teknologi bidang Produktivitas Riset Iptek Strategis Goenawan Wybiesana pada Evaluasi Akhir Tahun di Jakarta, Kamis.

Untuk tahap awal, ujarnya, lebih dulu dikembangkan roket balistik berdaya jangkau 100 km dengan kaliber 350 mm sebanyak 10-20 unit, kemudian dilanjutkan dengan roket balistik kaliber berikutnya, disusul roket kendali.

Kementerian Ristek sebagai bagian dari konsorsium roket, turut mendanai proyek tersebut sebesar Rp10-15 miliar pada 2013. Selain Kemristek, konsorsium roket beranggotakan PT Pindad, PT Dahana, PT Dirgantara Indonesia, Lapan, BPPT, LIPI, ITB UGM, ITS, dan lainnya.

Teknologi roket, ujarnya, dibangun dari empat kemampuan yakni teknologi material, teknologi sistem kontrol, teknologi eksplosif dan propulsi serta teknologi mekatronik yang seluruhnya sudah dikuasai.

Program roket nasional, ia menerangkan, telah dimulai sejak 2005 dengan mensinergikan berbagai lembaga terkait, dilanjutkan pembuatan desain awal dan uji prototipe serta pengembangan desain pada 2010.

Pada 2011, urainya, konsorsium roket ini meluncurkan freeze prototype 1 (prototipe jadi) yang setelah dibeli Kementerian Pertahanan dinamakan R Han 122 untuk dibuat menjadi massal melalui program 1.000 roket.

"R Han 122 ini memiliki kaliber 122 mm berdaya jangkau 15 km, lalu pada tahun yang sama, daya jangkaunya R Han 122 ditingkatkan menjadi 25 km dan pada 2012 R Han ditingkatkan lagi kalibernya menjadi 200 mm dengan daya jangkau 35 km," katanya.

Sebelum program roket untuk kepentingan pertahanan negara, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) telah lama menguasai teknologi roket untuk kepentingan riset peluncuran satelit. (ANT/WDN)
Continue reading →

Thursday, December 20, 2012

PT DI Rancang Peluru Balistik

Jakarta - PT Dirgantara Indonesia merancang peluru balistik hingga peluru kendali, untuk memperkuat pertahanan Indonesia.

Sonny Saleh Ibrahim dari Humas PT Dirgantara Indonesia (DI), di sela-sela seminar Hubungan TNI AL dan Industri Pertahanan di Jakarta, Rabu (19/12/2012), mengatakan bahwa pihaknya mengembangkan peluru balistik, peluru jarak jauh, dan peluru kendali penuh yang mampu menjangkau jarak 200 kilometer.

"Untuk peluru balistik dan diluncurkan dari multilaras, memiliki jarak jangkau 14 kilometer, 23 kilometer, dan terjauh 36 kilometer," kata Sonny.

Persenjataan tersebut dikembangkan bersama dengan lembaga terkait, seperti PT Pindad, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), dan sejumlah industri strategis. Dalam beberapa tahun mendatang produk itu diharapkan sudah digunakan oleh TNI.(KOMPAS/WDN)
Continue reading →

Thursday, October 4, 2012

Pengamat : DPR Harus Pelajari Sistem Keantariksaan India dan Iran

Jakarta - Ahli sistem satelit Arifin Nugroho merekomendasikan anggota Komisi VII DPR untuk belajar dari sistem keantariksaan India dan Iran. Kedua negara ini memiliki pola pikir dan karakteristik yang sama dengan Indonesia.

"Kalau mau mencontoh, kepada negara yang memiliki mindset yang hampir sama dengan kita, demografinya hampir sama, kulturnya hampir sama. Negara yang patut untuk dilihat adalah India dan Iran," kata Arifin saat menjadi narasumber RUU Keantariksaan di Komisi VII, Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (3/10).

Kedua negara itu, kata Arifin, sudah berhasil meluncurkan satelit pada orbitnya dan dua-duanya sudah memiliki produk misil untuk security.

Kata mantan ketua Asosiasi Satelit Indonesia ini, keantariksaan jangan diposisikan sebagai proyek mercusuar. Keantariksaan harus didudukkan dalam konteks kesadaran bahwa ruang (space) adalah sebagai geopolitik baru.

"Penguasaan space itu adalah penguasaan suatu resources yang akan membawa suatu tingkat atau kesenioran sebuah bangsa. Itu adalah martabat bangsa," katanya.

"Alangkah indahnya bila bangsa ini sudah beranjak pada penguasaan geopolitik baru ini. Untung ruginya barangkali tak harus menjadi penghalang tetapi kedepankanlah martabat bangsa ini," ujarnya.

"RUU Keantariksaan adalah inisiatif pemerintah dengan inisiatornya, LAPAN. Namun menjadi perdebatan, apakah nantinya otoritas Keantariksaan itu cukup dipegang lembaga khusus atau cukup hanya LAPAN," tambahnya.(Jurnal Parlemen/WDN)
Continue reading →

Monday, October 1, 2012

Lapan : Nozzle Roket RX-550 Masih Bermasalah

Garut - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) optimistis mampu menerbangkan roket RX-550 pada 2013 mendatang. Keyakinan tersebut tetap dipegang, meski komponen nosel roket RX-550 kembali mengalami masalah dalam uji statis di Stasiun Pengamatan Dirgantara LAPAN Pameungpeuk, Kabupaten Garut, kemarin.

Deputi Bidang Teknologi Dirgantara LAPAN Prof Dr Ing Soewarto Hardhienata mengatakan, desain struktur nosel roket RX-550 masih belum mampu menahan tingginya suhu pembakaran. Akibatnya, komponen material nosel roket terlepas sebelum proses pembakaran propelan berakhir di detik ke 14.

“Evaluasi pasti dilakukan. Secepatnya kami akan mengubah desain struktur nosel roket hingga hasil akhirnya nanti mendekati apa yang diharapkan. Kami yakin target roket RX-550 bisa mengudara di 2013 masih bisa dicapai,” katanya saat ditemui di ruang kontrol Stasiun Pengamatan Dirgantara LAPAN Pameungpeuk, Sabtu 29 September 2012.

Uji statis RX-550 dijadwalkan ulang dalam waktu dekat ini. Menurut Soewarto, seluruh komponen roket RX-550 serupa tengah dibangun kembali.

Optimisme LAPAN dalam program peluncuran roket pengorbit satelit (RPS) bukan tanpa alasan. Pengalaman kesuksesan peluncuran roket RX-420 dan RX-320 beberapa waktu lalu serta panjangnya proses penelitian RX-550 dari 2011 hingga 2012 ini, sangat cukup untuk dijadikan kunci keberhasilan program nasional tersebut.

“RX-550 ditargetkan mampu terbang sejauh 300 km. Itu artinya, pengembangan roket ini dapat dimanfaatkan untuk mengorbitkan satelit. Bila program peluncuran roket pengorbit satelit bisa dicapai, bangsa kita bisa mandiri. Sebab, saat ini kami sudah mampu membuat satelit sendiri,” paparnya.

Diungkapkan Soewarto, Indonesia merupakan satu-satunya negara di kawasan Asia Tenggara yang telah melakukan pengembangan roket pengorbit satelit. Ia berharap, progam ini dapat mengukir prestasi Indonesia di mata Internasional.

Kepala Pusat Teknologi Wahana Dirgantara LAPAN Yus Kadarusman meyebutkan, Indonesia memiliki beberapa lokasi yang sangat potensial untuk peluncuran roket pengorbit satelit. Beberapa kawasan potensial ini adalah Biak, Pulau Morotai, dan Pulau Enggano.

“Posisi ketiga daerah ini berada di kawasan garis khatulistiwa. Posisi ini dinilai tepat untuk mengorbitkan satelit,” katanya.

Spesifikasi Roket RX 550

1. Berfungsi sebagai roket pendorong (booster) utama roket pengorbit satelit

2. Diameter motor 550 mm

3. Panjang roket motor 6 meter

4. Panjang keseluruhan roket (ditambah dengan komponen lain) 9,5 meter

5. Daya jangkau (horizontal) 300 km

6. Jarak tempuh (ketinggian/vertikal) 150 km

7. Bahan bakar yang digunakan berjenis HPTB (hydroxyl toluen poly butadiene)

8. Kapasitas bahan bakar 1,8 ton

9. Biaya total pembuatan roket Rp5 miliar.

(SINDOnews/WDN)
Continue reading →

Thursday, September 27, 2012

Lapan Kembali Ujicoba Motor Roket RX-550

Garut - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) kembali mematangkan persiapan uji coba peluncuran roket RX-550. Selasa (25/9), Lapan memasang instalasi alat pengukur performa roket di Stasiun Peluncuran Roket Lapan,Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Pemasangan alat ukur ini merupakan bagian dari persiapan pelaksanaan uji statis motor RX-550 pada Sabtu (29/9).

Kepala Balai Produksi dan Pengujian Roket Lapan Sudihartono menjelaskan,sejumlah alat dipasang pada roket tersebut, antara lain alat untuk mengukurdaya dorong,tekanan,vibrasi, temperatur, dan data visual. Sejumlah peralatan tersebut akan menentukan apakah motor roket senilai Rp5 miliar ini akan layak menjalani uji terbang atau tidak pada 2013 nanti. Sudi mengatakan, roket RX- 550 masih dalam tahapan penelitian dan penyempurna an. Pada 2011 lalu Lapan sempat melakukan uji statis.

” Namun,karena tidak sempurnanya struktur material pada bagian nozel motor roket saat itu,RX-550 belum bisadikatakanlayakujiterbang. Sekarang, uji statis motor pendorongnya akan kita lakukan kembali,” ujarnya di Garut kemarin. Menurut dia, belum sempurnanya struktur komponen nozel motor roket disebabkan terbatasnya kualitas material logam.Saat itu,logam pada komponen nozel motor roket hanya memiliki ketebalan 3 mm.

”Idealnya,ketebalan struktur material 6 mm sehingga dapat menahan panas sebesar 3.000 derajat Celsius selama pembakaran propelan selama 14 detik. Karena ketebalannya kurang, ini malah hanya tahan dalam waktu 7 detik saja.Akibatnya, saat memasuki detik ke 8, material nozel roketnya robek dan pecah, ”ungkapnya. Sudi melanjutkan, menjelang uji statis, Lapan terus melakukan perbaikan dan penyempurnaan struktur material nozel.

Kepala Bidang Motor Roket Lapan Saeri mengatakan,pembenahan RX-550 saat ini hanya terletak pada desain struktur. ”Dari pengalaman uji statis tahun lalu, desain propulsi roket RX-550 tidak bermasalah. Hanya desain strukturnya saja yang mesti disempurnakan melalui penambahan lapisan pada material nozel. Jadi desain masih tetap sama,”katanya. Kendati mengalami kegagalan pada struktur material nozel, Saeri optimistis motor roket RX-550 dapat menghasilkan daya dorong yang diharapkan.

Pada serangkaian uji statis 2011 lalu, motor roket ini mampu menghasilkan daya dorong sebesar 25 ton. ”Kita berharap daya dorong kali ini bisa melebihi 25 ton yang dihasilkan dalam waktu 7 detik. Adapun pada proses pembakaran propelan mencapai 14 detik hingga bahan bakarnya habis. Bila struktur material nozel bisa tahan selama itu, kami berharap daya dorongnya bisa lebih dari sebelumnya,” ujarnya.

Roket RX-550 berdiameter 550 mm dan memiliki panjang keseluruhan 9,5 meter. Fungsi khusus roket RX-550 adalah sebagai pendorong (booster) utama yang akan membawa satelit ke luar angkasa dengan kapasitas bahan bakar jenis HTPB (hydroxyl toluen poly butadiene) sebanyak 1,8 ton. Roket ini diprediksi memiliki jarak tempuh sejauh 150 km dengan jangkauan 300 km.

Roket RX-550 ini merupakan penyempurnaan beberapa roket produksi Lapan sebelumnya, yaitu RX-320 buatan 2008 dan RX-420 buatan 2009. Karena belum bisa menjangkau target yang ditetapkan, roket RX-320 dan RX-420 disempurnakan kembali melalui proyek pembangunan roket RX-550 yang menelan dana Rp5 miliar. (SINDO/WDN)
Continue reading →

Saturday, August 4, 2012

Menristek : Indonesia Akan Luncurkan RX-550 Pada Akhir Agustus

Jakarta - Menteri Riset dan Teknologi Gusti Muhammad Hatta, mengatakan tahun ini Indonesia sudah siap meluncurkan roket RX-550 (Kaliber 550mm) dengan jangkauan 300 km yang akan membawa peralatan pengukur atmosfer.

"Kita sedang mengembangkan roket RX-550 dan siap meluncurkannya tahun ini," kata Menristek dalam jumpa pers tentang peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-17 di Jakarta, Jumat (03/8/2012).

Roket RX-550 yang merupakan roket terbesar yang pernah dikembangkan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) menjadi bukti atas kemampuan bangsa Indonesia mengembangkan teknologi tinggi, ujarnya.

Sementara itu, Kepala Lapan Bambang Tedjasukmana mengatakan, setelah Idul Fitri atau sekitar akhir Agustus hingga September pihaknya akan melakukan uji statik roket RX-550 untuk yang kedua kalinya.

"Uji statik roket ini merupakan uji di darat untuk mengetahui kinerjanya misalnya daya dorongnya saat akan tinggal landas, atau kemulusannya saat dinyalakan," katanya.

Setelah uji statik bisa dilalui, RX-550 akan diuji terbang, agar tahun depan roket ini bisa diluncurkan, ujarnya.

Untuk peluncuran tersebut, ujar Bambang, pihaknya akan bekerja sama dengan Pemda Morotai, Maluku Utara, karena RX-550 akan diterbangkan dari Morotai yang lokasinya sangat bagus untuk peluncuran roket.

"Morotai itu langsung menghadap Pasifik, jadinya roket Sonda ini akan langsung dilepas di atas samudra Pasifik untuk keperluan pengukuran atmosfer," katanya.(Seruu/WDN)
Continue reading →

Saturday, June 9, 2012

Menuju Kemandirian Indonesia Dalam Membuat Rudal

Jakarta - Universitas Gadjah Mada (UGM), Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) serta Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) bekerja sama mengembangkan teknologi roket Indonesia. Kerjasama ini bagian dari cita-cita beberapa tahun lalu untuk membuat produk roket berhulu ledak yang merupakan basis teknologi rudal itu.

Rektor UGM, Prof. Dr. Pratikno, mengatakan teknologi roket perlu dikembangkan untuk meningkatkan kemandirian bangsa dalam bidang penyediaan persenjataan pertahanan negara. Di samping itu, pengembangan juga diperlukan untuk pemanfaatan roket bagi kesejahteraan masyarakat kendati teknologi ini tidak bersentuhan langsung dengan kepentingan rakyat.

“Ketika dokter dan guru tidak ada, orang akan protes. Tapi kalau tidak ada roket, orang tidak akan protes karena roket tidak bersentuhan dengan kehidupan sehari-hari. Kewajiban kita menempatkan sesuatu yang penting menjadi penting dan mewacanakan hal yang penting itu menjadi komitmen politik,” kata Pratikno, dalam keterangan yang diterima VIVAnews, Jumat 8 Juni 2012.

Manurut Pratikno, pengembangan roket menjadi pilihan kebijakan strategis kepentingan jangka panjang yang seharusnya menjadi perhatian negara. “Pengembangan roket butuh investasi yang sangat besar dengan hasil yang penuh risiko dengan manfaat yang abstrak dan jangka panjang. UGM siap kerja sama terhadap hal yang penting dan strategis ini,” katanya.

UGM bersama Kemristek dan Lapan telah membentuk Komunitas Roket Uji Muatan (RUM). Rencananya, komunitas RUM akan memanfaatkan kawasan Pantai Pandansimo, Bantul, sebagai area pelatihan peluncuran uji roket muatan.

Roket Berhulu Ledak Staf Ahli Pertahanan dan Keamanan Kemenristek RI, Ir. Hari Purwanto, M.Sc., DIC, mengatakan Kemenristek tengah merencanakan produksi roket hasil pengembangan Lapan. Roket tersebut direncanakan akan dimanfaatkan untuk pertahanan negara dan sebagai pengganti roket yang dibeli dari luar negeri.

Roket merupakan salah satu teknologi strategis, tetapi memiliki biaya produksi yang sangat mahal. Fungsi roket ada dua macam, yakni di bidang militer dan nonmiliter. “Kami akan produksi 1.000 roket dengan nama R-Han 122. Roket ini merupakan roket pertahanan kaliber 122 yang sudah diberikan hulu ledak. Roket ini akan dimanfaatkan untuk menggantikan roket yang dibeli dari luar negeri,” ujarnya.

Roket yang akan diproduksi memiliki jangkauan 15-20 kilometer. “Ini merupakan investasi besar negara, sekaligus untuk menambah kekuatan pertahanan keamanan dan melengkapi tugas TNI,” ujarnya.

Uji coba peluncuran roket R-Han 122 ini sudah berhasil dilakukan di Baturaja, Sumatera Selatan, beberapa waktu lalu. Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menjelaskan, Kementerian Pertahanan menggandeng Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dalam memproduksi roket yang memiliki daya jelajah 15 kilometer dan dapat digunakan sebagai amunisi artileri tersebut.

"Seribu roket sebetulnya akan kami pakai untuk multiple launcher, atau meluncur bersama-sama," ujar dia dalam acara penandatanganan nota kesepahaman bersama antara Kementerian Pertahanan dan BPPT di Jakarta, Kamis 17 Maret 2011 lalu.

Kepala Lapan, Drs. Bambang Setiawan Tejakusuma, Dipl.Ing., menuturkan program produksi roket merupakan proyek ambisius Lapan. Pasalnya, sedikit negara telah memiliki program pengembangan roket, antara lain Rusia, Amerika, Perancis, China, India, Jepang, Korea Utara, Iran, dan Pakistan.

“Kita dalam proses untuk mengembangkan. Ujung-ujungnya, roket yang kita hasilkan mampu mengantarkan benda ke luar angkasa,” katanya.

Alih Teknologi Rudal Untuk roket yang bisa mengantarkan benda ke angkasa, Indonesia sebenarnya sudah berhasil membuatnya. Juli 2009 lalu, Lapan berhasil menerbangkan roket terbesar dengan nama RX-420. Roket yang akan digunakan untuk pengorbit satelit itu mampu menjangkau jarak 101 kilometer, dengan kecepatan 4,4 mach atau setara dengan kecepatan suara sekitar 344 meter per detik.

Juru bicara Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, Elly Kuntjahyowati, dalam keterangan tertulis kepada VIVAnews, Kamis, 2 Juli 2009, mengatakan, uji terbang roket itu merupakan tahapan untuk membangun Roket Pengorbit Satelit (RPS) yang diharapkan terbang pada 2014.

Dan Menteri Pertahanan saat itu, Juwono Sudarsono, menyatakan, kemampuan ini menjadi dasar untuk pengembangan sistem persenjataan rudal. "Salah satu uji coba Lapan dan Menristek adalah untuk mengajukan alternatif salah satu penangkal, tidak perlu kapal perang atau senjata. Tapi rudal yang berpangkal di darat," kata Juwono Sudarsono.

Kementerian Pertahanan memang sudah lama memikirkan produksi rudal dalam negeri. Ini mulai tercetus tahun 2005. Dana sebesar Rp2,5 miliar digelontorkan untuk proyek pembuatan rudal pada tahun itu. Dan bila itu terwujud Dephan akan menggandeng PT Pindad Indonesia, pabrik senjata dalam negeri yang melakukan penelitian hulu ledak kaliber 122 milimeter.

Untuk teknologi rudal ini, Indonesia pelan-pelan melakukan alih teknologi dari negara-negara yang lebih dulu mengembangkannya. Maret 2012 lalu, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menyatakan, ada pembicaraan dengan China untuk membangun pabrik rudal C-705 di Indonesia. "Kita akan lakukan joint production, atau transfer teknologi," kata Purnomo.

Peluru kendali jenis C-705 memiliki jarak tembak sampai 140 kilometer. "Peluru kendali ini kalau kita bisa produksi dalam negeri, kita akan pasang di daerah perbatasan untuk pengamanan," kata dia. Rudal C-705 yang pertama diproduksi di China ini akan melengkapi armada Kapal Cepat Rudal (KCR) milik TNI Angkatan Laut. Proses kerjasama produksi rudal ini dilakukan Kementerian Pertahanan RI dan China Precision Machinery Import-Export Corporation (CPMEIC) yang menjadi pemegang proyek pengerjaan rudal C-705.(Vivanews/WDN)
Continue reading →

Friday, June 8, 2012

Lapan Dan UGM Siap Produksi Roket Berhulu Ledak

Jakarta - Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) serta Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional membentuk Komunitas Roket Uji Muatan (RUM) dalam rangka pengembangan teknologi industri roket di tanah air.

Menurut rencana, komunitas RUM akan memanfaatkan kawasan Pantai Pandansimo, Bantul, sebagai area pelatihan peluncuran uji roket muatan.

Rektor UGM, Prof. Dr. Pratikno, mengatakan teknologi roket perlu dikembangkan untuk meningkatkan kemandirian bangsa dalam bidang penyediaan persenjataan pertahanan negara. Di samping itu, pengembangan juga diperlukan untuk pemanfaatan roket bagi kesejahteraan masyarakat kendati teknologi ini tidak bersentuhan langsung dengan kepentingan rakyat.

“Ketika dokter dan guru tidak ada, orang akan protes. Tapi kalau tidak ada roket, orang tidak akan protes karena roket tidak bersentuhan dengan kehidupan sehari-hari. Kewajiban kita menempatkan sesuatu yang penting menjadi penting dan mewacanakan hal yang penting itu menjadi komitmen politik,” kata Pratikno, dalam keterangan yang diterima VIVAnews, Jumat 8 Juni 2012. Manurut Pratikno, pengembangan roket menjadi pilihan kebijakan strategis kepentingan jangka panjang yang seharusnya menjadi perhatian negara. “Pengembangan roket butuh investasi yang sangat besar dengan hasil yang penuh risiko dengan manfaat yang abstrak dan jangka panjang. UGM siap kerja sama terhadap hal yang penting dan strategis ini,” katanya.

Jangkauan 20 Kilometer

Staf Ahli Pertahanan dan Keamanan Kemenristek RI, Ir. Hari Purwanto, M.Sc., DIC, mengatakan Kemenristek tengah merencanakan produksi roket hasil pengembangan Lapan. Roket tersebut direncanakan akan dimanfaatkan untuk pertahanan negara dan sebagai pengganti roket yang dibeli dari luar negeri.

Roket merupakan salah satu teknologi strategis, tetapi memiliki biaya produksi yang sangat mahal. Fungsi roket ada dua macam, yakni di bidang militer dan nonmiliter. “Kami akan produksi 1.000 roket dengan nama R-Han 122. Roket ini merupakan roket pertahanan kaliber 122 yang sudah diberikan hulu ledak. Roket ini akan dimanfaatkan untuk menggantikan roket yang dibeli dari luar negeri,” ujarnya.

Roket yang akan diproduksi memiliki jangkauan 15-20 kilometer. “Ini merupakan investasi besar negara, sekaligus untuk menambah kekuatan pertahanan keamanan dan melengkapi tugas TNI,” ujarnya.

Hari Purwanto menjelaskan, roket menjadi salah satu teknologi penting yang krusial untuk segera dikembangkan secara mandiri oleh Indonesia. Selama ini, Indonesia lebih banyak mengandalkan roket yang dibeli dari negara lain. ”Roket dikembangkan untuk kepentingan-kepentingan kesejahteraan, misalnya menambah alat utama sistem pertahanan (alusista) sehingga kemanfaatan roket mendesak untuk segera dikembangkan mengingat negara-negara lain telah memiliki teknologi roket mandiri,” tuturnya.

Selain roket, Kemenristek juga tengah mengembangkan teknologi pesawat tempur bersama Korea Selatan dengan nama Fighter Indonesian Experiment. “Kita juga sudah membuat panser sendiri dan telah diekspor ke beberapa negara, seperti Malaysia, Brunei, dan Filipina. Ini merupakan langkah positif dan diharapkan bisa semakin berkembang," ujarnya.

Kepala Lapan, Drs. Bambang Setiawan Tejakusuma, Dipl.Ing., menuturkan program produksi roket merupakan proyek ambisius Lapan. Pasalnya, sedikit negara yang telah memiliki program pengembangan roket, antara lain Rusia, Amerika, Perancis, China, India, Jepang, Korea Utara, Iran, dan Pakistan.

“Kita dalam proses untuk mengembangkan. Ujung-ujungnya, roket yang kita hasilkan mampu mengantarkan benda ke luar angkasa,” katanya.(Vivanews/WDN)
Continue reading →

Thursday, April 19, 2012

Lapan Berkerjasama Dengan ITS Untuk Membangun Roket

Jakarta - Selama ini, untuk memperkuat bidang pertahanan dan keamanan, Indonesia masih membeli peralatan perang. Salah satunya adalah roket. Untuk itu, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) menggandeng sejumlah universitas untuk membuat roket.

Keberhasilan riset tersebut akan menandakan kemandirian Indonesia dalam menghasilkan roket sendiri. Selama ini, Lapan memang telah bisa menghasilkan roket namun ukurannya masih kecil sehingga belum mencukupi sebagai bagian dari teknologi pertahanan negara.

Salah satu universitas yang diajak dalam proyek ini adalah tim dosen Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. ''Selama ini kita selalu membeli roket dari negara lain yang kualitasnya pasti lebih rendah daripada roket di negeri asalnya,'' kata salah satu anggota tim ITS, Widyastuti seperti disitat dari ITS online, Kamis (19/4/2012).

Hal ini tentunya sangat miris. Apalagi ketika mengingat bahwa proyek pembuatan roket di Indonesia telah dimulai sejak tahun 1960-an, bersamaan dengan India dan Pakistan. ITS memang tidak sendirian dalam proyek ini. Lapan turut menggandeng Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS), Universitas Indonesia (UI), serta beberapa pihak industri. Di dalam kampus, tim ini akan turut melibatkan mahasiswa dari berbagai jenjang untuk kelancaran riset tersebut.

ITS memang belum memiliki program studi khusus bidang teknologi penerbangan dan antariksa. Namun, lebih dari Rp1 miliar telah dikucurkan untuk mendanai proyek yang berlangsung antara Lapan dengan universitas dan pihak industri tersebut.

Selama tiga tahun ke depan, tim dosen-dosen ahli ini akan bekerja sama merakit sebuah roket penuh. Mulai dari nose, body, dan nozzle. Konstruksi tiga bagian tersebut tentunya tidak mudah. Nozzle, atau bagian ujung bawah sekaligus pendorong roket bisa mengalami suhu yang sangat tinggi hingga 3.000 derajat Celsius.

''Diperlukan bahan isolator yang tahan panas tinggi agar nozzle tidak meleleh. Karena itu, riset tim ini akan turut mencakup pengujian bahan-bahan yang sanggup menahan panas ekstrim,'' papar Ketua Tim Riset Roket Suasmoro.

Pengujian-pengujian mengenai berbagai aspek lain juga harus dilaksanakan secara mandiri oleh tim. Hal ini karena teknologi roket sangat jarang disebarluaskan. Masing-masing negara yang memiliki proyek pembuatan roket pasti akan sangat protektif mengenainya.(OKEZONE/WDN)
Continue reading →

Thursday, March 29, 2012

Wamenhan Puas Dengan Pengujian R-Han 122

Baturaja - Wakil Menteri Pertahanan Letjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin mengaku puas atas pengembangan Roket R-Han 122 yang diproduksi sendiri oleh bangsa Indonesia sebagai wujud kemandirian roket nasional.

Menurut Sjafrie usai uji coba Roket R-Han 122 di Puslatpur TNI AD di Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumsel, Rabu, pengembangan kemandirian roket Indonesia diharapkan bisa terus ditingkatkan, termasuk kemampuan jangkauannya dari dua digit menjadi tiga digit.

"Berdasarkan hasil ini, maka kemandirian roket pada tahun 2014 harus tercapai," ujar Sjafrie.

Budi Teguh Rahardjo, Deputi Menristek Bidang Produktivitas dan Relevansi Riset Iptek meyakini, 90 persen industri roket di Indonesia dapat berkembang dengan pesat dan masuk dalam ranah industri, serta mampu memasok alat utama sistem pertahanan (alusista) dalam jumlah yang besar.

Guna menuju kemandirian dalam pengadaan alutsista, sejak tahun 2007 lalu, Kementerian Riset dan Teknologi dalam konsorsium bersama komunitas iptek serta industri strategis, melakukan pengembangan roket yang kali ini kembali diujicobakan.

Uji coba 50 buah roket ini merupakan hasil pengembangan yang terbaru dan diberi nama Roket R-Han 122.

Konsorsium pengembangan roket ini mendayagunakan para pihak (stakeholders), dengan masing-masing pihak memiliki peranan strategis, di antaranya PT Pindad yang mengembangkan peluncurannya (launching), GAZ menangani `firing system`, sedangkan PT Dahana berperan dalam menyediakan propellant, dan PT KS mengembangkan material tabung maupun struktur roket.

Roket ini dari pengembangan sebelumnya adalah kaliber yang mencapai 122 mm dengan kecepatan maksimum 1,8 mach.

Roket yang berdaya ledak optimal ini, dapat menempuh sasaran jarak tembak hingga 15 km.

Pada uji coba yang dilakukan di Pusat Latihan Tempur TNI AD Baturaja Sumsel, sebanyak 50 buah Roket R-Han 122 produksi Indonesia, berhasil ditembakkan ke sasaran di udara.

Selain Wakil Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, sejumlah pejabat Pemptov Sumsel dan Pemkab OKU, beberapa petinggi TNI, antara lain Pangdam II/Sriwijaya Mayor Jenderal TNI Nugroho Widyotomo dan Komandan Kodiklat TNI AD Letnan Jenderal TNI Gatot Numantyo ikut pula saat menyaksikan uji coba roket R-Han 122.

Usai peluncuran, Wamenhan juga berkesempatan mengecek mobil peluncur roket, untuk selanjutnya akan terus dikembangkan sebagai bagian program kemandirian penyediaan alutsista nasional.

Menurut Kepala Biro Hukum dan Humas Kemenristek, Anny Sulaswatty, Roket R-Han 122 itu merupakan produksi hasil kerja sama anak bangsa Indonesia, diwujudkan melalui penelitian bersama PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia, dan PT Dahana, didukung penuh Kemenristek bersama konsorsium terkait.

Uji coba dan demo penembakan Roket R-Han 122 itu menandai keberhasilan bangsa Indonesia untuk menuju kemandirian produksi roket nasional di masa depan.(ANT/WDN)
Continue reading →

Wednesday, March 28, 2012

50 Roket R-Han 122 Berhasil Diujicoba

Baturaja - Sebanyak 50 Roket R-Han 122 produksi Indonesia, berhasil diujicobakan dengan ditembakkan ke sasaran di udara, di Pusat Latihan Tempur TNI AD Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, Rabu.

Deputi Menristek Bidang Produktivitas dan Relevansi Riset Iptek, Budi Teguh Raharjo sempat menunjukkan contoh roket R-Han 122 itu, kepada Wakil Menteri Pertahanan, Letjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin, sebelum melakukan uji coba roket tersebut.

Sebanyak 50 buah Roket R-Han 122 diujicobakan sebagai hasil pengembangan konsorsium dari Kementerian Riset dan Teknologi dan komunitas iptek serta industri strategis, guna mendukung kemandirian roket 2014 bagi Kementerian Pertahanan.

Roket R-Han 122 memiliki kecepatan maksimum 1,8 mach dan jarak tembak hingga 15 km.

Selain Wakil Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, sejumlah pejabat Pemptov Sumsel dan Pemkab OKU, beberapa petinggi TNI, antara lain Pangdam II/Sriwijaya Mayor Jenderal TNI Nugroho Widyotomo dan Komandan Kodiklat TNI AD Letnan Jenderal TNI Gatot Numantyo ikut pula saat menyaksikan uji coba roket R-Han 122.

Usai peluncuran, Wamenhan juga berkesempatan melakukan pengecekan pada mobil peluncur roket, untuk selanjutnya akan terus dikembangkan sebagai bagian program kemandirian penyediaan alat utama sistem pertahanan (alutsista) nasional.

Menurut Kepala Biro Hukum dan Humas Kemenristek, Anny Sulaswatty, Roket R-Han 122 itu merupakan produksi hasil kerja sama anak bangsa Indonesia, diwujudkan melalui penelitian bersama PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia, dan PT Dahana, didukung penuh Kemenristek.

Ujicoba dan demo penembakan Roket R-Han 122 itu menandai keberhasilan bangsa Indonesia untuk menuju kemandirian produksi roket nasional di masa depan.(ANT/WDN)
Continue reading →

Roket R-Han 122 Lakukan Ujicoba Di Baturaja Sumsel

Palembang - Roket R-Han 122 produksi Indonesia, siap ujicoba penembakan di Pusat Latihan Tempur Kodiklat TNI AD Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, Rabu, dihadiri Wakil Menteri Pertahanan Letjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin dan Deputi Menristek Budi Teguh Rahardjo, serta Wagub Sumsel, H Eddy Yusuf.

Kepala Biro Hukum dan Humas Kemenristek, Anny Sulaswatty, dalam penjelasannya menyebutkan bahwa Roket R-Han 122 itu merupakan produksi hasil kerja sama anak bangsa Indonesia, diwujudkan melalui penelitian bersama PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia, dan PT Dahana, didukung penuh Kemenristek.

Ujicoba dan demo penembakan Roket R-Han 122 itu dipusatkan di Puslatpur TNI AD Baturaja, Kabupaten OKU, Sumsel, merupakan bagian dari program pengadaan alat utama sistem pertahanan (alutsista) TNI yang didukung industri strategis di Indonesia.(ANT/WDN)
Continue reading →

Monday, March 19, 2012

Kemhan Dan Kemristek Akan Ujicoba Roket R-Han 122 Pada 28 Maret 2012

Jakarta - Dalam upaya meningkatkan kemandirian bangsa terutama dalam hal pengadaan alat utama sistem pertahanan (alutsista), Kementerian Riset dan Teknologi dan komunitas iptek serta industri strategis yang termasuk dalam konsorsium mendukung Kementerian Pertahanan dalam mengembangkan Roket R-Han 122.

Tujuan lain dari pengembangan roket R-Han 122 dilakukan untuk mengurangi ketergantungan pengadaan dari luar negeri dengan memberdayakan potensi dan kemampuan riset anak bangsa serta industri pertahanan dalam negeri.

Roket R-Han 122 adalah roket hasil karya anak bangsa yang merupakan hasil kerjasama ini diwujudkan melalui penelitian yang dilakukan berbagai institusi diantaranya PT.Pindad, PT Dirgantara Indonesia, PT.Dahana yang didukung penuh oleh Kementerian Riset dan Teknologi.

Kementerian Pertahanan berencana kembali melakukan uji coba R-Han 122 dengan pengembangan terbarunya pada 28 Maret 2012 mendatang. Uji coba roket yang akan dilaksanakan di Pusat Latihan Tempur TNI AD, Baturaja, Sumatera Selatan rencananya dihadiri langsung oleh Menteri Riset dan Teknologi, sejumlah anggota DPR RI dan para undangan lainnya.

Persiapan uji coba yang akan dilaksanakan tersebut agar sesuai dengan tujuan yang diharapkan maka pada tanggal 15 Maret 2012 bertempat di PT.Pindad diadakan rapat koordinasi dengan agenda pembahasan segala kesiapan peralatan dan personil serta bagaimana teknis mobilisasi keduanya yang akan diberangkatkan ke Baturaja. Sampai saat ini, roket yang rencananya akan diluncurkan sebanyak 50 buah dan peralatan pendukung sebagian telah siap diuji coba.

Masing-masing stakeholder yang terlibat didalam uji coba peluncuran mempunyai peran, seperti, PT. DI berperan dalam penyiapan roket, adapun PT. PINDAD mengembangkan launcher dan firing system menggunakan platform GAZ dan Nissan yang sudah dimodifikasi dengan laras 16. Selain itu, dalam sistem pendukung peluncuran roket ini BMKG akan mendukung dengan menyediakan alat untuk menentukan posisi jatuh roket dan ITB juga akan mendukung dalam uji coba sistem kamera nirkabel untuk menangkap dan mengirim gambar saat roket sampai dilokasi target sasaran.(Ristek/WDN)
Continue reading →

Wednesday, January 25, 2012

TNI AD Lirik Peluncur Roket Canggih, HIMARS Buatan Lockheed Martin

Jakarta - Selain pengadaan main battle tank, TNI AD juga melirik multiple launch rocket system (MLRS) untuk penguatan pertahanan darat. MLRS ini juga dapat difungsikan sebagai antipesawat tempur.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Pramono Edhi Wibowo dalam paparannya saat raker antara Komisi I dan Kementerian Pertahanan mengungkapkan, rencana pengadaan MLRS ini sudah dimasukkan dalam shopping list alat utama sistem senjata (alutsista) TNI AD. Salah satu yang menjadi incaran adalah rudal tangguh High Mobility Artilery Rocket System (HIMARS). “Untuk penangkis serangan udara karena yang kami punya saat ini kelahiran tahun 1960-an. Setelah tahu harganya akan kami sampaikan,”kata KSAD di gedung DPR RI, Selasa (24/1).

Dengan memiliki senjata canggih semacam ini, KSAD yakin, Indonesia akan memiliki efek gentar terhadap negara-negara lain sehingga tidak akan mengganggu kedaulatan negara. Tidak kalah dengan tank Leopard yang mampu merontokkan beberapa tank dengan hanya satu tank Leopard, HIMARS ini memiliki jarak tembak sejauh 70 km dengan akurasi 10 meter.

“Bahkan jarak tembaknya bisa ditingkatkan menjadi 300 km. Sehingga negara lain akan gentar. Tak akan ada lagi patok Indonesia diusik. Lu cabut patok, gue sikat," selorohnya.

Peluncur roket HIMARS yang dikembangkan Lockheed Martin pada 1996 adalah senjata mobile dengan setiap peluncur yang mampu menembakkan enam roket dalam waktu 45 detik. Selain Amerika Serikat, yang merupakan negara produsen, Uni Emirat Arab dan Singapura juga telah memiliki rudal canggih ini. HIMARS baru diproduksi secara resmi melalui kontrak yang ditanda tangani pada Desember 2005.

Sebelumnya, KSAD menyebutkan telah menyusun daftar belanja (shopping list) pengadaan alutsista untuk mencapai Minimum Essential Forces. Selain MBT dan MLRS, TNI AD juga akan melakukan pengadaan helikopter serang, meriam 155 dengan jarak tembak 40 km, dan helikopter serbu.(JURNAS/WDN)
Continue reading →

Saturday, January 21, 2012

Indonesia Akan Produksi Ratusan Roket Balistik

Jakarta - Konsorsium Roket Nasional akan kembali memproduksi 200 unit roket balistik R Han 122 kaliber 122 mm dengan jarak jangkau 15 km sebagai bagian dari program 1.000 roket Kementerian Pertahanan sepanjang 2012-2014. "Ini melanjutkan 100 unit roket R Han 122 yang telah diproduksi pada 2011," kata Deputi Menristek bidang Relevansi dan Produktivitas Iptek Dr Teguh Rahardjo usai kunjungan Menristek Gusti Mohammad Hatta ke pabrik bahan berenergi tinggi PT Dahana.

Teguh yang juga Kepala Bidang Pokja Litbangyasa Komite Kebijakan Industri Pertahanan itu mengatakan, sebanyak 32 dari 100 unit roket produksi 2011 sudah ditembakkan untuk keperluan pelatihan militer TNI. "Sisanya 68 unit juga akan ditembakkan di tahap berikutnya pada Februari ini," katanya.

Produksi 1.000 roket nasional, lanjut dia, merupakan kerja sama antara PT Dirgantara Indonesia yang memproduksi struktur roketnya, Lapan (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional) yang membuatkan motor roketnya, PT Pindad memproduksi hulu ledaknya (forehead), serta bahan bakarnya (propelan) oleh PT Dahana.

Tim ini, ia mengatakan, juga sedang mengembangkan roket balistik kaliber 200 mm yang jarak jangkaunya lebih dari 20 km dan roket kendali kaliber 200 mm yang sudah diujicobakan sebanyak tiga unit.

Deputi Bidang Teknologi Dirgantara Lapan, Dr Ing Soewarto Hardhienata mengatakan, pihaknya sudah menguasai pengembangan roket dasar, karena itu jika kemampuan pendanaan tidak masalah maka program roket nasional bisa lebih cepat.(Republika/WDN)
Continue reading →

Thursday, December 8, 2011

Rosoboronexport : Indonesia Ingin Membeli Tank T-90 Dan MLRS Smerch

Langkawi (MIK/WDN) - Indonesia berencana membeli sejata skala besar dari Rusia, Selain 6 pesawat tempur Su-30, Negara kepulauan di Asia tenggara tersebut juga akan membeli Tank T-90 dan Smerch MLRS dalam list belanja alutsistanya.

Hal ini diumumkan oleh wakil kepala ekportir senjata Rusia Rosoboronexport, Viktor Komardin pada hari rabu yang ikut serta dalam Pameran LIMA 2011 di pulau Langkawi Malaysia. Selain itu Indonesia juga tertarik membeli helikopter Mi-17 dan Mi-35 dan BMP-3.

Sebelumnya BMP-3F buatan Rusia yang telah dipakai oleh marinir Indonesia sangat populer, kata Komardin.

Sebelumnya, Rusia telah mengirim pesawat tempur Su-27/30, 24 helikopter Mi-17/35,17 BMP-3F, 48 BTR-80A dan senapan serbu Kalashnikov AK-102 ke Indonesia.(RIA/WDN/MIK)
Continue reading →

Friday, November 25, 2011

Kemhan Uji Coba 22 Unit Roket R-Han 122 Di Baturaja

Baturaja - Kementerian Pertahanan Republik Indonesia melalui Direktorat Teknik Industri Pertahanan Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan (Dirtekindhan Ditjen Pothan) bersama Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) kembali melakukan uji coba Roket R-Han 122. Uji coba dilakukan di Pusat Latihan Tempur TNI AD, Baturaja, Sumatera Selatan., Jum’at (25/11).

Selain bersama LAPAN, dalam uji coba tersebut Kemhan juga melibatkan pihak – pihak terkait dari perusahaan industri pertahanana dalam negeri antara lain PT. Pindad, PT. DI dan PT. Dahana. Selain itu, Kemhan juga mengundangan TNI AL sebagai calon pengguna Roket R-Han 122.

Uji coba kali ini merupakan hasil dari evalusi uji coba yang dilakukan sebelumnya pada bulan November 2010 ditempat yang sama. Melalui uji coba dan evaluasi secara terus menerus diharapkan Program Roket Nasional dengan nama R-Han 122 tersebut nantinya dapat mencapai hasil yang maksimal dan siap diproduksi sesuai keinginan pengguna dalam hal ini TNI.

Dalam Uji coba kali ini, diluncurkan Roket R-Han 122 sebanyak 22 unit yang terdiri dari tiga unit warhead smoke (asap) dan 19 unit wearhead live (tajam). Dari 22 unit tersebut, satu unit roket warhead smoke (asap) telah diluncurkan Kamis Sore (24/11), sedangkan 21 unit seluruhnya diuji coba pada Jum’at (25/11). Peluncuran berjalan lanjar dan sukses meski kondisi cuaca sedang hujan.

Dari 21 unit Roket R-Han 122 yang diluncurkan terdiri dari satu dua roket warhead smoke (asap) dan 19 unit roket warhead live (tajam). Peluncuran roket dibagi dalam tiga tahap dilaksanakan secara salvo menggunakan mobil launcher.

Roket R-Han 122 yang memiliki jarak jangkau 14 kilometer tersebut merupakan hasil kerjasama yang sinergi antara Kementerian Pertahanan dengan Kementerian Riset dan Teknologi, LAPAN, PT. Pindad, dan pihak terkait lainnya. Pengembangan roket R-Han 122 dalam rangka mengurangi ketergantungan pengadaan dari luar negeri dengan memberdayakan potensi dan kemampuan industri pertahanan dalam negeri.

Hadir menyaksikan dan menijau secara langsung uji coba Roket R-Han 122 antara lain Staf Ahli Menhan Bidang Keamanan Kemhan Mayjen TNI Zaenal Fahri Tamzis dan sejumlah pejabat di lingkungan Kemhan, Mabes TNI AL dan industri pertahanan dalam negeri.(DMC/WDN)
Continue reading →

Friday, September 30, 2011

Kemhan Akan Melakukan Pengadaan 1.000 Roket R-HAN 122

Jakarta - Kementerian Pertahanan (Kemhan) berencana mengadakan 1.000 Roket R-HAN 122. Program itu bertujuan memenuhi kebutuhan roket di lingkungan Kemhan.

Sekjen Kemhan Marsdya TNI Eris Heryanto mengatakan, program pengadaan 1.000 Roket R-HAN 122 dimulai pada Tahun Anggaran 2011. Untuk memuluskan rencana itu, kata Eris, Kemhan telah membentuk tim.

“Program itu dikoordinasi oleh Kemhan dengan membentuk konsorsium roket untuk TNI AL dan TNI AD,” kata Eris saat Rapat Koordinasi Penentu Kebijakan, Pengguna dan Produsen Bidang Alutsista ke XIV dan Bidang Non-Alutsista, di Kantor Kementerian Pertahanan, Senin (26/9).

Menurut Eris, saat ini Kemhan sudah melakukan perjanjian kerjasama dengan Industri Pertahanan Dalam Negeri terkait pengadaan roket tersebut.

“Perjanjian kerjasama itu juga sudah ditandatangani pada sidang ketiga KKIP (Komite Kebijakan Industri Pertahanan) 27 Juni 2011.”

Dikatakan Eris, program 1.000 roket tersebut harus terealisasi dan berlanjut. Sebab, Indonesia membutuhkan penguasaan teknologi roket dan rudal sejalan dengan program akuisisi yang telah direncanakan dalam shoping list (daftar belanja) hingga Tahun Anggaran 2014.

Kendati sudah terncana dan sudah dilakukan penandatanganan kesepakatan kerjasama, Eris meminta agar semua pihak yang memiliki kaitan langsung dengan pengadaan roket tersebut memiliki komitmen untuk merealisasikannya.

“Ini perlu ada komitmen dari kita.”

R-HAN 122 adalah roket hasil karya anak bangsa. Roket itu diwujudkan lewat kerja keras selama enam tahun. Tiga tahun pertama adalah penelitian yang dilakukan institusi LAPAN, Pindad, PT Dirgantara Indonesia, Kemhan dan Menristek. Tiga tahun selanjutnya adalah proses kolaborasi.

R-HAN berkaliber 122 mm, dengan kecepatan maksimum 1,8 mach. Anggaran yang dibelanjakan untuk riset dan kolaborasi selama enam tahun adalah Rp9 miliar.(Pelita Online/WDN)
Continue reading →

Monday, April 18, 2011

English News : China Helps Indonesia Develop Rockets

Beijing - China has agreed to help Indonesia establish weapons development and production capabilities. The initial project will develop and produce 1,000 122mm rockets for the navy. The Indonesian space agency (LAPAN) will contribute some of its research.

These R122 rockets are simple devices, with a range of 15 kilometers. Eventually, Indonesia would like to add guidance systems.

But meanwhile, what Indonesia is more interested in is advancing to the production of more complex weapons like the Chinese C802A anti-ship missiles. Indonesia has been buying these from China for the last three years.

The C802A is a 6.8m (21 foot) long, 360mm, 682kg (1,500 pound) missile, with a 165kg (360 pound) warhead. The C802 has a max range of 120 kilometers, and moves along at about 250 meters a second. The French Exocet missile is the same size and performance, but costs twice as much (over a million dollars each, but the manufacturer is known to be flexible on pricing.) The Indonesians see the Chinese missiles as a much better deal, especially since Indonesia is not looking to start a war anytime soon.

So why pay premium prices for a premium, battle proven, Exocet. The C802 is older technology, and Iran produces them in cooperation with China.

The Exocet has been around for over three decades, has been proven in combat and is known to be reliable.

The C802 is known to be less capable than the Exocet, but it looks similar. For a navy that never expects to get into a serious war, that, and a much lower price, is enough to get the sale.(Strategy Page/WDN)
Continue reading →

Total Pageviews

Blog Archive

Labels

Followers